
"Bismillahirrahmanirrahim"
Ya Allah terima kasih atas nikmat dan karunia mu Ya Robb. terima kasih telah memberikan kebahagian yang teramat sangat kepadaku ya Allah. terima kasih telah memberikan hidayah padaku Ya Allah. hamba mohon ampun, sujud syukur hamba kepada engkau ya Allah. yang telah sekian lama melupakan mu karena kehidupan duniawi hamba. ampuni segala dosa-dosa hamba ya Allah. Amin Ya roballalamin "
Tanpa di sadari air mataku mengalir deras di pipi ku tetapi anehnya setelah menangis hatiku plong serasa tidak ada beban. setelah beberapa saat aku melamun aku pun bangkit dari duduk ku dan melipat mukena yang barusan aku pakai shalat subuh kemudian aku pergi ke dapur untuk membuat kopi seperti biasa.
setelah pertunangan ku dengan Jhon hidup ku menjadi semakin berwarna hari-hari ku semakin indah tanpa Jhon rasanya hampa. sedikit terdengar lebay sih tapi itu lah kenyataan nya .
satu Minggu setelah pertunangan barulah di tentukan hari pernikahan yang Nana hari pernikahan kami akan di laksanakan tanggal 27 Maret sekaligus itu adalah hari jadi kami berdua. semua keluarga sudah sepakat dan kami pun segera mempersiapkan semuanya. dari mulai gedung. catering. Wedding Organizer. semua di atur oleh ku karena keluarga Jhon mempercayakan semua padaku tapi Jhon juga membantuku dalam segala hal walaupun dia tidak memberikan pendapatnya tetapi aku selalu bertanya untuk menghargainya saja.
satu bulan sebelum Hari H. persiapan sudah 60% dengan di bantu oleh Kakak-kakak ku dan adik ku semua berjalan sesuai keinginan ku. hanya tinggal fitting baju saja dan sebar undangan dan menentukan bridemaid . tapi sangat di sayangkan sekali solboy . Lola tidak bisa hadir karena jarak dan kesibukan masing-masing tapi hanya melfri yang bisa hadir itu pun menyempatkan dari sela-sela waktu kerjanya.
melfri. Caca. Anggi. Alfi. risa mereka aku pilih menjadi bridemaid ku.
kemudian aku membuat group WA "BRIDEMAID BIAN 27 MARET"
Dan aku mulai buka percakapan
"hai semua" Fri. Caca ini temen-temen nakal gue ya"
" fi. ngi. sa. ini temen gue di kantor" silahkan yang belum kenal bisa kenalan ya. kalian gue pilih menjadi bridemaid ku nanti"
komentar demi komentar pun satu persatu muncul di dalam group itu ya pasti nya membahas tentang seputar pernikahan ku sampai candaan candaan menggelikan pun mereka lontarkan karena dasar nya juga mereka sangat kocak di tambah melfri dan caca makin heboh grup wa ini.
waktu berlalu tak sadar menjelang hari H tinggal 2 Minggu lagi aku dan Jhon mulai menyebarkan undangan ada undangan dari HP ada juga yg berbentuk undangan kertas hampir 500 undangan sudah tersebar ke keluarga. teman dan rekan-rekan kerja. Wedding Organizer sudah selesai di pesan . fitting baju pun sudah di lakukan hanya tinggal finishing saja.
"Alhamdulillah semua hampir selesai ya sayang". ucap Jhon padaku
" iya sayang sudah 80% persiapan kita. mudah-mudahan lancar sampai hari H". jawab ku sambil menyandar di bahu Jhon
" amin sayang". ucapnya kembali
saat aku memandang foto pre wedding ku sama Jhon air mataku menetes dengan sendirinya tapi bukan tetesan air mata kesedihan melainkan air mata bahagia. rasa ingin berteriak meronta-ronta saking bahagia yang tiada Tara karena tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata lagi.
deg ... deg
tiba-tiba lamunan ku buyar seketika saat sebuah tangan memegang bahu ku dan pada saat aku berbalik alangkah terkejutnya karena yang memegang bahu ku tadi adalah mas Dani.
" nga...ngapain kamu di.. di sini". tanyaku gagap
" udah makan siang belum". tanya nya santai
" ngapain kamu kesini. kamu ikutin aku. tolong jangan basa basi dan jangan mengganggu ku lagi'. ucapku dengan lantang
" oh. sabar bian mas Dani tidak bermaksud apa-apa kok. cuma mau silaturahmi saja ". ucap mas Dani dengan santai sambil duduk di kursi
tanpa berkata apa-apa aku langsung mengemasi tas ku dan berniat beranjak dari bangku tersebut untuk pindah ke bangku yang lain tapi sebelum aku selesai mengemasi barang ku tiba-tiba mas Dani mengeluarkan amplop cokelat dan langsung di letakkan di dekatku
" mas Dani hanya mau memberikan ini dan mengucapkan terima kasih selama ini sudah membantu mas dan ini uang yang mas Dani pinjam, mungkin kurang tapi ini yang mas Dani punya". ucapnya lirik
setelah berkata panjang lebar mas Dani langsung pergi dari hadapanku dan menghilang di kegelapan malam
__ADS_1
aku terpelongo tanpa kata, karena penasaran aku pun langsung duduk dan membuka amplop cokelat itu yang isinya adalah uang senilai 3 juta. sejenak aku terdiam dengan perasaan tak menentu dan menyadari bahwa sikap yang aku tunjukan ke pada mas Dani barusan itu salah tapi mau di kata apa semua sudah terjadi dan aku tidak mau menyesalinya karena kalau sampai aku menyesal dsn merasa bersalah aku takut nanti aku luluh lagi kepadanya
" sayang". ucap Jhon menghampiriku
aku hanya tersenyum tipis tanpa berkata apa-apa
" maaf ya lama menunggu tadi ada urusan sebentar". kata Jhon sambil memegang pipiku
" iya enggak apa-apa". ucapku sedikit canggung
setelah itu Jhon memesan makanan untuk kami dan beberapa menu sudah di pilih, Jhon memberikan Kode padaku apakah ada tambahan menu tapi aku hanya menggelengkan kepala saja tanpa berkata.
Jhon melihat gelagat ku yang tidak biasa dan aku sangat tidak nyaman dengan pandangannya padaku. aku tau dia bertanya-tanya ada apa dengan ku karena tak biasanya dia memandangku seperti itu
" kamu sakit sayang". ucap Jhon sambil meraih tanganku
" enggak kok sayang". ucapku gugup
tapi Jhon tidak puas dengan jawabanku dan dia pun terus bertanya berulang-ulang kali yang pada akhirnya aku tidak bisa menyembunyikan keresahan dalam hatiku.
setelah aku bercerita kejadian barusan kepada Jhon dia langsung memelukku dan berkata
" sekarang ada aku jangan takut lagi ya". ucap Jhon padaku
" iya ". jawabku sembari membalas peluk Jhon
semenjak kejadian itu mas Dani seakan hilang dan lenyap dari bayangan diriku dan tak pernah muncul mengganggu ku lagi.
hari pun berlalu dan tinggal beberapa hari menjelang pesta pernikahan ku. aku sangat sibuk dengan semua urusan yang ada sampai pekerjaan pokok ku saja terbengkalai tapi setelah melihat hasil dari semua persiapanku, lelah letih ku terobati seketika.
HARI H
tanggal 27 Maret
waktu yang aku tunggu-tunggu dimana akhirnya aku dan Jhon melakukan ijab khabul membuat suatu janji akan hidup bersama setia sampai akhir hayat.
Semua persiapan telah 100% siap dan tersusun rapi oleh serangkaian acara. Dekorasi yang sangat indah sesuai keinginanku, suasana yang klasik dan musik dengan aura Jawanya menyelimuti seluruh ballroom. bridemaid yang siap mengiringiku.
Busana yang indah dengan perpaduan make up yang menawan dengan tampilan singer ala Jawa sungguh membuat aku terlihat seperti putri keraton memancarkan aura yang positif dan memukau
teng.....
pukul 08.00 WIB
acara segera di mulai dan aku bersiap untuk melaju ke tempat di mana akan di gelar ijab khobul. rombongan Jhon dan keluarga menempati posisi dan masuk terlebih dahulu dan setelah Jhon dan keluarga masuk giliran aku dan keluarga ku yang masuk
" bismillah" ucapku salah hati dengan jantung yang berdenyut kencang
di iringi oleh keluarga dan bridemaid, aku berjalan melaju selangkah demi selangkah aku berjalan menuju tambatan hatiku yang sudah menunggu di singgasana nya.
" ya Allah gue gugup banget ". ucapku lirik sambil menahan air mataku yang keluar dari sudut mataku
__ADS_1
" udah santai aja bian. semangat ". ucap bridemaid ku
mendengar itu aku sedikit lega dan semangat menuju pangeran ku yang sedang menunggu ku....
akhirnya setelah perjalanan panjang, aku sampai ke tempat di mana pangeran ku menunggu dengan seksama untuk melakukan ijab khobul nya. aku di sambut dengan mesra dan di bantu untuk duduk di sebelah nya. aku pandang sekelilingku. keluargaku. teman-teman ku. rekan kerjaku. semua sudah hadir menyaksikan sebuah ikrar pernikahan ku. sungguh bahagia yang tak terbayangkan sebelumnya akhirnya aku akan menikah dengan orang yang mencintaiku. orang yang mengerti dan menerima segala kekurangan ku. orang yang tak pernah membantahku dan selalu mendukung segala yang aku lakukan dan orang yang sudah mengubahku lebih baik. dialah JHON PRAMONO yang sebentar lagi akan merubah statusnya menjadi suamiKu
" terima kasih ya Allah " pikik ku dalam hati
acara pun di mulai dengan kata sambutan dari pihak keluarga masing-masing dan setelah itu sambutan dari kedua mempelai, aku tak kuasa menahan tangis saat aku mengucapkan permintaan maaf dan meminta izin kepada keluarga ku untuk di menikah. tangisan ku pun pecah pada saat aku mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua ku, rasa haru, sedih menyelimuti hatiku saat aku pandang seluruh keluarga besar ku. mereka pun tak kuasa menahan tangis mereka terutama ayahanda tercinta yang duduk di kursi roda.
setelah selesai waktunya Jhon mengucapkan ijab khobul
saya terima nikah dan kawin nya bian sabrina Anggriani binti bapak Wicaksono R dengan mas kawin tersebut tunai
"Sah"
" Sah"
" Sah"
"**ALHAMDULILLAH SAH"
" Alhamdulillah"
" Alhamdulillah**"
semua yang ada di ruangan pun bersorak "Alhamdulillah"
akhirnya aku dan Jhon sudah resmi menjadi pasangan suami dan istri yang Sah sehidup semati.
rasa bahagia kami tak dapat di ungkapkan dengan kata-kata rasanya seperti mimpi yang menjadi nyata, aku melihat semua orang di sekeliling ku yang amat sangat bahagia dengan pernikahan ku dengan air mata yang jatuh di pipi ku aku berusaha untuk tersenyum kepada meraka.
setelah melakukan ikrar aku di iring ke pelaminan oleh Jhon suamiku tercinta dengan gaun ala Jawa yang menawan tak khayal Jhon pun sedari tadi menatapku penuh dengan kekaguman
" kami cantik sekali istriku". ucap Jhon menghidaku
" apaan sih suamiku sayang". ucapku manja
kami pun berpegangan tangan sembari duduk di pelaminan dan menebar senyuman kepada sanak keluarga . Teman dan kolega-kolega yang hadir di ballroom
Sesi demi sesi pun acara di laksanakan dan sejauh ini Alhamdulillah lancar. undangan yang hadir pun mulai menikmati menu-menu makanan dan mulai berfoto-foto. semua undangan yang hadir memberikan ku ucapan selamat dari mulai keluarga. sahabat. rekan kerja. kolega-kolega bahkan teman-teman mas Dani yg dulu selalu mencelaku dan berkoar-koar pelakor padaku pun hadir untuk mengucapkan selamat.
setelah menikmati santapan satu per satu para rekan-rekan pun mulai bersalaman kemudian berfoto di pelaminan dan setelah itu mereka pulang. secara berangsur-angsur para undangan pun mulai renggang karena sebagian undangan sudah meninggalkan acara karena waktu juga terbatas sampai jam 13.00 siang saja.
waktu menunjukan pukul 12.00 waktunya bridemaid dan keluarga besar berfoto di mulai dari bridemaid dahulu berfose dan bergaya setelah itu keluarga besar Jhon dan keluarga besar ku dan terakhir aku berfoto bersama Jhon.
setelah selesai berfoto aku duduk sejenak di pelaminan dan aku peluk Jhon dengan erat
" makasii suami ku. karena kamu hidup ku menjadi lebih bermakna dan indah. kamu sudah mengubah hidup ku yang kelam ini menjadi terang bagaikan surga". ucapku kepada Jhon sembari meneteskan air mata
" sama-sama sayang. aku berharap kamu bisa lebih baik dan menjadi istriku yang cantik untuk selamanya". jawabnya sambil membalas pelukanku dan kami pun saling berpelukan dan Jhon mencium kening ku dengan lembut.
__ADS_1
Dan kini aku susah resmi menjadi nyonya Jhon Pramono . bian sabrina Angraeni wanita yang semasa hidup nya di cap sebagai wanita perebut suami orang sekarang berubah menjadi seorang ratu di kerajaan Tuan Jhon Pramono. tidak adalagi yang memandang rendah dan sebelah mata kepada bian bahkan setelah menikah dengan Jhon bian menjadi sosok inspiratif yang membuktikan bahwa tidak semua pelakor tidak punya hak untuk bahagia, mereka bisa bahagia dengan jalannya sendiri dan menjadi pelakor bukan pilihan tapi diri kita sendirilah yang harus memilih jalan hidup apakah kita harus terus berada di zona nyaman sebagai pelakor di kerajaan orang lain atau kita rubah diri kita menjadi seorang ratu di kerajaan kita sendiri Dan jangan pernah salahkan hati karena hati tidak pernah salah, yang salah hanya bagaimana cara kita menempatkan hati tersebut.
Aku Bian Sabrina Anggraeni bersama Jhon Pramono sepasang suami istri mudah-mudahan langgeng, SaMaWa, cepat di berikan momongan banyak dan hidup bahagia selamanya. Amin Ya Allah