
Setelah berbagai pertanyaan menerpaku dari mulai saudara kerabat dan teman-teman respon ku hanya diam seribu bahasa dalam hati sangat senang tapi aku tahan dulu sebelum semuanya jelas
hari demi hari aku dan Jhon semakin dekat dan hampir layaknya seperti pacaran. Jhon selalu mendengarkan ku apa yang aku bilang dan suruh selalu dia kerjakan untuk kebaikan dia. jika jhon mau melakukan apa-apa dia selalu bilang sama aku dan izin dulu membuat aku merasa aku ini sangat di hargai dan di butuhkan. rasa bahagia menyelimuti benakku tak ku pungkiri aku sangat bahagia tapi aku tidak mau terlalu oper di depan semua orang sekali lagi aku ingin meyakinkan dulu hubungan ini.
pagi itu seperti biasa aku duduk di kantin sebelum masuk ke kantor, aku bersama Jhon Caca dan pacar Caca tiba-tiba melfri dan solboy datang menghampiri ku, aku bersikap tenang dan sepertinya melfri, solboy tidak menyadari kedekatan ku dengan Jhon karena memang kami bersikap selayaknya temenan saja di depan mereka secara solboy sangat kocak dan suka bercanda.
setelah selesai kami pun beranjak dari tempat duduk bersiap mau masuk ke kantor dan tidak lupa Jhon memberikan aku uang untuk membayar belanjaan kami pagi itu tapi lagi-lagi melfri. solboy tidak menyadari nya tapi bagus lah jadi aku tidak akan menjawab pertanyaan mereka untuk sementara waktu.
istirahat pun tiba dan aku seperti biasa ke bawah bareng Caca karna kami mau ke warung sebelah dan tiba-tiba melfri menghampiriku
" Lo mau kebawah enggak? yok bareng?". sapa melfri sama solboy sudah di depanku
" iya. tapi duluan aja gue make up dulu". jawab gue sambil memasang alis
" ohhhhhhhh. ya udh". ujar solboy
" yuks Mak. dia udah enggak mau ke bawah sama kita". ujar solboy sambil menyeret melfri
" gila Lo ya". ucap ku sambil tertawa dan terus mengukir alis ku
mereka pun pergi duluan, tidak lama alis yang aku ukir selesai dan aku ke bawah bareng Caca,sesampainya di bawah Jhon pun sudah menunggu ku dan sudah memesan makan untuk ku dan kami pun makan bersama.
malamnya pas pulang aku juga di anter pulang sama Jhon tanpa di ketahui temen- temen ku dengan alasan yang sama aku tidak mau mempublikasikan dahulu
keesokan harinya aku terbangun dengan kejut dering hp ku
dretttttt dretttttt
saat aku lihat mata ku seketika mebelalak itu adalah pesan dari mas Dani
"mau apa dia". ucapku sambil membuka hp ku
aku buka pesan dari mas Dani
" assalamu'alaikum. bian sudah bangun? kerja enggak hari ini? mas Dani kangen. nanti kita ketemu ya?". tulis dalam pesan itu. perasaan ku sungguh kesal tapi ada sedikit iba melihat pesan itu entah kenapa tapi aku tidak mau baper aku sudah bertekad untuk tidak berhubungan lagi dengan mas Dani. pesan itu pun aku abaikan saja hanya ku baca tanpa aku balas
setelah selesai siap-siap dan rapi aku pun pergi sarapan yang telah di siapkan mama untukku setelah itu langsung pergi berangkat kerja memakai busway.
jam 07.30 aku pun sampai dan seperi biasa aku duduk terlebih dahulu di warung untuk ngopi dan ngerokok, pas aku datang sudah ada solboy dan melfri aku pun duduk menghampiri mereka sambil bercanda ria, melfri dan solboy sudah tidak pernah lagi menanyakan tentang pria misterius itu lagi padaku mungkin mereka bosan karena tidak pernah ada tanggapan dari ku.
pada saat bersamaan kami sedang asyik bercanda ria tiba-tiba dari sudut kanan muncul seseorang yang tidak asing bagi ku saat aku tatap ternyata itu adalah mas Dani sontak aku langsung terdiam dan berencana untuk menyudahi aktifitas meroko ku, aku tahu dia sengaja ke sana untuk menemui ku tapi jujur aku sudah tidak ada nafsu lagi melihat nya jangankan melihat nya cium nafas nya saja aku sudah tidak sudi
__ADS_1
melfri dan solboy memandangku memberikan kode aku pun langsung beranjak dan menyuruh mereka membayar minumanku dulu dengan cepat solboy dan melfri memahami maksud ku tanpa fikir lagi aku ambil barang ku dan langsung pergi ke dalam kantor. hati ku berdetak kencang seakan habis lagi berjarak 30 km dalam hati ku hanya ada rasa sakit bukan rasa iba
" kenapa mesti muncul lagi sih". ucapku sambil memashkk lift
sesampainya di atas aku menarik nafas panjang dan langsung minum air putih yang aku beli di warung bawah tak lama melfri dan solboy tiba di atas aku langsung bergegas menemui mereka dan menanyakan apa yang terjadi di bawah dengan kepo nya. tapi melihat dari ekpresi wajah mereka sepertinya biasa-biasa saja
" Mak apa yang terjadi ? dia nyari gue ya? ". ucapku kepo
" iye, doi nyariin lu. tapi karena lo pergi ke atas duluan jadi dia langsung balik lagi".jawab melfri
" dia enggak ngomong apa-apa? ". tanya ku penasaran
" enggak. pas dia lihat Lo pergi dia juga pergi. cuma sempat nyapa kami sih bentar". ucap melfri menjalaskan
" ohhh". ujarku sembari beranjak dari tempat melfri
aku sedikit tenang sih tapi masih was-was kalo tiba-tiba dia dateng seperti tadi. aku menjadi sedikit takut dengan tingkah mas Dani tadi bukan takut dia mau memaksaku bertemu tapi aku takut aku tidak bisa move on lagi.
aku sedikit risih dan murung memikirkan hal tadi pagi sampai pas jam istirahat pun aku masih murung karena kedatangan mas Dani tadi sangat menggangu fikiran ku.
" hei. kamu kenapa beb?". tanya jhon membuyarkan lamunanku
" eh. enggak apa-apa kok. cuma capek aja blm clos aku". jawab ku dengan alasan pekerjaan
mendengar perkataan Jhon yang lembut aku tersenyum tipis dan langsung melanjutkan makan siangku
malam pun tiba dan waktunya pulang kebetulan tadi Jhon bilang padaku dia mau pulang duluan ada urusan keluarga jadi malam ini aku pulang pakai busway aja
" baiklah". ucapku menyemangati diriku sendiri
pada saat aku keluar kantor dengan waktu bersama sebuah motor yang tidak asing bagiku menghambat jalan ku. aku sangat terkejut dan takut karena motor itu milik mas Dani
aku langsung menghindar dan pura-pura tidak peduli padanya tapi mas Dani terus mengikuti ku sampai di dekat halte busway. langkah ku terhenti dan aku memberanikan diri melihat wajahnya
" jangan ganggu hidup ku lagi mas.kiga sudah selesai dan aku tidak mau berurusan dengan mu lagi. faham".ucapku tegas dan aku pergi meninggalkan mas Dani di pintu busway
mas Dani hanya terdiam sambil menatapku dengan penuh rasa sakit aku tau dia sedih tapi aku harus melakukan ini demi aku dan keluargaku, aku tidak ingin terpuruk lagi ke masa lalu
sesampainya aku di rumah air mata ku tidak dapat aku bendung lagi. malam itu tanpa cuci muka tanpa mengganti pakaian aku langsung berbaring di tempat tidur sambil menangis entah apa yang aku tangisi tapi rasanya sedih dan rasanya ingin menjerit mengingat apa yang di perbuat mas Dani padaku bukan karena aku sayang tapi aku menangis karena menyayangkan beberapa tahun ini aku berjuang sia-sia saja, dengan isak tangis sepanjang malam aku pun tanpa sadar terlelap tidur karena lelah setelah menangis seseduan.
paginya aku terbangun dan ku lihat kedua mataku sembab banget entah bagaimana cara menghilangkan sembab ini di tutupi pun enggak bisa tapi untungnya aku pakai kaca mata jadi tidak terlalu kentara sekali.
__ADS_1
pada saat aku lagi siap-siap ponsel ku berbunyi dan aku sedikit terkejut, pelan-pelan aku raih hp ku dan aku lihat pesa. masuk dari layar luar dan setelah melihat pesan aku aku akhirnya menghela nafas karena pesan tersebut dari Jhon yang akan menjempurku sebentar lagi
" udah siap-siap. bentar lagi aku sampai ya". tulis Jhon di pesannya
" iya". hanya itu jawaban ku membalas nya sambil tersenyum
tak berselang beberapa menit Jhon pun sudah sampai di depan rumah menjemput ku dan aku bergegas keluar untuk menemui nya dan langsung pergi bersama, dalam perjalanan aku hanya diam saja tak banyak yang aku ceritakan karena fikiran ku masih di hantui mas Dani
dretttttt dretttttt
ponselku berbunyi lagi tapi karena lagi di jalan aku putuskan tidak melihat nya sekarang nanti saja kalau sudah di kantor sesampainya di kantor aku langsung masuk tanpa singgah ke kantin. pada saat jhon bertanya jawaban ku hanya ingin langsung ke ruangan dan aku pun bergegas ke ruangan ku sesampainya di sana aku beres-beres dan aku melihat ponsel ku betapa terkejutnya aku salah satu pesan masuk adalah pesan dari mas Dani, sedikit demi sedikit aku buka chat dari mas dari dari layar depan hp ku
"bian. apa kita tidak bisa seperti dulu. mas Dani janji akan urus semua nya dengan cepat. mas Dani tidak bisa hidup tanpa bian". tulis nya di pesan itu dengan di akhiri emot menangis
aku diam dan tidak menghiraukan WA nya. aku sudah muak dengan janji palsu yang dia lontarkan pada ku beberapa tahun belakangan ini dan sekarang hati ku sudah mulai Beku kepadanya karena perbuatannya sendiri
aku terus melakukan pekerjaan ku tanpa memikirkan mas Dani tapi alhasil nihil karena pada dasar nya aku masih memikirkan mas Dani terus tapi bukan rasa cinta yang ada di fikiran ku tapi rasa takut kalau dia terus menggangu hidupku.
perasaan tak menentu ini ternyata terlihat oleh melfri dan dia pun langsung menanyakan padaku
" Lo kenapa? ada masalah lagi? kusut bener". tanyanya padaku
" enggak Mak. sebenarnya beberapa hari ini mas Dani WA aku terus dan nyamperin aku terus aku sangat risih Mak". ujarku sedih
" masa sih? terus gimana? ". tanya melfri kembali
" ya enggak gimanaa-gimana?? jawab ku dengan pandanga. lurus
" ya elo mesti hati-hati ya. kalau ada apa-apa kasih tau gue ya". ujar melfri
" siap". jawabku sambil mengacungkan jari ku
malam pun tiba dan aku siap-siap mau pulang
dretttttt dretttttt
" mas Dani jemput ya. mas Dani sudah di parkiran ". tulis pesan dari mas Dani
aku sontak kaget tidak tahan lagi kali ini aku beranikan buat membalas chat mas Dani
" maaf mas enggak bisa. dan sekali lagi aku mohon jangan ganggu aku lagi. sekali lagi aku mohon jangan ganggu lagi kita sudah selesai dan satu hal lagi tolong kembalikan uang yang dulu mas Dani pinjem ke aku. karena aku sekarang butuh . makasiii". tulis ku dan langsung aku mirim ke mas Dani
__ADS_1
tidak ada jawaban dari mas Dani dan pada saat itu juga aku langsung blokir nomor mas Dani dan semua kontak. sosmed yang berhubungan dengan mas Dani
setelah memblok semua aku merasa sedikit tenang, aku ingin move aku enggak ingin kembali seperti dulu menjadi pelakor yang di benci banyak orang.