Lika Liku Kehidupan

Lika Liku Kehidupan
Hari Pertama


__ADS_3

* flashback


di SMA PERTIWI ada pertandingan bola voli antar kelas yang sudah berlangsung sejak seminggu yang lalu, hari ini jadwal kelas 3 A versus kelas lainnya. Ica dan teman-teman sedang bersiap-siap diruang ganti terlihat mereka begitu bersemangat mengingat seminggu ini jadwal latihan mereka padat , mempersiapkan untuk pertandingan hari ini.


di lapangan sudah berlangsung acara pembukaan terlihat begitu meriah sorak Sorai para penonton yang membuat acara semakin menarik dan sayang untuk dilewatkan.


" anak-anak apa kalian sudah siap ? " tanya guru olahraga yang tak lain adalah pak Samsuardi yang dari tadi di lapangan mengikuti acara pembukaan.


" sudah pak ... " jawab mereka serentak.


" mari kita segera kelapangan , acara pembukaan sudah selesai sebentar lagi pertandingan akan segera dimulai " ajak pak Sam .


sesaat kemudian pertandinganpun dimulai dengan skor awal seri , pertandingan begitu sengit kedua Tim begitu hebat , sorak Sorai para penggemar menambah semangat para pemainnya , yang menang hari ini akan lolos ke semifinal , peluh membasahi tubuh mereka menyudahi permainan dengan kemenangan itulah yang mereka inginkan.


pertandingan telah usai Ica dan teman-teman lolos ke semifinal dengan skor menang tipis. senyum bahagia terlihat di wajah mereka rasa puas atas latihan selama ini yang mereka harapkan tercapai juga.


setelah ganti baju Ica langsung pulang , Ica merasa lelah dan ingin istirahat di rumah .


sementara temannya yang lain sedang sibuk mau lanjut nonton bareng pertandingan selanjutnya.


* Rudi yang dari tadi menghubungi Ica tidak diangkat karena handphone ica mode diam. wajahnya begitu kesal pacarnya selalu bersikap acuh tak acuh sudah seminggu ini hanya membalas pesan singkat setiap mereka chatting , Rudi begitu geram.


" gue harus samperin kerumahnya , mungkin Ica sakit atau kenapa-napa " khawatir menyelimuti reja.


setibanya di rumah Ica nampak Bu Siti sedang membersihkan halaman depan dan menyiram tanaman .


" assalamu'alaikum Bu " sapa Rudi sopan dengan memberi salam dan mencium punggung tangan Bu Siti .


" wa'alaikum salam nak Rudi , ada perlu apa ? Ica sedang tidak di rumah " tanya Bu Siti pada Rudi , dan mempersilahkan duduk di teras.


" ica pergi kemana Bu? " tanya Rudi membulatkan matanya.


" loh. . kan sekolah ini bukan hari libur Rudi .. " jelas Bu Siti tersenyum ramah.


" oh iya Bu maaf , aku kirain... " jawab Rudi menggantung dengan senyum malu-malu.


" bentar ibu buatkan minum dulu " Bu Siti berdiri


" gak usah Bu , gak perlu repot-repot " jawab Rudi menghentikan langkah Bu Siti


motor matic milik Ica memasuki pekarangan rumah dan pandangannya langsung mengarah kepada pria yang duduk di teras rumahnya dengan pandangan tidak suka dan mata membulat lalu turun dari motornya.


melihat kondisi tersebut , Bu Siti langsung pamit masuk kedalam.


" kamu ngapain sih kesini ? " tanya Ica menaikkan kedua alisnya.


cara bicara Ica memang selama ini disesuaikan dengan siapa dia berinteraksi.


" aku samperin kamu sayang , aku telpon ga diangkat aku Chat ga kamu balas aku khawatir kamu kenapa-napa " jelas rudi pelan dengan penuh perhatian. Ica paling tidak suka membawa pacar kerumahnya dan reja tau itu .


" memang aku kenapa ? " tanya Ica tidak mengerti pemikiran Rudi . " aku sibuk makanya gak bales chat kamu aku baik-baik aja " jawab Ica dan membuang pandangannya ke samping.


" kalo sibuk kan Kamu bisa bilang , gak perlu cuekin aku gini ... kamu selalu bersikap seperti ini , sebenarnya hubungan kita kamu anggap apa sih? " menatap wajah Ica dalam.

__ADS_1


" gak usah lebay lah rud .. gak usah terlalu kekanakan gitu ... " jawab Ica membulatkan matanya ke Rudi dan meninggikan suaranya.


" ini terakhir kalinya kamu kesini tanpa izin dari aku , aku gak suka ya rud . . kamu tau sendiri gimana pandangan orang , kita tinggal di kampung rud bukan kota " sambung Ica lagi.


" aku minta maaf sayang , aku cuma mau kamu kasih kabar hanya itu aja " kata Rudi dengan wajah memelas. " aku cinta kamu ca , hargai itu... " menatap mata Ica dalam.


Ica mengangkat wajahnya tatapan mereka beradu. " ya ntar aku kabarin kamu kalo ada apa-apa , mending sekarang kamu pulang sana " jawab Ica lalu buang muka.


" kamu usir aku ? " tanya rudi ..


" tawarin minum kek , ini malah ngusir " sambung Rudi


" aku gak undang kamu , kamunya datang sendiri " jawab Ica senyum


" ayo pulannggg... " pinta Ica dengan suara ditahan Dan mengatupkan bibirnya.


Rudi bangun dan mengacak-acak rambut Ica gemas melihat tingkah Ica seperti itu.


" kamu manis kalo lagi bawel kek gini " mencubit pipi Ica gemas.


" udah pulang sanaaa... " Ica mendorong pelan punggung Rudi ke motornya.


Rudi memasang helm dikepalanya lalu naik motor dan matanya tidak berhenti menatap ica.


" kenapa masih diemm... atau aku ambilin minum , kamu beneran haus ? tunggu sini " Ica membalikkan badannya dan Rudi menarik pelan tangan Ica.


" enggak usah sayang , aku pulang aja mastiin kamu baik-baik aja Udah senang banget akunya.. " jawab Rudi manis.


" hati-hati.... " ucap Ica singkat dan melambaikan tangannya.


* flashback off


mengingat kejadian dua bulan yang lalu itu , buat Ica senyum-senyum sendiri , Rudi memang posesif tapi dia baik.


( mbak Rozah telpon , aku ngantuk aku mau tidur dulu , kamu juga jangan begadang , jangan ganggu aku , kalo kamu masih ganggu dan chat terus aku marah ) ancam Ica membalas chat Rudi , dan tersenyum puas yang selalu berhasil buat Rudi tidak bisa berkutik.


pagi harinya Ica sedang siap-siap dikamar dan Bu Siti sibuk di dapur . hari ini Ica masuk kerja setelah beberapa bulan yang lalu setelah pengambilan ijazah Ica Hanya menganggur saja di rumah. melihat kondisi tersebut kakaknya Rozah inisiatif mencari pekerjaan untuk adiknya ini.


selesai berpakaian rapi Ica keluar kamar menuju dapur untuk sarapan pagi .


dimeja makan hening yang terdengar hanya bunyi sendok , Ica makan dengan lahap nasi goreng buatan ibunya soal rasa jangan ditanya , maknyusss...


selesai makan Ica memanaskan mesin motornya , mencium punggung tangan Bu Siti lalu berpamitan untuk berangkat kerja.


" hati-hati ya nak.. baik-baik kerjanya , harus ramah dengan pelanggan dan juga sopan sama bossmu " nasehat Bu Siti.


" iya Bu , aku pergi dulu ya , assalamu'alaikum " pamit ica


Ica pun berlalu dengan motor matic kesayangannya menuju alamat yang dikirim kakaknya kemarin di WhatsApp.


perjalanannya tidak jauh hanya sekitar tiga puluh menitan.


Ica berhenti didepan bangunan lantai tiga

__ADS_1


toko baju pria wanita dan juga anak-anak.


tokonya lumayan besar dan ramai , pengunjungnya banyak sepertinya menyenangkan setiap hari bertemu dengan orang beda-beda dengan tingkah laku macam-macam pikir Ica dalam hati.


Ica masuk dengan langkah pelan .


seorang pria berusia 35 tahun-an sedang menunggu Ica , melihat Ica masuk langsung menghampirinya .


" Nurul kamisha .. " panggil pria tersebut.


" iya pak ... " Ica melangkah menuju arah pria yang memanggil namanya.


" ayo ikut saya " ajak pak Bondan yang belakangan ini Ica baru mengetahui nama bosnya itu.


Ica mengikuti langkah pak Bondan keruangan yang terletak di lantai tiga dengan eskalator.


tiba dilantai tiga, Ica menatap keluar jendela nampak lalu lalang kendaraan yang melintas , letak bangunan ini memang sangat strategis dekat dengan pusat perbelanjaan letak toko berjejer di sepanjang jalan.


" duduk.. " pak Bondan mempersilahkan dan menunjukkan kursi kepada Ica.


Ica hanya mengangguk dan tersenyum ramah.


" Rozalina. mbakmu sudah bercerita banyak tentang kamu " ucap Bondan memulai pembicaraan


" kamu tidak saya suruh kerja berat kok tenang saja.. " senyum Bondan ramah mencairkan suasana , melihat Ica yang begitu tegang.


" kamu hanya perlu senyum ramah kepada pelanggan kita dan menunjukkan apa yang mereka inginkan " jelas Bondan panjang lebar .


dari tadi Ica hanya mengangguk dan mendengarkan apa yang Bondan katakan..


" diri terus dong saya pak ? " celetuk Ica tiba-tiba keceplosan dan buru-buru menutup mulut dengan tangannya.


" upss... maaf pak . . " Ica menunduk malu karena ketidak sopanannya.


" tidak apa-apa " jawab Bondan tersenyum


" boleh duduk kok , kamu hanya melayani pembelian saja , bagian pembayaran sama yang lain lagi nanti saya kenalkan " jelas Bondan kepada Ica.


" bagian angkat barang masuk saya punya karyawan pria , tidak saya suruh kamu kok " sambung Bondan lagi.


" baik pak ... saya mengerti " Ica mengangguk


" ada pertanyaan atau permintaan ? kalau tidak mari saya kenalkan dengan karyawan lainnya " tanya Bondan.


" ada pak... " jawab ica menggantungkan kalimatnya.


" saya mau bapak tempatkan bagian baju wanita atau anak-anak saja pak " sambung ica polos.


Bondan tertawa kecil , mendengar permintaan Ica , " boleh.. mari saya kenalkan dengan yang lain." ajak Bondan lalu berdiri dan Ica mengekor dibelakang..


Ica paling malas berhadapan dengan pria , Ica paling tidak bisa ramah dengan yang namanya pria , dengan pacarnya saja ica judesnya minta Ampun bisa dibayangkan dengan orang yang sama sekali belum pernah kenal dan bertemu.


begitulah Ica.

__ADS_1


__ADS_2