
Melihat Seat 9 melakukan hal yang sama, Shun Buzi menghampiri peserta 8 dan 7 jawaban yang diberikan oleh peserta 8 dan 7 sama seperti sebelumnya, mereka tidak mau menantang peserta yang berada di atas mereka.
Sekarang saatnya bertanya kepada Zhang Jingu “Jingu, apakah kamu ingin menantang salah satu peserta yang berada di atasmu” Shun Buzi bertanya kepada Zhang Jingu apakah dia ingin menantang salah satu peserta yang berada di atasnya.
“Aku ingin menantang pemilik kursi kedua” Zhang Jingu ingin menantang Yui Mui yang menduduki kursi peringkat kedua.
Awalnya Zhang Jingu ingin menantang Ye Chen yang berada di kursi pertama, sayangnya setelah pertandingan tadi Zhang Jingu mengurungkan niatnya, dia tidak memiliki kepercayaan diri untuk melawan Ye Chen yang bisa menang melawan puluhan orang sendirian.
“Peserta Yui Mui, apakah kamu berani menerima tantangan Zhang Jingu?” Shun Buzi bertanya apakah Yui Mui berani atau tidak menerima tantangan Zhang Jingu.
“Tentu saja saya berani, datang ke sini dan tunjukkan kekuatan yang Anda miliki.” Yui Mui dengan sangat percaya diri menerima tantangan yang datang dari Zhang Jingu, dia tampak tidak takut dengan tantangan dari Zhang Jingu.
“Baiklah, karena kedua belah pihak sudah setuju, kamu bisa mulai naik ke arena dan bertarung.” Shun Buzi mengundang Zhang Jingu dan Yui Mui untuk naik ke arena.
__ADS_1
Zhang Jingu dan Yui Mui bangkit dari tempat duduknya masing-masing, keduanya langsung naik ke arena untuk bertarung dan menentukan siapa yang berhak menduduki kursi ke-2.
“Baiklah mulai” setelah kedua peserta naik Shun Buzi segera memulai kompetisi.
Ketika Shun Buzi memulai pertandingan, Zhang Jingu dan Yui Mui mulai bertarung, keduanya mulai saling menyerang menggunakan kekuatan penuh yang mereka miliki.
Zhang Jingu adalah pengguna tombak, sedangkan Yui Mui adalah pengguna senjata seperti selendang yang setajam pisau.
Di sisi lain, gaya bertarung Yui Mui sangat indah, dia menerima semua serangan agresif yang datang dari Zhang Jingu dengan gerakan anggun dan anggun.
Yui Mui tampak seperti peri yang menari di medan perang, dia bisa sepenuhnya mendominasi Zhang Jingu dengan sangat mudah.
Zhang Jingu mulai kewalahan saat melawan Yui Mui, dia merasa Yui Mui jauh lebih kuat dari yang dia bayangkan.
__ADS_1
Selain itu, Yui Mui terus menggunakan pesonanya untuk memikat Zhang Jingu yang ada di depannya, Zhang Jingu kesulitan berkonsentrasi saat melihat Yui Mui yang begitu menggoda saat bertarung dengannya.
“Kakak perempuan ini ingin sedikit bermain denganmu, tapi sepertinya kamu bukan laki-laki bagiku.” Yui Mui mulai sedikit lelah bertarung melawan Zhang Jingu, Zhang Jingu adalah orang yang sangat membosankan bagi Yui Mui.
Yui Mui tidak suka pria membosankan seperti Zhang Jingu, dia lebih suka pria pemberani dan tak tahu malu seperti Ye Chen.
Setelah melihat pertarungan Ye Chen barusan, Yui Mui mulai tertarik dengan Ye Chen, dia ingin mencoba melawan Ye Chen.
Wajah Zhang Jingu menjadi hitam ketika mendengar apa yang dikatakan Yui Mui, wanita ini benar-benar mengira itu mainan?.
Zhang Jingu sebenarnya yang paling malas dalam hal melawan wanita dari Istana Musim Semi, dia paling tidak suka dekat dengan wanita yang bisa menyedot pria menjadi tulang kering.
“Mari kita akhiri pertempuran ini” Yui Mui memutuskan untuk mengakhiri pertempuran ini.
__ADS_1