Limemine [AnimeXReader]

Limemine [AnimeXReader]
The Promise [Uchiha Itachi]


__ADS_3

I hope you like and enjoy:)


****


Terusik oleh pergerakan di sampingnya, Y/N mengerjapkan mata, mengatur cahaya yang masuk ke pupilnya. Setelah fokus, ia melihat seorang pria dengan kimono tidur berwarna putih sedikit transparan tengah duduk untuk mengikat rambutnya sambil menoleh ke arahnya.


"Ohayou, Y/N."


Dari sudut ini, Y/N bisa melihat ketampanan Uchiha Itachi yang begitu sempurna. Rahang yang tegas, mata merah sharingan nya yang indah dan tajam, lehernya yang terdapat kalung di sana, lalu bahu yang lebar dan dada bidangnya yang terdapat tanda keunguan. Y/N menggigit bibirnya, Sial! Ia jadi ingat mereka tadi malam.


"Akhem ... Ohayou, Itachi-kun! Mau aku ikatkan rambutmu?" Itachi merespon dengan mengangguk, lalu memberikan ikat rambut berwarna hitam ke arahnya.


Y/N tersenyum ketika Itachi membelakanginya, ia membelitkan selimut ke tubuh polosnya lalu bangkit hingga setengah berdiri dan menyisir lembut rambut panjang pria di hadapannya itu dengan jemarinya.


"Nah, selesai!" Y/N memeluk leher Itachi lalu mengecup pipinya.


"Terima kasih, Y/N." Pria itu menggenggam tangan Y/N mengusapnya lembut, dan mengecup kening Y/N.


Y/N memejamkan mata menikmati kehangatan dan kelembutan dari pria yang terkenal kejam di organisasi, bahkan kepada adik kandungnya sendiri juga seluruh klannya.


"Ne, Itachi-kun, kau tidak akan meninggalkanku, kan?" Kepala Y/N bersandar di bahu Itachi dengan wajahnya yang berada di ceruk leher pria itu. Ia bisa merasakan usapan lembut di rambutnya.


"Aku tidak akan kemana-mana, Y/N."


"Kau tidak akan mati di dalam misi dan kita akan terus bersama, bukan?"


Y/N takut, misi mereka selalu dipenuhi dengan bahaya yang akan mengincar nyawa. Ya, Itachi dan dirinya adalah anggota dari organisasi Akatsuki. Mereka jatuh cinta saat diberikan misi bersama. Ia tahu bahwa ketika mereka sudah berada di organisasi bahaya ini, mereka harus siap mati.


"Ya, Y/N."


"Kau berjanji!"


"Aku berjanji!"


Y/N memejamkan matanya merasakan kehangatan tubuh pria yang dicintainya. Ia tahu, pria itu berbohong, karena Itachi pernah bercerita tentang adiknya yang berkeinginan kuat untuk membunuhnya. Ya, meskipun begitu, ketika hal itu terjadi, ia rela mati bersama Uchiha Itachi.


"Itachi-kun."


"Hem?"

__ADS_1


"Bagaimana jika aku hamil?"


Itachi melepaskan pelukan Y/N dan berbalik menatap ke arahnya secara tiba-tiba, lalu mendorongnya hingga ia terbaring di ranjang dengan pria itu yang melingkupinya bersama tatapan yang bergairah.


"Apa kau ingin?"


"Tidak! Tunggu, Itachi -Ah!"


Y/N berjengit ketika pria itu menggigit lehernya. Ah, ia tidak bisa menolak Itachi. Ia berharap kebahagiaan mereka bisa berlangsung selamanya, meskipun itu tidak mungkin.


****


Kematian yang telah mendekat. Tiba juga hari dimana adikku mampu membalas dendam kepadaku. Ah pandanganku buram dan tubuhku sudah tidak bisa bergerak setelah pertarunganku dan Uchiha Sasuke.


Aku melihat Sasuke menjauh, itu membuatku lega. Adikku membalas dendam untuk klan dan orang tua kita. Meskipun dia belum mengetahui seluruh kisahnya.


"Y/N!"


Nama dari gadis yang membuatku mengingatnya. Senyuman manisnya yang bagai mentari membuat hatiku yang gelap menghangat. Gadis yang membuat diriku tidak merasa kesepian di organisasi, gadis yang selalu bersamaku.


Pandanganku mulai menggelap, kesadaranku sudah mulai lenyap.


Aku harap Y/N terus hidup dan bahagia.


***


Dirinya menyesal pergi ketika di suruh oleh pria itu, andaikan ia tidak menurutinya, setidaknya ia bisa ikut bertarung dengan Itachi. Kenapa pria itu membuat dirinya melakukan misi yang membuatnya jauh. Sial!


Tanpa sadar air matanya jatuh, dan tak lama Y/N sampai dengan napas yang terengah-engah. Ia melihat bangunan yang biasanya terdapat Itachi di sana sudah hancur lebur, dan berapa kacaunya keadaan sekitar.


"Itachi-kun!"


Y/N meneriakkan nama itu, nama yang telah membuat dirinya merasakan mencintai seseorang. Ia mencari dengan menghancurkan puing-puing bangunan dan pohon menggunakan jurusnya.


Matanya membulat ketika ia menemukan Itachi yang berlumuran darah, ia mendekat dan membalikkan tubuh pria itu yang telengkup.


"Itachi-kun! Bangunlah!" Y/N menepuk-nepuk pipi pria itu.


"Bukankah kau berjanji tidak akan meninggalkanku?!"

__ADS_1


Y/N menggigit bibirnya kuat dan meraih telapak tangan pria itu yang telah mendingin, "Lalu bagaimana dengan anak kita?"


Ya, di dalam tubuhnya sekarang terdapat buah hatinya dan Itachi.


Apa yang harus ia lakukan sekarang? Mungkin apabila tidak ada nyawa lain di dalam tubuhnya, ia akan mengakhiri hidupnya sekarang juga untuk menyusul Itachi.


Tapi, apa jika ia mati bersama buah hatinya, Pria itu akan bahagia? Apa Itachi mau untuk melihatnya lagi saat kita bertemu di sana? Bagaimana ini?


Y/N menggegam tangan Itachi yang erat, menunduk dengan isakan dan tangisan. Malam itu, dengan terang rembulan yang muncul hanya terdengar suara tangisan pilu di antara gelapnya hutan.


****


Uchiha Sasuke, ia tengah berjalan di sebuah desa yang sedikit terpencil untuk mencari informasi, dengan jubah hitamnya yang menutupi sebelah lengannya yang tidak ada, karena hasil dari pertarungannya dengan Naruto.


"Ryuu! Antarkan pesanan ini!"


"Ya, Okaa-san!"


Sasuke terdiam, ia menatap sebuah kedai makan, dari depan pintu, ia bisa melihat banyak orang yang mengunjungi kedai itu dengan suara gelak tawa dari orang-orang yang mengobrol. Tapi, yang ia buat terhenti adalah suara yang membuat ia merasa mengenalnya.


Dengan ragu, Sasuke memasuki kedai itu, dan membunyikan suara bel yang khas bagi sebuah kedai. Dengan mengedarkan pandangan, ia menuju ke sebuah tempat duduk di ujung kedai.


"Permisi, Tuan ... Ada yang ingin anda pesan?"


Sasuke membuka tudung jubahnya dan mendongak, seketika matanya membulat. Suara dan rupa yang begitu akrab di penglihatannya, rupa yang tidak akan pernah ia lupakan dalam ingatannya. Orang yang selalu ia rindukan dan orang yang ia kagumi.


"Nii-san?"


Anak di hadapannya sungguh mirip dengan kakaknya, bahkan rambutnya. Tampilan kakaknya saat masih muda.


"Maaf, Tuan?"


"Siapa namamu?"


"L/N Ryuui, Tuan."


"Siapa nama ayahmu?"


Sasuke menajamkan pendengarannya, jantungnya berdetak lebih cepat ketika mendengar jawaban dari anak itu.

__ADS_1


"Itachi."


****


__ADS_2