LIKA LIKU SANG PELAKOR

LIKA LIKU SANG PELAKOR
8. PASRAH


__ADS_3

Hari ini hari minggu kebetulan adalah jadwal aku Off kerja bangun pagi tidak seperti biasanya badanku terasa pegel. sakit dan kepalaku juga sedikit pusing sangat-sangat mager banget untuk menegakkan tubuhku ini tetapi semua pekerjaan rumah sudah menunggu ku. seperti biasa jika libur aktifitasku di rumah adalah menyetrika baju yang numpung segunung bukan tidak bisa menyewa orang untuk menyetrika tapi karena tidak rapi jadinya aku malas membayar orang tukang nyetrika karena setiap menyetrika aku selalu komplain ini itu di karnakan kurang rapi.


dengan sedikit lesu akupun bangun cuci muka dan sarapan yang udah di siapkan momiku selesai makan aku ke kamar dan mematik rokok sebatang sambil melamun tak berselang lama akhirnya akupun beranjak ke dapur untuk mengambil baju yang mau di setrika. tidak terasa 4 jam lebih aku menyelesaikan setrika ku


"Alhamdulillah akhirnua selesai juga". ucapku sambil meregangkan badan ku karena pegal terlalu lama duduk


setelah selesai semua aku pun rebahan di kamar sambil melamun dan fikiran ku pun melayang mengingat kembali kejadian kemarin hampa memyelimuti hatiku kembali ada rasa sesal yang dalam di dalam hati ku entah mengapa dan itu sedikit mencekik dadaku


"apakah harus aku akhiri hubungan terlarang ku ini'. ucapku dalam hati sambil merintih sakit


aku sangat sadar apa yang aku lakukan ini salah tapi rasa sayang ku sangat besar terhadap mas dani aku belum rela untuk kehilangan mas dani sumpah demi apapun tapi keadaan nya tidak memungkinkan sekali aku bersama mas dani


"apakah perjuangan aku akan sia-sia selama ini?". ucapku sekali lagi dalam hati. oh hati ini menangis tapi air mata ini tidak keluar sama sekali hanya dada ku sedikit sesak di buat nya


POV mas dani


" fri. dimana? mas dani ke kost ya?" kata ku di telfon kepada melfri


" oh. boleh mas. tapi bian enggak di sini mas". jawab melfri


" enggak apa-apa fri. mas dani mau ngomong sama lo". jawab ku kembali kepada melfri


"oke". jawab melfri sedikit keberatan


1 jam kemudian aku sampai di kost melfri aku langsung masuk dan ngobrol dengan melfri


" mas dani mau ke bandung fri". kataku kepada


melfri temen dekat bian


" hah. ngapain mas? mau pindah?". ucap melfri


" mungkin sementara waktu mas dani mau di sana fri. soalnya ada sedikit masalah di sana". ucapku menjelaskan seadanya ke melfri


" udah bilang sama bian?". kata melfri bertanya kembali


" belum. nanti mas dani kasih tahu". ucapku sambil menghela nafas panjang

__ADS_1


aku pun mulai cerita ke melfri tentang masalah yang aku alami sama bian mungkin melfri juga sudah tahu tapi aku tetap cerita pada nya tentang semua yang sudah terjadi


sangat rumit dan aku sendiri pun bingung dengan masalah yang aku hadapi ini tapi aky kasihan melihat bian yang begitu paling menderita. aku memang egois di satu sisi aku tidak bisa membiarkan anakku menjadi anak brokenhome tapi di sisi lain aku juga sayang sama bian entah mana yang harus aku pilih semua terasa rumit di tambah masalah keluarga ku rasanya kepala ku mau pecah 8.


sudah beberapa hari aku tidak menghubungi bian sebenarnya aku sangat merindukan bian tapi karena masalah dan kesibukan aku tidak sempat menghubungi nya. pagi itu aku tidak tahan lagi akhirnya aku mulai yang chat bian


" bian. masuk kerja kan hari ini? bian maafin mas dani hari ini mas dani mau ke bandung. mungkin akan menetap di sana sementara waktu. maaf kalau mas dani ada salah". tulis ku dalam pesan itu dan langsung aku kirim


tidak ada jawaban hanya di baca saja. aku hanya menghela nafas panjang apa mungkin bian sudah tidak mau bertemu denganku lagi


dretttt... dretttt


pesan masuk dari kekasih ku


" iya" hanya 1 kata itu balasan dari bian. tidak ada kata apapun lagi aku hanya terdiam pilu dan pasrah kalau-kalau memang bian tidak memaafkanku


POV bian


hatiku hancur saat mendapatkan pesan dari mas dani saat dia bilang mau menetap di bandung dan tidak bisa menemuiku


" dia mau ke bandung dan ninggalin gue setelah semua yang terjadi". ucapku dalam hati sambil meneteskan air mata


jam istirahat aku mengajak melfri ke kantin sebelah tempat mas dani nongkrong dengan harapan aku bisa ketemu mas dani. aku pesan kopi dan roti bakar sambil menikmati makanan aku juga sesekali melirik ke jalan dengan penuh harap mas dani datang tetapi sudah setenga jam mas dani belum dateng juga. aku masih terus berharap dia dateng dengan menarik nafas panjang aku pun terus fokus pada HP dan rokokku sampai-sampai aku tidak mendengarkan melfri yang lagi bicara padaku.


waktu sudah menunjukan jam 7 itu artinya waktu break pun telah usai melfri pun mengajak aku kembali ke kantor tapi kaki ku seakan berat untuk melangkah meninggalkan tempat itu


" lu duluan aja mak. gue masih mau sebat lagi". ucapku pada melfri


" ya udah gue duluan enggak apa-apa ya?". jawab melfri sembari melangkah meninggalkan ku


15 menit berlalu mas dani pun tidak kunjung menampakkan batang hidungnya dengan perasaan sedih dan lemas aku pun balik ke kantor. perasaan campur aduk ini meorak-arik hatiku seakan tidak kuat aku menahan semua perasaan ini. aku duduk di kubikal dan terdiam sejenak


" gue enggak tahan lagi". ucapku dalam hati dengan menahan air mata yang sebenarnya tidak dapat aku tahan


tiba waktunya pulang tapi sampai detik ini mas dani masih tidak mengabariku apakah sudah berangkat atau belum.


" dimana kamu mas. apa kamu sudah tidak pedulu dengan perasaan ku". ucapku lirih

__ADS_1


" heii.. ayok pulang". ujar melfri membuat aku sedikit terkejut dalam lamunan


" ayok".jawabku lemas


sepanjang perjalanan tak henti-hentinya aku memikirkan mas dani. fikiran ku di penuhi tanda tanya walaupun aku selalu di sakiti tetapi rasa sayang ku mengalahkan semuanya


sesampainya di kostan aku pun bergegas berganti baju dan rencana langsung istirahat karena raga dan jiwaku lelah terutama hati ku yang hancur ini


tok ...tok... tok ..


pintu melfri di ketok dari luar aku tidak ada feeling siapa yang mengetok pintu karena aku terlalu lelah. tapi tiba-tiba mataku membelalak karena yang datang itu tak lain adalah mas dani. aku langsung terperanjat dan tidak menyangka bahwa yang ada di hadapanku adalah orang yang sedari tadi aku tunggu


aku terdiam sambil menahan air mata begitu juga mas dani terdiam sambil tersenyum


" ngapain kesini? bukannya ke bandung? buat apa kesini?" pekikku salah tingkah dengan perasaan sedih. senang bercampur


" apa sih ya udah kalau enggak boleh ke sini". jawab mas dani pura-pura marah dan pergi dari kamar


aku tidak tahan lagi aku kesampingkan keegoan ku dan langsung aku kejar mas dani sambil aku peluk dan menangis sejadi-jadinya dan drama itu pun berakhir setelah melfri dan teman-teman menyoraki ku dari dalam kamar.


setelah berbincang cukup lama dan mas dani menjelaskan prihal kepergian nya ke bandung akhirnya aku sedikit tenang mendengarnya tetapi juga sedih karna bakal jauh dari mas dani. sama hal nya dengan teman-teman mereka juga sedih apalahi solboy dia menangis karena merasa kehilangan sosok mas dani. mas dani memang sudah punya isteri tapi dari segi pertemanan mas dani sangat care dan juga dekat dengan temanku maka tidak di pungkiri jika mereka merasa kehilangan sama seperti aku.


setelah berbincang. sedih-sedihan dan bercanda cukup lama dan waktu juga sudah menunjukan tengah malam kami pun istirahat termasuk mas dani. melfri mengizinkan mas dani nginep karena besok mas dani mau pergi.


dalam kegelapan kamar melfri kami pun saling menangis dan saling mencurahkan perasaan kami


" bian jaga diri ya. mas dani sayang bian". sambil menangis dan memeluk ku


" iya mas. aku juga sayang mas dani". jawabku membalas pelukannya


" apapun yang terjadi mas dani akan terus perjuangin cinta kita. mas dani janji". ucap nya kembali sambil berbisik


" iya mas". jawabku seketika aku melupakan hal berat yang terjadi pada ku kemarin-kemarin yang di sebabkan mas dani dan itu semua karen cinta ku ke mas dani. setelah itu kami pun tertidur pulas


alarm melfri berbunyi jam 7 kami pun terbangun, aku langsung mandi dan bersiap-siap melfri dan solboy sudah berangkat duluan sedangkan aku masih duduk di sana dengan mas dani


" mas. jaga diri baik-baik ya. apapun yang terjadi kamu mesti hubungin aku jangan seperti kemarin". ucapku manis

__ADS_1


" iya. bian juga ya hati". jawabnya


kami berpelukan. aku enggak tau apakah aku bahagia atau sedih perasaan ku sudah tidak menentu setelah semua kejadian yang menimpaku beberapa minggu ini yang aku tahu sekarang aku sangat senang bisa dekat dengan mas dani dan aku pun pasrah dengan apa yang terjadi nanti kepadaku dan melupakan apa yang terjadi padaku beberapa hari ini dengan sebegitu mudahnya


__ADS_2