Life Story At School

Life Story At School
Hari Pertama Masuk SMA


__ADS_3

Kalian pasti tahu bagaimana kesanya hari pertama masuk, seragam sekolah hanya abu-abu biru dan putih itu pun di pakai setiap hari. Kesanya tuh seperti orang yang di bedakan, Apalagi hari pertama itu mulai banyak Kaka kelas yang melihat anak baru, Kesanya ganggu serasa di intimidasi


PEMBERITAHUAN KELAS SEKALIGUS JURUSAN


Hari ini aku begitu bahagia mengetahui aku akan sekelas dengan Hyan dan Juan, Ternyata pembagian kawah itu adalah pembagian kelas dan jurusan.


Kawah 1-5 adalah kelas IPA


Kawah 6-10 adalah kelas IPS


Saat pemberitahuan itu semua murid mulai merasa


"ko udah langsung pemilihan jurusan aja"


"Ya tahu nih ini bener gak"


" Gagal jadi dokter kalau gini "


Saat itu banyak mimpi orang-orang hancur dengan keputusan tanpa mengetahui kemampuan siswa tersebut.


Saya pun merasa demikian karena saya malas bersosialisasi apalagi berkomunikasi.

__ADS_1


Pokonya bukan jurusan keinginan ku, Karena saya lebih menyukai pelajaran IPA dan MTK. Tetapi ya sudah.


Kelas saya membuat tujuan, Kelas IPS harus lebih baik dari kelas IPA. Tetapi saya tahu dari dulu guru hanya memandang anak IPA di banding anak IPS.


Waktu itu ada penolakan untuk memilih jurusan lain. Asalkan lulus tes, Tetapi sepertinya tidak terlalu penting bagi saya. Karena bagi saya ya sudah, saya bisa di IPA kenapa saya gak bisa di IPS.


Pikiran itu yang membuat saya tidak memilih atau mencoba pindah jurusan. Saat itu di pikiran ku hanya ingin bisa di semua bidang.


Karena saya seorang yang ambisius.


Hyan dan Juan pun kecewa karena mereka mengharapkan masuk jurusan IPA.


Tetapi ada satu cewek bernama Shi dia bilang


"Iya juga benar contohnya temen gw yang males aja masuk kelas IPA"


" Bener tuh mereka cuman ngandelin nama doang "


Pembagian kelasnya pun masih di rolling, ngomong-ngomong kelas pertama saya hanya beralaskan lantai keramik tanpa adanya meja dan kursi. Sumpah di situ terasa tidak nyaman apalagi harus duduk selama berjam-jam.


Pelajaran pertama waktu itu adalah perkenalan dan sekaligus motivasi serta alasan memilih sekolah ini.

__ADS_1


Tentu saja kalau alasan memilih sekolah ini karena sistem zonasi.


Motivasinya kebanyakan tidak ada :v


Sama seperti saya kebanyakan no leb


Meskipun tidak ada keinginan saya memiliki tujuan yang tinggi.


Setelah murid dan guru berkenalan, bel istirahat berbunyi.


Saya Hyan dan Juan pergi ke kantin, disana ramai banyak sekali Kaka kelas. Apalagi Kaka kelasnya banyak yang memperhatikan kita bertiga. Di kantin kita hanya membeli makanan dan kembali ke kelas, karena kita merasa berbeda dengan yang lain. Apalagi ada Kaka kelas yang sok.


Kalian pasti paham perasaan seperti apa. Dari Senin sampai Jum'at hanya memakai baju putih biru. Pasti ada perasaan seperti itu.


Saya hanya berpikir mengapa banyak orang-orang yang melihat saya?, Saat saya sendiri pergi ke kantin, gak tahu mengapa mereka melihat saya.


Tatapan mereka terasa berbeda, serasa hangat tapi saya tidak ingin melihatnya meskipun saya tahu sedang di perhatikan oleh orang lain. Tapi saya tidak memperdulikannya.


≪━─━─━──━─━─◈─━─━─━─━─━─━≫


Tidak penting sebuah nama tetapi yang lebih penting itu arti nama di dalamnya, Tidak peduli apa pandangan orang, orang terhadapmu lakukan apa yang kau mau lakukan jangan biarkan orang lain menghentikan mu.

__ADS_1


Takdir memang tidak bisa di rubah tetapi nasib bisa di perbaiki.


≪━─━─━──━─━─◈─━─━─━─━─━─━≫


__ADS_2