
"Void Slash"
Tiana dengan pandangan dendam karena mendengar ucapan Siren tadi sangat membuat nya berniat untuk membunuh Siren.
Saat serangan Tiana hampir mengenai Siren tiba-tiba Salamander yang sudah di jinakkan oleh Siren melindungi nya dan membuat nya terluka parah.
Siren tersentak terkejut melihat itu dan tiba-tiba amarahnya melonjak sama seperti kehilangan Glacial waktu melawan Firaster.
"Sial! Kenapa dengan monster aneh ini! Sampai mau melindungi manusia sampah seperti mu! "
Siren dengan amarah yang melonjak lalu mulai berdiri.
*System berapa regenerasi ku perdetik? "
[2.500/2 detik tuan! ]
*Bagus! Pantas saja luka pada tangan ku ini tidak membuat ku merasa kesakitan yang luar biasa! *
Siren lalu mengeluarkan Inferno dari cincin.
"Wah kau mau melawan juga ya!"
"Brengsek kau! Padahal aku tidak menipu mu tapi tetap saja menyerang dan sekarang kau melukai peliharaan pertama ku!!! "
Siren dengan cepat melesat maju lalu menyerang Tiana menggunakan Inferno yang dipegang nya di tangan kanannya.
"Wind Slash"
_____________________________________________
#Info:Mengangkat senjata di atas kepala dan menyerang ke bawah dengan serangan maju yang kuat dan membuat sebuah angin topan kecil.
______________________________________________
"Block"
Tiana mengarahkan perisai yang ditangan kanan nya untuk menahan serangan milik Siren.
"Sial! "
Karena serangan nya tertahan Siren dengan sigap langsung melompat mundur.
"Kalau begitu aku akan serangan dengan banyak tebasan!"
"Blace Dance Moon"
______________________________________________
#Info:Melompat ke udara dan menembakkan 5 gelombang pedang di diagonal ke bawah.
______________________________________________
"Gawat! "
"Block"
Sama seperti tadi Tiana lalu menggunakan Perisai nya untuk melindungi bagian kepala nya walaupun begitu tapi tetap saja 2 dari 5 tebasan itu mengenai tangan kiri Tiana.
"Kau hebat juga! Walaupun dengan tangan yang sudah terpotong begitu! "
"Satu tangan ya? "
Siren lalu mendekati tangan nya yang sudah tergeletak di tanah dan mengambil nya untuk menyambungkannya lagi.
"Esuna"
______________________________________________
#Info:Menghilangkan semua effect Debuff yang ada pada tubuh player
______________________________________________
Karena serangan yang melekat di tangan kiri Siren adalah elemen api dan tentu saja ada effect burn jadi dengan skill Esuna pun bisa menghilangkannya.
"Bagaimana mungkin! "
"Hehehe"
"Cure V"
_____________________________________________
#Info:Meregenerasikan HP player sebanyak 2.000
_____________________________________________
"Hmm seperti nya sudah nyambung lagi!Kali ini aku akan serius! "
Siren melesat lagi dengan cepat dan melancarkan serangan yang membuat Tiana terkejut.
"Void Slash"
_____________________________________________
#Info:Menebaskan pedang dari atas kebawah dan dapat menghilangkan semua effect buff serta sangat kuat untuk mengalahkan musuh yang menggunakan elemen cahaya.
_____________________________________________
Tiana lalu mencoba mengeblock serangan Siren tapi karena elemen perisainya adalah Cahaya jadi perisai milik Tiana pun pecah.
"Bagaimana mungkin! "
"Effect Extra Skill"
"Tunggu dulu di game ku tidak ada yang namanya Title! Siapa kau sebenarnya! "
__ADS_1
"Kau kira ini game Mechanic Army?"
Mechanic Army adalah salah satu game VRMMORPG yang lumayan populer walaupun tidak sepopuler Light Overon tapi game ini juga banyak memilik peminat.Di game ini para player akan diberi sebuah robot khusus yang hanya bisa dimiliki nya dan juga Skill yang dimiliki nya tergantung robotnya.Dan setiap 2 minggu mereka akan mengadakan sebuah event PvP yang hadiah nya adalah sebuah robot yang langka dan type Zodiak adalah salah satunya.
"Iya!"
"Sayang sekali dugaan mu salah game ini adalah Light Overon"
"Light Overon! Game VRMMORPG yang paling populer itu! "
"Ya"
"Jadi kau bukan Lion yang aku kenal dong! "
"Kan sudah aku bilang! Dasar"
"Baiklah aku percaya sekarang! "
"Form Zodiak:Release"
Armor milik Tiana pun terlepas dan mereka mulai berbincang-bincang.
"Oh ya kau kenapa bisa ada disini Tiana?"
"Sebenarnya aku tadi pergi bersama Lion untuk berjalan-jalan dan tiba-tiba ada sebuah cahaya yang menyelimuti seluruh dunia di game kami dan saat sadarkan diri aku sudah ada disini"
"Hmm apa ini ulah Alex ya? "
"Alex? "
"Alex itu adalah orang yang membuat kami player Light Overon tidak bisa Log Out dari sini dan cara supaya bisa Log Out adalah dengan mengalahkannya! "
"Jadi sekarang aku harus bagaimana? "
"Kau ikut aku aja ke Guild ku! "
"Guild?"
"Itu seperti tempat berkumpulnya team ku! "
"Aku mau sih tapi bagaimana caranya supaya bisa keluar dari sini? "
"Oh iya yah,hahahaha"
Karena Siren bertingkah sedikit bodoh inferno pun berubah wujud dan memukul perutnya.
"Ukh!! "
"Bodoh! Kenapa kau malah tertawa! "
"Habis aku tidak punya cara supaya bisa keluar! Supaya Tiana tetap tenang makanya aku tertawa! "
"Eh dari mana kau datang? "
"Aku Inferno pedang yang tadi dipakai si Bodoh ini! "
"Hehehe"
Karena kebingungan mencari cara untuk keluar mereka pun terpaksa berjalan kembali ketempat Siren turun ke dasar jurang.
"Gelap sekali! "
"Kau takut Tiana? "
"Tidak juga hanya saja aku tidak terbiasa berjalan di tempat gelap! "
"Kalau saja salamander masih ada mungkin saja akan sedikit terang"
"Hehehe maafkan aku Lion tapi salah dia juga mau melindungi mu! "
"Ya tidak apa lah"
Mereka bertiga pun berjalan terus dan tanpa disadari sudah melewati tempat dimana Siren turun tadi.
***
Di Guild Sentinel
Angel sangat gelisah karena Siren tak kunjung kembali dan mulai berjalan mondar-mandir.
"Hey Angel kau kenapa sih? Jangan-jangan kau masih mengkhawatirkan Lion? "
"Tentu saja! Coba kau pikirkan bagaimana kalau Lion benar-benar mati! Kau bisa bayangkan tidak!!!! "
Angel tiba-tiba marah karena Stella mengucapkan hal itu.
"Sudahlah Angel jangan marah! Hey dada besar diamlah jangan membuat Angel semakin khawatir! "
"Terserah lah! Oh ya sekali lagi kau memanggil ku dada besar akan kurobek mulut itu!! "
"Hah! Kau berani!! "
Dan mulai lagi lah perkelahian antara Stella dan Lia.
"Mereka selalu berkelahi ya Kak Jeremy! "
"Ya! "
Jeremy masih saja bersikap dingin dan entah kenapa dia mulai bersifat seperti itu.
Melihat Jeremy yang bersikap dingin Terri lalu mendekatinya.
"Hey Jeremy kau kenapa dari tadi selalu bersikap dingin?"
"Tidak ada! Mungkin itu hanya perasaan mu saja! "
__ADS_1
Terri semakin curiga terhadap Jeremy ketika mendengar ucapan nya.
***
Di Dalam Jurang
"Lion masih jauh ya tempat yang kau katakan tadi? "
"Sudahlah jangan tanya dia!"
"Kenapa? "
"Dia sudah tidak ingat tempat nya"
"Apa benar itu Lion?! "
"Y-ya"
Mendengar itu Inferno pun menyuruh mereka berdua berhenti.
"Dasar! Kenapa aku harus mendapatkan tuan bodoh macam kau"
"Ya sudah kalau kau tidak terima jadi rekan ya pergi lah!! Lagi pula kenapa kau selalu memanggi ku bodoh!! Kau kira aku suka di panggil begitu!! "
Siren tiba-tiba marah dan pergi semakin jauh meninggalkan mereka.
"Lion Tunggu! "
"Jangan kejar aku Tiana! "
Inferno merasa terpukul mendengar ucapan Siren dan merasa bersalah.
*Jadi dia menganggap ku rekan ya! Aku kira dia hanya menganggap ku sebagai peliharaan*
"Yah Lion nya benar-benar pergi! "
"Ini semua salah ku"
Inferno seketika langsung terjatuh dan mulai menangis.
"Ini semua salah ku! Aku padahal cemburu mendengar ucapan nya tentang Salamander itu adalah peliharaan pertamanya padahal aku mengira kalau aku lah peliharaan pertama nya itu tapi ternyata dia menganggap ku sebagai rekan!! "
"Maafkan aku tuan!!! "
Tangisan Inferno semakin kencang karena rasa bersalahnya.
"Sudahlah Inferno mungkin dia akan kembali nanti"
"Aku tidak percaya itu! Mungkin saja dia mencari pedang yang lain!! "
"Haduh! Ya sudahlah mau disusul tidak? "
"Mau!"
"Kalau begitu jangan menangis!"
"Tapi bagaimana kalau tuan semakin marah? "
"Tenang saja! "
"Baiklah"
Inferno pun mulai menahan tangis nya dan mencoba berdiri untuk menyusul Siren.
***
Siren berjalan semakin jauh ke di jurang itu dan tidak sadar kalau jalan yang di jalaninya ternyata malah menurun.
"Dimana sih jalan keluarnya!!!"
Siren masih kesal terhadap Inferno karena selalu menyebutnya bodoh dan mulai berlari dengan cepat.
5 menit berlari akhirnya Siren berhenti ketika melihat sebuah gua di kiri dinding tebing.
Karena penasaran Siren lalu mulai menelusuri gua itu.
"Padahala aku ini sedang tersesat tapi malah masuk kesini! Yah inilah akibat kalau mempunyai penasaran yang berlebihan terhadap sesuatu"
Saat masuk kegua Siren lalu melihat sebuah cahaya muncul dari kejauhan.
"Cahaya! Apa itu jalan keluar? "
Siren lalu berlari mendekati cahaya itu dan ternyata cahaya itu berasal dari api lava yang sangat panas.
"Aku kira jalan keluar ternyata Lava! "
"Eh tunggu dulu apa itu!! "
Siren terkejut melihat sebuah portal berwarna hitam muncul di depan nya.
"Portal hitam! Aku bahkan tidak pernah melihat yang seperti ini!! "
"Kalau mau tau masuk saja!! "
Dengan cepat Siren masuk kedalam portal itu tanpa memikirkan apa yang akan terjadi.
"Wahh panas sekali! Mungkin panas nya 5x lipat lebih panas dibandingkan tadi! "
"Groaaaa"
"Suara apa itu! Seperti suara Naga!! "
"Siapa yang berani masuk ketempat ku!!! "
Seekor naga pun muncul di depan Siren dan membuat nya tiba-tiba gemetar.
__ADS_1
"R-re-red Dragon Nest!!!!!!!!!!! "