
***
Kembali ke Pandangan Kazuto
Saat ini aku sedang duduk di atas kasurku, waktu bel masuk sekolahku tinggal sebentar lagi, dan aku masih belum mengenakan seragamku.
Bajuku tidurku juga basah, bau keringat yang bercucuran menempel di bajuku, jadi akhirnya aku mengambil handuk dan pergi ke bawah untuk mandi.
Saat ini aku sedang membersihkan tubuhku dengan sabun, sambil memikirkan kembali kejadian itu dengan Asura.
"Hah, Meminta bantuanku?"
Apakah aku tidak salah mendengar? Dia bilang ingin meminta bantuanku, tetapi secara spesifik aku tidak mengetahui apa yang ingin dirinya minta tolong dariku.
Jika itu adalah sesuatu yang aneh, aku pasti secara terang-terangan akan menolak permintaannya itu. Benar, walaupun begitu, saat ini aku berada di keadaan yang tidak bisa mengucapkan kata-kata yang dapat membuatnya marah. Ya, kalian mengetahuinya, Asura adalah wanita yang tidak normal, pasti dia saat ini sedang memikirkan hal aneh tentangku. Lihatlah dia saat ini, dia terus menatap bagian bawahku. Ini adalah kejadian yang tidak biasa bagiku, biasanya aku tidak perduli dengan tatapan para gadis memandangiku seperti itu, tetapi Asura berbeda, aku merasakan hal aneh tentang dirinya, seolah-olah ada sesuatu yang membuatku terpikat kepadanya, tetapi aku sama sekali tidak mengetahuinya apa itu.
Tatapannya itu, dari cara dia menatapinya saja aku sudah mengetahui pikiran ngeres berada di otaknya. Aku ingin memalingkan wajahku untuk melihat yang lain daripada melihatnya, tetapi apalah daya, saat ini kepalaku tidak bisa bergerak sama sekali.
"Itu...."
Saat ini Asura memegang dadaku. Seketika bulu kudukku merinding, ini adalah tindakan pelecehan, aku tidak bisa membiarkannya.
"Apa yang kau lakukan! Lepaskan!.... Hihh, Kau menyentuhnya dibagian mana? Jangan sentuh itu!"
Asura terus mengelus bagian dadaku, hingga akhirnya berpindah ke bagian bawah, itu membuatku berdiri secara alami.
"Ahh... maaf... Sepertinya aku terlalu terbawa suasana" melepaskan.
Memerah di wajahnya, raut wajah yang aneh yang baru saja dia perbuat kepadaku.
__ADS_1
Ada apa dengan raut wajahnya itu? Bagaimana aku tidak bingung, tadi dia seperti wanita ganas dan sekarang berubah menjadi gadis polos dengan malu - malunya.
Raut wajahnya menandakan seperti dia adalah korbannya, tetapi itu seharusnya disini aku kan yang menjadi korban?
Hah? Saat ini aku menatap wajahnya, pesonanya terus menarik perhatianku.
Apakah dia memakai <-Charm?->. Tetapi itu tidaklah mungkin kan, seharusnya itu tidak akan mempan terhadapku.
Saya mulai curiga dengan perubahan tiba - tiba ini, setiap aku berdekatan dengannya tiba - tiba jantungku berdetak menjadi tidak beraturan. Mungkinkah dia telah memasukan sesuatu kedalam tubuhku dengan item sihir yang dapat membuatku jatuh cinta kepadanya. Tubuhku juga aneh, aku harus lebih berhati - hati lain kali untuk kedepannya.
"Aku tidak mengetahui apa yang kau masukan kedalam tubuhku sehingga tiba - tiba pesonamu mempan terhadapku, tetapi ingat.... Aku sangat membenci perbuatanmu itu! Tindakan licik seperti ini tidak akan menggoyahkan ketetapan hatiku, jadi kamu hanya membuang item yang berharga itu untuk digunakan kepadaku!"
Melihat wajahnya setelah aku selesai mengucapkan kataku, Asura tampak ketakutan, sepertinya dia menyembunyikan sesuatu. Dugaanku sepertinya benar, dia telah memasukan sesuatu kedalam tubuhku.
"Ehh... Apa yang kamu bicarakan.. Uhmm... Aku sama sekali tidak mengerti maksudmu"
Mencoba menyembunyikannya dariku, itu tidaklah berguna, aku akan mencari tahunya sendiri nanti dengan kekuatanku.
Untuk saat ini, aku harus fokus dengan masalah saat ini.
"Jadi... Apa yang kau ingin minta dariku?"
"Ah.. Ya, ada yang ingin aku bicarakan denganmu, itu adalah sesuatu yang sangat penting. Tetapi aku tidak akan memaksamu, semua itu tergantung dengan keputusanmu"
"Sesuatu yang sangat penting?"
Apa...? Tunggu-tunggu, apa maksudnya dari tergantung dengan keputusanku? Apakah dia saat ini sedang bertindak sebagai bos perusahan, dan aku sebagai karyawannya yang diberikan tugas menumpuk hingga lembur untuk beberapa hari?
Apakah itu sesuatu yang sangat berbahaya? Jika itu benar, aku lebih baik tidak mengambil keputusan dengan terburu- buru. Memikirkannya dengan matang adalah sesuatu yang harus kulakukan saat ini. Aku lebih memilih menghindari sesuatu yang berbahaya daripada mengancam nyawaku.
__ADS_1
"Tunggu! Biarkan aku memikirkannya dulu..."
Pada saat ini kekuatanku juga sedang dibatasi, mustahil aku bisa menang melawan Dewa tingkat tinggi sekalipun. Jika itu ada satu atau dua, aku bisa mengandalkan itemku. Tetapi bagaimana jika mereka ada 5 atau 10? Atau jika Mereka ada ratusan, aku tidak berfikir bagaimana caraku untuk melawannya.
MP ku juga pada saat ini berada di kondisi kritis, mustahil jika tiba - tiba saat ini aku berhadapan dengan musuh yang lebih kuat dariku. Prioritas utamaku saat ini adalah melindungi keluargaku. Bertindak berbahaya akan menjadi duri dimasa depan yang dimana itu akan membuat nyawaku melayang.
"Cepat katakan apa itu? Oh iya... Aku akan menolaknya jika itu yang aneh - aneh!"
"Jahatnya... Padahal itu juga salah satu dari permintaanku"
Hmm... Salah satu dari permintaannya, ada berapa banyak sebenarnya permintaannya itu?
"Aku sudah menduganya, kau pasti akan memikirkan hal yang aneh - aneh, aku menolak itu!"
"Ehem.." Suara batuk
"Tidak, bukan itu... Kesampingkan dengan yang aku inginkan darimu secara pribadi. Saat ini aku ingin memintamu untuk membantuku mengambil cincin yang telah terjatuh di sebuah dunia, disana terdapat Ras yang sangat merepotkan..."
"Stopp! Jangan katakan lagi... Aku juga menolak permintaanmu yang itu!"
Menggunakanku sebagai alatmu, apakah kamu tidak malu terhadap saudarimu, Dasar wanita gila.
"Hah... Apa - apaan dengan reaksimu itu? Langsung menolaknya ketika aku belum menyelesaikannya"
Kau pikir aku tidak mengetahuinya, kau saja sangat kesulitan untuk mengambil beberapa cincin itu, sudah pasti ada sesutu yang berbahaya dengan dunia kecil itu.
"Tetapi nasib dunia ini ada di dalam keputusanmu itu, aku takut bumi juga akan terkena imbas dari malapetaka itu"
Huh.. Kali ini dia mencoba menakutiku, aku tidak akan percaya dengan kata - katanya. Lagian kenapa bukan dia saja yang mengambil cincin itu, bukankan itu adalah hal yang mudah baginya? Kenapa harus menyuruhku.
__ADS_1
"Bukankah kau memiliki kekuatan? Kenapa kamu tidak memakai kekuatanmu saja untuk mengambil cincin itu? Lagian hanya dunia kecil, seharusnya menangani beberapa dunia seperti itu adalah hal yang mudah untukmu kan?"
Kenapa dia tidak turun saja dan mencari cincin itu sendiri, lagian juga kenapa aku harus membantunya untuk melakukan hal itu? Apakah kamu tidak malu untuk meminta tolong kepada musuhmu mencari cincin yang telah kamu gunakan untuk melawanku dan pada akhirnya cincin itu terjatuh. Seharusnya aku senang dengan itu. Huh, itulah akibatnya jika kamu berani melawanku.