![Limemine [AnimeXReader]](https://asset.asean.biz.id/limemine--animexreader-.webp)
Jangan lupa Vote, dan masukkan ke favorit🍀✨
I hope you like and enjoy:)
****
"Nii-san, hari ini kita berangkat bersama?" Y/N menoleh menatap Chuuya yang baru saja turun tangga, dirinya sedang duduk di sofa menunggu pria itu.
"Y/N, sudah kubilang berkali-kali untuk tidak dekat dengan para lelaki!" Suara Chuuya begitu dingin dengan pandangannya yang fokus memakai jam tangan, membuat Y/N terdiam.
"Tidak, mereka hanya memintaku untuk mengajari mata kuliah yang gak di pahami! Aku tunggu di mobil!" Y/N membantah dan segera berdiri meninggalkan Chuuya.
Y/N menghela napas, ia tidak mengerti kenapa kakaknya itu melarang dirinya untuk dekat-dekat dengan orang lain, terutama seorang pria. Menyebalkan, padahal dirinya sudah cukup dewasa untuk dekat dengan seseorang.
Dirinya adik dari seorang Nakahara Chuuya, Nakahara Y/N. Pria itu memiliki banyak sekali penggemarnya di kampus, tapi kakaknya tidak peduli dan bahkan sifatnya yang selalu kasar ketika berbicara kepada orang lain. Y/N bingung, walau sifat seperti itu, masih saja yang berani menyatakan cinta dan berakhir dengan di tolak mentah-mentah. Padahal dengan senang hati Y/N tidak akan melarang Chuuya pacaran, karena kakaknya itu selalu menempel kepadanya!
Ketika Y/N membuka pintu, ia terdiam terkejut, pria berambut cokelat dengan menggunakan Coat cokelat muda berdiri di hadapannya dengan wajah —pura-pura— polos sambil melambaikan tangannya.
"Halo, Y/N-chan!" Pria itu tersenyum lebar.
"Dazai-Senpai!"
Ya, sahabat baik kakaknya, walau mereka selalu beradu mulut setiap bertemu.
"Ne ... Y/N-chan hari ini begitu cantik!" tangan pria itu menggenggam tangan Y/N lalu mengecupnya lembut, membuat wajah Y/N menghangat.
Tatapan tajam pria itu yang saling bertatapan dengan dirinya, membuat jantung Y/N berdetak kencang, "Maukah kau bunuh diri bersama denganku?"
Y/N membeku, wajahnya memanas, kali ini bukan karena tersipu, tapi kesal. Dengan gerakan cepat, tangan yang digenggam Dazai siap melayang ke pipi pria itu, tapi kembali ditahan.
"Mati sana!" Dirinya menghempaskan tangannya yang digenggaman Dazai dan mengatupkan bibirnya, gemas ingin mencakar pria di hadapannya.
"Kalau aku mati bersama Y/N-chan, dengan senang hati aku mengabulkannya~"
"Oi! Mati sana sendiri, jangan mengajak Y/N!" Chuuya datang dari belakang Y/N dan membalas ucapan Dazai dengan tajam.
"Hora Chuuya, aku bicara kepada Y/N-chan bukan kau!" Dazai berbicara dengan nada mengejek.
"Sialan!"
Y/N menghela napas dan memutar bola mata mendengar mereka beradu mulut lagi.
"Dazai-senpai, sekarang Nii-san sudah di sini, aku akan tunggu kalian di mobil!"
__ADS_1
"Tunggu!"
Y/N hendak melangkah tapi ditahan oleh perkataan Dazai.
"Aku ke sini bukan untuk bertemu Chuuya, tapi untuk bertemu Y/N-chan!"
"Bertemu denganku? Ada apa?" Y/N memiringkan wajahnya heran.
"Hari ini jadwal kuliahmu bukan pagi, kan? Ayo kita jalan-jalan!" Dazai merangkul bahu Y/N.
"Ta-tapi Dazai-senpai!" Y/N mencoba melepaskan rangkulan itu, tapi Dazai semakin mengeratkannya hingga Y/N menahan napas ketika wajahnya bersandar kepada dada bidang pria itu.
"Sudahlah, Y/N-chan. Ne, Chuuya, aku pinjam Y/N ya?!"
Chuuya memalingkan wajahnya berdecih seolah tidak peduli, "Tch, terserahlah!"
"Ayo, Y/N-chan. Bye-bye, Chuuya!" Dazai melambaikan tangannya dan pergi dengan merangkul Y/N meninggalkan Chuuya.
Y/N melirik Chuuya yang menatap tajam ke arahnya, membuat hatinya menciut dan bulu kuduknya merinding. Tatapan yang hanya dirinya yang tahu.
***
Mereka berada di salah satu pasar prefektur Yokohama, pandangan Y/N menatap jalanan yang tidak terlalu ramai dikarenakan hari ini bukanlah weekend. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri memperhatikan toko-toko yang berjajar, entah itu makanan atau minuman, juga toko untuk keperluan rumah, lalu ada beberapa cafe.
"Hanya ingin, bosan melihat kau terus bersama Chuuya!" Dazai memalingkan wajahnya dan bersuara pelan bahkan Y/N tidak bisa mendengar jelas perkataannya.
"Apa, Senpai? Aku tidak mendengarnya!" Y/N berseru dengan wajah penasaran menatap Dazai.
"Tidak! Y/N-chan, katanya cafe di sana enak loh! Ayo pergi!" Dazai menunjuk salah satu cafe bernama 'Stray Dogs Cafe'
"Dazai-senpai!" Y/N tidak bisa menolak ketika Dazai menarik tangannya tanpa persetujuannya.
Tring!
Bel cafe berbunyi ketika mereka masuk, lalu duduk berhadapan di salah satu meja cafe, tak lama seorang pelayan perempuan datang menghampiri mereka.
"Ada yang perlu saya bantu?" tanya pelayan itu dengan sopan sambil tersenyum kepada Y/N.
"Seperti biasa, dan (Favcake) juga Boba brown sugar," jawab Dazai tanpa melihat menu.
"Baiklah." Pelayan itu mengangguk mengerti dan mencatat pesanan Dazai, lalu berlalu.
Mendengar hal itu membuat Y/N menatap Dazai dengan senang, itu adalah kue favoritnya. Bagaimana Dazai bisa mengetahui kesukaannya itu?
__ADS_1
Tak lama pesanan itu datang, tapi di tarik ke arah Dazai sendiri membuat Rin bingung.
"Itu buatku, kan?" tanya Y/N dengan nada berharap.
"Tidak, tentu saja ini untukku. Y/N-chan, pesan sendiri!" Tanpa memperdulikan wajah memerah Y/N karena kesal, Dazai memejamkan mata dan meminum Boba dengan sedotan.
"Lalu kenapa Dazai-senpai tidak tanya pesananku!" Y/N mengepalkan tangannya, rasanya ia ingin menjambak pria dihadapannya. Padahal ia sudah berharap kalau itu untuk dirinya.
"Kau sudah besar, masa harus aku pesankan."
Ucapan itu membuat Y/N menatap tajam Dazai dan mengambil menu lalu membukanya dengan kasar hingga menutupi pandangannya. Matanya melihat segala menu di sana dengan perasaan jengkel, tapi ia tidak mengerti dengan menu di sana.
"Pfft ... Menunya terbalik, loh Y/N-chan!"
"Senpai!"
Wajah Y/N panas hingga ke telinganya oleh rasa kesal dan malu ketika Dazai menertawakan dirinya. Sial! Dia benar-benar menyebalkan! Giginya terasa gatal, rasanya ia ingin menggigit Dazai dengan sekuat tenaga.
"Pfft, bercanda, Y/N-chan." Dazai menghentikan tawanya, dan mengambil menu yang Y/N pegang, lalu menyodorkan seporsi kue dan Boba itu ke hadapannya.
"Ini, buatmu!"
Mata Y/N berbinar-binar seperti anak anjing yang kelaparan ketika menatap menu kesukaannya, entah kemana perasaan kesalnya, seolah-olah menguap tak tersisa.
"Ittadakimasu!" Y/N menyatukan telapak tangannya, dan tanpa peduli, Y/N meminum Boba lalu memakan kuenya dengan lahap.
"Ne, Y/N-chan."
"Hem?" Y/N hanya berdehem merespon panggilan Dazai dan hanya fokus dengan kuenya.
Y/N menahan napasnya saat mendongak, Dazai sudah menarik tengkuknya dan menjilat sudut bibirnya lalu mengecupnya dengan cepat sebelum kembali ke posisi duduknya.
"Rasanya manis."
Y/N bertegun, jantungnya berdetak dengan cepat dan pikirannya melayang sesaat. Apa yang baru saja terjadi?
Y/N melihat Dazai menopang kepalanya dan menatap penuh perhatian ke arahnya sambil tersenyum lembut. Sungguh, untuk pertama kalinya ia melihat perlakuan Dazai yang seperti ini.
"Kau sangat cantik."
Y/N heran, tapi perkataan selanjutnya membuat tubuhnya membeku dan kembali menahan napasnya dengan detak jantungnya yang semakin cepat, hingga rasanya ia ingin menjerit.
"Jadilah pacarku!"
__ADS_1
****