
Jum'at 5 Oktober 2064
Sudah 2 hari semenjak terjebaknya sekitar 2 Juta player di game Light Overon yang di dalangi oleh seseorang yang cukup di takuti oleh para player: Destroyer Sang Ra Iblis dan tentu saja banyak player yang patah semangat untuk menyelesaikan game ini karena Destroyer[Alex] terlalu kuat dan juga kalau mereka mati sebanyak 3x di sini berarti di dunia nyata mereka juga akan mati.Banyak player yang bertanya-tanya kenapa mereka bisa mati di game ini! Bukankah kalau baterai perangkat game habis mereka bisa keluar atau dilepas secara paksa juga mungkin bisa membuat mereka keluar! Tapi sayangnya baterai perangkat game ini memiliki kapasitas yang sangat besar sekitat 25.000 mAh yang memungkinkan para player bermain untuk waktu yang lama dan juga perangkat game ini akan selalu di Charger selama dipakai jadi tidak memungkinkan kalau sampai bisa kehabisan baterai dan tentang melepaskan perangkat secara paksa bisa saja membuat player mati karena ketika Alex hampir menyelesaikan rencana nya dia sempat memasang sebuah virus yang dapat mengeluarkan suara gelompang ultrasonik ketika para player mati atau pun perangkatnya di lepaskan secara paksa.
***
Pagi hari
Setelah kejadian malam tadi semua kembali seperti biasa dan bahkan mereka sekarang memiliki anggota baru lagi dan ini membuat Siren sangat senang karena Guild nya sudah mulai sedikit berkembang.
Pagi-pagi sekali Siren sudah pergi ke kota untuk membeli beberapa makanan untuk di makan.
"Yah walapun tidak bisa menghilangkan rasa lapar di dunia nyata tapi setidak nya rasa lapar di game ini bisa teratasi"
Makanan di game ini mungkin hanya seperti data yang dapat di makan tapi karena para pembuat game menambahkan fitur lapar di game ini jadi mereka menganggap makanan ini adalah makanan bukan data.
Setelah membeli beberapa makanan Siren lalu berjalan dengan sedikit bergegas untuk kembali ke Guild.
Saat keluar dari Cafe Siren sempat melihat Jeremy dan Emy pergi ke portal teleportasi.
Portal teleportasi adalah sebuah portal yang menghubungkan antara kota-kota yang ada di negara tersebut.
"Loh mereka pergi kemana ya? Biasanya kalau mau pergi mereka kan izin dulu? "
Siren sama sekali tidak terlalu mempersalahkan nya karena mungkin saja ini adalah urusan pribadi mereka jadi Siren sama sekali tidak ada hak untuk mengganggu mereka.
"Aku kembali! "
Saat Siren kembali ternyata semua anggota telah berkumpul di meja perkumpulan lantai 1.
"Loh kalian kenapa mengumpul di sini? "
"Sayang kita memiliki kabar buruk! "
"!!!!"
Mendengar ada kabar buruk Siren lalu melupakan tentang makanan yang dibelinya dan malah langsung duduk dikursinya.
"Jadi apa kabar buruk nya? "
Angel lalu mulai menceritakan kabar buruk yang ketahui nya ketika melihat sebuah messenge dari Jeremy dan ternyata semua anggota juga mendapatkan pesan itu kecuali Siren.
"Jadi dia berkhianat ya? Hmmm memang sih semenjak kemaren sikap nya tiba-tiba berubah tapi kenapa Emy sama sekali tidak berubah ya? Jadi bagaimana menurut mu Theo? "
"Entahlah aku juga tidak tau! "
"Sebenarnya pagi tadi ketika aku pergi ke kota aku sempat melihat Jeremy dan Emy pergi memakai Portal Teleportasi"
"Jadi maksud Tuan dia berkhianat dan masuk ke Guild di kota lain? "
"Entah lah dan juga berhenti lah memanggil ku tuan,Lia!!!!"
"Maafkan saya Tuan"
"Sudahlah! Sebaiknya sekarang kita cari dimana Jeremy dan Emy berada! "
"Bagaimana kalau ke Mana Ridge"
Mendengar nama kota yang tidak sama sekali tidak di ketahui oleh Siren yang diucapkan Stella,Siren pun mulai bertanya tentang kota itu.
__ADS_1
"Mana Ridge itu adalah kota pertama di game ini yang diselimuti salju dan juga di kota itu banyak Guild para PK"
"PK! Memangnya apa yang di perbuat oleh Jeremy dan Emy di situ? "
"Kan hanya mungkin! "
"Hehehe"
Mereka lalu setuju untuk pergi ke kota Mana Ridge untuk mencari-cari Jeremy dan Emy.
Sampai disana mereka sedikit merasa takut karena semua player yang ada disana menatap mereka dengan sinis.
"Sayang aku takut! "
"Tenang lah Angel selama ada aku tidak akan ada yang menyakiti mu! "
"Weh kau bisa bersikap seperti pahlawan juga ya kawan!"
"Lebih baik seperti ini dari pada kau yang hanya bisa melihat nya dan tidak berani berbicara"(yang dimaksud adalah Theo itu sangat gugup ketika dekat dengan Lia dan hanya bisa melihat dari kejauhan)
"Bagaimana kau tau! "
"Bagaimana ya! Hehehe"
Saat mereka hampir mendekati sebuah Guild yang cukup besar di kota itu tiba-tiba mereka di serang oleh player yang ada di sana.
"Magma Wave"
_____________________________________________
#Info:Energi dimasukkan ke dalam tanah untuk membuat area di depan meledak dalam garis lurus.
_____________________________________________
Mereka tidak sempat menghindari serangan itu dan malah terkena dengan telak.
"Sial!! Semuanya kita siap perang! "
Mendengar perintah Siren mereka lalu mulai menyiapkan senjata mereka.
"Serang!!! "
Saat semua player di kota itu maju Siren lalu mengeluarkan Mercenary nya.
"Vilant!! "
Sebuah portal hitam muncul didepan Siren dan Vilant pun keluar dari portal itu.
"Kenapa Tuan!!! "
"Serang mereka!! "
"Hmm baiklah"
Vilant dengan sigap menyerang semua player yang hendak menyerang Siren.
"Monster! Kenapa bisa ada naga disini!! "
"Kalian semua akan ku bunuh!! "
__ADS_1
Semua player yang ada mati di bunuh oleh Vilant dan semua itu membuang-buang tenaga Siren dan yang lainnya karena tidak menemukan petunjuk tentang Jeremy dan Emy sama sekali.
Kembali lagi ke kota Estue mereka lalu mulai berpisah dan pergi ketempat yang ingin di datangi oleh masing-masing soalnya semenjak kemaren mereka tidak pernah pergi ketempat yang mereka inginkan,Siren dan Angel kembali ke Guild,Stella pergi ke berjalan di kota dan mencari-cari Quest langka, Theo pergi mencari senjata yang bagus di sebuah Dungeon Daidalos Nest, Lia dan Terri pergi ke perpustakaan di balai kota untuk mencari informasi tentang Guild tempat para pengkhianat dan berniat untuk membunuh Jeremy dan Emy, Tiana pergi ke hutan kota Estue dan mulai membiasakan memakai Form milik nya untuk dipakai bertarung melawan monster di game ini.
***
Guild Sentinel
Di lantai 4 Siren sedang beristirahat di kamar nya dan masih memikirkan apa yang terjadi kepada Jeremy dan Emy.
"Tok, Tok, Tok"
"Sayang kau tidur kah? "
*Kenapa lagi nih Angel? Baru saja istirahat*
Siren lalu membuka kan pintu.
"Kenapa Angel? "
"Aku mau tanya tentang game ini"
"Eh? "
Siren lalu mengajak Angel masuk ke kamarnya.
"Jadi?"
"Aku dari awal bermain masih penasaran bagaimana keadaan tubuh asli kita sekarang? Kau tau tidak? "
"Hmm mungkin keadaan tubuh kita bisa di anggap koma atau bisa juga mati otak"
"Lalu kalau kita lapar bagaimana? Apa kita tidak akan mati karena tubuh asli kita kelaparan? "
"Nah itu aku juga tidak tau! Mungkin kalau ada orang yang menemukan kita bisa jadi kekhawatiran mu itu hilang"
"Kenapa? "
"Soalnya mereka bisa saja membawa kita ke rumah sakit dan kita mungkin akan diberikan infus"
"Heee benar juga ya"
"Lalu ada lagi? "
"Sudah tidak ada"
"Baguslah"
Siren lalu mulai berbaringkan tubuh nya di kasurnya dan Angel lalu mulai menyandarkan kepalanya ke dada Siren.
"K-kau K-kenapa A-angel?"
"Aku sebenarnya sangat takut kalau aku mati dan kalau aku mati bagaimana aku tidak bisa bertemu dengan mu!!!"
*Angel menangis lagi! Sepertinya aku sudah banyak sekali membuat mu menderita Angel! *
"Sudahlah Angel tenang saja! Aku pasti akan melindungi mu"
"Terima kasih Sayang"
__ADS_1
"Ya,aku janji kalau aku akan membunuh Alex dan membuat kita bebas dari game ini"
"Ya"