Lika Liku Kehidupan

Lika Liku Kehidupan
Mengingat.


__ADS_3

Ica baru saja menyelesaikan sarapan paginya, dan berpamitan kepada Bu Siti berangkat kerja.


" sayang bawa ini untuk temanmu , kasian kan di rumah mubazir , " Bu Siti menyodorkan nasi goreng yang telah dibungkusnya.


Ica pun berangkat , hangatnya mentari pagi terasa menyinari tubuh Ica , dalam perjalanan sesekali Ica bersenandung kecil .


begitu tiba di tempat kerja , Ica yang menenteng bungkusan plastik berisi nasi goreng spesial buatan ibunya bertemu dengan Bondan yang ingin keluar cari makan.


" pagi Pak , " sapa Ica menundukkan kepalanya.


" pagi ca.. bawa apa itu ? " tanya Bondan .


" Nasi goreng buatan ibu , buat Riska " jawab Ica .


" oh . . " jawab Bondan.


" yasudah saya tinggal ya , mau cari sarapan dulu , " Bondan berlalu .


" Pak . . " panggil Ica berlari menghampiri Bondan.


" ya ada apa ? " tanya Bondan menghentikan langkahnya.


" ini buat Bapak aja , " Ica memberikan bungkusan nasi pada Bondan.


" tapi tidak seenak makanan di restoran sih , nih kalo Bapak mau ," ujar Ica.


" terus Riska? " tanya Bondan . meraih pemberian Ica.


" bisa saya bawakan besok-besok. " senyum Ica.


" yasudah , terimakasih ya .. " ucap Bondan .


tanpa sepengetahuan mereka.


sepasang mata yang terus memandangi Ica dan Bondan yang tak lain adalah Aprilia . raut wajahnya kesal dengan sikap Ica yang buat Aprilia muak.


" baru beberapa Bulan kerja , makin ngelunjak aja nih bocah ," gumam Aprilia dalam hati.


Bondan masuk keruang kerjanya , lalu dia membuka dan memakannya , baru suap pertama masuk ke kerongkongannya tiba-tiba..


" rasanya masih sama seperti dulu , enak. . . " pikiran Bondan melayang , mengingat Rozah yang dulunya setiap pagi membawakan nasi goreng untuknya.


* * *


Flashback


Rozah baru selesai mandi dan menggunakan seragam sekolahnya keluar kamar untuk sarapan pagi. dan tak lupa membangun kan Abangnya untuk mengantarnya ke sekolah .


" bang... bangun , " Rozah menggoyangkan tubuh Abangnya.


" heummm .. " jawab Abangnya lalu tertidur lagi.


" ih. . . dasar kebo. " gerutu Rozah kesal.


Di dapur Bu Siti sedang asik mendengar siaran radio sembari menyiapkan makanan. Rozah menghampiri. melihat Rozah menuju ke arah nya .


" panggil Abangmu , nanti kamu terlambat. " pinta Bu Siti.


" masih awal Bu , sarapan aja dulu ,"


" assalamu'alaikum , " suara pria memberi salam .


" siapa Bu sepagi ini , " Rozah mengerutkan keningnya.


Ica membuka pintunya , terkejut melihat siapa yang datang.


" Mas . . " ternyata Bondan.


" maaf mengganggu , "

__ADS_1


" kenapa gak bilang dulu kalo mau jemput ,"


" aku dari rumah teman , semalam buat skripsi "


" yang benar ? "


" benar dong sayang , kamu curiga ? "


" gak ,"


" aku kangen kamu , makanya aku kesini sepagi ini , " bisik Bondan di telinga Rozah .


pipi Rozah merona . " mas apaan sich . " ayo masuk ajak Rozah .


Bondan masuk salaman dengan Bu Siti . Bu Siti mempersilahkan Bondan makan ,tapi Bondan menolak halus dengan alasan sudah makan , Rozah tau Bondan berbohong.


selesai makan Rozah mengambil bekal makanan untuk Bondan yang disiapkan Bu Siti , lalu pamitan dan mereka berangkat menuju sekolahnya Rozah.


" mas ke taman sekolah aku dulu yuk , " ajak Rozah .


" ngapain ? "


" udah ayok , "


Bondan mengikuti Rozah dari belakang , sekolah masih sepi karena memang ini masih pagi sekali , hanya beberapa siswa yang baru datang.


Rozah membuka bekal yang dia bawa , dan sebotol air mineral di taruh disampingnya.


" nih Mas makan dulu , aku tau tadi Mas bohong kan ? "


" suapin . . " rengek Bondan manja .


" Mas.. makan sendiri dong , malu diliatin orang , "


" gak ada orang , sepi kok , "


" gak mau , "


" ya ampun Mas kamu manja banget sih , "


" biarin.. sama pacar sendiri , "


Rozah menyuapi makanan buat Bondan, seperti anak kecil . sesekali Rozah tertawa geli melihat tingkah Bondan.


" habisin ya Mas , "


" udah . . cukup . udah kenyang, "


Bondan sangat suka dengan nasi goreng buatan Bu Siti , rasanya tidak kalah enak dengan makanan restoran menurutnya.


" sayang besok bawain lagi ya , "


" gak mau , ini aja gak kamu habisin , "


" ya ampun sayang , ini juga palingan dua atau tiga sendok lagi , aku udah banyak banget makannya , "


" ya udah kamu pulang gih sana , mandi . . bau " Rozah menutup hidungnya.


" aku pulang ya , nanti pulang sekolah aku jemput , "


" Mas gak ngampus ? "


" gak sayang , ngantuk mau tidur terus mimpiin kamu deh "


" gombal kamu mas udah sana , ni udah rame loh , gak enak .


Bondan pun pulang dan Rozah masuk ke kelasnya.


Flashback end.

__ADS_1


* *


Bondan senyum-senyum sendiri mengingat kejadian masa lalunya yang telah lama dia coba kuburkan dalam-dalam tapi selalu gagal.


sementara itu Riska dan Ica asik mengobrol bercerita tentang banyak hal , kecuali satu hal yang selalu di hindari Ica . PERCINTAAN .


kalau sudah menyangkut persoalan itu , Ica selalu mencari cara untuk mengalihkan pembicaraan.


sore harinya mereka pulang , di parkiran Ica memasang helm di kepalanya .


" ca aku nebeng ya . . " pinta Aprilia . mengagetkan Ica .


" kenapa nih orang tiba-tiba baik , seingat gue dari pertama gue masuk dia ga pernah baik ke gue , " gumam Ica dalam hati.


" boleh gak , " tanya Aprilia lagi membuyarkan lamunan Ica.


" ya boleh kok . " jawab Ica.


Ica melaju dengan kecepatan sedang , menuju ke arah rumah Aprilia.


" ca lo tau gak ? " tanya Aprilia membuka keheningan itu.


" apa ? "


"sebelum lo masuk , gue rekomendasi sepupu gue ke pak Bondan tapi beliau tolak , "


" terus ? "


" dua Minggu kemudian lo masuk , kan aneh kenapa lo keterima begitu aja , "


" maaf Prilli , tapi gue gak tau apa-apa. "


" gue gak nyalahin lo kok.. mungkin karena lo mantan adik iparnya kali ya "


" maksud lo , gue gak ngerti , "


" masa sih lo gak tau , kakak lo kan mantannya pak Bondan , "


" apa ? " Ica ngerem mendadak .


" tau dari mana lo ? "


" gak penting ca , lo tanya aja kakak lo bener apa gak ? "


Ica terdiam .


" gak heran sih liat pak Bondan baik banget ke lo , ternyata. . "


" Prili lo bisa pulang sendiri gak ? "


" lo marah ca ? "


" gak , cuma gue baru ingat gue ada janji " bohong Ica


Ica berlalu meninggalkan Aprilia yang tersenyum puas berhasil memanaskan hati Ica , tujuan dia nebeng pun hanya untuk itu.


Ica melaju dengan kecepatan tinggi buru-buru ingin segera sampai ke rumah. dan secepatnya cari tau kebenaran yang Aprilia ceritakan tadi.


selesai mandi Ica merasa sedikit lebih fresh . karena tadi terbakar dengan omongan Aprilia. Ica mengambil ponselnya ingin menghubungi kakaknya.


*panggilan Lima puluh ,


*chat sepuluh ,


siapa lagi kalau bukan Rudi . Ica membaca chat Rudi satu satu dan senyum-senyum sendiri .


" kangen juga gue sama lo , " ucap Ica mendekap handphone di dadanya.


sudah lama mereka tidak bertemu , setiap hari hanya chat singkat dan video call sebelum tidur . pantas saja Ica rindu dengan pria posesif itu .

__ADS_1


tapi Ica mengabaikan chat Rudi , dan segera menghubungi kakaknya untuk menanyakan perihal yang membuatnya tidak nyaman apalagi jika teringat kata-kata Aprilia tadi sore begitu tajam dan menusuk.


" pantas pak Bondan baik banget sama lo , ternyata . . " kata-kata itu terus terngiang di telinga Ica.


__ADS_2