
Pembullyan waktu SD kelas 1 sampai SD kelas 6.
Setiap hari, setiap waktu istirahat teman-teman SDnya selalu mengolok-olok dia bahkan membuat dia kecapean.
Lyan takut berbicara dengan orang tuanya dan ke guru karena sudah di ancam oleh mereka.
Ngomong-ngomong Lyan sekolah di SDN Disa 4 yang dekat jembatan dari rumah Lyan.
Lyan selalu mengalami pembullyan bahkan selalu di palak uang jajannya hingga habis.
" Hei Lyan kemari, kamu punya uang gak aku boleh minjam ?? " ucap Fari.
Lyan memberikan uangnya tetapi setelah itu Fari tidak pernah mengembalikan uang yang di pinjamannya.
" Fari uang aku yang kamu pinjam kembaliin " ucap Lyan dengan wajah malu.
" Kapan aku minjam " ucap Fari
" Seinget aku kamu memberikannya kepada ku " ucap Fari sekali lagi.
Lyan pun pergi tanpa berbicara apa-apa lagi kepada Fari.
Tiba-tiba Dari memanggil Lyan.
" Lyan kamu mau kemana sini dulu " ucap Fari.
__ADS_1
Lyan pergi begitu saja tanpa mendengarkan perkataan Fari. Tiba-tiba ada seorang teman Fari menyelengkat kaki Lyan dan membuatnya terjatuh.
Teman Fari itu bernama Ryo dia sama nakalnya bahkan dia selalu meminta ku mengerjakan pekerjaan rumah serta meminta untuk di teraktir.
Akhirnya Lyan pindah kelas 3... Saat itu Lyan baru pulang dari rumah sakit dan dia melihat hal aneh saat di sekolah hingga di buat makin parah oleh teman-temannya.
Lyan selalu berpindah-pindah sekolah karena dia merasakan semua sekolah itu sama gak ada yang beda banyak orang yang memanfaatkan orang lemah dan baik.
Akibat trauma yang berkepanjangan Lyan sering tidak sekolah bahkan bolos.
Saat Lyan kelas 4 SD
Akibat di bawa oleh sodara laki-laki untuk bermain game di warnet. Lyan menjadi terlalu menyukai bahkan hingga bermain 8 jam sehari untuk bermain game.
" Karena di sini semua orang saling membantu meskipun dalam dunia game " ucap Lyan dalam hatinya.
Lyan sangat suka bermain Lost Saga dan Dragon Nest. Lyan sangat hebat memainkan game itu bahkan, mas-mas yang ikut bermain warnet menganggapnya hebat.
Keseringan bermain gamenya berlanjut hingga kelas 6SD. Saat Lyan naik kelas 6 SD dia pindah sekolah lagi, anehnya dia pindah kembali ke sekolah SDN Disa4.
Lyan sudah berubah derastis bahkan saat teman-temannya melihat Lyan. Lyan begitu dingin bahkan, tidak terlalu banyak berbicara.
Hingga membuat teman yang membullynya tidak pernah melakukan hal tersebut kepada Lyan kembali.
Lyan duduk bersama seorang perempuan karena terpaksa semua murid sudah kebagian tempat duduk.
__ADS_1
" Nama kamu siapa ? " ucap Lyan.
" Nama saya Rin"
" Senang berkenalan dengan mu " ucap Lyan.
Setelah itu Lyan duduk dan tidak pernah berbicara sama sekali dengan teman sebangkunya.
Akibat keseringan bermain game di warnet Lyan sering tidak pulang setelah pulang sekolah hingga malam.
Lyan selalu di marahi oleh ibunya tetapi Lyan tidak peduli dengan perkataan ibunya.
" Lyan kalau dah pulang sekolah pulang jangan ke warnet, Terus jangan terlalu sering ke warnet... Sampai lupa makan emang di warnet di kasih makan "
" Biarin bu gimana Lyan aja seterah Lyan mau ngelakuin apa " ucap Lyan.
" Urusin aja tuh bapak yang gak tau diri " ucap Lyan sekali lagi dengan marah dan membanting pintu dengan kencang
Lyan sudah jarang mendengar keributan di dalam rumahnya karena dia asik bermain game di warnet.
" Ngapain di rumah, lagi pula di rumah cuman ngedenger pertengkaran saja " ucap Lyan.
**Dunia Lyan yang sekarang adalah dunia game, dia tidak mementingkan yang di sekitarnya.
• Selanjutnya FLASHBACK Waktu SMP, Ibu Lyan bakal memasukkannya ke sekolah agama tanpa persetujuan Lyan** •
__ADS_1