Limemine [AnimeXReader]

Limemine [AnimeXReader]
Shoot [Sebastian Moran]


__ADS_3

Satu hal yang sangat ia sukai, yaitu menembak, juga salah satu keahliannya dan pekerjaannya. Dirinya begitu senang ketika menembak dengan tepat sasaran tanpa ada yang meleset sekalipun. Matanya yang begitu baik dan teliti juga tajam bagaikan elang, membuat ia sangat mahir membidik, bahkan sering dikatakan jenius, dan mendapatkan julukan The Eagle Girl Shooter atau dikenal sebagai Egysh.


Y/N, gadis yang begitu mencintai pekerjaannya itu, tetapi ia juga akan memilih setiap permintaan yang akan ia ambil, kecuali satu orang, William James Moriarty. Ia berhutang banyak kepada pria itu yang telah membuat ia bisa berbalas dendam kepada seorang bangsawan yang selalu merendahkannya. Satu lagi, ia juga selalu ditugaskan sendiri oleh William karena pria itu mengerti bahwa ia memiliki salah satu musuh di dalam kelompok Moriarty.


Di sinilah dirinya sekarang, berada di rumah besar milik Moriarty, ia duduk di salah satu sofa sambil berhadapan dengan William, ia sudah siap diberikan tugas oleh pria itu.


Y/N menatap William menunggu dengan Louis yang berdiri di sampingnya, pria itu meminum teh dengan begitu anggun dan wajah yang tenang menikmatinya. Lalu melirik Albert yang hanya duduk di sofa tunggal sambil tersenyum. Pria ini kenapa belum berbicara sedikitpun? Biasanya William akan langsung memberikan tugasnya tanpa basa-basi.


Y/N berdehem sedikit, lalu berbicara, "William-sama, Tugas apa yang akan kau berikan kepadaku sekarang?"


Pria itu meletakkan tehnya dan tersenyum, "Kita akan menunggu anggota lainnya dulu."


Tubuh Y/N menegang, kalau dengan anggota, berarti ia akan bertemu dengan musuhnya. Sial! Ada apa dengan pria yang berada di hadapannya ini? Bahkan biasanya pria ini tidak membiarkan Y/N bentrok dengan musuhnya, tapi sekarang membuat mereka akan bertemu.


Lalu tak lama, Y/N mendengar suara langkah kaki beberapa orang. Ia sudah tahu siapa itu, dan ia memalingkan wajahnya, ia tidak ingin melihat anggota lain. Ah, sungguh menyebalkan!


"Hai, Will ..." Itu suara orang yang paling tidak ingin ia temui.


"Hehh! Ada gadis pendek di sini!" Dengan senyum miring dan nada yang menyebalkan.


Y/N menoleh dengan kesal, memang sih tubuhnya lebih kecil dari wanita dewasa diusianya, ia berumur 25 tahun tapi memiliki tinggi 155 centimeter saja. Tapi kan, harusnya dilihat dari kemampuannya, bukan fisik kecilnya.


"William-sama, apa aku bisa mengundurkan diri dari misi ini?" Y/N bertanya kepada Willian yang tersenyum tenang.


"Aku memanggilmu, karena aku membutuhkan kemampuanmu," jawab William.


"Kau mengundurkan diri karena ejekan seperti itu? Bukankah kau tidak profesional? Lalu bagaimana dengan julukanmu, The Little Egysh?"


Mendengar ejekan itu, hati Y/N memanas. Ia menatap tajam Moran yang tersenyum menang, "Berisik! Baiklah, aku akan ikut ... Lalu apa tugasku, William-sama?"


"Kau akan bekerja sama dengan Moran untuk menjadi penembak jitu dalam misi ini?"


Y/N membeku. Sial! Sial! Sial! Hari ini adalah hari sial dia. Lebih baik kalau ia bekerja sama dengan anggota lain daripada Moran. Kenapa harus pria itu? Tanpa sadar dirinya menghela napas panjang.


"Apa kau keberatan, Y/N-san?"


Louis yang berada di samping Wiliam bertanya kepadanya, ia menatap adik Wiliam itu, lalu menggeleng. "Tidak, aku akan menerima pekerjaan ini. Lalu siapa target kita?"


****


Y/N menaiki tangga menuju atap gedung yang menjadi tempat yang tepat untuk ia membidik, dengan Moran di belakangnya.


"Kau ternyata lumayan sexy, The Little Egysh!" Y/N terdiam ketika merasakan tangan kekar yang melingkari perutnya yang terekspos.


Pria itu berada di satu anak tangga lebih rendah dari dirinya, tapi Y/N masih belum  bisa menyamai tinggi Moran.


Saat Y/N tersadar, ia segera menghempaskan tangan pria itu, lalu kembali berjalan. "Cepatlah! Atau William-sama akan kecewa dengan cara kerjamu!"


Moran hanya terkekeh melihat Y/N yang kembali menaiki tangga dengan pakaian minimnya. "Boleh juga wanita itu!"

__ADS_1


Pakaian yang Y/N pakai adalah pakaian yang akan terlihat aneh digunakan oleh zaman ini. Pakaian dengan jaket crop top hingga menampakkan perut rata gadis itu, dengan hotpants setengah paha lalu sepatu boots hitam sebetis, rambut hitam panjangnya diikat ponytail. Tentu saja gadis itu yang mendesain pakaiannya sendiri, dan ia tidak peduli dengan tatapan aneh orang lain ketika melihatnya.


Mereka sudah sampai di atap, Moran menurunkan sebuah koper besar yang ia bawa dan membukanya, lalu mulai menyetelnya hingga mudah digunakan dan memasukkan beberapa peluru ke dalamnya. Sebuah sniper dan peluru terdapat di sana. Sedangkan Y/N, memandangi sekitarnya yang gelap karena hari sudah malam dan mencari sudut yang bagus untuk menembak.


Mereka akan menembak target yang sudah ditentukan William dari jarak yang  sangat jauh, dan akan mulai beraksi ketika sudah mendapatkan tandanya.


Y/N mendapatkan sudut yang bagus, ia bisa melihat ke segala arah tanpa terhalangi oleh sesuatu yang sangat mengganggu. "Sudut ini akan bagus untuk menembak."


Moran menghampiri Y/N dan melihat ke sekitar, "Tidak buruk! Kau yang akan menembak, aku ingin melihat kemampuanmu yang sering dibicarakan!"


Moran menyerahkan sniper ke arah Y/N, dan langsung di terimanya, "Tentu saja, dengan senang hati. Kau akan melihat kemampuanku, hingga tidak ada celah lagi untuk kau mengejekku!"


Moran menyeringai, "Heh ... Kita lihat saja nanti!"


***


William sudah memberi tanda kepada Y/N dan Moran, "Mari kita mulai!"


Y/N dan Moran bertiarap, mereka mulai mengambil posisi. Y/N yang akan menembak, dan Moran yang akan memberitahunya posisi target.


"Arah jam satu, jarak tiga ratus meter!"


Dengan cepat Y/N mengarahkan sniper nya, tidak ada suara yang keluar dari tembakannya. Sehingga orang yang menjadi target, tidak akan menyadari bahwa ia telah tertembak.


"Tidak buruk! Arah jam tiga, jarak sembilan puluh meter!"


Y/N mengernyit ketika ia sulit mengendalikan snipernya, alhasil ia meleset dan berhasil dalam dua tembakan.


"Berisik!"


"Arah jam sepuluh, jarak seratus lima puluh meter!"


Y/N menghela napas dan mencoba mengarahkan kembali sniper itu, tapi semakin susah untuk ia arahkan, lagi-lagi ia meleset hingga tiga tembakan.


"Apa ini?! Kau akan mengecewakan Will kalau seperti ini! Kemana julukan The Eagle Girl Shooter- mu itu?"


Y/N menggigit bibirnya, kenapa hari ini ia begitu sial? Sekarang bahkan tembakannya begitu buruk dan ia tidak bisa fokus, padahal biasanya ia gampang terbiasa dengan sniper yang baru saja ia pegang, tapi sniper ini begitu sulit untuk ia gunakan, meskipun di awal tidak terlalu buruk.


"Pose menembakmu hari ini begitu buruk!"


"Berisik!" Y/N bernada kesal, dan ia mencoba fokus kepada target berikutnya.


"Biar aku yang membimbingmu!"


Y/N membeku ketika Moran menindihnya dengan posisinya masih dalam tiarap dan tubuh besar pria itu melingkupi tubuh kecilnya. Tangan kekar pria itu menyelimuti tangannya, dan kepala Moran berada di bahunya, membuat ia merasa tegang dan tidak berani untuk bergerak sedikitpun. Ia tahu siapa Sebastian Moran.


"Rapatkan kakimu!" Suara berat yang tepat di telinganya dan Y/N tersentak ketika pahanya yang dihapit oleh kaki pria itu.


"Lemas kan bahumu!" Y/N menuruti perkataan Moran dan menghela napas agar bahunya tidak tegang, meskipun terasa berat oleh kepala pria itu yang bersandar di sana.

__ADS_1


"Harusnya bukan seperti ini posisi lenganmu!" Pria itu membenarkan posisi lengan Y/N dengan di bimbing oleh lengan kekar pria itu.


Suara bisikan tepat di telinganya, "Arah jam dua belas jarak tujuh ratus meter."


Y/N mengarahkan snipernya dengan bimbingan Moran. "Tembak!"


Y/N menekan pelatuknya, dan peluru melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi. Peluru itu tepat mengenai jantung target, sebelum target itu menyadarinya.


Moran tersenyum bangga tanpa diketahui Y/N, "Bagus!"


Tidak butuh waktu lama, hingga mereka berhasil menghabisi semua target yang diberitahu William.


Y/N menghela napas lega, tapi kemudian ia menyadari bahwa posisi mereka masih sama.


"Menyingkirlah!" usir Y/N kepada Moran, tapi pria itu menghirupi lehernya yang terekspos dan sesekali mengecup lehernya membuat ia merinding, sedangkan tangan pria itu mengusap-usap lembut pinggangnya. Tangan kekar pria itu menyentuh langsung kulitnya, membuat tubuhnya menegang bagaikan tersengat listrik.


"Moran! Menyingkirlah!" Y/N mencoba memberontak, tapi pria itu semakin mengecupi lehernya dan kaki pria itu melebarkan kakinya, lalu menekan di antara pahanya membuat Y/N merasakan gelenyar aneh hingga ia menggigit bibir kuat menahan godaan Moran. Posisi mereka terasa sangat intim.


Moran mengulum telinganya, membuat ia memejamkan mata, dan pertanyaan dengan nada sensual membuat Y/N membulatkan mata.


"Maukah kau menerima lamaranku?"


Apa ini? Apa maksudnya? Apa ia tidak salah dengar?


"Tidak! Kau musuhku!"


Y/N terhenyak ketika tubuhnya tiba-tiba dibalikan, dan pria itu kembali menenggelamkan wajahnya di lehernya, mengecupinya, Y/N mencoba mendorong bahu Moran agar menjauh.


"Aku tak pernah menganggapmu sebagai musuh, The Little Egysh"


"Ah!" Suara itu tak bisa ia tahan ketika Moran menggigit lehernya.


"Moran! Menyingkir!!" Y/N mencoba memukul-mukul punggung Moran, tapi pria itu bahkan tidak ada respon, seolah tidak merasakan apapun dari pukulan Y/N.


Tangan kekar pria itu mengusap-usap sensual perutnya dan berbisik lembut, "Aku ingin kau mengandung anakku di sini, lalu melahirkannya."


Y/N berhenti memukuli pria itu, dan terdiam ketika mendengarkan ucapan Moran, lalu perkataan selanjutnya membuat jantungnya berdegup kencang dan perasaannya tidak karuan.


"I Love You, The Little Egysh."


****


**Author'Note : Cerita ini di publish juga di ******.


Y/N : Nama panggilan


S/N : Nama Lengkap


Y/H : Warna rambut dan panjang rambut

__ADS_1


Y/C : Warna Favorit***


__ADS_2