
Siren cukup terkejut ketika melihat orang yang datang menemuinya adalah Theo player assassin yang pernah hampir mengalahkan Siren ketika Event kemaren.
"Kenapa kau bisa di sini Theo? "
"Aku sering bertanya-tanya kepada Player di kota-kota,tentang di mana letak nya Guild Sentinel mu! "
"Lalu? "
"Aku ingin bergabung dengan Guildmu"
Siren terdiam, perasaannya campur aduk antara cemas,senang dan ragu.
"Untuk apa kau masuk ke dalam Guild ku? "
"Aku ingin sekali bisa satu Guild dengan orang yang pernah mengalahkan ku soalnya kalau aku bersama orang yang lebih kuat dari ku bisa-bisa aku juga ikutan kuat! "
"Tunggu dulu! Apa kau setuju satu Guild dengan orang yang level nya belum sampai 55?"
"Tentu saja tidak! Soalnya mereka sangat lemah,mereka tidak pantas bertarung bersama ku"
Mendengar ucapan Theo itu Siren langsung seketika pergi dari tempat itu.
"Woy! Kau mau kemana? "
"Pergi, soalnya aku tidak menerima mu menjadi anggota guild ku"
"Kenapa?!"
Siren mengacuhkan ucapan Theo dan tetap pergi meninggalkan nya.
Siren pun berjalan untuk kembali ke Guild tetapi dia tidak mengetahui kalau dia sedang di perhatikan oleh Theo.
Saat sampai di Guild,Theo sedikit terkejut karena kenapa bisa-bisa nya ada sebuah bangunan Guild sebesar ini di hutan.
"Aku kembali"
"Wah Lion kembali!!!! "
Angel tiba-tiba memeluk tangan kiri Siren dengan sambil tersenyum.
*Kenapa lagi dia ini? Lalu apa maksud nya meletakkan tangan ku di antara dada nya!! *
"Hey Angel kau curang! "
Kali ini Stella juga ikutan memeluk tangan kanan Siren.
*Sensasi macam apa ini? Kenapa rasanya seperti kedua tangan ku dilahap oleh benda yang kenyal dan hangat*
Angel dan Stella pun mulai bertengkar karena ingin bersama dengan Siren.
"Hey Stella aku duluan yang memeluknya jadi Lion sekarang punya ku! "
"Tidak boleh nanti kalau dengan mu bisa-bisa kalian melakukan hal mesum! "
"Kalau aku lepaskan apa kau juga tidak akan melakukan hal mesum? "
"Tentu saja tidak! Aku tidak berani melakukan itu! "
Mereka berdua pun bertengkar dengan cukup lama.
Theo yang sedang mengawasi Guild mereka terkejut setengah mati karena mengetahui kalau ada Stella di Guild nya.
Stella pun berhenti berkelahi dengan Angel ketika sudah mengetahui kalau ada orang yang sedang mengawasi mereka.
"Stunned Arrow"
_____________________________________________
#Info:Menembakkan Sebuah anak panah yang berwarna kuning kepada musuh dan mengakibatkan terkena effect stun
_____________________________________________
__ADS_1
Serangan itu telak mengenai Theo karena kecepatan serangan nya yang tidak bisa di tandingi oleh Theo.
"Kau sedang menembak apa Stella? "
"Aku menembak seseorang yang sedang memperhatikan kita Lion"
"!!!"
Mereka semua lalu keluar dari bangunan Guild untuk melihat orang yang tadi memperhatikan mereka.
"Theo!!"
"Kau kenal dia sayang?"
*Sayang! Kenapa di masih memanggilku seperti itu!*
"Ya dia adalah orang yang menjadi juara 3 di Event War Player kemaren"
"Apa! "
Semua member terkejut kecuali Siren dan Stella.
"Sudahlah Theo aku tidak akan menerima mu! "
"Apa maksud mu sayang dengan menerima? "
"Dia sebenarnya ingin masuk ke Guild kita tapi aku menolak nya"
"Kenapa? "
"Sudahlah jangan membahas itu"
Karena kesal Siren pergi ke dalam hutan sendirian dan meninggalkan mereka di luar bangunan Guild.
"Hey Theo memangnya apa yang sudah kau perbuat terhadap Lion sampai-sampai membuat nya marah seperti itu? Sepertinya kau adalah orang pertama yang ingin masuk Guild tapi di tolak"
"Apa maksud mu Angel tentang Lion marah terhadap nya? "
"Coba sekarang kau jelaskan kepada kami tentang detailnya ketika kau meminta untuk masuk ke Guild"
Mendengar ucapan Angel,Theo pun menjelaskan tentang yang terjadi di antara Dia dan Siren beberapa menit lalu.
"Sepertinya kau memang salah Theo"
"Apa maksud mu? "
"Dengar ya sayang ku itu sebenarnya sedang membicarakan Anggota Guild nya dan kau malah berkata seperti itu, dia itu takut kau akan melakukan hal yang tidak dia inginkan terhadap anggota-anggota nya"
"Jadi begitu"
"Nah sekarang kau pergi cari sayang ku dan minta maaflah sana"
"Baik terima kasih banyak semuanya"
Theo pun berlari dengan cepat untuk mencari-cari Siren di dalam hutan.
"Kak Jeremy apa yang di maksud oleh kak Lion itu aku?"
"Entahlah Emy itukan hanya contoh"
"Benar juga ya"
Meskipun berkata seperti itu Emy tetap saja merasa bersalah, melihat wajah Emy yang sedikit murung Lia lalu menepuk bahunya.
"Tak apa Emy,Tuan kita itu sebenarnya hanya ingin sekali melindungi kita"
"Ya"
_____________________________________________
Theo berlari dengan cepat dan mencari-cari Siren tapi tetap tidak dapat menemukannya.
__ADS_1
*Lion dimana kau! Maafkan aku tentang ucapan ku,lagi pula kenapa aku tidak sadar tentang itu! *
15 Menit berlari-lari Theo pun mulai kelelahan dan berhenti di tebing yang besar untuk beristirahat.
"Dimana dia ini? "
Tak lama setelah dia beristirahat tiba-tiba ada seekor Dark Wyvern level 150 dari dalam tebing itu.
"Apa ini! Kenapa bisa ada Wyvern level tinggi di sini! Apa bisa aku mengalahkannya padahalkan level ku baru sampai 107"
"Dark Flare"
_____________________________________________
#Info:Menyemburkan api hitam yang sangat panas.
_____________________________________________
"Gawat! *
Theo berlari-lari disekitar tempat itu untuk mencoba menghindari serangan nya itu,karena serangannya tidak kunjung berhenti akhirnya serangannya mengenai tangan kiri Theo.
"Akhhh sial panas sekali! "
"Dark Flare Ball"
_____________________________________________
#Info:Mengumpulkan api hitan yang sangat panas di mulut dan membentuk nya menjadi sebuah bola api hitam yang sangat besar dan panas.
_____________________________________________
"Tidak usah menghindar lagi! "
Theo pun mencoba mendekatinya dengan melompat tinggi ke arahnya.
"Line Of Darkness"
_____________________________________________
#Info:Menuntut musuh dengan belati dan menikam nya dapat mengisi daya pada musuh hingga 2 kali.
_____________________________________________
Satu serangan berhasil mengenai Dark Wyvern tetapi serangan lanjutannya tidak mengenai sama sekali.
"Dark Meteor"
_____________________________________________
#Info:Mengangkat batu yang sangat besar dari dalam jurang dengan effect gravitasi dari skill ini dan menyemburkan api hitam terhadap batu itu lalu menurunkan nya dengan kuat ketanah.
_____________________________________________
"Gawat! "
"Duarrrr!!! "
Serangan itu meskipun tidak mengenai secara telak tapi tetap saja mengurangi HP milik Theo cukup banyak bahkan sampai-sampai membuat tanah di tebing itu hancur dan berlubang dengan cukup besar.
"Sial sakit juga dan sekarang HP ku hanya tersisa 10% lagi"
Theo mencoba menggerakkan tubuhnya tetapi tidak bisa sama sekali.
"Kenapa ini! "
Ternyata ketika ledakan tadi telah membuat Theo terpental dan membuat kaki nya patah.
"Dark Flare"
"Bagaimana ini! Apa aku akan kehilangan satu nyawa ku disini!!! "
__ADS_1