
aku jenuh dan gerah dengan semua ini setiap hari hanya ada rasa kesal rasa marah dalam hatiku kepada mas dani di tambah semakin tidak adanya ketegasan dari mas Dani aku sudah mulai lelah menunggu nya.
Dari semenjak saat itu hubungan kami tambah renggang, komunikasi pun sudah sangat jarang, aku juga jarang nginep di kost melfri tapi bukan karena mas Dani melainkan aku ingin menenangkan hatiku saja.
pagi itu seperti biasa aku duduk di kantin bawah dekat kantor , sudah beberapa hari ini aku duduk sendirian tanpa teman-teman ku karena mereka sibuk melakukan pekerjaan nya yang sudah deadline. saat itu aku di temani adek junior 1 team ku kebetulan dia juga merokok jadi kami sama-sama merokok ngopi akhirnya cerita-cerita dan percakapan kami pun nyambung secara mulut nya sama dengan mulut ku sedikit kotor kalau berbahasa
keesokan harinya pun juga sama aku di temani ngopi bareng junior aku itu sebut saja Caca karena dia kurus kerempeng lambat aku panggil dia malehoy. semenjak saat itu kami sering bareng walaupun kadang aku bareng temen-temen aku tapi kalau siang melfri dan solboy jarang ke kantin jadi aku ke kantin bareng malehoy.
" malehoy. yok kebawah". cakapku sedikit keras
" ayok nyai. wait aku beres-beres dulu '. jawabnya lemah lembut kayak mau mati
tak lama aku menunggu kami pun kebawah dan nongkrong di warung sebelah bukan warung tempat aku sama melfri dan solboy biasa nongkrong. di sana sudah ada pacar nya si malehoy dan teman-teman nongkrong nya dari departemen lain, aku di kenalkan satu persatu sama teman-teman nya. sebenarnya aku sudah tahu dengan mereka karena mereka satu kantor hanya beda departemen saja.
beberapa hari berlalu aku jadi sering bergabung dengan mereka nongkrong di warung sebelah boleh di katakan jarang nongkrong sama melfri dan solboy tapi komunikasi kami tidak berubah hanya tempat nongkrong saja yang berbeda.
siang itu saat aku makan siang tiba-tiba salah satu dari mereka meminta nomor Hp ku Tanpa fikir panjang langsung aku berikan nomor kontak WA ku padanya sebut saja Jhon. saat itu aku fikir tidak masalah untuk menambah teman dan lagi Jhon orangnya suka bercanda tidak ada yang menganggapnya serius karena penampilannya yang sembersut.
kegalauanku sudah berada di titik jenuh yang tidak bisa lagi aku ungkap dengan kata-kata di mana kala itu mas Dani pun tidak ada kepastian bahkan bukan hanya itu mas Dani pun jarang memberi kabar bahkan bisa di bilang tidak ada memberi kabar sama sekali kalau pun ada dia hanya bilang kangen sama aku dan mengajakku menginap tapi itu sudah tidak begitu aku respon dengan alasan aku kerja dan mesti mengurus bapak yang sakit, dari situ aku mulai berfikir hubungan ini hanya sebatas nafsu bukan cinta karena kalau cinta meskipun mas Dani sudah beristri pasti ada ketegasan tapi nyatanya ketegasan itu bukan buat aku melainkan untuk keluarganya yang selama ini mas Dani jelek-jelekan di depanku
" bodohnya aku". fikir ku dalam hati sambil memukul kepala ku sendiri
tapi jika di fikir lagi 3 tahun itu bukanlah waktu yang sebentar aku sudah rela mati-matian bertahan dan aku melakukan apapun untuk mas Dani apakah semua itu tidak ada artinya lagi apakah pengorbanan hati ini tidak ada harganya lagi? jika memikirkan itu rasa bingung dan sedih menguliti hati ku, sebesar itukan cinta ku terhadap mas Dani? Itu sangat aku pertanyaan kan kelubuk hatiku yang sekarang kosong dan hampa.
" woy" sapa melfri
" apaan sih. bangst kaget gue". jawab ku terkejut
__ADS_1
" ngapain sih Lo ngelamun? nanti ke sambet?" tanya melfri kembali
" itu mah elo buka gue". jawab ku sedikit nyolot tapi sambil bercanda
" yey. apaan sih". tukas melfri kesel
kami pun tertawa bersama-sama dan aku menceritakan tentang masalahku sama mas Dani sedetail-detailnya kepada melfri dan hanya satu yang keluar dari mulut nya
" coba buka hati Lo buat cowok lain. jika sudah Lo buka pasti Lo bisa keluar dari zona ini bian". ujar melfri
" tapi susah banget". ucapku lagi
" Lo bisa. gue yakin Karena belum dapet yang cocok aja. masih banyak bujangan di luar sana dan Lo juga gak jelek amat".ucap melfri
sebenarnya yang di bilang teman ku ada benarnya juga mungkin memang aku yang tidak mau membuka hati ku untuk laki-laki lain bukan enggak ada yang mau, tapi di sisi lain aku udah lelah untuk memulai kembali dan merajut hubungan dari awal lagi kalau pun emang ada yang cocok aku tidak mau lama-lama mau langsung nikah saja
dretttttt dretttttt
"bian dimana? mas Dani mau ketemu? mas Dani lagi ada masalah di rumah, nanti mas Dani jemput ya" tulis nya di pesan itu
aku terdiam dan aku bingung apa yang harus aku lakukan, fikiran ku kacau dan kesal mendapatkan wa dari mas Dani yang nyatanya mas Dani hanya WA jika dia ada masalah di rumah nya dan akulah sebagai pelampiasan nya
" apakah selama ini aku hanya pelampiasan buat mas Dani". ucapku dalam hati
pesan itu hanya aku abaikan karena aku sudah mulai-mulai jenuh dan benci kepada mas Dani. aku baru sadar selama ini aku hanya untuk pelampiasan saja, aku begitu menyesal dan merasa sangat bodoh dalam hal ini
dretttttt dretttttt
__ADS_1
ada panggilan dan itu dari mas Dani seketik aku langsung reject aku bertekad untuk tidak merespon segala yang berhubungan sama mas Dani, aku sudah muak dengan semua ini. muak banget tetapi telfon ku terus berbunyi dan itu dari mas Dani tapi tetap aku biarkan karena sudah tidak ada lagi hasrat untuk berbicara dengan mas Dani, luka yang udah mas Dani berikan kepada ku begitu dalam sampai aku tidak tau lagi bagaimana rasanya sakit
"hei". melfri mengejutkan ku
" anjk.. gila Lo ya. kalau gue spot jantung gimana?" pekik ku kesal
" yeee... maaf. itu mas Dani telfon gue katanya Lo gak angkat² telfon nya". ucapnya memberi tahuku soal mas Dani
" iya sengaja. bilang aja enggak ada". jawab ku
" idih.. Gue kagak mau boong ah". ujar melfri sembari pergi
" awas Lo ya". kataku sambil menunjuk melfri
melfri tertawa bebas dengan senyuman mengejekku dan aku pun kembali berkerja.
kebetulan PEKERJAAN ku sudah selesai jam 5 sore aku pun minta izin bos buat pulang lebih cepat dan bos aku mengizinkan aku pulang dengan syarat tidak ada kendala dalam pekerjaan ku setelah aku pulang.
aku pun bergegas pulang menaiki busway dan aku tenang karena aku tidak akan bertemu mas Dani tapi kalau aku pulang jam 8 pasti mas Dani sudah menunggu ku di parkiran
sesampainya di rumah aku melihat beberapa pesan masuk tapi bukan dari mas Dani melainkan dari Jhon
" assalamu'alaikum. lagi apa bi? sudah sampai di rumah?". tulisnya dalam pesan tersebut
aku kaget kok dia bisa tahu aku pulang
" sudah kok. ko kamu tau aku pulang. aku lagi rebahan baru sampai rumah" balas pesan ku
__ADS_1
tak lama langsung ada panggilan dari Jhon dan aku langsung angkat dan kita pun berbincang beberapa hal dan aku enjoy dengan komunikasi nya.