Life Story At School

Life Story At School
Si Anak Nakal


__ADS_3

[>POV Lyan<]


Akibat seringnya mengangu orang lain, kadang saya dipanggil anak nakal. Maupun payah.


Mengapa disebut payah oleh temanku, karena pemikiranku yang menerima teman tanpa memperdulikan apapun.


Meskipun saya menyebalkan, tetapi saya juga baik terhadap orang lain. Sayangnya orang lain berpikir bahwa saya hanya sok peduli saja.


"Membantu salah, Mencari masalah, Memangnya siapa. Yang selalu salah dalam pikiran mereka, Hanya ingin mengatakan... ingin rasanya berkenalan denganmu."


Kenakalan yang masihku ingat adalah saat disekolah, disana saya membuat temanku hampir kesakitan. Kayanya bukan nakal itu bar-bar.


Saya malas dibilang anak polos, di saat usiaku ini, Wajah saya memang tidak berubah drastis sama sekali. Orang lain melihatku seperti orang polos nyatanya bukan, kadang saya sama seperti orang lain.


Namun, memang benar juga dibicarakan orang-orang saya polos, karena saya tidak banyak mengetahui di saat usiaku ini ... Teman-temanku mungkin banyak yang tahu, tapi kadang saya tidak paham apa yang mereka katakan.


Akibat tidak pahamnya kadang, saya buat mereka tambah tidak paham ... Supaya merasakan juga apa yang saya alami.


Korban pertama di SMA adalah kakak kelas.


Akibat kesel sama saya, dia hampir nangis ...


Tapi rasanya seru buat orang nangis.

__ADS_1


Korban kedua teman dekat, akibatnya dia jarang komunikasi sama saya.


Keisengan itu terus berlanjut. Membuat emosi orang meningkat juga salah satu keahlianku.


Tapi udah agak dikurangi, takut gak ada yang menemaniku lagi ... Sedangkan saya butuh orang yang memperhatikanku.


Sepertinya angsa yang selalu bersama.


Jodohnya hanya satu saja dan setia. Ingin ada orang yang seperti itu yang bisa mempercayaiku, meskipun saya mencoba untuk berbohong dan menutupinya tapi itu semua tidak benar. Saya orangnya sangat jujur.


Pandangan orang kini mulai berbeda-beda denganku, sama halnya ikatan dua paradox yang selalu bertentangan.


Orang lain sulit memahami saya, karena saya memiliki beberapa kepribadian ... Kadang bisa jadi apa saja, ada beberapa orang yang paham. Tapi yang tidak paham menjauhiku.


Kadang kepercayaan dan keinginanku untuk berteman dengan orang lain selalu dimanfaatkan.


Saya adalah orang yang sangat lemah, bahkan terlalu baik. Saya selalu membantu cewek bahkan sering bermain dengan mereka.


Akhirnya saya selalu diejek. Tertindas, kekerasan, ketidakadilan, bahkan diluar sikap manusia, akibat itu semua saya selalu membenci manusia ...


"Mereka hanya bisa memanfaatkan seseorang yang baik, dan menumbalkan orang yang baik untuk bertahan hidup."


Saya sering kali melihat orang yang tertindas bahkan sering membuatku trauma, jika itu terulang. Ingin rasanya membantu tapi...

__ADS_1


Akhirnya saya merubah semua sikapku, menjadi sangat dingin, yang dulunya sangat hangat dengan orang lain.


Kaya seperti film, seorang yang berubah. Bisa menjadi lebih hebat bahkan menakutkan.


Seseorang pernah bertanya kepadaku.


"Mengapa tatapan penuh kebencian dan begitu dingin." ucap seseorang.


Saya hanya menjawabnya dengan pergi tanpa mengatakan apa-apa.


Seseorang datang lagi dan bertanya.


"Sikap lu kaya iblis aja, bikin orang menakutkan."


Seperti biasa saya hanya meninggalkannya.


Tapi itu hanya saat saya ada di luar rumah. Jika saya berkomunikasi melalu media online saya akan sangat baik.


Sodaraku menganggap saya itu sangat pintar, tapi tidak ada dukungan untuk melanjutkannya.


Pernah menolak untuk melanjutkan, untuk memperdalam ilmu. Tapi saya tidak ingin berpisah dengan ibuku.


Akhirnya saya berpura-pura bodoh dari saya SD untuk tidak berpisah dengan ibuku.

__ADS_1


Semua itu dilakukan karena saya tidak ingin meninggalkan orangtuaku karena kepintaranku.


"Saya tidak bodoh, saya hanya malas memperlihatkan betapa pintarnya saya. Karena itu untuk kebaikanku dan orang yang berada di dekatku."


__ADS_2