Life Story At School

Life Story At School
Hari Pertama Perhatian


__ADS_3

Ayahku di rawat di rumah sakit umum daerah dekat tempat tinggal ku. Tidak lumayan jauh dari sekolah jadi saya bisa berkunjung setelah pulang sekolah.


Kegiatan ku setelah pulang sekolah sekarang berganti biasanya langsung tidur di rumah aja tanpa ngelakuin apa-apa. Tapi mungkin karena ayahku sakit jadi pengen merawatnya membantu ibuku juga.


Kesekolah rasanya ada yang kurang, jadi selepas pulang sekolah ingin bermain dengan Hyan dan Juan tapi gak kaya biasanya, aku yang suka bermain mulai malas.


Lumayan cape setelah sekolah harus ke rumah sakit merawatnya.


Tubuh ayahku seperti zombie hidup saja, tulangnya daging sedikit dan sepertinya perutnya sudah bocor.


" Lyan jaga ayahmu dulu " ucap ibuku.


" Ibu mau kemana "


" Lyan jaga dulu ya gak lama ibu cuman mau ambil obat "


Ibuku mulai keluar dari ruangan rumah sakit menuju ruang pengambilan obat.


Kebiasaan kalau di tinggalin sama bapak ku sendirian malah entar, aku sendiri yang repot.


Dan benar saja baru juga ibuku keluar bapa ku sudah mulai membuatku kerepotan karena ulahnya.


Entah infusnya di main-main, memaksakan turun, pergi ingin jalan-jalan.

__ADS_1


Karena aku masih... dalam hal merawat aku panik, tapi tidak bisa melakukan apapun hanya bisa menyuruhnya tetap di kasur !!!


" Wah bener dia mau bikin aku kerepotan seperti biasanya "


" Yan ambil rokok di dalam meja " sahut ayahku.


" Wah masih sakit tau rokok juga ya, harusnya masuk rehabilitasi aja bukan rumah sakit " ucapku dalam hati.


Aku mulai menatap sinis dan mengucapkan


" Tidak!!! Ini masih dirumah sakit, apalagi di rumah sakit tidak boleh merokok "


Seperti biasa ayahku memberontak.


Aku melihat sekitar karena ruangan rumah sakitnya seperti berdekatan dengan yang lain hanya di tutupin oleh kain.


Jangan tebak bagaimana keadaan ku di sana. Seperti orang yang hampir siaga dalam pertempuran saat lawannya muncul pasti sudah ada pertempuran.


" Pak udah ntar ada dokter, ntar di denda pak kalau ketahuan "


" Apa sih diem kamu !!! Jangan suka ngatur orang padahal masih kecil juga "


" Pak Lyan tau Lyan masih kecil, tapi kecil juga bukan halangan untuk berpikir dewasa apalagi melakukan hal yang benar "

__ADS_1


" Wah masih kecil nyeramahin orang "


Ayahku melihat ku terus sepertinya dia ingin kasar terhadap ku, aku hampir takut hanya menatap lantai saja.


Ayahku mencoba menarik ku tetapi aku seperti mundur sedikit, Ingin rasanya keluar dari ruangan ini.


Tiba-tiba ayahku turun dan ternyata hanya memadamkan rokoknya saja, aku hampir ketakutan karena ayahku tidak melihat-lihat kalau lagi marah.


Di saat itu juga ibuku kembali keruangan.


" Uhhh... Akhirnya ! " ucapku sambil menghela nafas.


Ibu kenapa lama udah tau bapak suka berbuat aneh, Lyan jadi khawatir ketahuan ntar kena denda.


" Emangnya ayah kamu ngapain aja "


" Ayah cuman merokok saja, Tapi !!! bikin repot aja kebiasaan kenapa di rumah sakit seharusnya di rumah sakit jiwa " ucapku seperti orang yang dendam.


" Ya, Tapi apa boleh buat ibu kasihan kalau ayahmu di rumah sakit jiwa "


" Ibu selalu begitu apa yang di mau ayah selalu di turuti sedangkan ibu kesusahan " ucapku sambil keluar dari ruangan tersebut.


Memangnya kenapa sih ibu begitu peduli padahal ayah udah gak kerja, gak ngasih nafkah, gak nyekolahin, gak perhatian sama anaknya.

__ADS_1


__ADS_2