
***
Sebulan telah berlalu Ica bekerja di toko Bondan, semuanya baik-baik saja waktu berlalu begitu cepat . Ica bekerja dengan Riska, Ica melayani pembelian sementara Riska bagian pembayaran. Mereka berdua saling akrab sekarang , makan siang bareng pulang bareng semua mereka lakukan bersama.
Hari ini Ica terlambat , Ica yang baru tiba langsung memarkir motornya. Dengan terburu-buru dan sedikit berlari masuk ke toko Bondan.
Bondan yang baru turun dari mobilnya melihat Ica terburu-buru begitu , mengerutkan dahinya.
" Pagi ca, " sapa Bondan .
" Pagi Pak , " jawab Ica menundukkan kepalanya , " mati gue ... " gumam Ica dalam hati.
" kamu kenapa buru-buru sekali ada apa ? " tanya Bondan.
" Maaf Pak saya terlambat , " ucap Ica pelan.
" Oh.. Tidak apa-apa , saya kirain kamu kenapa , " jawab Bondan , " ayo kita masuk , " ajak Bondan lagi.
" Mari pak , " Ica mengelus dadanya " amannn..." gumamnya lirih.
Riska yang lebih awal tiba sedang duduk manis menunggu Ica datang , ditangannya segelas kopi dan sesekali menyeruputnya dengan santai. Ica datang dengan nafas terengah-engah menghampiri Riska .
Riska menatap tajam kearah Ica. " Lo dikejar setan ? " tanya Riska
" Iya lo setannya , " jawab Ica memonyongkan bibirnya ke arah Riska.
" Enak aja lo , kenapa sih gue kepo " tanya Riska
" Gue telat , di depan berpapasan sama pak Bondan lagi " ungkap Ica
" Terus lo kena siraman rohani gak ? " ledek Riska menyunggingkan senyumnya.
" untungnya sih gak , Alhamdulillah " sahut Ica
" Yah .. gak seru ah pak Bondan " ledek Riska lagi.
" resek lo berharap banget gue dimarahin " seru Ica nunjukin jari telunjuknya kearah Riska yang tersenyum lebar menampakkan gigi putihnya.
pria yang sedang mereka bicarakan tiba di hadapan mereka , sontak membuat dua gadis itu terperanjat . Riska membulatkan matanya kearah Ica.
" Pak Bondan dengar gak ya ? " tanya Riska berbisik pada Ica .
" Nanti siang kalian berdua ke ruangan saya ya ? " pinta Bondan. Lalu Bondan kembali ke ruangannya .
" Baik Pak , " sahut kedua gadis itu.
*
Jam makan siang Aprilia dan teman-teman nya yang lain sedang makan siang , kecuali Riska dan Ica , semenjak Ica masuk Riska tidak pernah gabung lagi bersama mereka. Pasalnya mulut Aprilia yang setajam silet itu setiap kata-kata yang diucapkannya selalu membuat Riska tersakiti.
" Tadi pagi lo pada liat tuh cewek dateng terlambat gak ? " cetus Aprilia tidak suka, mengarahkan pandangan ke depan , disana ada Ica dan Riska
" Gak , emangnya kenapa? " tanya Dewi
" pak Bondan tau gak , mampus dimarahin habis-habisan , kan ? " tanya Feni
__ADS_1
" Ya kayak gue kemaren , kesal banget gue untung aja cari kerjaan susah coba gak , udah cabut gue dari sini " tukas Rara
" Boro-boro dimarahin guys yang ada tuh cewek diajak masuk dan nada bicara pak Bondan Ramah banget , gak kek ngomong sama kita , " ungkap Aprilia . membuat teman-temannya kaget.
" Demi apa? " teriak Dewi tanpa sengaja keluar begitu saja dari mulutnya.
" Seriusan lo pril? " tanya Feni tak percaya.
" Sumpah , ngapain gue bohong sama kalian ," tegas Aprilia .
" Gak nyangka gue , kok bisa ya pak Bondan gitu sama Ica ? " tanya Dewi
" Eu eum.. pak Bondan kan galak banget ," sela Feni
" Gak heran sih , orang pak Bondan mantannya kakak Ica ," ucap Rara santai . sontak semua mata yang lagi asik makan mengarah kepadanya.
Aprilia membulatkan matanya , " pantesan aja ya baik bener pak Bondan , dari awal dia masuk gue perhatiin udah pilih kasih aja , rupanya... " Aprilia menggantungkan kalimatnya.
" Tau dari mana lo ? " tanya Dewi
" kakak gue satu kelas waktu SMA sama mereka , " sahut Rara santai " tapi mereka ga Deket sama kakak gue ."
" mereka siapa maksud lo, setau gue kakak lo masih muda deh , gak seumuran sama pak Bondan, " tanya Feni penasaran .
" kakak Ica sama istrinya pak Bondan, " sahut Rara " mereka sahabatan ." jelas Rara lagi.
" What's ? " tanya Aprilia terkejut
" kok bisa pacaran sama si A nikahnya sama si B ? " tanya Dewi bingung dan menggaruk alisnya yang tidak gatal.
" Iya Ra , gimana ceritanya ? " sela Feni.
jawaban Rara membuat sahabatnya kecewa , mereka berharap bisa tau semua tentang pak Bondan. Berita ini menarik sekali , lebih menarik daripada acara infotainment.
" Mimpi apa gue semalam , siang-siang bolong gini dapat informasi semenarik ini " gumam Aprilia dalam hati.
" Duluan ya guys , gue mau keruangan pak Bondan dulu, " pamit Dewi .
" jangan lupa traktir makan kita ya ?" pinta Feni , " gue udah kemaren , kan ? " sambung Feni lagi. Dewi mengangguk sambil tersenyum.
Hari ini mereka gajian, di dalam ruangan pak Bondan, sudah ada Ica dan Riska selesai makan siang mereka langsung ke ruangan pak Bondan seperti permintaannya tadi pagi. Sesaat kemudian datang Dewi .
" tok... tok... " suara ketukan pintu.
" masuk ," sahut Pak Bondan di dalam.
Dewi masuk dan duduk di sofa berhadapan dengan Ica dan Riska.
sementara Aprilia dan dua temannya sudah mulai bekerja lagi, jam makan siang sudah selesai. Sore nanti giliran mereka bertiga yang masuk keruang pak Bondan , sengaja Bondan mengatur waktu berbeda supaya tidak menggangu jam kerja.
" Riska , ini gaji kamu bulan ini coba kamu hitung , " pinta Pak Bondan mendorong sebuah amplop kepada Riska .
Riska membuka dan menghitungnya . " terimakasih Pak , " ucap Riska tersenyum. pak Bondan mengangguk. Lalu Riska permisi keluar.
" Ica ini gaji pertama kamu , semoga kamu puas dan ini bonus untuk kamu ," Bondan menyodorkan dua amplop kepada Ica sekaligus.
__ADS_1
Mata Ica membulat , lalu meraih amplop itu dan menghitungnya " kenapa banyak banget Pak ? " tanya Ica .
Bukan hanya Ica yang kaget Dewi yang duduk di sampingnya dari tadi ikut menghitung juga terkejut, mengingat bonus pertamanya dulu tidak sebanding dengan jumlah yang Pak Bondan berikan untuk Ica .
" Tidak banyak , memang itu hak kamu. Banyak langganan saya suka dengan pelayanan kamu yang ramah , meski kadang sudah lihat ini itu tapi tidak jadi beli kamu tetap ramah " jelas pak Bondan .
" Itu memang udah kewajiban saya sebagai karyawan Pak , Bapak tidak perlu memberikan sebanyak ini, " Ica menyodorkan amplop kembali kepada Pak Bondan.
Dewi yang dari tadi diam saja hanya melihat dan mendengar, kesal sekali kepada Ica kalau itu dirinya pasti sudah langsung diambil tuh duit " Bodoh banget sih, sok gak butuh, jaman sekarang siapa sih yang gak butuh uang " gumam Dewi dalam hati dengan pandangan tidak suka kepada Ica .
" Sudah ambil saja , saya paksa loh ini , " kata Pak Bondan .
" Tapi Pak.. " jawab Ica
" Tidak ada tapi tapian , " potong Pak Bondan .
" Terimakasih banyak Pak, saya permisi kembali bekerja , " ucap Ica dengan menganggukkan kepalanya tanda hormat
Pak Bondan memberikan gaji Dewi dan Dewi menghitungnya kemudian pamit kembali bekerja setelah selesai menghitungnya.
Melihat Dewi datang Feni penasaran kenapa wajah Dewi ditekuk.
" lo ga dipecat , kan ? " tanya Feni
" lo sumpahin gue dipecat ? " tanya Dewi balik dengan kesal.
" Habisnya muka lo gak enak banget dilihat , kenapa sih ? " Feni penasaran.
" Gue gak kenapa-napa , " Jawab Dewi .
" Jangan bohong ," sergah Feni geram sahabatnya tidak mau bercerita.
" Kenapa jadi lo yang nyolot ? " tanya Dewi
" Bukan cuma nyolot , kalo lo gak cerita bentar lagi gue cekek lo , " balas Feni
" ih.... kok gue gak takut ya ? " memeletkan lidahnya ke Feni .
" Buru cerita , mumpung lagi ga rame nih ," pinta Feni gemas .
" Iya ah bawel , gue lihat pak Bondan ngasih bonus buat Ica banyak banget hampir setengah dari gaji kita , " cerita Dewi .
Feni membulatkan matanya . " sebanyak itu?"
" Eu eum.. gila kan ? " tanya Dewi
" Gak bisa gue bayangin gimana ekspresi Aprilia tau ini, " sahut Feni tersenyum.
" Gue aja syok , apalagi Prili yang gak suka banget sama Ica ," jawab Dewi .
" Gue heran sama Prili dia kek punya dendam gitu sama Ica lo mikir sama kek gue gak ? " tanya Feni
" Kalau dipikir-pikir iya juga , kenapa harus berlebihan gitu bencinya , kita kenal Ica juga baru disini , kan ? " tanya Dewi lagi.
Pembicaraan merekapun terputus karena ada pembeli yang datang. Feni pun buru-buru melayani pembeli dengan senyum ramahnya.
__ADS_1
**
jangan lupa like ya guys....