Life Story At School

Life Story At School
Kesalahan Yang Tidak Di ketahui


__ADS_3

Akibat Lyan yang masih di organisasi.


Semua anggota mendadak keluar hanya karena tidak di izinkan oleh orangtuanya.


Lyan merasa itu semua salahnya tetapi Lyan tidak bisa berbuat apa-apa.


" Seandainya gua gak ikut organisasi mungkin gak bakal banyak yang keluar tanpa sebab " ucap Lyan dalam hati.


Lyan mencoba menanyakan kepada Kaka kelas dan temannya.


" Ka maaf itu yang keluar gara-gara aku ya " ucap Lyan dalam chat WA.


" Gak mereka gak di izinin sama orang tua " ucap Kaka tersebut.


Lyan berpikir bahwa memang ini semua kesalahannya.


Tiba-tiba Lyan sengaja keluar dari group kelas dan organisasi untuk menyendiri dan tidak ingin di ganggu.


Tatapi malah banyak orang yang menanyakan kenapa keluar group.


" Jawabku hanya cuman keluar group aja "


Tetapi yang lain malah memperpanjang.


Akhirnya Juan menanyakan kepada ku


" Kenapa keluar group " ucap Juan.


" Gak cuman keluar group aja gak keluar dari organisasi " ucap Lyan


" Kamu jangan asal keluar malah mereka nganggep kamu jelek " ucap Juan.


" Yaudah gak kenapa-napa " balas ku singkat di chat pribadi.


KEESOKAN HARINYA

__ADS_1


Seperti biasa Lyan selalu berangkat sekolah berjalan kaki. Anehnya pandangan Lyan tidak melihat kemana-mana hanya kosong.


Lyan berjalan seperti tanpa jiwa kesekolah.


Dia berniat untuk bolos tetapi sudah terlanjut dekat dengan sekolah.


Di kelas dia seperti orang yang berbeda.


Teman-temannya pun tahu memang Lyan sulit di tebak karena dia selalu berubah-ubah.


Lyan yang rajin bahkan selalu berusaha keras tiba-tiba berubah menjadi diam dan tidak melakukan apapun.


Temanya menanyakan


" Lyan lu kenapa " ucap Hyan.


" Gak gw gak kenapa-napa "


" Ya lu aneh makin hari makin aneh aja " ucap Juan.


" Gak gw emang kaya gini "


Sepertinya Juan tahu mengapa aku seperti itu.


Dari kejauhan Yun dan Shi bergabung dan bercanda bahkan mengobrol. Sepertinya mereka ingin membuatku ceria lagi.


Lyan hanya memandangi dan mendengarkan tanpa berbicara apapun.


Akhirnya jam istirahat.


Seperti biasa kami selalu ke warteg untuk membeli makan.


" Tidak biasanya Lyan tidak menyerobot antrian " ucap Hyan.


" Bener " jawab Juan.

__ADS_1


Setelah membeli makanan kami pergi kekelas memakannya bersama.


Anehnya Lyan mulai seperti biasa kembali.


Dia menjadi orang berbeda lagi.


Kami pergi ke masjid untuk menjalankan ibadah.


Penghuni sekolah pun tahu kami selalu bertiga bila ke masjid.


Tetapi seperti ada yang kurang.


Setelah selesai sholat kami kembali ke kelas, Hari ini sepertinya guru-guru sedang rapat jadi kami bermain game bersama.


Akhirnya Lyan menjadi seperti biasa dia menjadi ceria lagi.


Lyan mulai banyak berbicara bahkan mengobrol.


Lyan memang orangnya selalu serius dalam hal apapun bahkan sulit untuk bercanda dengannya.


BEL PULANG BERBUNYI


" Lyan duluan " ucap Hyan dan Juan.


" Ya "


Lyan diam sebentar di sekolah, setelah itu Lyan pulang setibanya di rumah terdengar suara keributan seperti biasa itu ayah Lyan.


Lyan langsung membuka pintu tanpa mengucapkan apapun dan langsung pergi ke kamarnya.


Lyan terus kepikiran tentang masalah organisasi di tambah lagi di rumahnya.


Akhirnya Lyan merasa prustasi dan mengatakan kenapa gw haru di lahirin.


Lyan menonton tv hingga jam 4 subuh. Mengunci pintu bahkan menghiraukan suara yang menyuruhnya tidur.

__ADS_1


Akhirnya pagi pun tiba Lyan tidak tidur dan bergegas bersiap-siap untuk sekolah.


• Selanjutnya Ayah Lyan Sakit •


__ADS_2