
Entah kenapa rasa nyaman menyelimuti hatiku ketika komunikasi dengan Jhon tapi aku tidak ingin berlarut dengan rasa nyaman ini karena aku masih takut dengan perasaan dan keadaan ku yang masih terluka aku tidak ingin rasa ini malah menjadi benalu untuk ku di masa depan. aku harus terus bersikap bijak aku tidak mau terlena dengan keadaan lagi walaupun jujur aku sangat senang dengan perlakuan Jhon terhadap ku.
singkat cerita hari-hari ku menjadi sangat damai tatkala setiap hari setiap saat bahkan setiap detik Jhon selalu ada buat ku tapi aku masih dengan sikap yang cuek dan tidak memberikan harapan apa-apa karena pembicaraan kami masih dengan batas-batas normal dan hanya teman biasa di depan umum walau pada saat chat atau di lain tempat sangat berbeda.
semakin hari aku semakin dekat sama Jhon dan mulai tidak memikirkan mas Dani yang entah kemana karena sampai saat ini tidak pernah lagi menghubungiku tapi aku juga sudah cuek sih sudah bodo amat,aku sudah tidak respect lagi karena batin ku sudah sangat sakit dan enggak kuat lagi walau aku masih sayang tapi rasa sakit mengalahkan rasa sayangku terhadap mas Dani.
"hei.. Lo kenapa? Lo sekarang jarang tidur di kostan gue? kenapa? karena udah putus sama mas Dani?". ucap melfri cemberut
" gila Lo ya.enggak lah gue cuma lagi pengen tidur dirumah aja bokap gue kan lagi sakit Mak". jawab ku
" oh ya udah ". ujar melfri sambil beranjak pergi menjauh dari hadapan ku
sebenarnya aku jarang ke kostan melfri semata-mata karena aku enggak mau ketemu dengan mas Dani dan pengen ngelupain kenangan di kostan itu. aku mau membuka lembaran baru dan ingin hidup normal tanpa harus di gunjingan oleh orang lain aku ingin membuat keluarga ku bangga atas diriku yang selama ini hanya membuat beban untuk orang tua ku.
dretttttt dretttttt
lamunan ku seketika buyar mendengar dering hp ku. saat aku lihat ternyat itu dari Jhon
" hmmm". pekikku
" hallo". kataku mengangkat telfon
" hallo. dimana bi? ayok kekantin sebelah. aku di sini". ucap Jhon di sebrang telfon
" ok. sebentar lagi gue turun sama Caca ".ucapku sambil mematikan telfon
tak lama aku pun ke kantin sebelah dan bertemu dengan Jhon dan teman-teman yang lain sambil merokok, ngopi sekalian makan siang juga. tepat di samping ku Jhon duduk dan memulai percakapan sambil bercanda aku pun demikian membalasnya dengan candaan tanpa ada rasa apapun, aku memang nyaman bercerita dengan jhon tapi aku tidak mau memperlihatkan kenyamanan ku lebih dalam aku tidak mau baper dan tidak mau barepin orang lain.
setelah selesai dan jam menunjukan pukul 12.50 wib aku dan Caca pun kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaan ku belum sampai ke meja ku sudah ads WA masuk yang tak lain dari Jhon
" selamat bekerja ". tulis nya di pesan WA. aku hanya tersenyum tipis dan ku balas
" iya ".
jam 8 waktunya untuk pulang. seperti biasa aku sapa melfri dan solboy dulu sebelum pulang
" mak.sol gue pulang duluan ya". ucapku sambil melambaikan tangan
" enggak singgah dulu". ucap melfri
__ADS_1
" enggak gue langsung aja nanti kemalaman". ucapku sambil beranjak
aku pun pulang dengan busway dan sesampainya di rumah aku baru lihat hp dan ternyat ada WA dari Jhon menanyakan aku sudah pulang apa belum, aku pun langsung membalasnya seketika
" maaf ya Jhon. gue baru lihat hp. ini baru sampai rumah". tulis ku
tak di sangka respon nya cukup cepat kurang dr beberapa detik aku WA langsung ada balasan
" kalah. padahal tadi mau ngajak bareng pulang nya" . balasnya lagi .
aku tersenyum tipis dan sedikit GR tanpa aku sadari hati ku senang banget
" enggak apa-apa.lain kali aja". jawab ku seadanya
dan WA pun berlanjut sampai ke pembahasan pernikahan entah dari mana awal nya yang jelas pembahasan kami sampai ke jenjang pernikahan dan bahasa ku juga jadi berubah dengan sendirinya yang tadinya bilang "gue jadi aku" . dan sebaliknya , sedikit terasa aneh karena Jhon yang aku kenal di luar itu tukang bercanda dan gokil tapi pada saat ini aku merasa dia sangat dewasa dan serius.
" ahhh. aku tidak mau berasumsi lebih jauh. jalanin aja". ucapku dalam hati
tidak terasa waktu sudah menunjukan jam 01.00 artinya aku WA sama Jhon sudah 3 jam tanpa aku sadari
" sudah larut aku mau tidur dulu ya".tulisku
seperti itulah seterusnya dan dari hari ke hari semakin sering komunikasi tanpa sadar aku dan Jhon menjadi dekat. aku menceritakan detail masa lalu ku sampai sekarang dan begitupula sebaliknya dia pun menceritakan masa lalu nya awal nya. aku merasa malu dan canggung menceritakan kehidupan ku tapi dengan respon dia yang menerima aku apa adanya aku sangat terharu tapi itu belum membuatku percaya dengan nya sekali lagi aku tidak ingin mengambil resiko apapun aku hanya menjalani saja sesuai alur nya.
awal nya Jhon sempat tidak menyangka dan sangat terkejut akan hubungan ku dengan mas Dani, dia sangat menyesalkan hal itu, saat itu aku pasrah apapun yang terjadi tetapi hal yang tidak terduga keluar kata-kata dari Jhon yang membuat aku sedikit menyeka air mata
" kenapa kamu bisa berhubungan dengan Dani? dia sudah punya istri?". katanya sambil memegang rambutnya
" ya mau bagaimana itu sudah terjadi. ada yang mau terima aku syukur enggak pun juga enggak apa-apa". ucapku sedikit meisak
jhon meraih tanganku dan berkata
" sudahlah itu masa lalu kan. sekarang aku masa depan kamu. aku menerima kamu apa ada nya asal janji tidak akan seperti itu lagi".ucapnya mengacungkan jari kelingking nya sembari senyum yang syahdu dengan sedikit menyeka air yang ada di sudut matanya
seriring berjalan nya waktu kami merasa memiliki satu sama lain. merasa diperhatikan satu sama lain. merasa aman satu sama lain. entah dari mulai kapan aku juga tidak tahu tapi yang aku rasa sekarang aku sangat nyaman.
kata "SERIUS" keluar dari mulut Jhon tapi aku belum bisa memberikan jawaban aku ingin PDKT istilah dari kekinian mah karena aku enggak mau mengambil resiko lagi untuk sakit hati yang kesekian kalinya
" jujur aku sangat nyaman bareng kamu tapi aku tidak ingin menghabiskan waktu ku sia-sia. kalau aku berhubungan sama laki-laki aku ingin segera menikah bukan pacaran". ucapku dengan jelas
__ADS_1
" aku siap".jawabnya sambil memegang tanganku
aku belum menceritakan hubungan ku ini kepada siapa pun termasuk sama melfri dan solboy karena aku fikir aku belum siap dan aku mesti tahu dulu bagaimana Jhon sebenarnya. aku tidak mau sesumbar dahulu takutnya malah jadi benalu makanya aku simpan rapat-rapat dulu sebelum semuanya jelas aku tidak mau mempublikasikan hubungan ini karena pada dasar nya memang hubungan ini belum ada komitmen apapun
" bulan depan aku di undang ke pesta pernikahan teman ku. kamu mau datang sama aku enggak". ucapku sambil makan siang
" iya boleh". jawabnya santai
" tapi aku enggak punya baju kondangan". ucapku lagi mengetes bagaimana responnya
" ya udah beli aja". ucapnya santai
" ahh. kagak punya duit".ucapku
" udah beli aja. masalah duit gampang". ujarnya kembali sambil mengedipkan mata
jijik kali aku lihat nya tapi juga senang. aku coba scroll shopee dan tidak lama aku pun menemukan gaun yang aku cari langsung aku SS dan aku kirim ke Jhon belum sampai 1 menit sudah ada balasan dari pesan ku
" ok. ambil aja " tulis pesan WA nya
aku sengaja mencari harga yang agak mahal tapi respon nya biasa-biasa saja. baiklah aku beli dan dia pun mentransfernya tapi aku tidak senang dulu masih banyak yang harus dia buktikan jika ingin serius dengan ku
sudah hari H dan aku pun pergi ke pesta teman ku bersamanya. aku mengenakan gaun yang di belikan oleh nya, berdandan secantik mungkin dan beda dari biasanya sementars Jhon memakai baju senada dengan baju ku.
" serasi kan". ucapnya
" iya ". jawabku seraya menggandengkan tangan nya masuk ke gedung tempat pesta dimana acara di gelar temanku.
di sana sangat meriah dan aku juga tidak lupa mengabadikan foto ku dengan Jhon dan aku menguploadnya tapi aku tidak memperlihatkan wajah Jhon hanya tangan nya saja aku post biar semua orang penasaran dan nanti setelah aku ada komitmen yang jelas baru aku akan publikasikan
" baguskan fotonya". ucapku menunjukan kepada Jhon
" bagus. tapi ini jelek". ujarnya sembari memperlihatkan SW ku di Hp nya yang dimana hanya ada tangan Jhon tanpa terlihat wajahnya. seketika aku tertawa terbahak-bahak dan bilang
" sabar ya". ucapku
setelah selesai aku post beberapa detik kemudian hp ku berbunyi tidak sekali tapi beberapa kali berbunyi saat aku lihat ternyata semua dari teman-temanku yang kepo, berbagai pertanyaan menyerang ku, seperti menanyakan #siapa itu? dan ada juga yang menebak-nebak. respon ku hanya tertawa dan jawaban ku hanya " sabar"
sebenarnya aku tidak bermaksud untuk merahasiakan semua ini dari mereka aku hanya ingin memperjelas. meyakinkan diriku sendiri tentang hubungan yang aku jalani sekarang jika sudah jelas dan aku sudah yakin terhadap Jhon aku pasti akan mempulis hubungan ini.
__ADS_1