LIKA LIKU SANG PELAKOR

LIKA LIKU SANG PELAKOR
9. SURPRISE


__ADS_3

semenjak mas Dani memutuskan untuk tinggal di Bandung aku sedikit merasa lega karena komunikasi kita lancar seperti chat, video. telfon call bisa kapan saja tanpa harus merasa was-was dan aku pun mulai tenang dengan kejadian-kejadian yang menimpa ku beberapa hari lalu


" Lo kenapa bian ? senyum-senyum sendiri Lo ? kesambet ya?". ujar melfri sambil menempelkan telapak tangannya ke jidat ku


" apasiih. gila Lo ya". jawabku sambil tersenyum


" lagian Lo senyam senyum sendiri. ohh gue tau Lo pasti inget mas Dani kan?". ucap solboy sembari menaikan alis kanannya ke atas


" hahahaha.... apaasih kepo deh". hanya kata-kata itu yang bisa aku kata kan kepada mereka sambil menutupi rasa bahagia dalam hatiku


entah kenapa hatiku begitu bahagia seperti tidak ada beban, sangat lapang dan sangat hangat sekali. pokoknya perasaan aku sangat nyaman.


drettt...... drettt


ponselku berbunyi pesan masuk


" sayang sudah makan? lagi apa?". isi pesan singkat dari mas Dani


aku tersenyum lebar dan senang banget dapet WA dari pujaan hati dan seketika itu langsung aku balas


" sudah sayang. ini mau siap-siap pulang ".balas ku


sehabis dapat balasan ku mas Dani langsung Video call


aku pun langsung mengangkat nya dan kami pun video call selama set jam mencurahkan kan rasa kangen satu sama lain, pokonya dunia seakan milik aku dan mas Dani.


selesai video call aku langsung menyudahi beres-beres mejaku dan bersiap pulang.


hari ini aku tidak menginap di kostan melfri karena hari ini ada acara di rumahku, setelah semua siap aku langsung pulang dengan menggunakan busway.


dua hari berlalu setelah kepergian mas Dani ke Bandung tapi aneh nya dari tadi malam sampai siang ini tidak ada kabar dari mas Dani, WA aku tadi malam saja tidak di baca di telfon juga tidak di angkat


" kemana sih dia ini. anj....nk lah?".ucapku pelan menahan kesal


aku coba dan coba menghubungi mas Dani tapi tidak di respon padahal call aku masuk tapi tidak di jawab. WA juga tidak di baca


rasa khawatir dan kesal bercampur menjadi satu karena tidak seperti biasanya mas Dani seperti ini


" jangan-jangan .....". mataku membulat teringat sesuatu


aku langsung mengambil ponselku dan aku tulis pesan untuk mas Dani


"mas Dani. apakah istri kamu ada di sana? jawab jujur jangan sampai aku nekad mas? aku tau istri mas Dani nyusul ke Bandung kan?". tulis ku dalam pesan itu


tapi masih tetap tidak ada tanggapan dari mas Dani akhirnya aku minta tolong melfri untuk menghubungi mas Dani tapi hasilnya tetap sama tidak ada respon dari mas Dani.


"sialan. berani-beraninya dia sama gue".ucapku kesal


hari sudah menunjukkan jam 8 malam dan itu waktunya pulang sementara mas Dani masih belum ada kabar

__ADS_1


" sumpah gue sebel banget Mak". ceritaku pada melfri


" ya udah sabar aja sih, mungkin dia lagi banyak urusan". jawab melfri santuy


" iya sih. santai aja baru juga sehari Lo kagak di hubungin doi, udah kegatalan kali tuh pe..2...k. wkwkwkwk".sambung solboy bercanda


" ihhh. gila Lo ya. bang....St". jawab ku kesal


setelah berbincang hal yang enggak penting kami pun pulang bersama-sama sambil bercanda-canda, sebenarnya hati ku sangat kesal tapi aku tidak mau memperlihatkan kekesalan ku karena gengsiku masih setinggi langit.


saat menuju kamar melfri aku merasa aneh karena seingatku tadi pas aku di parkiran selintas aku melihat motor merah yang sering di kendarai mas dani tapi aku tidak terlalu memperhatikan karena enggak mungkin ada motor mas Dani kan dia lagi di Bandung


" ya ampun. kangen banget gue sama mas Dani kayaknya sampai halu".ucapku sambil menaiki tangga kostan


" dasar wanita kesepian.ya begitu lah". ucap solboy mengolok-olok ku


kesel banget sama nih manusia jadi-jadian dari tadi aku di candain terus tapi apalah daya toh dia pun juga becanda tapi tidak di jam nya makanya aku kesel


kebetulan aku yang Pegang konci kamar melfi jadi aku masuk duluan, saat masuk kamar betapa terkejut nya aku dan tidak percaya dengan apa yang aku lihat rasa kaya seperti mimpi kaget banget " SURPRISE"


" Ma...mas mas Dani". pekikku sambil terbata-bata Karena masih tidak percaya sosok mas Dani yang aku hubungi dari siang dan sudah buat aku kesal ada di hadapan ku sekarang


" iya sayang". jawab nya santai sambil tersenyum


" hahahaha.... cieeeee "


" aisss.... kasiahan banget yang tidak di kasih kabar seharian" . ucap solboy sambil terkekeh-kekeh


" wkwwkwkk ". mereka tersenyum lepas


" jadi kalian sudah tau. brengs...k". ucapku kesal tapi senang


" eh. mas Dani yang nyuruh ya bian jangan salahin gue" ucap melfri membela diri


" ah. pokonya gue sebel sama kalian. teh banget sumpah ih".kataku agak berkaca-kaca


" udah..udah sini ". ucap mas Dani sambil tersenyum seraya meraih tanganku dan langsung memelukku


ya begitulah kami pun menghabiskan waktu dengan bercanda dan sebolot Amer yang mas Dani bawa sampai tidak terasa waktu menunjukan jam 11 malam.


mas Dani melihat jam di tangan nya tapi aku sangat tidak senang dengan tingkahnya itu


" kenapa sih mas. dari tadi lihat jam terus? kenapa? mau pulang ke rumah bini? " ucapku dengan raut wajah kesal


" enggak bian. apaan sih cuma lihat jam doang emang enggak boleh". jawabnya santai


" Halah. jujur aja sih. orang dari tadi bian lihatin mas Dani sibuk lihat jam". ketusku


" enggak.. enggak". jawab mas Dani pelan dan langsung memelukku

__ADS_1


" oh iya mas. kok udah pulang. tapi katanya stay di Bandung". tiba-tiba melfri mengajukan pertanyaan yang sedari tadi ingin sekali aku tanya


" iya mas. kenapa". sambung ku penasaran


" cerita nya panjang.nantilah mas Dani ceritakan. intinya ada masalah di perusahaan di Jakarta jadi mas Dani mesti nanganin".Jawab mas Dani seadaanya


aku tidak banyak bicara dan bertanya aku hanya mengangguk saja dan tak penting untuk ku kenapa mas Dani balik ke Jakarta yang terpenting adalah aku bisa bertemu dengan mas Dani


setelah perbincangan itu mas Dani pamit pulang karena harus ke rumah orang tuanya dan dia minta izin padaku. sebenarnya aku sangat kesal dan curiga tapi mendengar kata orang tua aku tidak ada berbuat apa-apa Rasanya tidak mungkin aku marah karna mas Dani mau bertemu orang tuanya itu sangat egois banget kan akhirnya mas Dani pun pulang.


keesokan harinya saat aku. melfri solboy mau berangkat kerja aku di buat kaget lagi karena tiba-tiba saja mas Dani sudah ada di parkiran menunggu ku. dengan senyuman aku pun menghampiri mas Dani


" udah di sini aja". kataku seraya menaikin motor mas Dani tanpa di suruh


" yuk pergi.kita duluan ya ". kata mas Dani sembari melambaikan tangan sama melfri dan solboy


di perjalanan tidak banyak yang kami bicarakan aku hanya asyik menikmati kebersamaan ku dengan mas Dani saat ini karena waktu yang seperti ini jarang sekali aku dapatkan.


sesampainya di kantor aku mampir ke warung tempat aku nongkrong pagi dan di sana sudah ada melfri dan solboy


" emang jalan ke kantor muter dulu ke Ancol ya? Ampe duluan kami pula sampai". ejek solboy padaku


" HEH. berisik Lo ya". bentak ku pada solboy sambil bercanda


aku pun memesan kopi dan ku patok rokok sebatang dulu sebelum masuk kantor.


setelah selesai kami pun bersama-sama masuk kantor sambil bersenda gurau tak khayal jika aku selalu menjadi becandaan merek karena kisah kasih ku sama mas Dani kadang menjadi lelucon buat merek tapi aku tidak ambil pusing toh kalau ada masalah mereka selalu bersama ku


akhirnya seharian di kantor tibalah waktunya pulang aku mengambil ponsel ku berencana WA mas Dani tapi baru saja aku mau menekan tombol WA


dretttttt..... dretttttt


" bian mas Dani tunggu di bawah". pesan dari mas Dani mendahului ku. berapa senang hati ku ini tanpa di WA dia sudah ada menjemputku dan inilah yang aku harapkan dari dulu.


"iya mas". balasku sambil tersenyum


aku buru-buru ke bawah sampai aku lupa pamit sama temen-teman ku dan langsung aku temui mas Dani yang seakan sudah lama tak bertemu untuk melepas rindu padahal baru tadi pagi kita pisah hehehehe


sesampainya di parkiran aku mendapat surprise lagi dari mas Dani


" ini. mudah-mudahan bian suka ya". ucapnya sambil memberikan bingkisan dalam semua kotak padaku


" apa ini mas". tanyaku begitu senang


" buka aja. tapi nanti ya kita pergi dulu dari sini". ucap mas Dani


" iya mas". jawabku sambil tersenyum manja


oh sungguh senangnya hati ku ini di berikan kejutan demi kejutan sama mas Dani entah dalam rangka apa aku juga tidak tahu yang aku tau aku sekarang begitu senang dan rasanya aku orang paling bahagia di muka bumi ini. :)

__ADS_1


oh my God.. ITS my dream :)


__ADS_2