
Ayahku sudah dirawat hingga dua minggu.
Saya selalu di rumah sendirian, karena ibuku selalu menemani ayah yang sedang sakit.
Ya meskipun dapat berkunjung setelah pulang sekolah. Tapi rasanya cape, pergi dan pulang lagi !
Begitu setiap hari. Akhirnya ayahku diizinkan untuk pulang, tetapi ada saja masalah yang menghampiri.
Sulit untuk dibicarakan dalam kata-kata.
Saat ayahku kembali pulang kelakuannya makin menjadi-jadi, hingga membuatku jengkel.
Dia hanya berbaring saja, dan menyuruh beliin ini, ambilin ini, bawa ini.
Sedangkan dia enak-enak saja.
* Kebijakan ayahku *
Kalau udah dikasih nanti diminta lagi.
Setelah minta lagi harus 2x lipat.
Anti kerja.
Enaknya aja.
Itu menurut pandanganku.
Ayahku setelah pulang dari rumah sakit. sepertinya terkena penyakit kelam*n, buah zakarnya membesar.
__ADS_1
Mungkin karena omongan dia. Ayahku selalu berkata kasar, menanyakan buntut.
Pokoknya saya sangat membencinya. Kelakuannya lebih dari anak balita.
Saya merasa sangat tertekan, bahkan ingin bunuh diri rasanya ...
Namun, itu bukan kelakuan yang baik ... Karena ada ibuku yang ingin saya menjadi orang sukses.
Hingga saya berusaha keras dalam pembelajaran bahkan melupakan waktu bersenang-senang, bermain dengan yang lain.
Hingga membuat saya kesepian, hampa, tanpa ada orang yang memperdulikanku.
Rasanya ingin menangis setiap hari, dan menyendiri di kamar ...
Namun, tidak bisa !! Air mataku sudah habis karena tangisan yang selalu mendatangiku di tengah malam hari.
Namun, ternyata di dalam kisah sinetron banyak, cerita terinsipirasi dari kenyataan orang lain.
Saya pernah berpikir, bagaimana jika kehidupanku di buat cerita ...
Judul yang bagus kira-kira apa ?
Apa Anak tertindas mengejar mimpi, Perjuangan melawan kesepian hidup.
Mungkin akan menjadi film yang menyentuh dan penuh amanat yang baik di akhirnya.
Apa yang akan terjadi bagi anak yang sering tertindas dan mengalami kekerasan dalam rumah tangga, untuk membahagiakan orangtuanya.
Teman-temanku tidak pernah tahu masalah apa yang sering saya alami, karena saya tidak pernah memberitahukan apa yang sering saya alami.
__ADS_1
Seandainya saja ada orang yang dapat saya percaya.
Namun, saya masih belum bisa percaya dengan orang lain. Saya harap suatu hari akan ada orang yang dapat, saya percaya.
Hingga waktunya tiba. Saya akan menunggu kabar tersebut.
"Tidak masalah kau memiliki sifat malas, karena malas itu adalah cara untuk beristirahat dari ketekunan ... Jika terlalu tekun maka akan ada sifat menunda-nunda."
" Seorang yang istimewa adalah orang yang dapat mempercayai dirinya sendiri."
Semua itu motivasiku, bahkan saya selalu memotivasi orang lain untuk keluar dari masalah tersebut ... Karena saya tidak ingin ada orang lain yang mengalami kejadian yang saya alami.
Saya selalu menjadi bahan curhatan orang lain, dan tempat mencari solusi dari masalahnya.
Saya selalu menanyakan kenapa ?
Hingga dia sadar, dia juga salah. Dan akhirnya kesalahan orang tersebut terpecahkan, hingga mereka bersama.
Kadang saya ingin seperti mereka yang dapat mengatakan masalahnya kepada orang lain.
Namun, maslah yang saya alami selalu ditulis di kertas.
Buku tersebut saya namakan memento.
Benda berharga yang selalu membuatku kuat.
Saya berharap seseorang akan membaca benda mementoku, dan menyadari bahwa saya selalu kesepian.
Rasa iri yang selalu, membuatku termotivasi untuk mendapatkan apa yang orang lain dapatkan, meskipun sulit untuk mendapatkannya
__ADS_1