Life Story At School

Life Story At School
Awal Perubahan Lyan


__ADS_3

Setelah itu Lyan sudah mulai bisa bergaul dengan masyarakat dan teman sekelasnya, tetapi karena sifatnya yang sering berubah-ubah.


Kadang baik, kadang jahat, kadang jail, kadang juga perhatian. Jadi banyak orang yang bingung sama Lyan.


Perubahan pertama Lyan sudah tidak malu untuk berteman dengan orang lain


" Aku mulai ingin berteman dengan yang lain, ini karena dua orang tersebut " ucap Lyan di dalam hati.


" Ingin berterimakasih tetapi ya sudah " ucap Lyan sekali lagi di dalam hatinya.


Lyan mulai menjadi orang yang sulit di tebak oleh teman-temannya.


Tetapi Lyan tetap baik meskipun kepribadian memang ada banyak tetapi yang dominan adalah yang baik.


Lyan sudah berani keluar, untuk bertemu temannya.


" Hari ini kami akan bermain game bareng, Tetapi karena jarak hanya bisa lewat " WhatsApp " ucap Lyan dalam hati.


" Hyan Juan aku ke rumah kamu ya " ucap Lyan.


" Kamu yakin " ucap Hyan.


" Ya aku yakin " ucap Lyan dengan sungguh-sungguh.


SETELAH PELAJARAN SELESAI AKHIRNYA LYAN MENUJU KE RUMAH TEMAN-TEMANYA.


Dalam hatinya Lyan.


" Mereka sama seperti ku, mereka jalan jauh " ucap Lyan dalam hati saat berjalan dengan mereka.


" Tetapi bedanya aku, tidak ada siapa-siapa di sampingku " ucap Lyan.


Akhirnya sampai di rumah Juan, Rumah Juan hampir dekat dengan jalan raya, yang akan menuju tempat pemberlanjaan.

__ADS_1


Rumah Juan dekat dengan kuburan,


Disana Lyan dan Hyan duduk sebentar dan masuk ke dalam rumah Juan. mereka bermain game bersama.


Setelah itu di beri air minum.


" Ibu maaf ngerepotin " ucap Lyan.


" Gak kenapa-napa, maaf ya cuman ada ini " ucap ibu Juan.


" Gak papah Bu ini aja cukup makasih ya Bu " ucap Lyan dan Juan secara bersamaan.


Lyan menyadari setiap orang memiliki kepribadiannya masing-masing.


Juan saat di rumah berbeda sekali saat di sekolah. emosinya bisa kelihatan sangat jelas.


Setelah itu kami bermain game bersama tetapi Juan ingin makan dulu. Akhirnya Lyan dan Juan saja yang bermain bersama.


" Marksaman atau Mage " ucap Lyan


" Mage aja ya aku mau marksaman " ucap Hyan.


" Yaudah aku Mage " ucap Lyan.


Setelah bermain selama 30 menit akhirnya menang juga. Setelah itu berlanjut ke rumah Hyan.


" Rumah Hyan sepertinya jauh " ucap Lyan


Rumah Lyan melewati gang-gang kecil. Dekat dengan masjid dan sekolah dasar.


Di sana kami bermain bersama.


Hanya bermain game saja, Kumpul di satu kamar di kamar Hyan.

__ADS_1


Setelah bermain game selesai waktu mulai sore dan Lyan akan pulang.


" Lyan kamu pulang sama siapa " ucap Hyan.


" Tenang di dekat sini ada rumah saudara ku " ucap Lyan.


" Yaudah ya aku pulang duluan " ucap Lyan


Juan pun ikut pulang.


Akhirnya Lyan tahu rumah mereka.


Setelah itu Lyan mengucapkan di malam hari, " Hyan mau jadi teman aku " lewat pesan WA.


" Juan mau jadi teman aku " lewat pesan WA


Jawaban mereka mau.


Setelah itu kami membuat group dengan bernama Tiga mata angin cahaya.


Awal pertemanan di mulai, Tetapi Lyan takut kehilangan seperti dulu lagi. Lyan terus menjaga pertemanannya dengan baik.


Hingga membuat mereka di sebut julukan di sekolahnya 3 Semprul


" Hmm " ucap Lyan saat di beri julukan itu.


" Ya benar kita 3 Semprul " ucap Hyan.


" Dasar Hyan kebiasaan malu-maluin diri sendiri " ucap Lyan dalam hati.


" Yoi kita 3 Semprul " ucap Juan.


• Selanjutnya Masalah Di Dalam Pertemanan Lyan Hyan Dan Juan •

__ADS_1


__ADS_2