
“Semuanya, ayo pergi perjamuan, kalian semua pasti lapar karena perjalanan panjang.” Yu Rou mengundang semua orang untuk pergi makan.
Yu Rou akan menyiapkan makanan untuk semua orang yang ada di sini.
“Kakek, Nenek, aku ingin pergi melihat makam Ibu.” Yu Siang berkata kepada Wu Ping dan Yu Rou bahwa dia ingin melihat makam Wu Zheli.
Wu Ping dan Yu Rou saling memandang, mereka berdua sedikit sedih ketika mendengar kata-kata Yu Siang.
“Yu Siang, makam ibumu ada di belakang.” Wu Ping memberi tahu Yu Siang bahwa makam Wu Zheli ada di belakang.
“Kalau begitu aku akan pergi melihat”
“Pangeran, ayo pergi,” Yu Siang mengajak Putra Mahkota untuk menemaninya melihat makam Wu Zheli.
“Oke” Putra Mahkota mengangguk pada Yu Siang, dia akan menemani Yu Siang pergi ke makam Wu Zheli.
__ADS_1
Putra Mahkota dan Yu Siang pergi ke belakang manor Klan Wu, mereka berdua akan mengunjungi makam Wu Zheli.
Sementara itu, Nangong Xiang dan Nanhua Caiyi mengikuti Yu Rou dan Wu Ping ke ruangan tempat perjamuan diadakan, mereka berdua setuju untuk membiarkan Putra mahkota dan Yu Siang pergi bersama menuju makam Wu Zheli.
Mereka pergi dari ruang utama ke belakang manor Klan Wu.
“Tempat ini sangat besar, Yu Siang, ibumu memiliki keluarga yang sangat kaya.” Putra mahkota cukup mengagumi kehebatan istana Wu Clan.
Setidaknya area manor Wu Clan puluhan kali lebih besar dari Yu Clan.
“Puchi” Yu Siang tertawa ketika melihat apa yang dilakukan Putra mahkota, apa yang dilakukan Putra mahkota saat ini cukup menghibur untuknya.
Putra mahkota dan Yu Siang segera tiba di halaman belakang manor Wu Clan, di halaman belakang ini ada taman khusus yang dihiasi dengan beberapa bunga yang indah dan menawan.
Dulunya taman ini merupakan taman yang sering dikunjungi oleh Wu Zheli saat suasana hatinya sedang senang atau sedang kacau, disinilah Wu Zheli sering menghabiskan waktunya dengan memandangi bunga-bunga indah yang ada di tempat ini.
__ADS_1
Itu sebabnya makam Wu Zheli ditempatkan di sini, itu untuk menghormati Wu Zheli.
Ketika dia melihat batu nisan dengan tulisan nama Wu Zheli di atasnya, Yu Siang merasa sangat sedih.
Yu Siang Kali ini benar-benar berdiri tepat di depan batu nisan ibunya, Yu Siang mulai perlahan mendekatinya, ia mulai memegangi batu nisan ibunya.
Yu Siang benar-benar merasa sedih ketika dia mengingat cerita yang dia dengar dari Yu Tifa tentang kisah ibu dan ayahnya.
“Bu, aku minta maaf karena aku tidak pernah mengunjungimu, aku benar-benar minta maaf padamu.”
Yu Siang meminta maaf karena tidak menjadi anak perempuan yang tidak cukup berbakti kepada ibunya.
Selama lebih dari satu dekade, Yu Siang tidak pernah mengunjungi makam ibunya di Tanah Suci alam dewa, Yu Siang mulai merasa. bahwa dia adalah anak perempuan yang tidak berbakti.
Putra mahkota melihat apa yang dilakukan Yu Siang, Putra mahkota merasa kasihan ketika melihat Yu Siang yang seperti ini.
__ADS_1
Putra Makota mulai mendekat dan mencoba untuk memenangkan Yu Siang