
Dretttttt dretttttt dretttttt
bunyi suara handphone yang keras itu membuat ku terbangun sekali lagi setelah sebelumnya aku di kejutkan dengan alarm handphoneku. dengan mata masih 5 Watt aku mencoba mengambil handphone ku yang letaknya tidak jauh dariku setelah aku mendapatkan handphone ku dan terlihat itu panggilan dari Kaka tertuaku yaitu mas gibran
" hallo. ads apa mas pagi-pagi nelfon". kataku tanpa basa basi
"dek nanti bawa Jhon ke rumah ya". ucap mas gibran di sebrang telfon sana
" hah. nanti aja mas aku atur waktunya ya". ucapku masih ngantuk
" nanti aja bawa kerumah mas biar di kenalkan ke keluarga besar kita kebetulan keluarga dari solo nanti mau dateng ya". ucapnya kembali
" ya udah. nanti malam aku ke rumah mas ". balasku singkat
" ya udah". ucap mas gibran sembari menutup telfon nya
aku termenung sejenak melihat sisi kanan dan kiri ku seakan masih linglung dan raga ku belum sepenuhnya masuk ke dalam tubuh ku. setelah termenung beberapa waktu aku pun beranjak dari tempat tidur ku kemudian ke dapur membuat secangkir kopi dan setelah itu aku ke kamar lagi untuk menikmati kopi dan sebatang rokok ku.
tak lama aku pun mengambil handphone yang masih tergeletak di kasur pas terlihat ada beberapa pesan dan salah satunya dari Jhon dan otomatis pesan dari Jhon yang aku dahulukan baca dari pada chat dari yang lain
"pagi sayangku . sudah bangun sayang? jangan lupa makan ya!". pesan dari Jhon
memang hanya sebatas pesan singkat tapi itu membuat ku sangat bahagia. sambil tersenyum aku pun membalas pesan dari Jhon
" pagi juga mas ku. iya mas kamu jangan lupa makan ya!". balas ku sembari langsung mengirimkan kepada Jhon
tak lama setelah Jhon membaca pesan ku dia langsung menelfon
" hallo ".ucapku
"hallo sayang. lagi apa?". katanya Jhon di sebrang telfon
" lagi duduk aja sambil ngopi". jawab ku singkat
" wah. enak banget sayang aku ini". ucap Jhon merayuku
" iya dong. oh ya mas tadi mas gibran nelfon aku. kamu di suruh ke rumah mas mah di kenalin sama keluarga ku. kamu bisa kan? ucapku
"kapan yang?". jawabnya pelan
" nanti malam sekalian makan malam ". ucapku sekali lagi
" ya udah nanti aku otw ke rumah kamu jam 7 ya'". kata Jhon sembari tersenyum tipis
pada saat setelah Jhon mematikan telefon mataku terbelalak dengan satu pesan masuk yang terlihat dari atas jendela telfon ku. pesan itu sangat mengganggu ku dan membuat mood ku hilang seketika saat melihat pesan itu, pesan yang tak lain adalah pesan dari mas Dani. tanganku terasa berat untuk membuka pesan dari mas Dani seolah gejolak dan luka lama yang dia torek membuka rasa sakit kembali dalam diriku, rasa sakit yang mas Dani berikan itu sangat dalam dan tidak mungkin aku lupakan
aku sempet berfikir kenapa dia masih bisa mengirimkan pesan pada ku padahal semua aksses sudah aku blok dan aku baru tersadar bahwa mas Dani mengirimkan SMS padaku bukan WA dan aku buka pesan SMS dari mas Dani
_
__ADS_1
"assalamu'alaikum bian. apa kabar? bian mas Dani minta maaf dengan segenap jiwa raga mas Dani, mas Dani sadar mas Dani salah tapi apapun yang terjadi mas Dani tidak bisa hidup tanpa bian. mas Dani janji akan memperbaiki semua ini tolong kasih mas Dani kesempatan. mas Dani tahu sekarang bian lagi dekat dengan Jhon dan mas Dani tidak rela karena Jhon bukan laki-laki yang cocok untuk bian. pls kasih mas Dani kesempatan ya".
membaca dengan seksama pesan dari mas Dani aku bukan simpati malah aku merasa jijik dan menyesal kenapa aku bisa kenal dan berhubungan dengan lelaki menjijikan ini sebodoh itukan aku dulu hingga aku mau menerima lelaki tak berperasaan ini sungguh menyesal yang tiada Tara nya.
setelah beberapa saat aku berfikir aku langsung mengetik balasan pesan dari mas Dani yang aku harap setelah membaca pesan ini dia akan berhenti mengganggu ku
" mohon maaf tolong mulai sekarang jangan mengganggu kehidupan saya lagi. saya sudah nyaman dan tenang dengan kehidupan saya sekarang. saya tidak lagi takut dan tidak lagi menutupi hubungan saya dengan pasangan saya tidak seperti dulu waktu bersama anda. mohon dengan sangat biarkan saya menjalani kehidupan saya dengan normal dan satu hal lagi dulu mas Dani pernah meminjam uang saya kan? bisa tolong mas Dani kembalikan karena saya sangat perlu sekarang. terima kasih ". isi pesan balasanku
begitulah pesan ku ke mas Dani dan aku langsung mengirimkan nya tanpa aku baca ulang dan setelah beberapa menit akhirnya ada balasan pesan dari mas Dani Dan isi nya sungguh mengagetkan
"ok"
hanya itu pesan singkat yang di kirimkan mas Dani dan aku tersenyum tipis aku yakin mas Dani tidak akan menggangguku lagi setelah apa yang aku bilang barusan kepadanya.
singkat cerita waktu pun sudah menunjukan pukul 17.00 aku sudah bersiap-siap untuk pergi ke tempat Abangku sembari menunggu Jhon jemput. pada saat aku menunggu Jhon tiba-tiba hp ku berbunyi karena aku fikir itu dari Jhon aku langsung buka saja pesan nya tapi ternyata pesan itu bukan dari Jhon tapi lagi lagi dari mas Dani
" isss sialan gue fikir dari sayang gue ternyata dari orang yang enggak aku harapkan". lirik ku sambil memalingkan hp ku, tak ku baca sama sekali pesan itu langsung ku abaikan saja karena tidak begitu penting hanya buang-buang waktu saja bagiku.
tak lama Jhon pun datang menjemput ku dan kami pun langsung pergi ke rumah di mana abang tinggal yang tak jauh dari rumah ku. hanya kurun waktu 10 menit kami sudah sampai di depan rumah Abangku
"assalamu'alaikum". ucap Jhon dan aku sembari masuk ke rumah yang di mana semua keluarga besar sudah berkumpul termasuk papa dan mama juga Sudah ada di sana.
" waakumsalam". ucap kerabat ku yang ada di dalam rumah dengan serentak bersemangat
" ayo silahkan masuk menantu." ucap salah satu kerabat yang ada di dalam
semua orang ber rebut untuk bersalaman dengan Jhon ada juga yang nanya ini itu. jahilin serta Merta meledek Jhon dan banyak pertanyaan berbagai macam. well. Karena Jhon memang orang lapangan jadi dia juga bisa memahami atau bisa cepet beradaptasi dengan keluarga ku. sungguh hangat dan damai terlihat antara Jhon dan keluarga ku
"assalamu'alaikum bian mas Dani kangen banget bisa kah kita bertemu walaupun untuk yang terakhir kali mas Dani janji mas Dani tidak akan mengganggu nian lagi, tapi mas Dani kangen banget sama bian. tolong berikan mas Dani kesempatan". tulisnya di pesan tersebut
bukannya simpati tapi hati ku merasa sangat kesal dan jijik membaca pesan nya tersebut dan aku balas dengan singkat
" maaf kita tidak ada hubungan lagi saat ini jadi tolong jangan mengganggu saya karena saya sudah bahagia dengan orang yang tepat dan satu hal lagi tolong bayar hutang nya karena saya lagi butuh. makasii".
begitulah kira-kira isi pesan ku kepada mas Dani. tak peduli apakah dia tersinggung atau tidak tapi cuma itu yang bisa aku lakukan supaya mas Dani tidak mengganggu ku lagi.
beberapa hari setelah pesan terakhir ku sampai sekarang tidak ada lagi pesan dari mas Dani tapi tidak masalah baguslah aku juga tidak terganggu oleh nya dan soal hutang nya pada ku mau di bayar atau tidak itu terserah mas Dani
hari demi hari aku dan Jhon semakin dekat Jhon juga sudah sering berkunjung ke rumah ku dan begitu pula dengan ku sering berkunjung ke rumah Jhon sampai pada suatu hari saat aku main ke rumah Jhon ayah dan ibu Jhon bertanya tenTang hubungan kami dan bagaimana kelanjutannya
" mau bagaimana hubungan kalian ini apa mau di resmikan saja. toh keluarga kita sudah saling mengenal satu sama lain". ucap ibu Jhon pada ku
" kalau aku terserah mas Jhon saja ibu. kalau dari pihak ku aku sudah siap". ucapku pada ibu Jhon
" bagaimana Jhon ". pertanyaan ibu beralih ke Jhon
" aku sih insyaallah siap ibu". jawab Jhon santai
" ya sudah kalau begitu. jika kalian sama-sama susah siap dan sudah yakin dengan tujuan kalian nanti ibu akan pergi ke rumah bian untuk menentukan pernikahan kalian". ucap ibu Jhon sambil tersenyum
__ADS_1
aku pun ikut tersenyum malu sembari ku pandang Jhon dan keluarganya dan aku pun memeluk ibu Jhon dan mengucapkan terima kasih
" terima kasih ibu sudah percaya sama bian untuk menjadi pendamping mas Jhon".ucapku memeluk ibu
" sama- sama ndo. mudah-mudahan kalian selalu sehat dan niat kalian di izinkan Allah". ucap ibu Jhon mengelus kelapa ku
singkat cerita pertemuan antar keluarga pun telah di gelar untuk menentukan hari petunangan dan sekaligus pernikahan aku dan Jhon. semua persiapan pertunangan pun telah di lakukan dan tibalah saat nya hari di mana pertungan itu di lakukan . tidak ada yang menyangka bahkan aku sendiri pun tidak menyangka akhirnakandi persunting oleh laki-laki yang sangat mencintaiku dalam kurun waktu beberapa bulan kami berkenalan hingga akhirnya kami memutuskan untuk menikah itu sesuatu hal yang sangat membahagiakan bagiku.
aku tidak lupa memberitahukan kepada teman-teman terutama MELFRI dan solboy tentang kabar bahagia ini. panggilan video group pun di mulai satu persatu mereka mulai mengangkat telfon ku diawali oleh MELFRI dan setelah itu solboy dan kemudian Lola
perbincangan kami pun di mulai dan tak henti-henti nya mereka berucap syukur atas pertunangan ku mereka ikut bahagia bersama ku hanya saja mereka tidak bisa hadir dalam acara pertunangan ku kerena jarak yang begitu jauh tapi merka janji pas di hari pernikahan ku merek akan datang
------------------
berita tentang pertunganan ku sudah tersebar di seluruh kantor dan seluruh teman-teman ku mereka berebut memberikan selamat dan mendoakan semoga lancar sampai di hari H. aku hanya bisa meng amin kan saja mudah-mudahan semuanya lancar
seperti selebritis ada pro dan kontra dalam rancana pertunanganku, ada yang ikut bahagia. ada yang ikut senang dan suka. ada juga yang tidak suka dan masih memperbincangkan ku dan mengaitkan ku ke masa lalu tapi aku hanya balas dengan senyuman saja toh sekarang aku bisa membuktikan bahwa pelakor juga mempunyai takdirnya sendiri dan bisa lebih baik jika ada niat berubah
" Alhamdulillah ya bian. selamat atas pertunangan nya sekarang sudah tidak di cap pelakor lagi lah ya". ucap salah satu teman satu devisiku dengan sedikit mengejekku
aku hanya balas dengan senyuman saja tanpa melawan atau menepis kata-katanya
" iya ". jawabku sambil tersenyum
selain dari itu banyak desas desus tentang aku tapi aku sungguh sudah tidak peduli aku anggap omongan mereka yang kurang enak tentangku hanya angin semata
akhirnya hari di mana aku bertukar cincin dengan Jhon segera di gelar, sungguh sangat mendebarkan padahal ini hanya baru tunangan belum izab khabul tapi hati ku merasa sangat gugup bercampur bahagia
" tenang dek. kamu mesti tenang insyaallah enggak apa-apa". ucap Kaka ku sambil memelukku
" iya kak". jawab ku membalas pelukannya
" kamu cantik banget hari ini". ucapnya kembali
" makasii kak". liriku serasa rapuh hati ku mendengar pujian dari sang Kaka yang selama ini adalah lawan berantem ku di rumah.
pukul 09.00 pagi akhirnya acara pun di mulai. sederet schedule dan susunan acara telah di persiapkan sementara Jhon belum terlihat muncul , aku sedikit khawatir karena Jhon tidak mengangkat telfon ku sedari tadi dan sekarang sudah pukul 9 keluarga Jhon juga belum datang satu pun tapi salah kegalaunan ku itu tiba-tiba suara klakson mobil berbunyi di depan pintuku dan itu tidak lain adalah Jhon berserta keluarga nya yang aku cintai
" assalamu'alaikum. maaf kami terlambat tadi sedikit macet". ucap pak dek Jhon yang masuk terlebih dahulu ke rumah
" iya mangga pak. tidak apa-apa yang penting selamat". jawab Kaka tertua ku sembari menyalami beliau
akhirnya semua masuk ke rumah dan sesi demi sesi acara pun di laksanakan sampai akhirnya di mana pertukaran cincin di mulai dan aku sekarang berhadapan dengan Jhon untuk bertukar cincin. ini adalah momen yang sangat membahagiakan seumur hidupku tidak bisa aku ungkapkan perasaan bahagiaku ini karena ini sungguh mukjizat dari Allah untuk ku.
setelah selesai dan mengucapkan kata "amin" tibalah sesi foto-foto keluarga di awali dengan foto keluarga ku dan keluarga Jhon kemudian seluruh keluarga ku dan selanjutnya keluarga jhon setelah itu barulah aku dan Jhon berdua yang foto sekaligus untuk foto wedding ku. aku melihat wajah Jhon yang bersinar dsn sangat cerah dan aku tanya bagaimana perasaan nya saat ini
" perasaan mu bagaimana mas?" tanya ku pada Jhon
" ya senang lah yank". jawab nya sambil menjewer hidungku
__ADS_1
tampak begitu kebahagian di antara kedua keluarga dan itu membuat aku sangat terharu dan ingin menangis tapi aku tahan. aku tidak ingin memperlihatkan wajah cengeng ku di hadapan kedua keluarga ini.
akhirnya pertunanganku dengan Jhon selesai dan berjalan dengan lancar