LIKA LIKU SANG PELAKOR

LIKA LIKU SANG PELAKOR
18. JAUH TAPI TETAP DEKAT DI HATI


__ADS_3

waktu terus berjalan sama seperti hubungan ku dengan Jhon juga terus berjalan dengan harmonis, banyak perubahan dalam hidupku setelah aku bersama Jhon hidup yang tadinya tidak tahu arah sekarang menjadi ada arahan dan tujuan, tujuan yang sama seperti Jhon dan berharap selama nya tujuan hidup aku dan Jhon seiring.


tetapi dalam suasana kebahagian yang aku rajut bersama Jhon secara bersamaan satu persatu dari teman-teman dekat ku pergi. bukan pergi karena perselisihan melainkan pergi ke kota masing-masing. mereka secara berurutan resign dari tempat kerja dengan alasan masing-masing


Lola si gadis kecil kami dia melanjutkan kuliah di kampung halaman nya semetara solboy juga pulang ke kampung halaman nya karena mau melanjutkan usaha keluarga nya sedangkan melfri dia pulang karena ayah nya meninggal dunia.


masing-masing punya alasan tersendiri tapi walau bagaimana pun kami masih tetap bersahabat dan jarak tidak memisahkan kami dalam menjalin persahabatan. walau sekarang kami sudah memiliki kesibukan masing-masing tetap komunikasi tidak pernah putus bahkan kami sering melakukan video call bersama di group.


walaupun demikian aku sedikit merasa kehilangan akan tetapi Jhon membuat aku semangat dalam hal apapun dia selalu ada di sisiku dalam suka maupun duka, aku sangat beruntung memiliki Jhon yang sabar dan tidak pernah menentang keinginan ku walau kadang dia tidak menyukainya tapi dia selalu berbicara dengan halus sampai aku mengerti kalau dia tidak menyukai hal tersebut.


hari ini kebetulan akhir bulan dan waktunya aku gajihan termasuk Jhon juga gajihan dan Jhon mengajak ku ke mall untuk jalan-jalan


" ini kartu debit ku. kamu belanja lah sepuasnya ".ucapnya padaku


" wah. beneran nih sayang" ucapku kegirangan


" iya ambil saja apa yang kamu mau". katanya sembari memberikan ATM dan tersenyum


aku menerima ATM nya dengan senang dan aku bener-bener bahagia


" makasii". ucapku mengecup pipi Jhon


tak lupa aku buat snap dengan caption


" hari ini belanja tanpa minimal order. makasii sayang"


tulis ku di snap IGku


tak khayal banyak sekali komen dari teman-teman ku yang menyanjungku dan memberikan like nya tak terkecuali sahabat-sahabatku.


" cieee belanja yaa"


" weeeh borong nih"


" aisss.. awas kebobolan tuh ATM"


" mau dong belanja tanpa minimal order"


ah pokoknya hari ini menyenangkan banget bukan hanya hari ini tapi hari demi hari pun menyenangkan kalau itu aku lalui sama Jhon kekasih ku tercinta.


setelah selesai berbelanja aku pun pulang karena hari juga sudah larut sesampainya di rumah aku langsung bebenah membersihkan diriku dan setelah itu aku rebahan istirahat

__ADS_1


ketika mataku mulai menyipit dan setengah diriku sudah berada di alam mimpi tiba-tiba aku tertegun mendengar dering hp yang ada di dekat telingaku


dretttttt dretttttt dretttttt


"sial. siapa sih?" ucapku kesal


ternyata itu adalah panggilan video group teman-teman ku tanpa pikir panjang aku langsung mengangkat nya


"hai hai" sorak Sorai teman-temanku di video sana


" heh apa-apan kalian jam segini video call. kagak tahu hari udah malam. ganggu anjiirrrrr". ucapku masih kesal


" iss. sombong yang abis belanja". ujar melfri


" Halah gitu aja belagu metang-mentang udah bisa belanja pake debet" ucap solboy menambahkan Bullyan pada ku


"wkwkwk . makanya Kaka jangan matre di bully kan" sambung Lola adek kecil kami


"is najes lah. mana ada matre ya. sirik bilang bos". ucapku sambil tertawa


perbincangan kami pun lanjut dengan penuh suka cita dan lebih membuat kangen lagi pada saat merokok bersama karena kami tidak ada lagi waktu merokok bareng di kantin seperti dulu jadi kami merokok via online saja tapi itu sudah membuat kami merasa senang dan lebih dekat.


" ya sudah lah gue off ya besok kerja " ucapku kepada semua nya


"wokayy"


" ok bye"


" bye "


panggilan video pun berakhir dan aku segera menutup mata ku karena memang sudah sangat berat sedari tadi.


POV MELFRI


setelah menelfon aku langsung beberes dan langsung tidur bersama anak-anakku tapi saat mau tidur aku tersintak lagi karena telfon ku berdering dan itu tak lain panggilan dari mas Dani


" mau apa sih ini orang malam-malam". ucapku kesel


sebenarnya memang agak berat aku angkat telfon dari mas Dani karena yang di bahas pasti bian tapi apa boleh buat terpaksa aku angkat


" ya mas Dani. ada apa? tanya ku to the piont

__ADS_1


" maaf Fri mas Dani ganggu malam-malam". ucapnya di ujung telfon sebrang


" oh enggak apa-apa mas. emang ada apa ya? kebetulan aku mau tidur nih mas udah malam".ucapku tidak basa basi


" oh iya. mas Dani mau tanya? Fri bian sekarang sama s Jhon ya? ".tanya mas Dani


" oh itu. iya mas Dani. doain aja ya mereka langgeng mas'. ucapku kepada mas Dani. aku tahu dia pasti sakit hati tapi aku harus lakukan itu biar dia tidak mengganggu


" ya Allah Fri. Fri beneran mas Dani enggak rela kalau bian sama si Jhon. ya Allah Fri. beneran dah". ucapnya seperti khawatir


". loh kenapa mas. Jhon baik kok orang nya" ucapku membela Jhon yang memang kenyataan nya dia baik


" enggak Fri mas Dani tahu sama dia. mas Dani tau dia enggak baik Fri. beneran percaya mas Dani dah". ucapnya kembali menjelekan Jhon


" iya. memang dia kenapa sih". ucapku penasaran


" Fri. Jhon itu mas Dani tau waktu pacaran sama si laxi dia sering main ke hotel. pokoknya enggak ada baiknya fri.mas Dani takut bian juga di gituin". lirih nya seperti khawatir sekali


" mas Dani sudahlah. itu kan masa lalu dia. lagian jaman sekarang pacaran memang lumrah kayak gitu sama kayak mas Dani sama bian kan? lagian si bian sudah di bawa ke rumah nya mas jadi please biarin si bian tenang".ucapku panjang lebar biar mas Dani sadar dengan kelakuannya selama ini.


mas Dani diam sejenak dan menghela nafas panjang seperti nya sedang mencerna perkataan ku


" oh begitu ya. ya sudah lah kalau begitu mudah-mudahan saja memang Jhon baik". ucapnya kecewa setelah berkata itu dia pamit mematikan hp


dan semenjak itu mas Dani tidak pernah lagi komunikasi dengan ku tidak tahu apakah dia marah dengan ucapanku atau bagaimana dan aku juga tidak peduli


sore nya aku melakukan vc kembali sama bian dan solboy dan tak lupa aku ceritakan tentang mas Dani yang menelfon ku semalam


" ya ampun gila banget emang sampe segitunya ya" ucap bian sambil tertawa


" serius. tapi kelihatannya dia sedih tau". ucapku


" udah lah biarin aja. udahlah jangan bahas dia. orang enggak penting itu ". ucap biar sembari mematik rokoknya


" cieee. sekarang bilang enggak penting nah dulu . wkwkwwk". ledek ku kepada bian


" udah lah Mak. lu manas-manasin doang aja".sambung solboy


kami pun tertawa bersama serta banyak pembasahan kami bahas mual dari percintaan. pekerjaan dan begitulah setiap hari nya jika ada waktu luang kami video call.


ya walaupun kami jauh tapi tetap merasa dekat di hati karena komunikasi kita lancar dan aku juga senang melihat bian yang bahagia dan penuh percaya diri seperti sekarang ini. aku berharap kebahagiaan ini selalu menyertai sahabatku itu dimana pun berada.

__ADS_1


__ADS_2