Life Story At School

Life Story At School
Presentasi Bikin Mumet


__ADS_3

Minggu Selanjutnya presentasi sosiologi di mulai semua siswa sibuk dengan dirinya sendiri. Hingga lupa membawa Infokus untuk presentasi powerpoint bahkan banyak yang tidak membawa laptop.


Untungnya ada yang membawa laptop, Kehebohan di tambah saat guru sosiologi datang...


" Lyan Maul ambil infokus di kepsek " ucap Yun.


" Kenapa gak yang lain aja " ucap Hyan.


" Yaudah, Yok Hyan ayo biarin " ucap Lyan.


Kami kekepsek tetapi infokus banyak yang di pakai. Hanya tersisa satu dan sulit kadang bisa kadang juga tidak tergantung keberuntungan.


" Bismillah semoga bisa " ucap Lyan.


" Udah bawa yang ini aja daripada gak bawa apa-apa " ucap Lyan sekali lagi.


" Tapi ini gak bisa, mending gak usah " ucap Hyan.


" Seterah sih tapi apa salahnya di coba " ucap Lyan.


Akhirnya membawa Infokus tersebut, setelah itu makin kacau karena banyak siswa yang belum siap untuk presentasi. Akhirnya kelompok kami yang presentasi.


Setelah presentasi kelompok lain di suruh untuk maju.


" Siap gak siap harus presentasi " ucap ibu tersebut.


Akhirnya masing-masing kelompok maju untuk presentasi.


Selesai presentasi bel istirahat berbunyi. Keributan di tambah dengan adannya seorang yang berkelahi.


" Kebiasaan masalah sepele aja ribut " ucap Lyan dalam hati.


" Woy berhenti kalau kalian masih tetep kaya gini mending sana ke wali kelas atau ke BK " ucap Yun.

__ADS_1


Akhirnya keributan itu terselesaikan tetapi saat istirahat kedua Keributan terjadi lagi.


Antara group gibah cewe dan group nakal cewe.


" Pertengkaran dimulai " ucap Lyan dalam hati.


Jam istirahat berakhir kelas kami bebas guru yang mengajar ada di kantor sedang sibuk, keributan terus di lanjut.


Lyan mulai panas dan keluar dari kelas.


" Dasar manusia " ucap Lyan.


Lyan ke kantor dan menjemput guru tersebut untuk mengajar.


" Ibu maaf sekarang ada jadwal ibu " ucap Lyan.


" Kelas berapa " ucap Ibu tersebut.


" Coba dilihat jadwal ibu ngajar sekarang " ucap Lyan sekali lagi.


" Benar sebentar ibu akan ke sana, tolong bawain ini ke kelas " ucap Ibu tersebut.


Akhirnya Lyan balik ke kelas dan semua siswa melihatnya dan menanyakan.


" kemana lu "


" Ke kantor ya "


" Manggil guru paling "


" Paling juga minta tugas "


" Saya ke toilet " ucap Lyan.

__ADS_1


Mereka percaya dan melanjutkan keributan tersebut. Akhirnya ibu tersebut datang, sekarang adalah pelajaran geografi.


Ibunya itu jutek dan selalu benar meskipun salah.


" Mana tugas kalian " ucap Guru geografi.


" Maaf ibu, Ibu Belu ngasih tugas kemarin cuman di suruh nyalin materi Bu " ucap Yun.


" Perasaan sudah ngasih tugas " ucap guru tersebut.


" Coba ibu liat kelas mana yang di kasih tugas, takutnya bukan kelas kita " ucap Lyan.


Ibu tersebut akhirnya menyadari tidak ada tugas tetapi malah mengomel dan berceramah.


" Udah panas di tambah makin panas, nyesel gw manggil guru itu " ucap Lyan dalam hati.


" Bukanya makin baik malah makin mumet " ucap Lyan dalam hati dengan kesal.


" Seharusnya kalian tuh kaya kelas lain, Kalian sering ketinggalan gara-gara kalian gak pernah jemput ibu " ucap Guru geografi.


" Ibu dulu kalau untuk tugas pasti cepat, apa-apa udah ada tujuan udah ada kemauan " ucap guru geografi tersebut.


Akhirnya Jam pelajaran sudah habis semua murid pulang.


" Males banget denger guru itu " ucap salah satu murid.


" Bener perasaan belum ngasih tugas "


" Ya bener udah lagi di tambah ngomong yang gak jelas "


" Dia bilang jam pelajaran habis gara-gara kalian perasaan habis karena ngomong yang gak jelas "


• Selanjutnya adalah selembaran pemilihan OSIS dan MPK katanya 3 Semprul akan ikut organisasi tersebut •

__ADS_1


__ADS_2