
Ica baru saja menyelesaikan sarapan paginya, dan berpamitan kepada Bu Siti berangkat kerja.
" sayang bawa ini untuk temanmu , kasian kan di rumah mubazir , " Bu Siti menyodorkan nasi goreng yang telah dibungkusnya.
Ica pun berangkat , hangatnya mentari pagi terasa menyinari tubuh Ica , dalam perjalanan sesekali Ica bersenandung kecil .
begitu tiba di tempat kerja , Ica yang menenteng bungkusan plastik berisi nasi goreng spesial buatan ibunya bertemu dengan Bondan yang ingin keluar cari makan.
" pagi Pak , " sapa Ica menundukkan kepalanya.
" pagi ca.. bawa apa itu ? " tanya Bondan .
" Nasi goreng buatan ibu , buat Riska " jawab Ica .
" oh . . " jawab Bondan.
" yasudah saya tinggal ya , mau cari sarapan dulu , " Bondan berlalu .
" Pak . . " panggil Ica berlari menghampiri Bondan.
" ya ada apa ? " tanya Bondan menghentikan langkahnya.
" ini buat Bapak aja , " Ica memberikan bungkusan nasi pada Bondan.
" tapi tidak seenak makanan di restoran sih , nih kalo Bapak mau ," ujar Ica.
" terus Riska? " tanya Bondan . meraih pemberian Ica.
" bisa saya bawakan besok-besok. " senyum Ica.
" yasudah , terimakasih ya .. " ucap Bondan .
tanpa sepengetahuan mereka.
sepasang mata yang terus memandangi Ica dan Bondan yang tak lain adalah Aprilia . raut wajahnya kesal dengan sikap Ica yang buat Aprilia muak.
" baru beberapa Bulan kerja , makin ngelunjak aja nih bocah ," gumam Aprilia dalam hati.
Bondan masuk keruang kerjanya , lalu dia membuka dan memakannya , baru suap pertama masuk ke kerongkongannya tiba-tiba..
" rasanya masih sama seperti dulu , enak. . . " pikiran Bondan melayang , mengingat Rozah yang dulunya setiap pagi membawakan nasi goreng untuknya.
* * *
Flashback
Rozah baru selesai mandi dan menggunakan seragam sekolahnya keluar kamar untuk sarapan pagi. dan tak lupa membangun kan Abangnya untuk mengantarnya ke sekolah .
" bang... bangun , " Rozah menggoyangkan tubuh Abangnya.
" heummm .. " jawab Abangnya lalu tertidur lagi.
" ih. . . dasar kebo. " gerutu Rozah kesal.
Di dapur Bu Siti sedang asik mendengar siaran radio sembari menyiapkan makanan. Rozah menghampiri. melihat Rozah menuju ke arah nya .
" panggil Abangmu , nanti kamu terlambat. " pinta Bu Siti.
" masih awal Bu , sarapan aja dulu ,"
" assalamu'alaikum , " suara pria memberi salam .
" siapa Bu sepagi ini , " Rozah mengerutkan keningnya.
Ica membuka pintunya , terkejut melihat siapa yang datang.
" Mas . . " ternyata Bondan.
" maaf mengganggu , "
__ADS_1
" kenapa gak bilang dulu kalo mau jemput ,"
" aku dari rumah teman , semalam buat skripsi "
" yang benar ? "
" benar dong sayang , kamu curiga ? "
" gak ,"
" aku kangen kamu , makanya aku kesini sepagi ini , " bisik Bondan di telinga Rozah .
pipi Rozah merona . " mas apaan sich . " ayo masuk ajak Rozah .
Bondan masuk salaman dengan Bu Siti . Bu Siti mempersilahkan Bondan makan ,tapi Bondan menolak halus dengan alasan sudah makan , Rozah tau Bondan berbohong.
selesai makan Rozah mengambil bekal makanan untuk Bondan yang disiapkan Bu Siti , lalu pamitan dan mereka berangkat menuju sekolahnya Rozah.
" mas ke taman sekolah aku dulu yuk , " ajak Rozah .
" ngapain ? "
" udah ayok , "
Bondan mengikuti Rozah dari belakang , sekolah masih sepi karena memang ini masih pagi sekali , hanya beberapa siswa yang baru datang.
Rozah membuka bekal yang dia bawa , dan sebotol air mineral di taruh disampingnya.
" nih Mas makan dulu , aku tau tadi Mas bohong kan ? "
" suapin . . " rengek Bondan manja .
" Mas.. makan sendiri dong , malu diliatin orang , "
" gak ada orang , sepi kok , "
" gak mau , "
" ya ampun Mas kamu manja banget sih , "
" biarin.. sama pacar sendiri , "
Rozah menyuapi makanan buat Bondan, seperti anak kecil . sesekali Rozah tertawa geli melihat tingkah Bondan.
" habisin ya Mas , "
" udah . . cukup . udah kenyang, "
Bondan sangat suka dengan nasi goreng buatan Bu Siti , rasanya tidak kalah enak dengan makanan restoran menurutnya.
" sayang besok bawain lagi ya , "
" gak mau , ini aja gak kamu habisin , "
" ya ampun sayang , ini juga palingan dua atau tiga sendok lagi , aku udah banyak banget makannya , "
" ya udah kamu pulang gih sana , mandi . . bau " Rozah menutup hidungnya.
" aku pulang ya , nanti pulang sekolah aku jemput , "
" Mas gak ngampus ? "
" gak sayang , ngantuk mau tidur terus mimpiin kamu deh "
" gombal kamu mas udah sana , ni udah rame loh , gak enak .
Bondan pun pulang dan Rozah masuk ke kelasnya.
Flashback end.
__ADS_1
* *
Bondan senyum-senyum sendiri mengingat kejadian masa lalunya yang telah lama dia coba kuburkan dalam-dalam tapi selalu gagal.
sementara itu Riska dan Ica asik mengobrol bercerita tentang banyak hal , kecuali satu hal yang selalu di hindari Ica . PERCINTAAN .
kalau sudah menyangkut persoalan itu , Ica selalu mencari cara untuk mengalihkan pembicaraan.
sore harinya mereka pulang , di parkiran Ica memasang helm di kepalanya .
" ca aku nebeng ya . . " pinta Aprilia . mengagetkan Ica .
" kenapa nih orang tiba-tiba baik , seingat gue dari pertama gue masuk dia ga pernah baik ke gue , " gumam Ica dalam hati.
" boleh gak , " tanya Aprilia lagi membuyarkan lamunan Ica.
" ya boleh kok . " jawab Ica.
Ica melaju dengan kecepatan sedang , menuju ke arah rumah Aprilia.
" ca lo tau gak ? " tanya Aprilia membuka keheningan itu.
" apa ? "
"sebelum lo masuk , gue rekomendasi sepupu gue ke pak Bondan tapi beliau tolak , "
" terus ? "
" dua Minggu kemudian lo masuk , kan aneh kenapa lo keterima begitu aja , "
" maaf Prilli , tapi gue gak tau apa-apa. "
" gue gak nyalahin lo kok.. mungkin karena lo mantan adik iparnya kali ya "
" maksud lo , gue gak ngerti , "
" masa sih lo gak tau , kakak lo kan mantannya pak Bondan , "
" apa ? " Ica ngerem mendadak .
" tau dari mana lo ? "
" gak penting ca , lo tanya aja kakak lo bener apa gak ? "
Ica terdiam .
" gak heran sih liat pak Bondan baik banget ke lo , ternyata. . "
" Prili lo bisa pulang sendiri gak ? "
" lo marah ca ? "
" gak , cuma gue baru ingat gue ada janji " bohong Ica
Ica berlalu meninggalkan Aprilia yang tersenyum puas berhasil memanaskan hati Ica , tujuan dia nebeng pun hanya untuk itu.
Ica melaju dengan kecepatan tinggi buru-buru ingin segera sampai ke rumah. dan secepatnya cari tau kebenaran yang Aprilia ceritakan tadi.
selesai mandi Ica merasa sedikit lebih fresh . karena tadi terbakar dengan omongan Aprilia. Ica mengambil ponselnya ingin menghubungi kakaknya.
*panggilan Lima puluh ,
*chat sepuluh ,
siapa lagi kalau bukan Rudi . Ica membaca chat Rudi satu satu dan senyum-senyum sendiri .
" kangen juga gue sama lo , " ucap Ica mendekap handphone di dadanya.
sudah lama mereka tidak bertemu , setiap hari hanya chat singkat dan video call sebelum tidur . pantas saja Ica rindu dengan pria posesif itu .
__ADS_1
tapi Ica mengabaikan chat Rudi , dan segera menghubungi kakaknya untuk menanyakan perihal yang membuatnya tidak nyaman apalagi jika teringat kata-kata Aprilia tadi sore begitu tajam dan menusuk.
" pantas pak Bondan baik banget sama lo , ternyata . . " kata-kata itu terus terngiang di telinga Ica.