
Banyak sisi gelap dari dirinya yang saat ini belum terungkap. Meika adalah salah satu orang yang menyebabkan ku merasakan keterpurukan dan keputusasaan untuk yang ke sekian kalinya.
Di masa lalu sebelum aku berpindah ke alam Goxifolteria, keluargaku memanglah bukan keluarga yang terlalu kaya, bisa di bilang keluargaku biasa - biasa saja. Memiliki mobil sederhana, tabungan Ratusan juta Yen yang cukup untuk biaya hidup kami di daerah sekitar sini. Tetapi di sekolahku, aku mungkin dianggap keluarga relatif kaya. Benar, dalam hal apapun, aku dianggap lebih kaya lebih dari teman - temanku.
Hari itu adalah hari yang indah pada masanya. Berangkat ke sekolah bersama, sepulang sekolah bercanda bersama, pergi jalan jalan bersama, menikmati pemandangan alam yang indah bersama Meika.
Hari itu adalah hari yang berharga buatku. Tetapi kenangan kami sirna setelah kedatangan seorang murid pindahan. Murid itu mempunyai latar belakang keluarga yang lebih besar, bisa dibilang orang yang lebih kaya dariku. Orang itu merebut kebahagiaanku, bahkan dia sampai merebut kekasihku, menodainya di depan mataku.
Waktu itu sehabis pulang sekolah, biasanya aku dan Meika pulang bersama, tetapi Meika dia berbohong kepadaku. Dia bilang mempunyai urusan keluarga yang sangat mendesak sehingga katanya dia akan pulang duluan. Waktu itu aku hanya bisa meng 'iyakan' omongannya.
Aku percaya kepadanya, ya... Dulu aku mempercayainya.
Hanya saja aku tidak berpikir bahwa kepergian Meika akan menjadi awal sebuah bencana.
Setelah perjalanan pulang menuju rumah, melalu ponselku, aku mendapatkan pesan oleh orang yang tidak dikenal, katanya aku disuruh mendatangi Hotel imprative yang berada di dekat Stasiun. Tetapi aku hanya mengabaikannya, palingan hanya kerjaan orang yang iseng. Tetapi setelah beberapa menit kemudian orang itu mengirimi lagi pesan, aku membuka pesan itu dan pada saat itu aku kaget dan secara tidak sengaja menjatuhkan ponselku ke lantai karena melihat pesan itu yang berisi gambar foto pacarku, sesaat pikiran negatif tentang pacarku mulai terbayang di pikiranku. Tetapi aku menenangkan pikiranku, karena aku tidak mempercayai kalau gambar yang ada di dalam pesan itu adalah pacarku, mungkin itu hanyalah orang yang mirip dengannya.
Karena perasaan yang tidak tenang yang selalu mengganggu pikiranku, aku bergegas pergi ke Hotel imprative dan menuju kamar yang telah diberitahukan di dalam pesan yang tertulis itu.
Ketika aku membuka pintu kamar itu, aku sangat terkejut dan syok bahwa pacarku bersama dengan pria lain. Apalagi aku melihatnya dengan keadaan yang telanjang bulat tanpa busana dengan pria itu. Pada saat itu bahkan aku tidak bisa berkata apapun, hanya bisa menangis dan pergi meninggalkan tempat itu. Hatiku telah hancur untuk kesekian kalinya, hidupku tidak ada gunanya lagi.... Aku ingin mengakhiri hidupku.
Setelah kejadian itu aku berhenti sekolah dan selalu mengurung diri di dalam kamar. Selalu menatap kesedihan... waktu itu aku berkata.
"Ahh... Sungguh... mereka berdua pasti sudah merencanakan hal ini kepadaku!"
"Sial! Sial! Sial! Dasar kamu ****** sialan!"
"Kenapa kau melakukan hal Setega ini kepadaku? Aku telah memberikanmu segalanya yang aku punya, kenapa kamu malah menipuku?!"
Benar, dunia ini memang tidak adil denganku!
Apa salahku?
Apa dosa yang telah ku perbuat sampai aku harus mengalami kejadian seperti ini....?
Aku terus menangis sepanjang waktu. Dua bulan telah berlalu, selalu mengurung diri di dalam kamar. Kadang adik'ku selalu memperihatinkan keadaanku, menengokku, memberikan semangat dan dukungan padaku, tetapi aku tidak mempercayaiku kata - katanya. Benar, pada saat itu aku membenci manusia, trauma itu terus terbayang kembali ke dalam pikiranku. Mulai pada saat itu, aku tidak lagi mempercayai manusia, perkataannya, perbuatannya... Semuanya... Aku membencinya!
Paman ku waktu itu datang kerumah ku, sepertinya ayahku yang meneleponnya. Aku memang mempunyai hubungan yang baik dengan pamanku, dia adalah pemimpin sebuah perusahaan Game yang terkenal pada waktu itu. Waktu itu, setahun yang lalu, aku mempunyai bisnis dengan pamanku. Membuat sebuah Game RPG Realistis dengan berbasis sebuah VR yang dapat merasakan Kelima panca Indra Manusia. Tetapi itu sekarang tidak ada gunanya lagi. Aku sudah tidak berniat untuk untuk melanjutkan bisnis itu. Lebih baik aku menyendiri, mengurung diriku sendiri di dalam kamar, tidak ingin melihat dunia luar yang begitu kejam.
Aku tertidur setelah pamanku menyerah untuk menemuiku, mengunci pintu kamarku dan menutup hordeng hingga rapat, berbaring di tempat tidurku hingga pada akhirnya...
Sebuah sistem muncul di hadapanku.
Aku membuka mataku setelah tertidur cukup lama. Sekelilingku dipenuhi oleh pepohonan yang begitu besar dan rumput yang mecapai lutut kakiku.
"Ini dimana sebenarnya?" Sambil melihat sekelilingku.
[MENGAKTIFKAN GOD SYSTEM]
"Ini....." Tiba - tiba terdengar suara dari dalam kepalaku.
[Tuan Host Telah Terbangun Dari Tidurnya]
[MEMPROSES PENGAMBIL ALIHAN ADMIN]
[1%]
[10%]
[25%]
[75%]
__ADS_1
[100%]
[Selamat Tuan Host Mendapatkan Hak Kendali Admin]
[MEMBUKA HAK ISTIMEWA ADMIN]
[Missi pertama: Membuat Dunia Game Yang Belum Terpenuhi]
Dan begitulah awal mula aku pergi ke dunia lain.
Kembali ke masa sekarang.
Saat ini Meika memiringkan kepalanya dan menyandarkannya ke bahuku.
"Kazuto... Kemarin siang aku ikut berbelanja bareng teman - temanku"
Aku mulai memasukan makananku ke dalam mulutku, tidak memperdulikan dengan kata - kata Meika, aku mengulanginya... Memakannya dan tidak memerhatikan setiap katanya.
"Aku melihat tas - tas yang sangat bagus sekali..."
Tetapi, setelah kata terakhir yang diucapkannya, aku tidak bisa mengalihkannya.
"Jadi..... Bisakah kamu belikan untuk ku?"
Aku memberhentikan sumpitku, setelah ucapan terakhir yang dikatakannya, membuat suasana menjadi hening.
"Hei, ada apa denganmu? Apakah kamu mendengarku?"
"Ah, maaf.... Jadi bisakah kamu mengulangi lagi apa yang kamu bicarakan?"
"Jadi begini... Teman - temanku semuanya membeli Tas bagus dengan merek impor, aku hanya bisa berdiam mengikuti mereka karena uangku tidak cukup untuk membelinya. Jadi bisakah kamu membelikan tas itu untukku?"
Huh... Dasar wanita yang tidak tahu malu.
"Tolong.... Bisakah kamu menyingkirkan kepalamu? Aku tidak bisa bergerak jika kamu terus bersandar di situ!"
"Ah.. maaf, aku akan menyingkir setelah mendapatkan jawabanmu"
"Bisakah kamu tidak menggangguku? Apakah kamu saat ini tidak bisa melihat bahwa saat ini aku sedang makan bekalku?"
"Tidak apa - apa... Kamu bisa melanjutkan makanmu, aku akan terus bersandar seperti ini setelah kamu memberikanku jawaban"
"Dasar perempuan yang tidak tahu malu!"
"Brakk"
Aku berdiri dan melangkah ke samping kiriku sehingga Meika terjatuh karena tidak ada tempat untuk bersandar.
"Apa yang kamu lakukan!"
Seluruh siswa yang ada di kelas ini, setelah mendengar suara benturan yang cukup keras ini, beralih memandangi kami berdua.
"Bisakah kamu tidak menggangguku saat ini?!"
"Apa maksudmu Kazuto...?"
Dia bingung dengan kata - kata yang baru saja diucap olehku.
Hmm.... Dia mencoba menyembunyikannya dariku. Hal yang seperti itu tidak akan berhasil, karena aku sudah mengetahui rencana mu.
"Apakah kamu tidak tahu malu untuk meminta sesuatu dariku, sedangkan kamu bermain di belakangku!"
__ADS_1
"Hah... Bisakah kamu mengecilkan suaramu, semuanya melihat ke arah sini!" Meika dengan berbisik ke arahku.
"Tidak... Biarkan semua orang yang ada di kelas ini mengetahuinya, bahwa kamu bermain - main dengan pria lain di belakangku!."
"Apasih yang kamu bicarakan? Aku sama sekali tidak mengerti ucapanmu. Pria lain apanya, bukannya kamu satu - satunya yang aku miliki?"
Huh... Jadi dia tidak mau mengakuinya, mungkin ini akan menjadi sulit.
"Dimana lelaki yang selalu bersamamu?"
"Lelaki yang mana? Kamu jangan bicara yang tidak - tidak yah."
Semua orang setelah mendengar ucapan Meika, tatapan mereka semuanya beralih tertuju ke arahku, dan menjadikanku sebagai pusat perhatian.
Sepertinya ini akan menjadi sulit.
"Bukankah kamu menyukai Yoshida, Murid baru yang ada di kelas sebelah? Kenapa kamu tidak meminta uang dari dia saja?"
"Yoshida....? Apakah Kazuto sedang bercanda, mana mungkin aku menyukai Pria seperti dia"
Apakah benar begitu? Dilihat dari ekpresimu yang gelisah itu, sepertinya aku benar. Kamu memang berhubungan dengan Yoshida.
Masih tidak mau mengakuinya.
"Terserahlah.... Hari ini kita berdua tidak memiliki hubungan apa - apa lagi, sekarang kamu pergi dari tempatku!"
"Nee.... Jangan seperti itu" Meika memeluk lenganku. " Aku tahu aku salah, tolong maafkan aku..."
Ada apa dengannya? Jadi kamu mengakuinya, percuma saja kamu meminta maaf kepadaku, semuanya tidak akan berguna.
"Jangan membuatku tertawa!" Aku menarik kancing kerahnya.
"Ehh... Apa yang sedang kamu lakukan, lepaskan aku!"
"Melepaskanmu? Jangan bermimpi!"
"Bahkan di wajahmu saat ini tidak memiliki penyesalan sedikitpun!"
"Biarkan aku memberitahukanmu satu hal, apakah kamu mengetahui hal yang paling aku benci dari dunia ini?!"
" .... Yaitu suatu kebohongan! "
"Jadi... Singkirkan lah wajah sok polosmu dari hadapanku! Dasar wanita murahan!"
"Brak"
"Gahh... Itu sakitt!"
Aku mendorongnya setelah selesai mengucapkan kata - kata itu. Akibatnya, dia tertabrak oleh bangku yang ada di sebelahku.
Huh... Aku memandangi sekeliling kelas ini. Mereka semua menatapiku.
Tatapan mereka semua sama seperti kejadian itu, tatapan dengki dan kebencian yang mereka tuju ke arahku.
"Dia mendorongnya"
"Dasar lelaki yang tidak tahu malu"
"Beraninya untuk menindas wanita"
Teman sekelas lainnya mulai berbisik satu sama lain, menjelekan ku dari belakangku.
__ADS_1
"Hei... Heii...! Sepertinya sepasang kekasih sedang bertengkar."
Tiba - tiba, seseorang datang ke arahku.