LIKA LIKU SANG PELAKOR

LIKA LIKU SANG PELAKOR
15. KOMITMEN


__ADS_3

Beberapa hari berlalu semenjak aku balas WA terakhir ku itu mas Dani tidak sama sekali WA atau muncul tiba-tiba di hadapanku tapi itu membuat aku sedikit tenang dan tidak takut lagi


"Alhamdulillah. sudah udah selesai". ucapku dalam hati


karena di hantui rasa takut aku pun memutuskan akan mempublikasikan hubungan ku dengan Jhon. aku dan Jhon sudah sepakat untuk berkomitmen dan cepat menikah hanya saja sekarang kami masih PDKT dulu aku juga mau melihat kepribadian Jhon dan keluarga nya.


tadinya aku tidak mau cepat-cepat mempublikasikan hubungan ku dengan Jho tapi setelah aku fikirkan serta meminta pendapat Jhon akhirnya kami sepakat untuk mempubliksikan hubungan kami biar tidak ada yang menggangguku lagi.


aku cerita ke melfri tentang sikap mas Dani beberapa hari ini secara melfri adalah saksi hubungan ku dengan mas Dani dan ternyata selama ini juga mas Dani sering WA melfri menanyakan ku tapi enggak melfri gubris


" sebenarnya mas Dani sering WA gue. cuma kagak pernah gue ladenin palingan gue cuma dengerin doang".ucapnya


" kok Lo enggak pernah cerita sama gue". jawabku


" yah. rasa gue enggak perlu karena kan elo sekarang fokus sama cowok misterius Lo itu". ucapnya santay


" ya seenggak nya Lo kasih tau biar gue bisa wanti-wanti Mak". ujarku kembali


" yah maaf tapi gue udah diskusi sama solboy. kami sepakat buat tidak kasih tau elo ini juga buat kebaikan Lo kan". jawab nya sembari memandang ku


" iya sih. makasii ya Mak". ucap ku


banyak yang kami ceritakan secara sudah lama kami tidak saling curhat di karenakan aku juga jarang ngumpul dan nginap jadi komunikasi kami hanya sebatas di kantor saja tidak seperti dulu, aku juga lebih sering jalan sama Jhon sekarang


" eh. sebenarnya cowok lu itu siapa sih?" tanya melfri yang tiba-tiba menanyakan hal itu lagi karena masih penasaran


" nanti juga elo tau. sebentar lagi gue bakal go publik".ucap ku tertawa


" yaelah. gegayaa Lo". Jawa melfri


" gue tebak ya?? hmmmm... anak departemen back office kan?. Jhon? hmm.". ucapnya lantang


deg ..... aku terkejut dengan pernyataan melfri yang tiba-tiba menebak spontan dan tebakan itu benar adanya


" HEH. tahu dari mana Lo? ucap ku kaget tapi aku tidak membenarkan pertanyaan melfri, aku hanya tersenyum


" Halah gue tau. Lo tau kan sekantor ini pada kenal gue semua". ucapnya kembali tersenyum puas


" Caca ya?". langsung Ng judge bahwa Caca yang lagi bocorin


" oh. jadi Lo cuma kasih tahu Caca doang jadi Lo kagak anggeo gue lagi. gitu?". ketus melfri dengan wajah sedikit cemberut dan berhasil mengecoh ku


tegggg..... aku tertegun dan terpancing ucapan melfri


" enggak. maksud gue enggak kayak gitu ihh" ucapku kikuk


" Halah. ok lah cukup tahu aja". ucap melfri kesal


" apaasih Lo ah. bukan gitu maksud nya". ucap gue kembali memperlihatkan kan muka kesal karena melfri menjebak ku dengan pertanyaan


setelah melihat ekspresi ku melfri tertawa dan meledek ku dengan puas dan aku hanya terdiam enggak tahu mau ngomong apa lagi.


jam sudah menunjukan jam pulang, seperti biasa aku izin pulang duluan sama melfri dan solboy setelah itu aku langsung ke kantin sebelah bertemu Jhon di sana


" hari ini kita mau kemana?".ucapnya lembut kebetulan malam Minggu jadi sekalian nongkrong

__ADS_1


" ke cafe di jalan melati aja ya". ucapku langsung mengajak Jhon kesana dimana cafe itu adalah cafe favorit aku dulu


" siap". jawab Jhon


malam itu kita pergi memakai mobil karena setiap malam Minggu jadwal Jhon memakai mobil ke kantor dan sampailah kami d tempat tujuan


tidak lupa sebelum memesan makanan kita harus foto. setelah selesai memesan foto lagi dan setelah makan foto lagi. mau pulang juga foto


" bian. sekarang kamu panggil mas ya". ucap Jhon sembari memegang tangan ku


" iya mas". jawab ku lembut dan aku merasa sangat bahagia


" mas. aku tidak ingin lama-lama pacaran makanya aku tanya sekali lagi apa kamu benar-benar serius sama aku?". pertanyaan itu aku lontarkan lagi kepada Jhon


" ya ampun. sudah berkali-kali mas bilang sama kamu kali mas serius,". ucapnya sambil memandang ku dengan tatapan sendu


" iya. aku cuma enggak mau gagal lagi mas. aku tidak ma......" belum selesai aku berbicara Jhon sudah menyela perkataan ku


" besok aku bawa kamu ke rumah ku". tegasnya sambil menyeruput kopi yang dia pesan


aku terdiam dan kaget dengan perkataan Jhon yang akan membawaku ke rumah nya


" aku sudah bilang aku serius. aku sudah mendengar semua tentang kamu dan aku menerima apa adanya". tukas Jhon meyakinkan ku


" mas kamu....?" ucapku tanpa melanjutkan perkataan lagi dan tanpa sadar air mataku mengalir dengan sendirinya


" loh kok nangis". Jhon buru-buru mengusap air mata yang jatuh di pipi ku


" enggak mas. aku bahagia dan terharu ternyata masih ada yang mau menerima masalahku ku apa adanya, makasii mas" ucapku sambil tersedu-sedu dan memeluk Jhon dengan erat


" sudah. sudah sayang jangan nangis nanti jelek loh". ucapnya menenangkan ku


" iya sayang. kan sekarang kamu milik aku".ucapnya merayu sembari memencet hidung ku yang pesek


malam itu adalah saksi sejarah babak baru kehidupan ku. tidak bisa aku ucapkan dengan kata-kata lagi seberapa bahagia nya aku seperti mimpi, seperti keluar dari dalam gua selama bertahun-tahun dan akhirnya aku menghirup udara kebahagiaan tapi aku tidak ingin terlena dengan kebahagian yg di berikan Jhon sebelum perkataan nya untuk berkomitmen lebih bersama ku terlaksana.


" foto yuk". ajak ku kepada Jhon


" Ayuk". jawb Jhon


kami berfoto di luar cafe dekat mobil Jhon dan meminta tolong security untuk mengambil foto kami. kami berfoto dengan mesra layaknya pasangan yang romantis dan tak menyangka ternyata Jhon membuat SW foto kami itu dengan caption " Iki bojoku"


aku pertama kami melihat Status WA Jhon dan langsung aku SS dan aku buat status di WA ku dengan caption


" yang penasaran selama ini tidak usah nanya-nanya lagi,"


klik......


sudah ku duga belum sampai 1 menit komentar demi komentar menyerbu ku seperti natizien terutama melfri


" kan gue bilang apa si Rio ini ". ucap melfri


" oh jadi ini laki Lo nya". ujar solboy


dan masih banyak lagi pertanyaan yang lain tapi aku hanya baca aja pesan mereka tanpa membalas satu pun.melihat hal itu aku dan Jhon hanya tertawa bahagia dan setelah selesai kami pun pulang

__ADS_1


di rumah fikiran ku melayang rasa bahagia menyelimuti hati ku, tak menyangka ini akan terjadi dalam kehidupanku. sebuah cinta dan hubungan sehat yang tak pernah aku bayangkan sebelum nya.


keesokan hari nya aku di serbu pertanyaan dari semua orang kendati yang kepo banyak banget aku hanya menanggapi dengan senyuman saja tidak mau berkomentar banyak dan malas menjawab pertanyaan mereka kecuali teman-teman ku


" oh.. jadi selama ini itu doi Lo yang Lo rahasiakan". ujar solboy sembari menyeruput kopi hitamnya


" iya. emang kenapa?". ucapku dengan nada keras seperti biasa nge gas kalau ngomong sama solboy


" iya enggak apa-apa sih. tapi burung nya gede enggak?".ujar nya sedikit berbisik


" bangsat. gila Lo ya? ucapku menepuk lengan solboy


kamipun tertawa sambil bercanda di pagi yang cerah secerah hati ku


" eh. tapi beberkan tebakan gue waktu itu. pasti si Jhon itu kan? makanya waktu pagi kita sama-sama duduk di sini gue perhatiin tuh si jhon. sampe jam di tangan nya gue perhatiin. sama enggak ya sama yang di foto".ujar melfri membenarkan statemen nya pada waktu lalu


" hahaha... masa sih mak. sampai segitu nya".ucapku tersenyum lepas


"iya.sumpah". jawab melfri mengacungkan tangan nya


" iya mak. tapi waktu itu gue juga heran kenapa Lo bisa tau". ucapku masih penasaran dari mana melfri tau


" yah gue cuma nebak doang. kan waktu gue lagi duduk sama Lo ada yang WA dari yang namanya jhon. terus Lo bilang anak departemen IT. ya gue tanyain sama merek ternyata ada yang namanya rio.gituu". ucapnya panjang lebar menjelaskan dari mana melfri sampai tau jhon


aku cuma bisa tersenyum melihat temen-teman meledekku dan tidak aku masukin ke hati karena aku tahu bagaimana mereka sebenarnya


" congrate ya bian. semoga bahagia. gueikut seneng".ucap melfri sembari memegang tanganku


" makasi Mak". gue balik memegang tangan nya


" mudah-mudahan happy ending ya". ucap solboy


" makasii sol". ucapku terharu


mereka yang selama ini menemani ku di saat suka maupun duka dan saksi setengah kehidupan ku bersama mas Dani jadi tidak akan pernah aku lupakan persahabatan ini.


setelah seharian penat dengan kerjaan yang bertumpuk akhirnya selesai juga di jam 21.00. ya terpaksa aku lembur karena target pencapaian kinerja ku belum tercapai jadi harus lembur. setelah beres-beres aku merasa lelah dan sedikit membaringkan badan ku di kursi kerja ku sambil memegang hp dan berencana WA Jhon untuk menanyakan apakah dia sudah pulang atau belum tapi belum sempat aku buka WA Jhon sudah menelfon ku terlebih dahulu


dretttttt dretttttt


langsung aku angkat


" hallo mas". ucapku


" hallo sayang. udah pulang?". ujarnya langsung menanyakan perihal pulang


" ini baru mau ke bawah.mas dimana? udah pulang? tanya ku balik


" belum lah . masa pacar belom pulang aku pulang duluan". celetuknya menggoda ku tapi aku seneng dengan godaan ny itu


" ya udah tunggu ya" ucap ku


aku langsung ke bawah dan langsung menemui Jhon setelah bertemu dengan Jhon dia langsung mengantarkan aku pulang , pada saat di perjalanan aku memelun Jhon dengan erat dan Jhon membalas dengan memegangi tangan ku yang melekat di pinggang nya


" makasii sayang". ucapku berbisik kepada Jhon

__ADS_1


dia tersenyum dan menjawab.


" sama - sama sayang". jawab Jhon sambil terus memegangi tangan ku


__ADS_2