![Limemine [AnimeXReader]](https://asset.asean.biz.id/limemine--animexreader-.webp)
I Hope you like and Enjoy:)
...****************...
Hujan yang mengguyur bumi dengan lebat bersamaan dengan suara-suara petir yang memekakkan telinga membuat detakan jantung seorang gadis semakin meningkat, tanpa peduli bajunya yang basah, ia berlari menyusuri lorong rumah sakit yang sudah mulai gelap.
Y/N mendapat kabar tentang keadaan adiknya yang sedang koma semakin memburuk, hingga pada saat tikungan ia menabrak dada seorang pria hingga dirinya terjatuh duduk dan melepaskan slingbagnya. Tanpa melihat pria itu, ia segera bangkit menggambil tasnya dan menunduk meminta maaf, kemudian berlalu pergi. Matanya memanas, ia berharap tidak ada yang terjadi kepada adiknya, dia adalah keluarga satu-satunya sekarang dan ia akan melakukan apapun untuk menyelamatkan sang adik.
Tanpa Y/N sadari, sepasang mata heterochrome memandang punggungnya yang menjauh.
"Rei, selidiki gadis itu untukku!"
***
Di sinilah Y/N berada sekarang, sebuah klub malam dengan bau alkohol di Indra penciumannya dan suara musik yang memekakkan telinga dengan orang-orang yang menari di area dance floor.
Hari ini adalah hari pertamanya bekerja sebagai 'wanita malam'. Y/N duduk dengan gelisah, ia tidak terbiasa dengan pakaian yang begitu minim di tubuhnya, sebuah gaun di atas paha tanpa lengan dengan potongan dada yang rendah, hingga menampakkan belahan dadanya, membuat ia tidak nyaman.
Y/N terpaksa melakukannya untuk melunasi seluruh biaya mahal rumah sakit adiknya yang sedang koma. Ia tidak peduli dengan orang yang berbicara bodoh bahwa ia mengambil pekerjaan kotor ini, ia akan melakukan apapun agar adiknya bangun dari koma dan sehat kembali. Y/N sangat menyayangi adiknya, keluarga satu-satunya setelah kecelakaan besar menimpa keluarga dia saat akan liburan yang membuat orang tuanya meninggal dan adiknya koma. Hanya dia yang tidak ikut, karena ia ada pekerjaan yang lumayan untuk menggantikan seorang pegawai yang cuti saat liburan.
Y/N juga bukanlah dari sebuah keluarga yang kaya, hanya keluarga kecil yang berkecukupan tapi bahagia. Kecelakaan itu menghancurkan keluarganya, dan ia harus tetap semangat dalam hidup ketika mengetahui adik satu-satunya selamat.
"Y/N?!"
Suara itu menyadarkannya dari lamunan dan membuatnya bangkit dari duduk menatap orang yang menyapanya. Seorang wanita dewasa yang menatapnya dengan lembut, dia adalah senior di sini, tapi baik kepadanya.
"Ah iya?"
"Ada yang ingin dilayani olehmu."
Mendengar hal itu, membuat jantungnya berdegup kencang, ini akan menjadi yang pertama untuknya.
Y/N mengangguk mengerti, "Di- Dimana dia?"
"Dia berada di ruangan VIP, kau ke sana saja, hampiri dia."
Y/N menggigit bibirnya, "Baiklah, terima kasih, Senpai."
__ADS_1
Wanita itu mengangguk dan menepuk bahunya, "Jangan memaksakan dirimu untuk melakukannya!"
Y/N mengangguk gugup, kemudian pergi meninggalkan wanita itu menuju pelanggannya.
***
Y/N memasuki sebuah ruangan VIP, dan terlihat seorang pria berambut merah dengan pakaian kantornya tengah duduk di sofa, sambil meminum Wine.
Y/N sungguh gugup, ia tidak berani berbicara dan hanya diam di dekat pintu. Tapi kemudian pria itu menatapnya dan menyeringai, lalu menepuk sofa di sebelahnya.
"Kemarilah!"
Instruksi itu membuat jantungnya semakin berdetak kencang, ia berjalan pelan menuju pria itu, saat ia sudah berada di dekatnya, tangannya di tarik sehingga ia jatuh duduk di pangkuan pria itu. Ia bergerak gelisah untuk membenarkan posisi duduknya.
"Jangan bergerak!"
Suara barithon itu membuat tubuhnya tegang, dan ia merasakan tubuhnya seperti tersengat listrik ketika pahanya diusap lembut dan sesekali di remas, wajah pria itu mengecupi lehernya membuat ia menggigit bibir, tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Y/N, seseorang gadis yang membuatnya pertama kali merasa tertarik. Akashi memeluk pinggang gadis di pangkuannya sambil menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Y/N, menghirup wangi gadis itu dan sesekali mengecupnya, tangannya tidak diam, ia mengusap lembut paha Y/N dan meremasnya. Y/N yang bergerak gelisah di pangkuannya membuat sesuatu di balik celananya begitu sesak, ia akan membuat Y/N menjadi miliknya selamanya.
"Shh..."
"Y/N, aku sudah mengenalmu. Aku tidak percaya kau rela bekerja seperti ini!"
Y/N terkejut mendengar itu dan juga takut, di dalam ingatannya, ia tidak pernah mengingat bahwa dirinya kenal dengan pria yang akan menjadi klien pertamanya. Tangan kekar pria itu naik, lalu melingkari perutnya dan semakin menarik dirinya untuk mendekat, hingga ia bisa merasakan sesuatu yang mengganjal di belakang tubuhnya membuat ia tegang.
"Maaf ... E-tto .."
"Sei, panggil aku Sei!"
Y/N menggigit bibirnya ketika tangan kiri pria itu naik dan meremas dadanya lembut, sedangkan ia hanya bisa mengepalkan tangan sambil memejamkan mata. Ini adalah tugasnya.
"Sei-sama, sa-saya tidak ingat pernah bertemu dengan anda." Y/N sedikit menahan napas dalam berbicara, karena pria itu meremas dadanya dengan lembut, membuat ia merasakan gelenyar di seluruh tubuhnya.
"Aku tidak peduli!" Akashi mengulum daun telinga Y/N, membuat gadis itu hanya semakin mengepalkan tangannya.
"Bagaimana kalau kita buat kesepakatan!" Tangan kanan Akashi bermain di paha dalam Y/N dan mengelusnya.
__ADS_1
"Ke-kesepakatan?" Napas Y/N sedikit memburu dan jantungnya berdegup dengan kencang. Pria itu seolah benar-benar tahu titik sensitif ditubuhnya, dan merasakan inti tubuhnya lembab di sana.
"Aku akan membelimu dan membiayai adikmu hingga sembuh, tapi kau .... " Belakang leher Y/N meremang ketika pria itu berbisik tepat di telinganya dan menjilatnya.
Bisikan yang begitu pelan dengan suara barithon yang berat, "Kau harus menuruti perintahku!"
Y/N mengangguk, ia tidak berpikir dua kali mendengar tawaran yang akan menyembuhkan adiknya. Ia tidak peduli dengan perintah apapun yang akan di arahkan kepadanya, ia rela mengorbankan apapun.
"Baik-Hmph!"
Y/N terhenyak ketika pria itu secara tiba-tiba menarik wajahnya dan menciumnya sebelum ia selesai bicara. Ciuman yang pertama kali ia rasakan dalam hidupnya.
Ciuman itu begitu menuntut, mengulum bibirnya, lalu menelesupkan lidahnya. Y/N meremas kemeja Akashi di bagian dadanya, dan memejamkan mata merasakan desiran cepat di seluruh tubuhnya ketika tangan kanan pria itu menelesup di antara pahanya dan menyentuh inti tubuhnya.
Tangan kiri Akashi menekan tengkuk Y/N, memperdalam ciumannya, menjelajah setiap inci mulutnya dan lidah mereka yang bertaut.
Sudut bibir Akashi sedikit menyeringai ketika gadis di pangkuannya ini mencoba untuk menyeimbangi ciumannya. Ah Y/N benar-benar begitu menggoda.
Mata Y/N membulat ketika merasakan pahit yang masuk ke tenggorokannya. Apa itu obat? Sejak dulu ia begitu tidak menyukai obat, dan rasanya ia ingin muntah sekarang, tetapi Akashi semakin memperdalam ciumannya dan semakin cepat menggerakkan jarinya di luar inti tubuhnya.
Tak lama Akashi melepaskan ciumannya membuat tali saliva tipis yang saling terhubung, dan wajah mereka yang begitu dekat hingga bisa merasakan napas yang memburu saling bersahutan.
Akashi memegang pinggang Y/N dan membuatnya berdiri. Sungguh, Y/N merasakan kakinya begitu lemas bagaikan jelly dan tubuhnya gemetar. Lalu pria itu bangkit dan menautkan jarinya.
"Ayo ... Aku akan coba kamu, biar asistenku yang mengurus pembayaranmu!"
Y/N menggigit bibirnya mendengar ucapan yang menusuk hatinya itu, meskipun ia tidak pantas untuk merasakannya. Y/N hanya menghela napasnya, lalu pria itu membawanya keluar ruangan.
"Sei-sama, obat apa tadi?" Y/N sedikit penasaran dengan obat pahit yang masuk ke tenggorokannya.
"Obat anti hamil!" Balas Akashi dan Y/N hanya mengangguk mengiyakan.
'Sebaliknya,' ujar Akashi dalam hati.
...****************...
Halo, Readertachi 🍀✨ Jangan lupa Vomment, like dan masukkan ke Fav ya:'
__ADS_1