
Sabtu, 6 Oktober 2064
Pagi Hari
Hari ini Siren bangun lebih pagi bahkan bisa di anggap waktu subuh karena ingin bergegas membeli item pengubah wajah serta nama player.
"Hosh, Hosh, Hosh"
Siren sudah mulai terengah-engah karena sudah cukup banyak melawan Direwolf yang bahkan cukup sulit untuk dilawan di level nya yang sekarang.
"Sudahlah istirahat saja dulu! "
[Anda baru saja melawan 10 Direwolf tapi sudah kewalahan]
"Bagaimana tidak kewalahan! Aku kan baru level 3 dan sedangkan Direwolf itu level 6!"
[Anda sudah level 5 Tuan]
"Eh? Kenapa kau tidak bilang dari tadi? "
[Anda terlalu fokus Tuan]
"Hehehe baiklah kita tunda dulu istirahat nya sekarang kita pergi mengambil Job Pertama! "
Siren lalu pergi ke kota untuk bertemu dengan Barnac karena ingin mengambil Job Pertama nya.
"Oh ya System Point ku berapa sekarang?"
[10 Point Tuan]
"Hmm tambahkan Str 5 sisanya Int"
[Baik Tuan]
Sesampai nya mereka di sana Siren lalu mulai berbicara terhadap Barnac[NPC] untuk mengambil Job nya dan dengan membayar 250 Gira Siren akhirnya mendapatkan Job Warrior nya kembali dan sekarang akan di teleport ke bangunan tua untuk pengetesan.
"Kesini lagi"
Siren lalu melihat Direwolf lagi di depan nya dan tentu saja mereka itu akan di jadikan sebagai pengetes Skill baru milik Siren.
"Wind Slash"
Tidak ada serangan Skill sama sekali yang keluar dari pedang Siren dan membuat nya menjadi bingung.
"Loh? System kenapa Skill ku tidak bisa aktif!! "
[Tuan sepertinya Skill awal Anda sudah berubah menjadi yang baru]
"Baru? "
"Lalu apa Skill nya?"
[Impact Punch dan Provoking Slam Tuan. ]
"Baiklah! "
Mendengar Skill baru nya kali ini Siren mulai sedikit semangat untuk mengetes nya.
"Provoking Slam"
_____________________________________________
__ADS_1
#Info:Menebas musuh dan menusuk luka tebas untuk menghancurkan baju besi musuh dan menariknya ke arah player.
_____________________________________________
-540
-270
_____________________________________________
Potong lagi nih maaf ya π π.
Author tulis Damage nya dua karena serangan dari Skill ini sebenarnya dua kali yang pertama menebas dan yang kedua menusuk.
Oke lah lanjut lagi ya maaf nih memotong di tengah lagiπ _____________________________________________
Menerima serangan Siren yang sekali serangan langsung 2 kali damage salah satu dari Direwolf lalu tumbang dan hanya tersisa 1 Direwolf di depan Siren.
"Oke sekarang yang satu lagi! "
Impact Punch
_____________________________________________
#Info: melancarkan pukulan kuat yang meluncurkan musuh ke udara.
_____________________________________________
-670
Direwolf yang satu nya lalu juga ikut mati ketika menerima serangan dari Siren.
"Hmmm cukup bagus sih tapi sayang aku harus kehilangan Wind Punch dan Wind Slash ku"
"Ya sepadan atau pun tidak itu tidak masalah yang menjadi masalah itu kehebatan mereka yang selalu membantu ku mengalahkan orang-orang yang mengganggu teman-teman ku"
[Maksud Anda ketika melawan Firaster ya Tuan? ]
"Ya sudahlah sebaiknya aku bersyukur saja! Aku sekarang mau makan dulu setelah selesai disini! "
Tak lama Siren akhir nya kembali ke kota Estue karena sudah selesai melakukan pengetesan Skill.
"Oke sekarang aku mau ke cafe dulu!!! "
[Jarang sekali Anda bersemangat untuk pergi ke tempat makan Tuan? ]
"Hehehe soalnya aku sudah hampir 1 hari tidak makan, yah walaupun di abaikan rasa lapar di game ini tidak akan membuat ku sakit tapi tetap saja aku sedikit rindu memakan benda yang manis"
[Eeeeeeeee]
"Sudahlah jangan bersikap seperti itu"
Siren lalu pergi ke cafe untuk membeli beberapa makanan untuk nya.
***
Di Guild Sentinel
Semenjak mengetahui nama Siren sudah tidak ada di Status Guild yang membuat anggota Guild mengira kalau Siren sudah mati Angel mulai mengurung diri begitu juga Stella.
Hanya Terri, Theo, Jeremy,Lia serta Emy yang selalu berkumpul di lantai 1 untuk mencoba berpikir bagaimana cara nya membujuk mereka ke keluar dari kamar mereka.
__ADS_1
"Hey Jeremy bagaimana ini?"
"Kenapa kau malah bertanya kepada ku Theo!! "
"Loh bukan kah orang yang paling lama di Guild ini selain Angel dan Lion jadi pasti kau tau cara membujuk Angel sekarang? "
"Ya aku tau cara membujuk nya"
"Hah bagaimana! "
"Lion"
Theo lalu memukul perut Jeremy karena kesal.
"Ukhh.K-k-k-kenapa kau malah memukul ku!!!!! "
"Itu salah mu! Bukan kah Lion sudah mat.."
Terri dengan cepat menutup mulut Theo karena hampir mengatakan kalau Siren sudah mati.
"Ssstttt"
"Loh kenapa Terri? "
"Kau jangan mengatakan hal itu! Bisa-bisa kau langsung di bunuh oleh Angel dan Stella"
Mereka lalu akhirnya mulai putus asa untuk membujuk Angel dan Stella karena sudah hampir kehabisan Ide.
"Ah! Sudahlah sebaiknya aku pergi keluar! "
"Mau kemana kau Theo? "
"Makan angin sama minum angin. Kenapa mau ikut? "
"Tidak perlu! Lagi pula aku tidak tertarik sama sekali"
"Lalu kenapa kau tadi bertanya!!"
Theo semakin kesal saja akibat ucapan Terri. Dengan kesal Theo lalu berjalan ke kota untuk mencoba menghilangkan pikiran yang menganggu nya dan akhirnya dia berhenti di cafe dan duduk tepat di belakang tempat Siren duduk yang hanya di batasi oleh kayu tipis.
"Waktu lagi pikiran sedang panas itu mungkin enak nya minum yang dingin-dingin"
Theo lalu memesan Ice Cream dengan porsi 4 orang untuk dihabiskan seorang diri karena sekarang dia sangat kesal jadi perlu yang dingin-dingin.
***
Siren yang menyadari kalau suara ini berasal dari Theo yang berada di belakang nya akhirnya mulai sedikit panik.
*Bagaimana ini! Kalau Theo tau aku ada disini pasti akan gawat! *
*Sebaiknya aku harus cepat pergi*
Siren lalu mulai berdiri untuk keluar dari cafe tapi saat hampir melewati Theo tiba-tiba tubuh Siren mulai gemetar.
*Gawat! Tenang lah diri ku! Tenang!*
Theo yang melihat Siren yang gemetar lalu menangkap tangan kanan nya.
"Tunggu Dulu! "
*Matilah aku!! *
__ADS_1
Siren semakin menjadi gemetar akibat Theo yang menangkap tangan nya dan mengira kalau Theo sudah menyadari nya.