
***
Pagi hari seperti biasa , disaat yang lain sedang sibuk menjalani aktifitasnya masing - masing , suara deru motor terdengar hilir mudik , suara gelak tawa siswa siswi yang jalan kaki , sekolahnya memang dekat tidak terlalu jauh , mungkin kebahagiaan tersendiri buat anak - anak tersebut pagi hari sambil bercanda olah raga juga hingga sampai ke sekolah dengan jalan kaki...
*di kamar
" Tut . . Tut . . Tut.. "
suara dering HP berbunyi.
" hoammm " Ica yang masih menguap menahan kantuknya , semalam memang dia asik main game.
" siapa sih , pagi pagi ganggu aja " menggerutu kesal , sambil tangannya meraih ponsel yang letak di atas meja.
dilayar ponsel tertera nama " Ani "
" hallo.. apa sih pagi pagi udah ganggu aja lo "
dengan suara agak tinggi.
" pagi apaan gila Lo , Uda siang kali " saut Ani yang ikut kesal.
" emang uda jam berapa sich " tanya Ica
" Lo sih gadang Mulu , ngapain sih ? pasti chatan terus , apa Vidio call Ampe Lo begadang" imbuh Ani dengan rentetan pertanyaan.
" kepo banget Lo pagi pagi udah interogasi gue , pengen tau banget ? enggak usah banyak tanya ya , ada apa telpon gue? " timpal Ica dengan kesal.
" widihh.. sensi amat neng , lagi dapet Lo?
gue mau ajak Lo buat ambil ijazah yang lain juga Uda pada nungguin kita di sekolah " jawab Ani.
" Oya , gue lupa padahal udah janjian kemaren ya , sorry an.. tapi males ah gue dateng , mending lo duluan deh kan lo yang sibuk mau lanjut kuliah , gue sih fix jadi pengangguran sejati " ucap Ica dengan nada sedih
" eh beg*k itu ijazah kali , mau lo kuliah apa kagak ya Lo harus ambil lah Uda capek capek sekolah masak iya gitu aja , pokoknya gue nunggu lo disana , buru gih Lo mandi , byeee " jawab Ani sambil menekan tombol merah.
Ica mengucek matanya dan masih duduk ditepi ranjang , dengan pandangan kosong ke dinding kamarnya .
" ngapain gue sibuk ambil ijazah , kuliah juga kagak , ya Allah . . dari dulu gini gini aja idup gue " gumamnya sendiri.
Ica memang dari keluarga kurang berada , dia hanya tinggal berdua dengan ibunya , Ica anak bungsu dari 4 bersaudara. sementara ayahnya telah lama almarhum sejak ica masih kecil. kakaknya semua sudah berkeluarga , jadi mereka tinggal di rumah masing masing .
" tok.. tok .. " suara ketukan pintu.
" nak... bangun sayang , sudah jam berapa ini " panggil ibu Siti.
" ya Bu , Udah bangun kok " sambil menarik gagang pintu.
" kok muram sekali mukanya nak ? ada apa anak ibu pagi pagi sudah murung begini? " tanya Bu Siti , dan memegang pipi Ica .
__ADS_1
" mimpi buruk aja kok Bu " bohong Ica .
dia memang tidak mau mengatakan apa yang dia rasa , itu hanya akan membuat ibunya sedih , toh hanya kuliah banyak yang sudah kuliah pun belum dapat kerjaan masih kesana kemari cari lowongan kerja , pikir ica untuk menenangkan hatinya sendiri yang lagi galau.
" masak mimpi buruk ? enggak bohongin ibuk kan?
kalo ada apa apa cerita ke ibu ya nak , jangan sungkan apa aja ibu selalu siap mendengarnya " ucap Bu Siti dan mengusap pipi Ica dan mengecup kepala Ica dengan penuh kasih.
" pasti dong Bu , kan Ica cuma punya ibu , kalo bukan ke ibu , mau cerita ke siapa lagi dong " senyum Ica coba menenangkan ibunya
" ya udah mandi gih sayang , bukannya hari ini kamu ambil ijazah kan ? " tanya Bu Siti yang baru ingat , anaknya hari ini ambil ijazah.
" iya Bu , temen temen juga udah pada nunggu di sekolah katanya " jawab Ica
" ya udah mandi sana , siap siap setelah itu kita makan , ibu tunggu di dapur " dan ibu Siti kembali ke dapur .
setelah mandi Ica buru buru ambil pakaiannya di lemari dan memilih pakaian dengar warna yang cerah , secerah pagi ini dengan senyum yang melebar di mulutnya melupakan kesedihan hatinya , Ica memang anak yang ceria dibalik kehidupannya yang terbilang jauh dari kata mapan , dia tidak ambil pusing tentang masalah ekonomi , mau mengadu kepada siapa , mau mengiba kepada siapa , tanpa usaha sendiri sama saja bohong .
" Bu " panggil Ica .
" eh anak ibu udah rapi , sini makan nak udah ibu dinginkan nasi nya " suruh Bu Siti
" makasih Bu " Ica ambil sendok lalu melahapnya dengan tenang
" ini teh hangatnya sayang " tuang Bu Siti dalam gelas. lalu duduk di samping anaknya.
" nanti aja , ibu baru minum obat lambung , kan sebelum makan." jawab Bu Siti senyum
" lambung ibu kambuh lagi ya ? jangan banyak pikiran Bu " Ica menghentikan suapnya.
" enggak kok sayang , salah makan aja mungkin " lalu Bu Siti diam.
Ica pun meneruskan makannya.
" sayang kamu tidak mau kuliah ? telpon abang mu , mungkin dia akan membiayai kamu kuliah " seru ibu Siti pelan.
Ica lagi makan , lalu menghentikan aktifitasnya itu sementara ,
" enggak usah lah Bu , aku juga males kuliah Bu , apalagi harus ngekos tinggalin ibu sendirian , aku enggak mau Bu " alasan Ica
" loh memangnya kenapa , ibu bisa urus ibu sendiri , kan lanjutkan saja mimpimu " pinta ibu Siti
" udah lah Bu enggak usah kita bahas itu lagi , pokoknya Ica mau temenin ibu terus " lalu Ica memeluk ibunya.
" ya udah aku pergi dulu Bu ya , udahan aja makannya udah kenyang " Ica Salim tangan ibunya
" pulang telat dikit tidak apa apa sayang , kan ini hari terakhir kalian ketemu " kata ibu Siti kepada anak kesayangannya itu.
Ica tersenyum bahagia mendengar ibunya membolehkan dia telat pulang.
__ADS_1
" makasih ya Bu " ucap Ica bahagia
* di kantin sekolah
disana telah berkumpul anak kelas 3 A , mereka guyon bareng ketawa bareng , mengingat setelah ini mereka akan melanjutkan kehidupan masing masing diluar sana dan melepaskan status pelajar sekolah.
mereka saling melontarkan pertanyaan , Kalian masuk fakultas mana ? ambil jurusan apa ? BLA BLA . . .
Ica dan teman temannya asik mengobrol dan tidak henti terdengar gelak dan tawa mereka.
dan setelah mereka ambil ijazah bertemu dengan dewan guru , foto bareng sebagai tanda perpisahan , dan lain lain. ada yang langsung pulang , tidak banyak juga yang masih menikmati suasana sekolah yang sebentar lagi akan mereka tinggal dan hanya menjadi kenangan masa putih abu abu.
" eh say kita ke perpus dulu yuk " ajak Rena.
" ngapain ? males ah gue " jawab Ani ketus
" ayo lah.. gue mau balikin buku yg gue pinjam , Lo mau gue dikira maling ? " tanya Rena
" itu sih derita lo serah lo lah " kata Ica ikut komentar
" masa kalian enggak mau temenin gue sih " rengek Rena lagi , dan merangkul kedua sahabatnya itu.
" ya udah iya ayo " jawab Ani yang senang menggoda rena.
setelah tiba di ruang perpustakaan Rena sendiri yang masuk , sementara Ani dan Ica menunggu di luar .
" Lo kenapa enggak mau kuliah ca ? jangan jangan mau nikah lo ya ? hahahaha " Ani memulai pembicaraan dan heboh sendiri.
" boleh tuh ide lo , tapi laki gue harus yang tajir melintir sih gue iya aja " jawab Ica asal
" emang lo serius mau kalo ada ? " tanya ani polos
" lo kira hidup kita seindah cerita fiksi di novel apa ? bos jatuh cinta sama bawahan dan segala macem lainnya " jawab Ica dengan serius
" ya juga ya ca , jadi alesan lo ga kuliah apa dong , lo kan pinter gue jamin lo pasti dapet beasiswa ca " tanya ani lagi , dan mengalihkan pembicaraan konyol tadi.
" enggak tau an.. gue pikir pikir lagi deh " jawab Ica dan coba mengalihkan pembicaraan.
dan Rena baru keluar dari ruang perpustakaan ikut duduk diantara mereka berdua.
" cepat banget kok ren? " tanya Ica
" untung aja enggak ada ibu ima , coba ada bisa diserbu gue Ama pertanyaan dia , soalnya udah telat banget gue balikinnya "
" jadi ? " tanya ani mengerutkan dahinya
" ya gue tarok aja ditempat semula gue ambil , trus gue isi sendiri tuh buka dimeja Bu Ima " jawab Rena cengengesan.
lalu mereka tertawa bareng . Ibu ima yang menjaga perpustakaan memang agak sedikit galak , pantas saja mereka segan. lalu mereka melangkahkan kaki di koridor sekolah menuju taman , tempat dimana mereka biasanya menghabiskan waktu saat istirahat.
__ADS_1