
mereka duduk di bangku taman, masih asik bercengkrama padahal jam istirahat sudah usai, halaman sekolah mulai sepi dan rasanya mereka enggan meninggalkan taman itu.
" say .. gue bakalan rindu banget suasana kek gini , bareng kalian.. " kata Rena dengan wajah sedih .
" iya ren , gue juga ngerasa gitu , gue bakal nemuin sahabat kek kalian enggak ya ? diluar sana ntar . " kata Ani.
" biasa aja kali Lo pada , kita hidup jaman now , bukan masa purba , harus kirim surat trus nyampe sebulan kemudian, kita masih bisa komunikasi kapan aja kali " jawab Ica sok cuek padahal dia yang paling akan merasa kesepian nantinya tanpa dua sahabat nya itu.
" ya tapi beda ca , apalagi lo ditelpon susah banget " kata Ani .
" habisnya kita tiap hari jumpa ngapain lo telpon Mulu , tinggal tunggu jumpa disekolah trus curhat deh, " jawab Ica santai
" keburu basi dong cerita gue nunggu ceritanya harus besok " kata Ani lagi.
" hiks hiks ... gue benci harus bilang sampai jumpa lagi ke kalian " kata Rena yang buat dua sahabatnya terdiam sesaat.
Ica merangkul dua sahabatnya itu " hari terakhir kita bersama kek gini jangan dibuat melow dong guys have fun aja , bukan pertemanan kita yang putus , cuma waktunya aja yang udah beda " jawab Ica panjang lebar , memang diantara teman-temannya dia lebih dewasa dan bijak.
" janji kita akan selalu kek gini sampai nanti kita Udah nikah , punya anak Dan sampai selamanya ? " pinta Ani dengan semangat 45'
dengan serentak mereka bertiga jawab lalu tertawa . hari ini pertemuan mereka yang terakhir Dengan status pelajar , setelah ini mereka akan melanjutkan aktivitasnya masing-masing diluar sana , Rena akan masuk sebuah fakultas kedokteran yang memang cita citanya dari dulu .
sementara Ani akan melanjutkan ke fakultas ekonomi , sebagai bukti berbaktinya dia kepada orangtuanya , karena itu permintaan ayahnya. Ica yang masih linglung dengan keputusannya entah apa yang dia inginkan sebenarnya , Ica sangat sulit ditebak apa yang ada dipikirannya.
temannya cukup tau keadaan Ica , hingga mereka tidak mau menyerang Ica dengan berbagai pertanyaan yang akan buat Ica risih.
kalaupun Ica mau , dia pasti akan cerita sendiri.
" kita makan siang yuk... gue laper nih.. " ajak Ani . " Ayuk.. " jawab Rena dan Ica hampir bersamaan..
lalu mereka pergi menuju tempat yang tepat untuk makan siang , yang tentunya menyediakan makanan favorit mereka.
Dan mereka bertiga berhenti disebuah warung makan yang cukup terkenal akan kelezatan makanannya.
Rena memesan makanan untuk mereka bertiga Dan menyantap makanan tersebut dengan lahapnya .
selesai makan ,
" kita langsung pulang nih!? " tanya ani
" yahhh.. enggak seru dong.. " jawab Ica , yang baru menyelesaikan makannya.
" siapa bilang kita pulang , kita jalan jalan dulu dong " jawab Rena bersemangat. yang baru saja ngelap mulutnya pakai tissue .
merekapun meninggalkan warung makan tersebut , dan melanjutkan perjalanan kembali dengan motor matic mereka , menghabiskan waktu bersama sampai sore ,
dan serasa enggan untuk berpisah walau hanya sekejap. meskipun masih tetap bisa berkomunikasi tentunya.
" kita pisah disini ya say " kata Ica sambil merogoh tasnya mengambil kunci motor.
" kamu hati hati ya ca , kalo ada apa apa cerita ke kita , jangan sungkan buat telpon kita " pinta Rena dengan sungguh .
" lo doain gue kenapa-kenapa nih ceritanya " jawab Ica sambil tersenyum bahagia menggoda temannya itu
__ADS_1
" bukan gitu , soalnya lo paling susah buat cerita , apalagi ntar kita Udah berjauhan kan ? " tanya ani.
" Yaya. sahabat gue yang bawel.. " jawab Ica
mereka pelukan dan cipika-cipiki lalu merekapun berpisah , karena letak rumah berlawanan arah. Rena dan Ani mereka berdua berboncengan , Rena tidak bawa motor sendiri , karena tadi pagi Ani yang jemput. merekapun pulang dan melambaikan tangan kepada Ica . Ica masih berdiri melihat punggung kedua sahabatnya itu sampai hilang dari pandangannya. lalu menghela nafas dengan datar .
Ica melaju dengan motor matic tua kesayangannya itu pemberian abangnya buat tranportasi dia ke sekolah . semenjak 3 tahun yang lalu . namun motor tersebut masih bagus karena Ica merawat dengan baik.
* ke esokan harinya .
Bu Siti dan Ica sedang asik sarapan di dapur mereka yang sederhana itu , diluar rumah terdengar suara klakson motor .
" siapa Bu pagi pagi Udah bertamu ? " tanya Ica Pada Bu Siti .
Bu Siti menggeleng kepala " tidak tau sayang"
" biar aku yang bukain pintunya Bu " Ica melangkah ke pintu depan.
" cicik.... " panggil zura keponakan Ica yang gemes itu. berlari memeluk Ica.. dengan sigapnya Ica mengangkat tubuh zura lalu menggendongnya.
" tumben sayang kamu pulang rumah nenek pagi pagi ? " tanya Ica yang tak henti hentinya mengecup pipi tirus zura , dia memang sangat kurus badannya kecil sekali. padahal dia sudah menginjak usia 8 tahun.
" kan ini Minggu cicik , zura kan libur sekolah " jawab zura dengan logat yang bikin gemes..
mbak Rozah yang baru turun dari motornya ,
" ibu mana ca ? " tanya rozah
Ica dan zura ikut masuk ke dapur.
" nek... " panggil zura
" eh cucu Nenek rupanya yang datang " jawab Bu Siti dengan wajah sumringah.
" mbak mari makan ? " ajak Ica yang belum menyelesaikan makannya yang tadi sempat terhenti.
" lanjut ca , mbak udah makan tadi di rumah " jawab Rozah .
" masmu mana zah ? " tanya ibu
" belum bangun tadi waktu aku berangkat kemari Bu , " jawab Rozah
" kamu makan nak , tadi belum sempat sarapan di rumah " tanya Rozah pada zura.
dan zura hanya menggeleng.
selesai makan , zura tidak henti hentinya berceloteh Dengan neneknya di dapur , kadang Bu Siti bingung menangapi cucunya itu. Bu Siti sedang mencuci piring , zura asik cerita masalah temanya yang usil , yang suka mengganggu nya.
Ica dan Rozah duduk di ruang tengah.
" kamu enggak kemana mana ca ? cari kerjaan gitu .." tanya Rozah memulai pembicaraan
" bingung mbak.. " jawab Ica
__ADS_1
" kenapa bingung , kan itung-itung nambah pengetahuan , nambah pengalaman juga jangan mikir gaji dulu " bujuk Rozah
" ntar aku cari lowongan kerja dulu di Instagram mbak " Jawab Ica
" enggak usah , kalau kamu mau mbak punya teman yang lagi butuh karyawan di toko baju dia " kata Rozah
Ica mengangguk setuju " boleh mbak "
" gitu dong kamu yang semangat , ntar mbak minta ke teman mbak jangan kasih kerjaan yang berat ke kamu " kata Rozah dengan senang.
sebenarnya tujuan dia kemari untuk itu , di telpon rasanya tidak enak , makanya langsung samperin ke rumah. sekalian bawa zura nengokin Neneknya .
* malamnya dikamar Ica.
Ica yang duduk dengan menyandarkan tubuh di atas tempat tidurnya , dan tangannya asik memainkan handphone seperti biasa main game kesukaannya .
" Ting.. " bunyi chat WhatsApp masuk.
Ica membuka aplikasi WhatsApp tersebut.
ternyata Rudi , pacar Ica yang posesif. selama ini Ica Gonta ganti pacar , baru dengan Rudi yang bertahan selama ini..
( sayang , kemana aja sih seharian ga ada kabar. )
Ica hanya membaca lalu melanjutkan permainannya lagi.
Rudi yang nampaknya kesal hanya di R doang pesannya oleh Ica , akhirnya chat lagi.
( sayang , kalo kamu enggak balas aku telpon ni ya.. ) ancam Rudi , soalnya dia tau kekasihnya itu paling tidak suka di telpon , dia lebih suka chatting.
Ica yang kesal raut wajahnya setelah membaca pesan itu , melemparkan handphonenya ke samping.
" Tut... Tut... " dering handphone Ica
" bener bener ya Rudi , nggak tau apa aku lagi ga mood " gumam Ica kesal , tangannya meraih handphone.
" hallo... " bentak Ica kasar , tanpa melihat layar handphonenya.
" berantem sama siapa kamu , mbak pun kamu bentak " tanya rozah dibalik telepon.
" ehh. . maaf mbak , aku kira tadi temanku , dari tadi dia ganggu soalnya. " jawab Ica gelagapan.
" udah mbak telpon teman mbak , besok kamu langsung disuruh masuk kerja ya.. " kata Rozah
" langsung besok mbak ? , aku belum siap mbak , lusa aja gimana? " pinta Ica
" enggak bisa lah , malu mbak sama teman mbak , masa kamu gitu main batalin aja sesukamu , pokoknya besok kamu masuk kerja jam 09 : 00 kamu udah harus disana " jawab Rozah tegas.
" ya udah deh mbak " jawab Ica mengalah.
mereka menyudahi panggilan tersebut. Ica tau betul mbaknya itu paling tidak suka mengulang perkataan yang sama berulang kali . dan akhirnya Ica hanya bisa pasrah dengan keputusan kakaknya itu.toh juga kakaknya mau yang terbaik untuk dia .
( sayang , nomer kamu sibuk , asik telponan sama siapa sih ? ) bunyi pesan Rudi yang mulai kambuh posesifnya itu. jika Ica benar benar mendiamkan pesan tersebut , bisa jadi Rudi yang agak sedikit gila itu datang kerumahnya seperti kejadian 2 bulan yang lalu.
__ADS_1