Lika Liku Kehidupan

Lika Liku Kehidupan
Ternyata....


__ADS_3

" selama ini lo juga kepikiran sama tentang gue kan ? " tanya Ica


" gak kok ca , dari awal gue udah yakin lo gak tau apa-apa soal Kakak lo , lagian udah hampir 10 tahun yang lalu juga kan ? " tanya Riska.


" kok lo tau ? " tanya Ica menyipitkan matanya.


" Feni ceritain ke gue , lo jangan salah paham , mereka sebenarnya baik kok , kecuali Prili ya... " jawab Riska menegaskan nama Prili .


" ya baiknya sama lo bukan gue " jawab Ica memalingkan wajahnya.


" gue serius ca ... mereka cuma jaga perasaan Prili aja , mereka udah temenan sejak SMA dulu " jelas Riska .


" tapi soal bonus-bonus mereka nyinyir juga kan ? " tanya Ica ketus.


" gue udah cerita ke mereka , emang kinerja lo bagus bukan Pak Bondan gak adil , " ujar Riska.


Ica menatap wajah Riska tampak kejujuran di matanya , tidak ada kebohongan dan kepura-puraan.


Ica memeluk Riska , ia meminta maaf karena telah salah paham dengannya.


* *


Ica sudah siap-siap dengan wajahnya yang cantik dengan sedikit riasan , ia keluar kamar dengan malu-malu sesekali menarik bajunya.


" kenapa ? " tanya Bu Siti.


" gak pede Bu " jawab Ica.


" kenapa , cantik gini kok anak Ibu pasti Rudi pangling. " puji Bu Siti.


diluar terdengar suara motor Rudi , Ica segera keluar menemuinya .


" ayo pamit dulu sama Ibu " pinta Ica


Rudi masuk untuk berpamitan pada Bu Siti ia berpesan jangan pulang terlalu larut .


lalu mereka pun berangkat , semenjak Ica bekerja di tempat Bondan baru tiga kali mereka jalan bersama, Rudi selalu mengeluh dengan kondisi tersebut.


mereka menuju sebuah restoran tempatnya sedikit jauh dari rumah Ica .


" kamu cantik malam ini , " puji Rudi.


" makasih rud.. " jawab Ica malu-malu.

__ADS_1


" pegangan dong sayang ntar kamu jatuh , " pinta Rudi . Ica pun melingkarkan kedua tangannya di pinggang Rudi .


mereka tiba di sebuah restoran romantis disana telah ada pelayan yang menjemput mereka di depan mempersilahkan mereka masuk ke meja yang telah di persiapkan Rudi , siap dengan hidangan di atasnya serta kue ulang tahun untuk pacar tercintanya itu.


Ica menutup mulutnya dengan tangan, " sayang kan aku besok ulang tahunnya. " ucap Ica memeluk lengan Rudi .


Rudi menarik kursi mempersilahkan Ica duduk , " silahkan tuan putri , " pinta Rudi.


" makasih sayang , " ucap Ica .


" aku tau kamu ultahnya besok , tapi aku sengaja mempersiapkannya sekarang , besok kan kamu kerja . " jelas Rudi.


" makasih sayang , " cuma kata itu yang mampu mewakili perasaan Ica sekarang.


" make a wish dulu dong sayang baru kamu tiup lilinnya." pinta Rudi


Ica memejamkan matanya " Ya Tuhan dekatkan aku dengannya bila ia yang Engkau tunjukkan untukku , " pinta Ica dalam hati.


lalu Ica meniup lilinnya. Ica memotong kuenya menyuapkan sesendok untuk Rudi .


Rudi menyuruh pelayan membagikan kue tersebut hingga habis. lalu mereka melanjutkan dinner romantis itu.


Rudi mengajak Ica berkeliling kota sebentar sebelum mengantarnya pulang , Rudi menghentikan motornya di depan sebuah toko boneka.


" kamu pilih yang kamu suka ya ? " pinta Rudi menarik tangan Ica masuk .


" sayang makasih untuk malam ini ya.. aku bahagia banget " Ica memeluk tubuh Rudi .


" sama-sama sayang , " ucap Rudi.


Tangan Rudi menyentuh dagu Ica lalu mengecup bibirnya dengan lembut dan halus Ica menyambutnya dan membalas kecupan mesra itu Ica memejamkan mata dan melingkarkan tangannya di leher Rudi.


Rudi membisikkan kata-kata di telinga Ica " i love you honey ,"


" love you more honey , " balas Ica .


lalu mereka melepaskan pelukannya. Rudi pamit pulang dengan mengecup mesra kening Ica , Ica menatap punggung Rudi hingga hilang dari pandangannya .


*


sebulan ini Monica selalu mengekor dibelakang Bondan dan selalu bersikap manja meskipun didepan karyawan dan pengunjung yang sedang belanja.


" sayang kamu besok jangan ikut ya ? " pinta Bondan .

__ADS_1


" kamu kenapa sih Mas , gak suka aku ikut kamu kerja ? " tanya Monica kesal .


" bukan gak suka , besok aku keluar kota mengecek kondisi toko kita disana sayang , " bujuk Bondan mengelus rambut istrinya.


" terserah kamu , " Jawab Monica.


" bukan apa-apa sayang aku khawatir dengan janin yang ada di perut kamu , " Bondan mengelus perut Monica yang tengah hamil muda.


" ini juga bukan mau aku mas , sejak kapan aku pernah ikut kamu kerja ? " tanya Monica


Bondan kehabisan kata-kata , sejak Monica hamil ia begitu manja , kemana-mana harus ditemani suaminya itu , ini merupakan kehamilan pertama Monica setelah mereka menjalani perawatan untuk mempunyai momongan .


setelah sekian lama menunggu hampir delapan tahun lamanya , kini Monica mengandung buah hati Bondan. ia begitu bahagia saat pertama kali mengetahui istrinya hamil.


selama ini Bondan begitu dingin dengan Monica tapi begitu mengetahui Monica hamil ia begitu memperhatikan istrinya itu .


yang buat Bondan khawatir Monica tidak mau ke rumah sakit untuk memeriksa kandungannya , ia selalu menolak setiap kali di ajak ke rumah sakit.


" kalo kamu mau ke rumah sakit aku bolehin kamu ikut aku keluar kota . " kata Bondan.


" ya udah deh Mas aja yang pergi ya.. aku istirahat aja dirumah. " ucap Monica .


Lagi-lagi Bondan gagal mengajak istrinya ke dokter. bukan apa-apa Bondan hanya ingin tau bahwa istri dan Anaknya baik-baik saja.


" aku harus cari cara biar Monica mau ke dokter , " gumam Bondan.


*


Ica selalu penasaran setiap kali melihat Bondan dan istrinya , ia merasa Bondan tidak mencintai Monica ia begitu yakin dengan pikirannya .


" kenapa lo ? " tanya Riska membuyarkan lamunan Ica.


" gue penasaran gimana ceritanya mereka sampai nikah , berarti Kakak gue gak pernah cerita dong tentang pak Bondan ke mbak Monica . " jawab Ica.


" iya , kan gak mungkin kalo mbak Monica tau , ia mau nikah sama pacar sahabatnya sendiri . " balas Riska.


" entah lah , setiap kali gue liat mereka seperti ada yang kurang beres rasanya , entah perasaan gue atau emang bener adanya." jawab Ica.


" gue denger dari Feni kata Mak Lampir mbak Monica ternyata hamil muda , makanya selalu ikut pak Bondan." cerita Riska


" apa hubungannya ? " tanya Ica menaikkan alisnya.


" ngidam lah ca , " jawab Riska.

__ADS_1


" ngidam apa ngebet , masa ngidamnya gitu ? " tanya Ica.


Riska menaikkan bahunya , " gak tau deh gue , soalnya gue belum pernah hamil , " jawab Riska asal , kemudian mereka berdua tertawa.


__ADS_2