Light Overon

Light Overon
CH:65~Berusaha Menerima


__ADS_3

Di Guild Sentinel


Semua anggota sudah mulai berencana menguatkan diri untuk menerima kematian Siren, dan menerima Angel sebagai Guild Master kedua mereka, tentu saja Angel awal nya tidak setuju tapi karena para anggota selalu membujuk mereka Angel dengan terpaksa menerima keputusan mereka.


Sudah 3 hari semenjak Siren meninggal dan juga sudah 1 hari semenjak para Anggota mulai sedikit menerima nya.


***


Dungeon Nest Level 120 Dark Lizardmen


Hari ini para anggota berencana menaikkan level mereka dengan bantuan Stella yang sudah mencapai level 900.


"Hey dada besar hati-hati ya"


"Berisik kau Rata! "


"Hah! Apa maksud mu! Memang apa salah nya kalau dada rata! "


"Kalau kau berkata begitu,lalu apa salah nya dada besar! Jangan-jangan kau cemburu!"


"Hah! "


Seperti biasa Lia dan Stella tidak pernah akur dan selalu saja berkelahi, sedangkan Terri selalu mencoba melindungi Angel untuk menggantikan Siren, Theo selalu luluh ketika melihat sosok Lia yang sedang bertengkar dengan Stella, lalu Jeremy dan Emy semakin akrab saja mereka berdua terlihat seperti sepasang kekasih,para anggota sering berpikir kalau mereka itu kakak adik atau bukan.


"Ayolah Lia! Stella! Bukankah kita ini mau menaikkan level tapi malah berkelahi! "


"Baiklah, baiklah. Aku biarkan kau kali dada besar dan ini hanya gara-gara Angel yang menegur ku,kalau tidak ada Angel pasti sudah aku habisi kau"


"Terserah saja! "


"Nah Stella semangat ya"


Setelah menerima semangat dari Angel, Stella maju menyerang para pasukan anak buah Dark Lizardmen sendirian.


Selesai melewati semua para anak buah, Stella akhirnya bertemu dengan Dark Lizardmen.


"Nah sekarang kau harus mati ya"


"Skill Ultimate: Revolution Balista"


_____________________________________________


#Info:Memanggil busur besar untuk meluncurkan panah ajaib yang kuat yang meledak. Panah tambahan akan dibentuk di dekat panah ajaib untuk menyerang musuh di dekatnya.


_____________________________________________


Panah ajaib milik Stella tepat mengenai Dark Lizardmen dan akhirnya kalah dengan sangat cepat.


Melihat Stella menyelesaikan Dungeon Nest itu dengan cepat mereka lalu mendekatinya dengan senang.


"Kau hebat Stella"


"Hehehe bukan apa-apa kok Angel"


"Tak kusangka kau berguna juga Dada besar"


"Sudahlah jangan mencari masalah,aku lagi senang nih jadi panggil aku Stella saja dulu! "


Lia terdiam mendengar itu karena sudah lama dia tidak mendengar Stella memanggil nya dengan nama asli nya.


[Player Akan Di Teleport Ke Kota]


Semua nya lalu di kirim kembali Ke Guild dengan perasaan senang.


Selesai dengan Dungeon Nest Angel lalu mulai menanyakan kepada mereka tentang Level mereka.

__ADS_1


"Jadi sekarang di antara kalian siapa yang level nya paling rendah? "


Mendengar ucapan Angel semuanya lalu mulai memeriksa Status dan saling melihat-lihat kecuali Stella.


Setelah selesai melihat Status Terri lalu mengangkat tangan nya untuk memberitahukan kalau level nya paling rendah.


"Loh kau jadi yang terendah Terri? Kenapa bisa begitu? "


"Aku juga tidak tau Angel"


"Memang nya level mu sekarang berapa?"


"90"


"Hmm memang nya yang lain berapa? "


Mereka lalu memberitahukan level-level mereka dan ternyata memang benar kalau level Terri lah yang paling rendah padahal dulu level nya tidak jauh dari Lia tapi sekarang malah jadi paling bawah.


"Jadi sekarang aku harus apa?"


"Bagaimana kalai kita ganti saja kapak mu dengan kapak yang ada Effect Bonus Exp?"


Mendengar saran dari Theo yang menyuruh Terri mengganti kapak membuat nya sangat marah dan seketika meninju wajah Theo.


"Ukhhhh"


Theo terjatuh di lantai karena terkena tinjuan Terri yang mengenai wajah nya itu.


Hey! Apa maksud mu! "


"Kau Sialan! Berani-berani nya kau menyuruh aku mengganti kapak ini"


"Memang nya kenapa kau sangat marah hanya karena aku berkata seperti itu!!!! "


Terri terdiam dengan keadaan marah kepada Theo ketika menanyakan hal itu.


"Apa sih yang kau maksud itu?"


"INI ADALAH KAPAK PEMBERIAN DARI TUAN KU LION!!!! DAN HANYA INI BENDA PENINGGALAN NYA PADA KU!!! "


Theo tersentak diam ketika mendengar itu dan mulai berpikir kenapa bisa-bisa nya lupa kalau Siren pernah memberikan benda-benda kepada Anggota nya.


"M-ma-maafkan aku Terri, aku salah, sampai-sampai tidak ingat akan hal itu"


Theo mulai berdiri dan pergi ke kamar nya meninggalkan Terri yang sedang marah dan yang lain nya.


"Sudahlah Terri, aku paham perasaan mu"


"Maafkan aku Jeremy , aku tidak bisa mengkontrol emosi ku"


"Tidak apa aku juga kalau berada di posisi mu pasti akan begitu"


"Iya. Oh ya Jeremy kau juga pernah di beri hadiah oleh Tuan Lion ya? "


"Aku? Aku belum pernah sih hanya saja aku punya sebuah item yang membuat ku bisa mengingat nya"


"Maksud mu itu senjata yang sedang kau pakai itu ya? "


"Ya"


"Kalau kau Stella?"


"Aku belum pernah menerima item apa pun sih tapi aku pernah menerima uang dari orang asli nya"


"Apa! Kau pernah bertemu dengan Tuan Lion!"

__ADS_1


"Loh apa itu aneh ya?"


"Kau di kasih uang! "


"Ya soalnya waktu itu aku pernah membeli habis perangkat game ini tapi saat aku mau pulang aku di cegat oleh beberapa preman lalu Lion datang membantu,dia bahkan bisa tau kalau aku adalah orang yang memborong game nya dan karena dia terlihat sangat ingin membeli nya aku jual deh"


"Hmm kalau Angel? "


"Aku? Aku pernah di beri Darkness Cakram yang di dapatkan nya ketika menyelesaikan Quest dan juga... "


Omongan Angel terhenti dan tiba-tiba wajah nya memerah dan menjadi gugup.


"Dan juga apa? "


"D-dan J-ju-juga a-ak-aku pe-pernah di beri-berikan cin-cincin di ja-jari m-manis ku y-yang di t-ta-tangan k-kiri"


"APA!!!! "


semua anggota yang berada di lantai 1 berteriak secara bersamaan akibat terkejut ketika mendengar ucapan Angel.


"Berarti kau di lamar!!! "


"Y-ya"


Angel semakin menjadi gugup ketika di tanya oleh Lia kalau dia dilamar oleh Siren.


"Lalu masih kau pakai? "


"I-iy-iya"


Kepala Angel sedikit pusing akibat di tanya lagi oleh Lia tentang cincin itu.


"Ah!!! Aku sudah tidak tahan!!!! "


Angel seketika pingsan akibat kegugupan dan sakit kepala nya.


"Loh Angel! Angel! "


Terri menjadi panik karena Angel yang pingsan karena nya.


Semua nya lalu mengangkat Angel yang pingsan ke kamar nya untuk beristirahat.


Terri menyesali perbuatan nya dan pergi ke kota untuk mencari makanan untuk meminta maaf ke Angel.


***


Hutan Kematian


Siren berjalan semakin jauh ke dalam Hutan Kematian karena merasa ada sesuatu yang menggiring nya ke suatu tempat dan akhirnya Siren terhenti di depan Gua yang cukup gelap dan besar.


Siren tersenyum licik ketika hampir mendekati sesuatu yang menggiring nya itu.


"Hehe,seperti nya aku akan secepatnya bertemu dengan nya! "


Siren perlahan masuk ke gua itu dengan sedikit senang.


[Tuan kenapa Anda selalu tersenyum licik seperti itu dari awal masuk ke gua ini? ]


"Hehe kau lihat saja"


Berjalan cukup lama dan akhirnya Siren berhenti ketika melihat Aura kegelapan yang sangat pekat keluar terus menerus dari dinding yang berada di sebelah kiri nya.


Merasakan Aura kegelapan yang begitu kuat dan pekat secara refleks membuat Siren penasaran yang akhirnya membuat Siren memukul dinding itu sampai berlubang tapi ternyata di balik dinding itu ada sebuah ruangan yang sedikit sempit tapi tentu saja bukan hanya ada tanah yang hampa.


"Hahahahahahaha akhirnya aku bertemu dengan mu! "

__ADS_1


[Tuan Inikan! ]


"Ya! Pedang penebas dewa legendaris yang bahkan tidak pernah ada yang bisa mencabutnya : GOD EATER SWORD"


__ADS_2