LEGENDA RATU TERKAYA

LEGENDA RATU TERKAYA
67.DI ALAM DEWA.


__ADS_3

“Kamu tidak perlu terlalu formal seperti itu, kamu bisa duduk kembali.” Yu Siang menyuruh Yu Tifa untuk duduk kembali di kursinya.


Yu Tifa tidak berani melawan perintah Yu Sianh, dia segera duduk kembali menghadap Yu Siang.


“Yu Tifa, apakah kamu tahu apa maksudku memanggilmu ke sini?” Yu Siang bertanya apakah Yu Tifa tahu apa maksud Yu Siang memanggil dirinya ke tempat seperti ini.


“Nona Yu Siang, saya tidak tahu apa yang Anda butuhkan untuk memanggil saya di sini.” Yu Tifa segera menggelengkan kepalanya, dia tidak tahu Yu Siang ingin memanggilnya apa.


“Aku memanggilmu ke sini untuk membimbingku ke Tanah Suci alam dewa.” Yu Siang memberi tahu Yu Tifa bahwa dia ingin pergi ke Tanah Suci alam dewa.


Yu Tifa, cukup terkejut mendengar apa yang diinginkan Yu Siang, mereka tidak menyangka bahwa Yu Siang menginginkan Yu Tifa untuk membimbing jalan menuju tanah suci alam dewa.


Yu Tifa adalah orang yang paling bahagia ketika mendengar ini, dia sangat senang bahwa Yu Siang ingin pergi ke tanah suci alam dewa bersamanya.


Dengan cara ini misi yang dia miliki dapat diselesaikan ketika dia membawa Yu Siang pergi bersamanya.


"Kami juga ingin ikut", kata para pengawal.


Putra Mahkota dan Yu Siang tidak menyangka bahwa para pengawal nya ingin datang bersama mereka berdua ke Tanah Suci alam dewa.


“Mengapa kalian bahkan ingin datang seperti ini, Yu Siang dan aku tidak ingin bepergian di tempat seperti itu,” kata


Putra Mahkota kepada para pengawal nya.


“Jadi bagaimana jika kami ingin bersama pangeran, toh kami adalah pelayanmu, jadi kami ingin selalu mengikutimu” pengawal memberi tahu Putra Mahkota jika dia ingin ikut dengan Putra Mahkota ke Tanah Suci alam dewa sebagai pelayan.

__ADS_1


Putra Mahkota kali ini benar-benar sangat tidak berdaya, para pengawal ini memiliki alasan yang sangat sulit untuk ditolak.


“Pangeran, bukankah lebih bagus jika lebih banyak orang datang bersama kita”, Yu Siang sama sekali tidak keberatan ketika para pengawal ingin ikut dengannya. ‘


Sebenarnya, itu akan sangat membantu dia dan Putra Mahkota ketika para pengawal ini datang bersama mereka.


“Baiklah, kalian bisa ikut dengan kami” Karena Yu Siang mengizinkan mereka berdua datang, tentu saja Putra Mahkota harus setuju dengan ini.


“Kalau begitu ayo pergi sekarang.” Yu Siang ingin langsung pergi ke Tanah Suci alam dewa, dia ingin segera melihat seperti apa Klan Wu yang merupakan tempat ibu asli nya dibesarkan, bukan ibu pemilik tubuh ini.


Putra Mahkota, Yu Tifa segera mengangguk karena mereka semua segera bersiap untuk pergi ke Tanah Suci alam dewa.


Setelah semua persiapan selesai, Putra Mahkota, Yu Siang, para pengawal, dan Yu Tifa segera menuju alam dewa tempat gerbang menuju Tanah Suci alam dewa berada.


“Kami sudah sampai.” Yu Tifa memberi tahu semua orang bahwa mereka telah tiba di tempat tujuan.


“Ini Tanah Suci alam dewa?” Yu Siang mulai bertanya-tanya apakah ini benar-benar Tanah Suci alam dewa yang sering dia dengar dari para guru nya.


“Portal ke Tanah Suci Kunlun dibawah, kita harus turun.” Yu Tifa memberi tahu Yu Siang bahwa pintu masuk ke Tanah Suci Alam dewa ada di bawah sana.


“Ayo turun.” Putra Mahkota mengundang semua orang untuk turun ke dasar jurang.


Semua orang mengangguk, mereka semua segera turun ke bawah jurang di mana portal ke Tanah Suci alam dewa berada.


Putra Mahkota dan semua orang turun ribuan meter ke bawah, setelah turun beberapa ribu meter, Putra Mahkota dan semua orang tiba di depan portal menuju Tanah Suci alam dewa.

__ADS_1


“Ayo masuk.” Putra Mahkota mengundang semua orang untuk memasuki portal.


Semua orang mengangguk, mereka semua mulai mengikuti Putra Mahkota ke portal.


Ketika semua orang memasuki portal, pandangan mereka langsung berubah menjadi putih dan hilang dari pandangan.


Mereka memasuki portal sambil berpegangan tangan, mereka melayang layang di ruangan hampa yang gelap.


Setelah satu jam ,memereka melihat sinar didepan mereka,semakin lama semakin membesar dan semakin besar.


Mata semua orang menjadi silau lagi.


Ketika mereka semua bisa melihat lagi, semua orang melihat bahwa di depan mereka sekarang adalah hutan yang terlihat sangat menakutkan.


Selain menakutkan, hutan ini juga memiliki bau darah yang sangat menyengat.


“Tempat apa ini?” Yu Siang, yang pertama kali datang ke sini, terkejut dengan apa yang ada di hutan ini.


Dia tidak menyangka bahwa pintu masuk ke Tanah Suci alam dewa akan seperti ini.


Selain menyeramkan dan memiliki bau darah yang sangat menyengat, tempat ini juga dipenuhi oleh kerangka manusia yang bertebaran dimana-mana.


Pemandangan ini sudah cukup untuk membuat wanita normal pingsan di tempat.


Yu Siang tidak terpengaruh oleh hal semacam ini, hanya para pengawal yang kelihatan linglung.

__ADS_1


__ADS_2