Life Story At School

Life Story At School
Keributan


__ADS_3

Setelah pulang dari sekolah Lyan mendengar keributan orang tuanya. dia hanya mendengarkan di luar di depan pintu mendengarkan semua pertengkaran ayah dan ibunya.


Hingga Keributan itu berhenti, Lyan masuk ke kamar. Langsung bergegas ke kamarnya.


" Kenapa setiap hari harus seperti ini, bertengkar terus. " ucap Lyan dalam hatinya


" Gak cape apa, gak kasihan sama anaknya yang sering mendengar keributan mereka " ucap Lyan


Lyan yang kecapean akhirnya tidur, hingga malam.


PERANG STIKER


Malam itu Lyan bangun tepat jam 07:30. melihat notifikasi penuh dengan stiker WA. Lyan hanya memperhatikannya karena untuk melupakan apa yang terjadi tadi sore.


Meskipun yang tadi sore tidak bisa di lupakan, tetapi Lyan mencoba mencari kesenangan lain untuk melupakannya.


Juan mengirimkan stiker sabar mas jangan nge gass


Di jawab oleh Hyan yang atas tukang bohong.


Terus anak kelas yang lain pun ikut-ikutan.


Sampe ada stiker yang atas di hamili, yang bawah pelakunya.


Itu gw yang di bawahnya langsung, berbicara semua nah loh tanggung jawab lu ngehamilin dia Lyan...


Juan dan Hyan ikut-ikutan dengan yang lain.


Tetapi saya hanya menjawabnya dengan bercanda lagi, tetapi mereka yang malah marah sendiri.

__ADS_1


Padahal mereka duluan yang bercanda.


Lyan ingin tidur tetapi ayah dan ibunya melanjutkan pertengkaran sore tadi.


Lyan hanya bisa mendengar dengan selimut di tutupi.


" Kamu kerjanya cuman makan dan rokok saja " ucap ibuku.


" Memangnya kenapa itu semua uang saya " ucap ayahku.


" Kapan kamu ngasih uang, kerja aja kaga... Bisanya cuman minta-minta, malu-maluin " ucap ibuku.


Pertengkaran terus berlanjut hingga tengah malam Lyan hanya bersabar dan tidak berbicara ataupun ikut dalam pertengkaran itu. Tetapi Lyan merasa ibuku kuat dengan ayahku padahal dia tidak kerja sama sekali.


Anehnya ibuku dapat bertahan dengan dia, bagi Lyan ayahnya, bukanlah ayahnya Lyan menganggap dirinya tidak punya ayah...


Karena saat kecil Lyan sering melihat ibunya tersakiti oleh ayahnya dan Lyan pun ikut di pukuli oleh ayahnya.


Lyan hanya berharap ibunya pisah dengan ayahnya dan ayahnya akan kembali dengan sodaranya.


Karena ayahnya tidak memiliki apa-apa hanya numpang hidup saja... Lyan juga menyadari keluarga ayahnya juga tidak peduli dengannya. Bahkan dengan ibuku dan aku.


Akibat pertengkaran malam itu Lyan tak sadar ketiduran.


Pagi pun mulai tiba, Lyan yang masih tidur di bangunkan oleh ibunya di depan pintu.


" Lyan bangun udah pagi...Nanti kamu terlambat Sekolah " ucap ibuku.


" Masih ngantuk Bu 5 menit lagi " ucap Lyan

__ADS_1


" Bilangnya 5 menit tau-tau sampe 5 jam kaya dulu " ucap ibuku.


" Baik Bu Lyan bangun "


Lyan yang sudah bangun masih merasa ngantuk.


" Lyan cepat sekolah " ucap ibuku dengan suara keras.


Lyan pun langsung terbangun dan buru-buru kesekolah dengan perasaan kaget.


" Ya bu bentar lagi mandi " ucap Lyan.


" Cepet mandinya nanti kamu telat " ucap ibuku.


Selesai mandi Lyan buru-buru berangkat sekolah dengan berlari.


Mengetahui bahwa dirinya akan terlambat Lyan mencoba untuk tidak sekolah... Tetapi karena di sekolah ada yang membuatnya bahagia Lyan melanjutkan jalanya ke sekolah.


Gerbang sudah di tutup, banyak siswa lain yang ikut telat juga.


Kami di suruh push up untuk bisa masuk.


Push up sampai 20 kali. Setelah Push up harus lari sampai kekelas.


" Akhirnya sampe kelas " ucap Lyan dalam hati.


" Lyan lu telat ??? " ucap Hyan


" Ya ni gw telat ketiduran " ucap Lyan dengan tersenyum.

__ADS_1


" Makanya kalau tidur tepat waktu " ucap Juan.


__ADS_2