
Ayahku sakit karena dia selalu merokok dan meminum kopi bahkan setiap harinya rokok hampir 3 bungkus dan kopi hingga 10 gelas.
Tak heran tubuhnya kurus bahkan hampir seperti zombie hidup. Hanya tersisa tulang saja.
Lyan mengetahui bahwa perbuatan ayahnya adalah karma yang di dapatkannya.
* Meminum kopi berlebihan dapat bikin kurus karena kopi mempercepat proses metabolisme. Berbeda kalau memakai gula *
Kamarku dan kamar ayahku berbeda bahkan ibuku tidak tinggal di kamarnya bersama ayahku.
Penyakitnya menurut ku karena kelakuannya sendiri.
Lyan tidak peduli dengan ayahnya bahkan Ingin ayahnya cepat mati.
Suatu hari tubuh ayahnya sudah sulit untuk bergerak. Lyan yang mendengar suara berisik melihat apa yang di lakukan ayahnya.
Ayah Lyan sedang menuju toilet mengunakan sebuah tongkat tubuhnya sangat kurus wajahnya hanya kulit tanpa daging.
Dia memaksakan mandi
" Udah jangan mandi " ucap Lyan.
Ayahnya masih tetap menuju kamar mandi
Akhirnya ayahnya hampir jatuh hingga membuat Lyan segera membantu ayahnya.
Lyan menuntun tubuh ayahnya ke toilet. Setelah di toilet
" Udah jangan mandi " ucap Lyan sambil menarik badan ayahnya.
Memang ayahku itu keras kepala tak heran dia sering melakukan apapun tanpa berpikir.
Akhirnya dia membuka pakaiannya karena tidak bisa di buka akhirnya ku bantu membukanya.
Dia mengambil gayung yang berisikan air untuk memandikan tubuhnya.
Selesai mandi ayahku ingin kembali ke kasurnya.
Tak lama kemudian mungkin karena ayahku kedinginan.
__ADS_1
Dia tidak sadar bahkan tubuhnya tidak bergerak sama sekali.
Dia seperti orang yang hampir mati di pundahku.
Aku menangis karena takut ayahku mati, aku berteriak minta tolong.
" Tolong " teriak ku.
" Yan kenapa " ucap Salah satu tetangga.
" Gak tau ini ayah kenapa " ucap ku.
Akhirnya seorang pria datang dia adalah sodara ku rumahnya berdekatan dengan rumah ku.
" Yan kenapa " ucapnya
" Gak tau a ini bapak tiba-tiba kaya gini "
" Inalillahi " ucapnya.
Dia langsung menampar nampar wajah ayahku supaya sadar
" Ibu cepat pulang buru pulang " ucap ku dalam telepon.
" Kenapa Lyan ada apa " ucap ibuku.
" udah cepet pulang ini ayah gak tahu kenapa "
" Tunggu yan " ucap Ibuku.
Kemudian ku tutup telepon dan. mengirimkan pesan WA kepada sodara-sodara ayahku.
" Om ini bapak sakit tolongin om " ucap ku
" Yan kenapa yan " ucap Om ku di pesan tersebut.
" Om cepet kesini bapak udah kaya mau mati " ucapku.
" Ya om bakal kesana bentar om panggil yang lain " ucap Om ku.
__ADS_1
Sebuah video call tiba-tiba datang aku mengangkatnya ternyata itu om yang selalu membantu ku.
" Yan kenapa ayah gak papa kan " ucap Om ku dalam video call yang tampak sedih
" Gak tahu om Lyan gak tahu " ucapku sambil menangis.
Akhirnya om ku menangis juga.
" Tunggu om bakal kesana tunggu jagain ayah " ucap Om ku.
Nama om ku adalah Dyan. Dia selalu menolong keluarga ku saat kesusahan.
Akhirnya om ku datang tak lama ibuku pun datang.
Kejadian tersebut membuat ku menangis tanpa sebab. Karena saya sudah berjanji untuk tidak memiliki perasaan sama sekali terhadap orang lain.
Om ku yang satu datang. Dia adalah om yang paling aku benci karena harta ayah di ambil oleh dia semua.
" Dah buru ke rumah sakit " ucap Omku
Ayahku menolaknya.
" Jangan nyusahin orang lain juga banyak urusan cepat kalau mati gak ada yang nolong "
Paksaan om ku Akhirnya berhasil ayahku di bawa kerumah sakit.
Aku di suruh menjaga rumah oleh ibuku.
Tetapi om Dyan mengajak ku untuk ikut.
Akhirnya aku ikut di bonceng oleh om ku menggunakan motor.
[ Cerita ini adalah kenyataan ]
Cerita yang di kisahkan di dalam sini adalah pengalaman Author. Kejadian ini kira-kira tahun 2019/2020.
______________________________________________
Sekarang Author berusia 16 Tahun anggap saja Lyan adalah author.
__ADS_1