
Lyan sangat beruntung bertemu dengan seorang pria yang mengantar dia hingga ke rumah, dia bernama Aka temanku saat kecil dan saat di warnet.
" Udah lama gak ketemu... Mau bareng gak ???... " Ucap Aka
" Boleh " ucapku
" Gak main warnet lagi ??? " ucap Aka
" Udah enggak..Udah bosen gamenya gak seru " ucap Lyan.
Pembicara saat di motor itu terasa membosankan Aka pun diam karena sifat dingin Lyan.
Tanpa ada perkataan yang berlanjut akhirnya Aka dan Lyan sampai... Dia mengantarku dekat dengan gang rumah ku.
Aka dan Lyan bisa di bilang satu arah. Setelah sampai Lyan turun dari motor dan mengucapkan.
" Terimakasih ya dah nganterin " ucap Lyan dengan dingin.
" Ya sama-sama " ucap Aka.
Lyan yang kecapean mendengar keributan di dalam rumahnya.
__ADS_1
Suara pecahan piring terdengar sangat keras.
Krankkkkk !!!
Lyan langsung bergegas masuk takut terjadi apa-apa dengan ibunya.
" Ibu... Ibu gak di apa-apain kan " ucap Lyan
" Gak ibu gak kenapa-napa, udah kamu ke kamar kamu pasti cape pulang dari sekolah " ucap ibuku dengan senyuman.
" Ibu kenapa sih masih kuat dengan ayah, Ayah udah gak kerja... Bisanya ngandelin ibu aja... Kerjaan dia hanya minta-minta kesadarannya bahkan bawa-bawa nama Lyan " ucap Lyan dengan wajah marah dan kesal.
" Kalau ibu cerai... Kamu nanti gak punya ayah " ucap ibuku
" Jangan begitu meskipun ayahmu sedikit gila tetapi dia tetap ayahmu " ucap ibuku.
" Udah Lyan males denger ini setiap hari Bu... Cape dengernya bahkan di malam hari masih ribut mulu " ucap Lyan dengan wajah sedih.
Lyan pun pergi ke kamar. Setelah pergi kekamar Lyan mengunci kamarnya... Dengan wajah yang bersedih dengan amarah yang meluap hingga membuat kamar Lyan berantakan.
" Kenapa sih hidup gw gini banget " ucap Lyan
__ADS_1
" Gw cuman mau kaya orang lain yang harmonis keluarganya, ayahnya kerja gak nyusahin anak dan istrinya " ucap Lyan sekali lagi dengan keras dan penuh amarah hingga menendang kursi di depannya.
Akibat kelelahan Lyan pingsan tanpa di ketahui oleh ibunya. Lyan pingsan hampir 5 jam lamanya.
Lyan bangun tepat jam 9 malam dimana. Keributan terus berlanjut bahkan semakin parah. Lyan hanya menutup telinganya dengan bantal dan menutup kepalanya dengan selimut... Malam itu adalah malam yang terburuk bagi Lyan.
Lyan selalu menangis di dalam hatinya, meskipun dia jarang menunjukkan air mata.
Lyan sudah jarang mengeluarkan air mata karena air matanya sudah habis, saat malam hari.
" Punya suami kerjanya cuman tidur makan, rokok dan uang saja...Sana pulang ke adik-adik lu " ucap ibuku dengan amarah yang besar.
" Ini semua milik saya... Ngapain harus pulang kesana, disini semua ada barang-barang yang di beli dari uang saya " ucap ayahku.
" Sejak kapan kamu kerja, kamu nafkahin anak kamu aja kaga apalagi nyekolahin dia.. "
Lyan mulai lelah hingga ingin tidur kembali tetapi tidak bisa.
Lyan bergadang mendengar keributan ayah dan ibunya hingga jam satu malam, akhirnya berakhir dan Lyan pun bisa tidur dengan tenang.
Lyan berharap bisa mimpi indah tetapi Lyan tidak pernah mendapatkan mimpi yang indah, di mimpinya hanya kegelapan yang ada tanpa cahaya yang terlihat, kabur tanpa ada siapa di dalamnya.
__ADS_1
• Selanjutnya masalalu Lyan yang selalu di bully oleh orang lain dan teman sekelasnya •