
mas Dani langsung masuk dan duduk di samping ku sambil memegang tanganku
" iya kan mas Dani janji sama bian. maaf ya".ucap nya
aku hanya terpaku dan senyum tipis ternyata mas Dani takut kalau aku marah dan dia langsung datang ke kostan melfri.
tidak banyak yang aku tanyakan tapi aku merasa ada yang berubah bukan dari mas Dani tapi dari Dalam hati ini. ketika mas Dani sedang asyik mengobrol dengan solboy aku terus memandangi nya dan berkata dalam hati ku sendiri
"kenapa aku bisa suka sama mas Dani ya. apa yang aku lihat dari diri mas Dani". fikir ku dalam hati sambil terus memandangi mas Dani.
aku tiba-tiba ngantuk dan aku izin buat tidur tanpa memperdulikan mas Dani yang masih ada di sana
" tidur lah" ucap mas Dani
tanpa berkata banyak aku langsung rebahan di atas kasur melfri yang empuk dan bed cover yang hangat karena kebetulan di kost melfri ber AC jadi memakai bed cover lebih nyaman dan hangat
tanpa sadar hari sudah pagi dan aku terperanjat ketika mendapati di kamar melfri hanya ada aku dan melfri yang tidur
" mas Dani kemana ya". fikir ku masih sedikit ngantuk
aku melihat hp ternyata jam menunjukan jam 06.00 dan ada WA yaitu WA dari mas Dani
" mas Dani pulang. selamat tidur bidadariku". ucapnya di dalam pesan itu
aku hanya melihat dan baca saja tapi tidak aku balas sengaja ku abaikan. sembari merokok dan nongkrong di WC angan-angan ku melayang teringat apa pesan bapak, aku sedikit agak sesak tapi apa lah mau di kata aku juga bingung dengan keadaan sekarang rasanya tidak mau memikirkan apa-apa selain pekerjaan
entah Hampa rasanya dan bosan banget bisa di bilang aku jenuh dengan keadaan ini seperti tidak punya masa depan dan aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan sekarang, rasa bimbang menyelimuti hati ku ingin rasa nya pergi ke pantai dan berteriak sekencang-kencangnya untuk menenangkan rasa hampa di dalam hati ku.
hari ini aku pulang ke rumah karena sudah beberapa hari menginap tempat melfri dan hari ini tidak ada kabar apapun dari mas Dani tapi aku tidak begitu peduli entah kenapa.
waktunya pulang aku pun pamit kepada melfri dan solboy dan aku langsung menuju halte basway dan setelah bus tujuan ku datang aku langsung naik sudah setengah perjalanan tiba-tiba hp ku berdering
dretttttt dretttttt
hah dari mas Dani mau ngapain sih fikirku dalam hati akhirnya aku putuskan buat mengangkat telfonnya
" hallo mas. kenapa? ". tanya ku to the point
" dimana bian? mas Dani jemput ya? ". ucapnya terburu-buru
" enggak usah mas. aku pakai busway dan udah mau sampai'". ucapku kembali
" turun di halte mana aja. mas Dani ke sana". ujarnya memaksa
walaupun aku bilang tidak usah tapi dia tetap kekeh akhirny aku terpaksa turun di halte terakhir itu dan benar tidak lama mas Dani datang aku pun langsung ikut bersama dia ke kostan melfri
sesampainya di kost melfri tidak banyak yang aku katakan tapi aku merasa sangat lelah dan ingin tidur rasanya tidak kuat lagi untuk bicara dan bercanda tanpa sadar aku pun tertidur di kostan melfri dan terbangun di jam 11 malam karna mas Dani mengajak pulang.
__ADS_1
saking lelah nya aku sampai tidak ingat kapan aku tidur dan sampai tidak sadar, aku pegang kepala ku yang sedikit sakit sembari termenung sejenak
" Ya udah kalo ngantuk nginep aja'. ujar mas Dani senyum
" enggak !!!! ".jawabku agak lantang
" biasa aja dong. nge gas gitu ngomong nya".jawab mas Dani sambil mengerutkan dahinya
" ya kan aku bilang dari tadi aku mau pulang. masih juga tetap bilang "nginep. nginep" . kesel banget ".ucapku terbangun dari tempat duduk dsn langsung memakai jaket ku
mas Dani hanya diam terlihat dari raut wajah nya sedikit kesal mungkin karena omongan ku tadi sedikit membentak dia tapi aku tak menghiraukan nya.
di perjalanan pulang kami pun hanya saling diam. aku enggak tahu yang mau aku omongin, aku hanya ingin cepat-cepat sampai di rumah tapi tak berapa lama akhirnya mas Dani membuka obrolan dahulu
" kamu lapar enggak?".tanya nya lembut sambil memegang tanganku meletakkannya di pinggangnya
" enggak mas". jawabku
tanpa ada perbincangan lagi mas Dani langsung gas motornya menuju rumah ku. 10 menit berlalu akhirnya aku sampai di gang rumah ku aku memang selalu minta mas Dani anter sampai gang karena aku malas jika sampai rumah nanti orang tuaku malah bertanya-tanya dan apa yang mesti aku jawab nanti.
" makasii mas ". ujarku dan langsung aku pergi
aku menoleh ke belakang mas Dani tetap di sana sambil melihatku masuk gang.TAGGGGG
perasaan ku jadi enggak enak karena mas Dani biasanya tidak pernah memperhatikan ku masuk gang tapi kenapa sekarang dia memperhatikan aku.
braaakkkkk
langsung aku hantam pundaknya dari belakang
" kamu ngapain sih? kamu buntuti aku mas?" tanya ku bernada keras
" enggak. mas Dani tadi cuma mau mastiin Diah nyampe ke rumah apa belum'. jawabnya kikuk
" aku paling enggak suka kagak gini ya mas. seperti anak kecil". ujar ku kesal banget dengan tingkah laku mas dani sembari langsung beranjak dari tempat itu
mas Dani hanya terdiam dan melihat ku berjalan tanpa membatah kata-kataku
aku begitu kesal dan amarah ku itu aku curahkan di Status WA dan menghapus PP WA ku biar mas Dani lihat
" PALING ENGGAK SUKA"
sesampainya di rumah aku langsung tidur sambil menahan rasa kesal dalam hati dan tidak menyangka mas Dani bisa melakukan hal seperti itu.
marahku berkelanjutan sampai besoknya aku masih tetap kesal bahkan sampai WA dan telfon mas Dani pun enggak aku acuhkan. seharian aku tidak membalas dan angkat telfon mas Dani aku hanya fokus kerja dan ingin cepet pulang ke rumah
" biarin aja. gue enggak suka di gituin". ucapku dalam hati
__ADS_1
" hey. Lo kenapa nyai". ucap solboy mengagetkanku dari lamunanku
" anjirr. sialan Lo ya, kaget gue". ujarku sambil memukul kepala solboy
"anying. bangst sakit nyai". mengeluh sakit di kepala nya
" lagian lu ngagetin gue. gila Lo ya".balasku kembali memukul lengan si solboy
akhirnya aku ceritakan kejadian tadi malam kepada temen-teman ku. sebesar itulah kesal ku ke pada mas Dani rasanya begitu dalam
" ya sudahlah. mungkin dia mau ke rumah Lo kali. kan Lo enggak pernah ajak dia ke rumah Lo".ujar solboy menenangkan ku
" ya tapi gue enggak suka kayak gitu. gue bukan nya enggak mau bawa dia ke rumah tapi status dia masih laki orang ya gue males lah". ucapku panjang kali lebar
" iya sih bener juga. ya udh lo minta tegas dong sama mas Dani. kalo iya ya iya. kalau enggak ya enggak". sambung melfri menambahkan
" entahlah enggak jelas .gue capek". pekikku tambah kesal
" Halah. kesal kesal paling kalau udah ketemu cipika cipiki. mau lagi. prettttt". kata solboy sambil tertawa puas mengejeku
" gila Lo ya". ucapku memukul kembali lengan nya
….........
malam pun tiba waktunya pulang. aku segera membereskan semua peralatan ku dan bersiap pulang
" gue pulang dulu ya sol. mak".ucapku sambil melambaikan tangan ke pada mereka
" wokey" jawab mereka melambaikan tangan kembalisaat aku melangkah menuju halte tiba-tiba ada motor menghampiriku yang tak lain adalah mas Dani. aku terdiam sambil memangku tanganku
" mas Dani minta maaf ya. please".ucap mas Dani tulus
aku tetap diam dan tidak berkata apa-apa. aku terus melajukan langkahku menuju halte busway dan mas Dani tetap mengejar ku sampai akhirnya dia turun dari motor dsn menghampiriku terus langsung memegangi tangan ku
" ih lepasin mas. malu banyak orang". pekik ku sambil lihat kanan kiri
" biarin aja mas enggak peduli". ucapnya lebih erat menggenggam tangan ku
akhirnya aku mengalah dan ikut bersama mas Dani naik motor, di sepanjang jalan aku tidak berkata sepatah kata pun karena aku masih kesal dengan prilaku mas Dani yang kekanakan menurut ku.
" kita ke kostan bentar ya". ucapnya lembut
" enggak". jawabku ketus
" kenapa?" ujarnya kembali
" kalau aku bilang enggak ya enggak. aku mau pulang. kalau mas Dani tidak mau anterin aku. aku pakai bus aja". jawab ku panjang lebar
__ADS_1
akhirnya mas Dani mengalah dan tidak berkata apapun lagi. kami terus melaju menuju rumah ku dan sesampainya di gang aku berdiri terus memandangi mas Dani melajukan motornya arah jalan pulang sampai mas Dani hilang dari pandanganku setelah itu aku masuk gang dan menuju rumah ku