LIKA LIKU SANG PELAKOR

LIKA LIKU SANG PELAKOR
7. INTIMIDASI


__ADS_3

"Heh. tidur aja lo ya kerjaanny". betapa terkejutny aku bagai jatuh dari ketinggian 5000 kaki saat mejaku di gebrak oleh leader ku


"eh pak. maaf saya kurang tidur kan semalam habis acara pak". jawabku merengek masih ngantuk


" oh.. ya udah tidur aja dulu tapi set jam yak". ucap leaderku sambil senyum tipis. beliau memang terlihat galak dan seram tapi hati nya baik dia


setengah jam telah berlalu akhirnya aku terbangun karena alarm di hp ku dan begitu aku pun merasa lebih segar, langsung aku cuci muka dan bergegas kembali ke kubikal untuk melanjutkan pekerjaan ku


saat aku melihat ponsel ku aku sangat terperanjat kaget karena ada nomor baru masuk dan memberikan pesan chat


"puas kamu merusak kebahagiaan ku? dimana perasaan kamu? apa belum cukup menghancurkan keluarga ku?". pesan singkat itu begitu menusuk hati ku hal yang aku takutkan akhirnya terjadi mungkinkan ini istri mas dani fikirku. rasa takut mulai mencekam dada ku. yang aku takutkan bukan aku di labrak atau apa tapi malu untuk keluarga ku kalau mereka tahu


aku hanya unchat tak ku baca sama sekali dalam beberapa saat aku juga tidak membuka WA ku, aku masih takut dan ada rasa gemetar dalam diri ku kalau-kalau ada WA seperti itu lagi. aku mencoba untuk tidak terlalu memikirkan pesan singkat itu aku lanjutkan pekerjaan ku saja tapi tidak lama kemudian


dreettttt.. dreettttt


"kenapa diam? apa kamu takut? hadapi aku jangan diam wanita ******.". Pesan dari nomor WA yang sama. aku semakin bergemuruh dan tak tahu apa yang akan aku perbuat. tidak tahan lagi aku pun langsung menghubungi mas dani


" mas kamu dimana? ". tanyaku sedikit panik


"mas di kantor bian. kenapa? ada masalah kah? . tanya nya balik


"mas baca WA ku ya sekarang". ucapku karena aku tidak bisa menceritakan via telfon secara di sekeliling banhak sekali natizien. langsung aku tutup telfon dan ku kirimkan SS WA singkat dari nomor misterius itu


tak lama mas dani nelfon aku


" udah enggak usah di tanggapi. biar mas dani nanti yang urus ya. bian jangan khawatir". kata mas dani di sebrang telfon


" iya mas". jawabku lega mendengar pernyataan mas dani


suasana hati ku mulai tenang walaupun masih sedikit khawatir tapi dengan pertanyaan mas dani aku lebih lega aku pun melanjutkan pekerjaan ku yang sedari tadi belum selesai


tiba jam 8 malam aku pun bersiap- siap tapi mas dani belum ada WA atau pun nelfon


" ya udahlah aku tunggu sebentar lagi". ucapku dalam hati


jam sudah menunjukan jam 20.20 tp mas dani belum ada kabar juga. aku pun mulai kesal hati ku mulai risau ada apa sebenarnya

__ADS_1


" baiklah aku harus sabar. aku tunggu sampai jam setengah 9 kalau tidak ada aku pulanv saja". ucapku kembali


ternyata benar tidak ada kabar dari mas dani akhirnya aku pun pulang dengan perasaan kesal dan sebel sama mas dani karena tidak ada kabar apapun. aku berjalan menuju kost melfri dengan hati kesal dan penuh amarah berharap mas dani ada di kostan melfri aku akan langsung memarahinya tapi sesampainya di kostan melfri aku pun tidak mendapatkan adanya mas dani di sana


seluruh badan ku lemas tapi aku pura-pura tegar di depan teman-teman aku sudah tidak bisa lagi curhat dengan mereka karena jika aku bicara mereka pasti tidak akan mendengaku. tiba-tiba hp ku berbunyi


dretttt...... dretttt satu pesan masuk ke Hp ku hati ku bergetas lagi dan terasa berat untuk melihat hp ku


"gue bukan mau ikut campur masalah lo


tapi gue harap lo berhenti menghacurkan rumah tangga dani.kasihan istri dan anak nya tersiksa dimana hati nurani lo. apa lo enggak mau bertaubat jadi pelakor? " isi pesan singkat itu sangat menusuk jantung ku tanpa berfikir panjang langsung aku unchat pesan itu dan aku berpura-pura tenang di hadapan solboy dan melfri tapi tak lama hp ku berbunyi lagi


dreettttt... dretttt


"sampah sampai kapan mau jadi pelakor. gue bener-bener kagak nyangka ya". tanpa melihat isi pesan itu aku langsung unchatdan aku kembali mencoba santai di hadapan teman-teman


dretttt... dretttt


berbunyi lagi dan lagi


"bian. untuk sementara waktu kita tidak usah bertemu dan komunikasi dulu ya. mas dani lagi ada masalah besar di rumah. nanti jika sudah selesai mas dani akan hubungi kamu". isi pesan dari mas dani dan aku pun membuka belum sempat aku balas DP mas dani sudah berubah menjadi gambar putih saat aku "P" hanya ceklis satu dan artinya aku di blok. betapa hancur hati dan perasaanku semua terasa berat dunia serasa gelap. aku mulai panas. kesal bercampur sedih melanda hatiku entah apa yang ingin aku lakukan rasanya ingin berteriak meluapkan kekesalan ku. pada akhirnya tidak bisa aku bendung lagi dan aku pun menangis sejadi-jadinya membuat melfri dan solboy kaget dan langsung menghampiriku


" lo kenapa? tiba-tiba kayak gini?". kata melfri kaget dengan wajah cemas


" iya. lo kenapa. lo kagak kesurupan kan?". tanya solboy sambil bercanda dengan muka serius


mendengar hal itu aku semakin hancur dan menangis sekuat tenaga tanpa memperdulikan kata-kata orang. melfri dan solboy pun panik tapi terus membuat aku tenang. setelah beberapa saat aku pun tangisku mulai berhenti. air mataku mulai kering dan hatiku sedikit lebih tenang.melfri masih memelukku dan terus mengusap punggungku sembari masih bertanya penasaran ada apa denganku


" lo jangan pendam sendiri bian nanti jadi penyakit. ini masalah mas dani ya?".tanya melfri seakan sudah mengetahui semua kejadian yang aku alami. mendengar itu air mata ku menetes dengan sendirinya menandakan yang di bilang melfri itu benar adanya.


" ya udah lo enggak usah kayak gini. kan masih ada kita di sini. ngapain lo mikirin dani terus. cuma nyakitin lo aja". kata-kata melfri seakan menusuk jantung ku aku tidak menyangka mereka masih peduli padaku walaupun aku tidak mendengarkan nasihat mereka


" sekarang lo coba move deh ". lanjut solboy memberikan sarannya


dan aku pun kemudian menceritakan semua yang aku alami sedari tadi pagi. mereka mendengarku dan mereka terus beri aku masukan agar tidak mengulangnya lagi


" kenapa seakan gue yang terintimidasi di sini. padahal kesalahan bukan dari gue aja kan". ucapku kesal

__ADS_1


" karena di sini yang pelakor elo. dan semua pasti menyalahkan lo. mereka enggak akan menerima alasan dari seorang pelakor. sampe sini lo faham?". jawab melfri membuat aku terdiam


" iya. tapi.. ". belum sempet melanjutkan solboy memotong kata-kata ku


" apapun itu Nyai. lo tetap salah di mata orang. apapun alasan lo dan pembelaan segimanapun lo tetap orang ke 3". tukas solboy. tumben bener


aku pun terdiam dan mencerna semua yang di katakan mereka. memang yang di katakan kedua teman ku itu benar adanya apapun alasan ku semua orang akan menyalahkan ku. bukan mas dani yang salah tapi aku meski aku datang setelah rumah tangga mereka di ambang kehancuran tapi tetap aku yang di anggap salah semua orang aku yang di INTIMIDASI di sini.


memikirkan hal itu membuat ku sakit bukan hanya tekanan dari mas dani. tekanan dari teman dan istri mas dani pun membuat aku semakin sakit kepala hanya dengan menangis itu membuat ku sedikit lega. sambil berbaring di tempat tidur aku pun terus memikirkan kata-kata teman ku dan berfikir tentang hubungan ku ini pada dasarnya memang yang aku lakukan salah tapi perasaan ini datang tiba-tiba dan murni dari hati. aku tidak bisa mengontrol perasaan ini semakin aku menolak mas dani masuk ke hati ki semakin aku sakit. isi kepala ku mau pecah memikirkan nya. dengan terus bercucuran air mata aku pun tertidur walaupun sesekali terisak.


pagi hari seperti biasa aku dan teman-teman nongkrong di warung sebelum masuk kerja, perasaan ku masih campur aduk tapi sudah sedikit tenang daripada tadi malam. secangkir kopi hitam dan sebatang rokok membuat ku lebih tenang tapi tiba-tiba ketenangan itu berubah menjadi keterkejutan karena dari sisi sudut kanan tempat duduk kami ada suara yang menyindir ku


" ehm.... masih enak ya ngopi, ngerokok, kerja enggak mikir apa gegara lo ada satu keluarga hancur". ucap laki-laki yang sepantaran dengan mas dani


deg....


hatiku serasa kejatuh an batu besar sampai sesak ke dada saat aku menoleh ternyata dia adalah teman mas dani, aku tidak bisa berkata apa-apa aku hanya terdiam sambil melanjutkan aktifitas merokokku tanpa memperdulikan kata-kata dari laki-laki itu. tak berselang lama aku dan teman-teman selesai dan mulai memasuki kantor tapi pas antri lift aku berpapasan dengan security. security itu sudah mengenalku dia juga teman mas dani


" udah lah bian. lo sama gue aja dari pada sama dani. kasihan keluarga nya hancur lo.apa lu kagak punya hati". bisik sang security padaku. aku sangat kaget dan hampir aku tampar security itu tapi di halangi melfri


" jaga mulut lo bangsat". kataku sembari menatap sang security


" hahaha... lo marah. lo ngaca tuh percuma cantik tapi murah". ucapnya berbalik menatap tajam


" anji..ng bukan urusan lo. brengsek". ucapku lantang. melfri dan solboy meleraiku


" udah bian jangan di ladeni cecunguk ini". ucap melfri sembari memboyongku ke dalam lift


aku. melfri solboy masuk ke lift dan security itu memperhatikan kami sampai lift itu tertutup


aku masih kesal dan sampai di ruangan kerjaku aku banting ras ku ke atas meja. aku merasa kesal dan sedih dengan perlakuan semua nya.


" kenapa hanya gue yang di salahkan. padahal mereka tidak tahu yang sebenarnya tapi kenapa mereka ng judge gue begitu". lirikky dengan air mata mengucur di pipi. melfri datang dan memelukku


" sudah. sudahlah gak usah di fikirin kata-kata mereka. lo harus kuat dan harus terima konsekuensi nya karena ini jalan yang lo pilih". ucap melfri menenangkan ku


" tapi sakit banget sumpah mak". ucapku

__ADS_1


setelah drama. itu selesai dan aku tenang akhirnya kami melanjutkan pekerjaan dengan hati yang kacau aku masih profesional kerja karena itu ada tugasku


tiba waktu jam 8 akhirnya aku pulang dan hari ini aku tidak menginap di kostan aku pulang menggunakan busway ke rumah ku. sepanjang jalan aku merasa hampa mengingat kata-kata semua orang padaku tapu aku bisa apa. aku hanya bisa menerima hinaan dan INTIMIDASI dari mereka. :(


__ADS_2