
seminggu sudah berlalu semenjak mas Dani kembali dari Bandung hubungan kami pun kembali seperti dulu tidak bisa leluasa untuk chat atau nelfon karena posisi mas Dani ada di rumah alasannya kenapa kembali ke rumah adalah karena anaknya sakit tapi aku tidak mempermasalahkan itu selama mas Dani masih memberikan kabar padaku.
entah kenapa hari itu perasaan ku tak menentu. hampa. sepi. hening bukan karena mas Dani yang kembali ke rumah nya tapi perasaan ini datang tiba-tiba seolah ada keinginan kuat dalam diri ini suatu kebebasan, ingin di cintai. di perhatikan, di sayangi dalam artian mempunyai pasangan dan hubungan secara sehat. kadang melihat orang seakan ada rasa iri dalam hati "kenapa aku tidak seperti orang lain yang mempunyai hubungan secara sehat" itu lah yang ada di isi kepala ku. rasa rindu memiliki sepenuh nya membuat hati ini hampa dan sedikit sesak bila mana aku ingat dengan kehidupan nyata yang sangat berbanding terbalik.
" ahhh. sudahlah ". ucapku menghela nafas panjang
dretttttt.... dretttttt
seketika lamunan ku buyar mendengar nada pesan masuk di hp ku
"dimana bian?.nanti malam mas Dani jemput ya?". itu isi pesan singkat dari mas Dani
entah kenapa itu kali pertama ku seumur hubungan kami aku sangat malas bertemu mas Dani tapi apa boleh buat
" iya" jawabku singkat
waktu menunjukan pukul 20.00 wib waktunya untuk pulang tapi aku bener-benar merasa tidak nyaman dengan situasi ini namun tetap aku paksakan untuk tersenyum. aku menemui mas Dani di parkiran dan aku langsung di anter ke kostan melfri
sesampainya di kost aku langsung masuk menerobos ke kamar melfri tanpa menunggu mas Dani yang sedang parkir motor
" kamu kenapa bian?". tanya mas Dani menghela jalan ku
" enggak apa-apa kok mas". jawab ku santai dengan muka datar
" enggak. pasti ada yang tidak beres? dari tadi mas Dani perhatikan kamu banyak diam dan cemberut? kenapa? ". tanya nya berulang kali
" apaan sih. aku bilang enggak ya enggak. udahlah aku capek jangan cari masalah". jawabku agak membentak
" oh jadi begitu. ya udah mas Dani pulang". ancamnya sembari melepaskan genggaman tangannya
aku melotot dengan kesal tapi meski aku BeTe tapi hati ku tidak mengikhlaskan kalau mas Dani pulang, aku pun langsung menyusul dan memeluk nya
" jangan marah mas. ayo kita masuk". ucapku lembut padahal hati ku mangkal seketika mas Dani diam tapi mendengar rayuan ku akhirnya dia mau masuk ke kostan melfri
di dalam sudah ada solboy. melfri dan Lola mereka sedang bercanda dan kami pun bergabung dengan mereka. yaa kalau bercanda dengan mereka memang tidak ada habis-habisnya pasti ada aja yang bikin tertawa
waktu pun berlalu dan jam sudah menunjukan pukul 23.00 akhirnya mas Dani pamit pulang, akupun seperti biasa mengantarkan nya ke depan
" hati-hati ya mas".kataku dengan nada lembut
" iya sayang. mas Dani pulang ya".jawabnya sambil tersenyum sembari meusap kepala ku
Mas Dani pun melaju dengan motor nya setelah hilang dari pandanganku aku pun masuk ke kamar melfri dan akhirnya aku pun bisa istirahat dengan tenang
.......
pagi yang cerah seperti biasa aku duduk di warung menikmati kopi dan rokok sebelum masuk ke kantor tiba-tiba fikiran ku melayang entah apa yang aku fikirkan saat itu yang jelas aku merasakan hal seperti kemarin.hal yang ingin sekali aku dapatkan yaitu perhatian dan hubungan yang jelas
" apa aku sudah jenuh". ucapku dalam hati
" ahhhhh.. entahlah ". ujarku sambil menggelengkan kepalaku berusaha agak fikiran itu hilang sembari membereskan barangku dan bersiap masuk ke kantor.
sudah jam 20.00 tapi mas Dani belum WA dan aku pun berinisiatif untuk WA mas Dani duluan tanpa tanpa ragu
" mas. jemput aku enggak mas". tulis ku di pesan WA
tidak lama ada balasan dari mas Dani
"maaf bian mas Dani lagi ada kerjaan. mungkin pulang telat. bian tunggu mas Dani di kostan" begitulah isi pesan mas Dani dan aku pun mengiyakan nya
aku pulang bareng melfri dan solboy di jalan kami berbincang sambil bercanda
__ADS_1
" Lo kenapa sih? kok akhir-akhir ini kayak murung". tanya solboy
" masa sih. enggak kok". jawab ku heran
" iya. Lo banyak diam dan kurang bergairah atau ada masalah Sama mas Dani yaa?" sambung melfri penasaran
" enggak sumpah". jawabku sembari melangkah dan tidak memperdebatkan pertanyaan mereka
sesampainya di kostan aku langsung beres-beres dan aku langsung tidur tanpa menggunakan cream malam terlebih dahulu. temen-teman ku mungkin heran tapi mereka tak banyak bertanya hanya gelagat mereka yang berbisik membuat aku merasa mereka membicarakanku
dalam kelelapan tidur ku. aku terbangun mendengar suara alarm melfri yang persis ada di dekat telingaku
kringggg......kringggg
" ahh. sialan tuh alarm" pekikku sambil menggapai hp melfri dan langsung ku matikan
seketika mataku langsung terbuka dan teringat sesuatu "mas Dani". aku langsung terperanjat dan aku buru-buru melihat hp ku waktu menunjukan pukul 05.00 tidak ada telfon atau pesan masuk dari mas Dani
" brengs..k..berani-berani nya dia ingkar janji dan tidak menelfon atau me-WA mengabariku".ucapku pelan
aku buka pesan WA ku dan langsung aku kirim pesan singkat buat mas Dani aku tidak peduli lagi mau dia dengan siapa sekarang atau lagi dengan istrinya aku tidak takut lagi.
"bagus ya mas. kamu bilang suruh aku tunggu di kostan tapi kamu enggak ke sini. bahkan mengabari aku pun kamu tidak ada. mau kamu apa? udah cukup ya kesabaranmu".seketika langsung aku kirim pesan ku itu dan ternyata hanya ceklos 1 dan itu artinya hp mas Dani tidak di aktifkan. aku semakin geram dan marah tapi mau aku lampiaskan ke mana dan ke siapa, aku hanya bisa terdiam menahan gejolak di hati ini yang selalu dan selalu gara-gara laki-laki PLINPLAN itu.
karena waktu menunjukan jam 06.00 aku putuskan untuk mandi dan keramas supaya kepalaku sedikit tenang, aku pun bergegas ke kamar mandi dengan membawa sebatang rokok sambil buang air sambil merokok. 15 menit berlalu aku sudah selesai mandi aku pun langsung dandan setelah itu aku membuat kopi dan langsung mematik lagi rokok sebatang di barengi minum kopi hitam. setelah waktu hampir jam 7 melfri terbangun dan dia langsung mandi begitu juga solboy.
Di kantor aku masih kefikiran mas Dani yang sampai sekarang tidak mengabariku sama sekali, aku coba lihat lagi hp ku dan pesan yang aku kirim ke mas Dani masih tetap ceklis satu. sungguh kesal yang tiada Tara nya tapi aku tidak bisa melampiaskan nya
" aku harus bagaimana ya Allah. aku ingin menyudahi ini, tapi aku sayang sama laki - laki itu".rintihku dalam hati
istirahat pun tiba. aku putuskan ikut ke kantin bersama melfri dan solboy tapi saat di lift hp ku berbunyi ada pesan masuk
" maaf bian. mas Dani kecapean ketiduran di kantor. hp mas Dani juga lowbat ini baru aktif. sekali lagi maaf ya sayang". pesan dari mas Dani meminta maaf tapi seketika kesal ku hilang yang tadinya menggebu-gebu sekarang menjadi tenang.
". iya mas. nanti ke kostan melfri ya". tulis ku singkat
" iya sayang". jawab pesan dari mas Dani
aku menghela nafas dalam seperti sebuah kesegaran timbul di dadaku energi yang tadi nya hilang mucul lagi semua nya hanya karena mas Dani mengabariku.
malam pun tiba dan saat nya pulang. aku sudah siap-siap pulang tapi mas Dani tidak mengabariku
" baiklah. kalau kamu tidak menghubungiku biar aku yang menghubungimu". ucapku pelan
tanpa fikir panjang aku pun langsung melakukan panggilan ke mas Dani tapi tidak di angkat
" oke. sekali lagi".katanya menarik nafas panjang
akhir nya panggilan ke dua di jawab
" kamu dimana mas? aku sudah pulang. cepet jemput". katakh sedikit marah
" maaf bian. mas Dani lagi banyak pekerjaan. MAS Dani janji nanti ke tempat melfri ya. bian tunggu di sana'. Jawabnya di ujung telfon
" halah. nanti ingkar lagi kayak semalam. kalo mas Dani emang enggak bisa dateng ya bilang aja".ucapku kesal
" enggak bian. mas Dani janji ya. mas Dani kerja dulu sebentar ". ucapnya lagi
aku langsung menutup telfon nya tanpa memberikan salam yang artinya aku lagi marah
dretttttt dretttttt
__ADS_1
panggilan masuk dari mas Dani
" iya kenapa?"tanya ku kesal
" jangan marah -marah bian. mas Dani janji ya. tapi mas Dani kerjakan dulu perkerjan mas Dani ya".ucapnya dengan nada lembut
" oke. tapi awas bohong lagi".ucapku sedikit merendahkan intonasi bicaraku
aku pun pulang bersama melfri dan solboy dan sesampainya di kost aku pun langsung membersihkan badan ku dan duduk di lantai yang beralaskan tikar sambil merokok sebatang sembari bercengkrama dengan ke dua temanku ini.
jam sudah menunjukan jam 10.30 tapi mas Dani tak kunjung datang seketika rasa kesal ku melanda kembali kemudian aku pun mengambil HP dan langsung aku chat mas Dani
" dimana kamu mas? enggak jadi kesini? ". tulis ku dan langsung aku kirim ke mas Dani ternyata langsung di read dan langsung ada balasan
"maaf bian sekali lagi mas Dani tidak bisa ke sana soalnya pekerjaan mas Dani belum selesai ". balas mas Dani dengan emoji sedih
emosiku memuncak aku pun membalas kembali WA nya
" maksud nya apa mas? mas kan sudah janji sama bian mau kesini kenapa banyak alasan" tulisku dan langsung aku kirim ke mas Dani
tiba-tiba telfon ku berdering dan itu panggilan dari mas Dani segera langsung aku angkat
" kenapa janji-janji terus. bisa enggak jadi orang jangan PLINPLAN?" kataku langsung tanpa mengucapkan hallo
" denger dulu bian. mas Dani bener-benar sibuk ada masalah di kantor". ucapnya masih dengan nada lembut
" enggak ada alasan mas. mas enggak mungkin enggak ada waktu sebentar buat nemuin aku". ucapku lantang
"tolong kamu ngertiin mas Dani sekali saja bisa tidak? ". ucapnya sedikit keras
" oh. aku enggak ngertiin mas Dani. emang kurang ngerti gimana aku selama 2 tahun ini. hah? ". ucapku teriak dengan tanpa sadar air mataku jatuh ke pipi
" ya udah terserah kamu lah. mas Dani capek ". ucapnya santai
setelah perkataan dia terakhir aku tertegun dan langsung aku matikan hp aku langsung hilangkan DP WA dan mematikan hp sementara sambil menahan air mata, tanpa sadar kedua teman ku sedang memperhatikan ku
" Lo kenapa nyai? kok nangis?" tanya solboy lembut
" enggak apa-apa". ucapku masih cemberut
aku terdiam lama sambil merokok hati ku begitu sakit mendengar kata-kata mas Dani yang terakhir itu, aku enggak habis fikir kenapa dia bisa setega itu padaku sudah 2 hari dia bohongin aku mentah-mentah dsn sekarang dia berkata "capek"
" what the f..CK". teriakku sambil membanting rokokku dan aku langsung menangis sembari memeluk kakiku sendiri
" heh Lo kenapa? cerita dong?". ucap melfri kaget
" iya nyai Lo Kenapa ? jangan gitu dong nanti gue ikut nangis' ucap solboy menambahkan
aku terus menangis tanpa henti dan setelah beberapa saat akhirnya aku cerritakan masalahku sedetail mungkin kepada teman-teman ku
" ya sudahlah. enggak usah nangis lagi. kalau emang dia sayang pasti dia samperin elo ko". ujar melfri sambil mengelus punggungku
" iya nyai percuma Lo buang air mata Lo demi orang seperti dia yg PLINPLAN itu. rugi. ya kan Mak? kan masih ada kita".ucap solboy menghiburku
setelah perkataan dari teman-temanku aku pun sedikit tenang dan lega tapi tiba-tiba
tok....tok.....tok
" hah siapa itu. udah malam gini jangan-jangan mas yang punya kost". ucap melfri sambil menuju ke pintu dan bertapa terkejutnya aku orang yang ada di balik pintu itu adalah mas Dani yang aku benci
" kamu mas? kok bisa di sini bukanya kerja? " tanya ku bingung
__ADS_1