
Angel yang begitu mengkhawatirkan Siren sampai-sampai membuat masakannya sedikit gosong.
"Aaah tidak masakan nya jadi sedikit gosong!"
Dengan rasa terpaksa Angel lalu memakan masakan nya itu.
Setelah selesai makan dan mencuci piring Angel mulai bersiap-siap dan pergi kesekolah dengan berlari.
*Siren! Aku harus minta maaf kepada Siren kalau tidak nanti dia akan selalu begini*
Dengan nafas yang terengah-engah akhirnya Angel pun sampai di sekolahnya dan bergegas ke kelasnya untuk menemui Siren.
"Brakkk"
Suara pintu ketika Angel membukanya dengan cukup kencang.
"Siren!!!!!!! "
Semua murid yang sudah berada di kelas terkejut mendengar Angel berteriak.
Siren yang sudah duduk di meja nya tidak memperdulikan panggilan Angel
Jeremy lalu berbicara kepada Siren untuk menjawab Angel.
Siren tetap tidak memperdulikannya.
Melihat Siren tidak peduli sama sekali seorang perempuan yang berada di meja paling depan pun akhirnya mendatangi Siren dan nampar nya.
"Kau ini sangat tidak sopan! Ada seseorang yang memanggil mu tapi kau hanya diam"
Siren dengan tatapan sinis nya pun menjawab perkatan perempuan itu.
"Diam lah kau!! Jangan ikut campur!!"
Perempuan itu pun terdiam dan kembali lagi duduk di meja nya.
Angel akhirnya duduk ke meja nya dengan sedih karena Siren sama sekali tidak memperdulikannya.
"Hey Siren kau tau tidak siapa yang kau bentak tadi! "
Siren tetap diam mendengar ucapan Jeremy.
"Dia itu adalah perempuan paling populer di sekolahan ini kau harus berhati-hati nanti kau bisa saja di pukuli oleh penggemar nya"
Siren tetap diam.
"Memang nya nama nya siapa Jeremy?"
"Kau tidak tau nama teman sekelas mu sendiri Angel! "
"Hehehe"
"Namanya Dely Sang Idola. Yah walaupun tetap populer aku sama sekali tidak tertarik terhadap nya"
Tidak lama setelah mereka berbicara akhirnya wali kelas mereka pun masuk untuk memulai pelajaran.
***
Jam istirahat pun berbunyi dan para murid mulai berkeluaran dari kelas mereka.
"Siren kau mau ke kantin tidak? "
Sama seperti tadi Siren tetap tidak memperdulikan ucapan Angel.
"Sudahlah Angel mungkin dia ingin menyendiri dulu"
"Tapi Jeremy"
"Sudahlah kau mau ke kantin kan? Aku ikut ya"
"Boleh"
Mereka berdua pun akhirnya meninggalkan Siren dan pergi ke kantin.
Tidak lama setelah mereka keluar ada 3 kakak kelas mereka datang dan mencari Siren.
__ADS_1
"Hey kalian dimana bocah yang bernama Siren? "
Siren yang tidak mau menyusahkan teman sekelasnya pun akhirnya berdiri dan mendatangi mereka.
"Aku Siren memangnya ada urusan apa? "
"Kau ikut kami ke belakang sekolah"
Mereka pun membawa Siren ke belakang sekolah.
"Nah ada urusan apa? "
"Kau setelah di bawa kesini ternyata masih bisa tenang ya! "
Salah seorang dari mereka pun memukul perut Siren dengan kuat sampai Siren terjatuh.
"Nah apa sekarang kau masih bisa tenang! "
"Sepertinya ini ulah Dely bukan? "
"Hahahaha itu salah mu karena berani membentak Idola kami! "
Mereka bertiga menginjak-injak tubuh Siren dan membuat seragamnya kotor.
***
Jeremy dan Angel yang tadi ke kantin akhirnya kembali ke kelas.
"Loh dimana Siren? "
Angel bingung karena tidak melihat Siren di kelas itu.
Karena melihat Angel kebingungan akhirnya ada seorang laki-laki yang mendatangi mereka dan menjawab perkataan Angel.
"T-tadi S-siren nya dibawa o-oleh ka-kak kelas ke belakang sekolah"
Jeremy terkejut mendengar itu dan langsung menarik tangan Angel dan membawanya kebelakang sekolah.
Ketika sampai di belakang sekolah Jeremy pun mengintip kakak kelas itu dan ternyata dugaan nya benar kalau Siren sedang dikeroyok.
"Jeremy kenapa Siren di pukuli? "
"Dasar pengadu!! "
Mereka hanya bisa diam dan mengintip dari tembok.
***
"Hahaha bagaimana rasanya di injak-injak Sampah! "
Mendengar kata sampah Siren teringat tentang kejadian yang menimpa Glacial.
Ketika mereka berhenti menginjak Siren pun akhirnya berdiri dengan tatapan marah.
"Ternyata masih bisa berdiri kau! "
Mereka pun hendak memukul perut Siren untuk kedua kalinya lagi tapi kali ini pukulan itu dapat di tahan oleh Siren.
"Kalian berani nya membuat ku mengingat itu!!!!!! "
Dengan perasaan marah Siren langsung meninju wajah orang yang memukul perutnya.
"Sial berani nya kau memukul ku! "
Mereka bertiga langsung menendang Siren bersamaan tapi Siren tidak menghindar dan malah menerima tendangan mereka.
"Rasa sakit ini tidak ada apa-apa nya dengan rasa sakit yang di alami Glacial!!!!! "
Siren sangat marah dan mukul wajah dan perut mereka bertiga.
Bahkan sampai mereka terjatuh pun Siren tetap memukul wajah mereka dan akhirnya pingsan
"Ampun! "
"Ternyata masih ada yang sadar! "
__ADS_1
"Aku mohon maafkan aku! "
"Kau sepertinya orang yang menyebut ku sampah tadi bukan! "
"B-bukan a-aku"
Orang itu gemetar melihat Siren.
Siren yang sudah tenggelam dalam kemarahannya tidak memperdulikan permohonan maaf orang itu dan langsung menginjak wajahnya dengan keras.
"Cih gara-gara kalian tangan ku sekarang berlumuran darah! Sebaiknya aku bolos sekolah saja! "
Siren dengan kesal terpaksa bolos sekolah karena seragam yang kotor dan wajah yang sedikit memar.
***
"Gila! Siren ternyata bisa berkelahi juga bahkan 3 orang kakak kelas di buat nya pingsan! "
Angel terdiam ketakutan karena masih mengingat wajah Siren yang marah.
"Loh kenapa kau diam Angel? "
"Aku takut! Selama ini aku tidak pernah melihatnya semarah itu! "
"Aku juga tidak pernah sih tapi kenapa dia bisa semarah itu ya? "
"Entahlah"
Mereka berdua lalu kembali ke kelas mereka karena jam pelajaran kedua sudah mau di mulai.
"Tunggu dulu! "
"Kenapa Jeremy? "
"Kau tadi dengar tidak kalau Siren menyebutkan rasa sakit yang di alami Glacial! "
"Dengar"
"Apa jangan-jangan di seperti itu karena pedang Glacial milik nya mati! "
"Itu tidak mungkin Jeremy! "
"Mungkin saja soalnya Glacial itu seperti manusia juga karena bisa berubah menjadi Manusia! "
Angel lalu mulai terdiam dan memikirkan ucapan Jeremy.
*Siren kenapa kau tidak bilang kepada ku kalau kau bersedih karena hal ini! Kalau begini padahalkan aku bisa membantu mu! Aku bahkan sempat khawatir karena kau tidak mau berbicara dengan ku lagi*
Tidak lama setelah itu pelajaran kedua pun di mulai.
"Loh Jeremy kemana Siren?"
"Dia pulang bu katanya dia sakit"
Semua murid berbisik-bisik tentang Siren yang sakit tiba-tiba.
*Kenapa kau berbohong Jeremy*
"Sudah-sudah diam! Kalau tidak diam kalian tidak boleh pulang hari ini!!!"
Semua murid langsung diam mendengar ancaman wali kelas mereka.
"Sudah jangan di bahas lagi kalau memang dia sakit biarlah tapi Jeremy lain kali kalau dia sakit tiba-tiba jangan memperbolehkannya pulang bukan kah di sekolahan kita ada UKS"
"Baik bu maafkan aku"
"Baiklah sekarang ayo kita mulai pelajarannya"
Angel sama sekali tidak fokus karena memikirkan Siren dan mencoba-coba mencari alasan supaya bisa pulang.
"Bu! Saya izin ke UKS ya tiba-tiba kepala saya pusing! "
"Haduh kenapa sih banyak yang tiba-tiba sakit. Ya sudahlah cepat sana"
Angel dengan senang lalu pergi ke UKS.
__ADS_1
"Hehehe untung saja jalur UKS dan jalur kebelakang sekolah sama jadi aku bisa langsung Bolos"
Angel lalu pergi kebelakang sekolah dan memanjat dinding untuk bolos sekolah karena mencemaskan Siren.