![Limemine [AnimeXReader]](https://asset.asean.biz.id/limemine--animexreader-.webp)
I hope you like and enjoy:)
****
Bungou Tantei-sha alias detective bersenjata. Sebuah organisasi di mana para anggotanya yang memiliki kekuatan supranatural. Detective yang bisa memecahkan kasus dengan tidak biasa.
Y/n, ia memasuki pintu di mana tempat markas atau kantor detective bersenjata berada. Sudah selama sebulan ia bekerja sebagai detective bersenjata dengan anggota yang tidak normal. Ada yang idealis, sadis, incest, tukang bundir, dan ketidak normalan lain.
Y/n penasaran dengan salah satu dari mereka yang begitu dihormati, tapi menurutnya jarang andil ketika hal rusuh terjadi di kantor. Namun, menurut anggota lain, kemampuan pria itu tidak jauh seperti miliknya.
Seperti hari ini, kantor begitu berantakan dengan kertas yang bertebaran, bekas tembakan di mana-mana, ketika para anggota tengah membereskan kekacauan itu, hanya satu anggota yang duduk menghadap ke jendela sambil memakan keripik kentangnya.
"Y/n! Darimana saja kau baru datang?!" Pria berkacamata dengan rambut yang diikat melotot ke arah Y/n dengan buku di tangannya.
"Etto ... Kunikida-san, aku baru saja selesai memecahkan kasus." Mata Y/n menjelajah ke seisi ruangan.
"Dazai-san di mana? Dia tidak berada di sini?" tanya Y/n ketika tidak melihat pria berambut tebal dengan perban di seluruh badannya itu.
"Si bodoh itu! Mungkin dia sedang mencoba metode bunuh diri lagi!" Kunikida kembali fokus ke alat yang ia pegang, menghitung kerugian yang di alami, sedangkan Y/n hanya tertawa renyah.
"Kunikida-kun, aku akan pergi memecahkan kasus." Pria dengan mata yang sipit itu turun dari meja dan melangkah ke arah pintu.
"Y/n, kau tidak perlu ikut beres-beres di sini, ikutlah dengan Rampo-san dan belajarlah darinya," ucap Kunikida kepada Y/n.
"Baik, Kunikida-san!" Y/n mengangguk mengiyakan dan segera menyusul pria itu keluar pintu.
"Kau ikut dia karena dia tid- Oi, Y/n! Aku belum selesai berbicara!" Kunikida menaikkan nadanya ketika ia melihat Y/n yang sudah tidak ada.
"Kita telat memberitahunya, Kunikida-san ..." ucap pria berambut putih itu sambil menatap pintu.
"Sudahlah! Lanjut bereskan, Atsushi!" perintah Kunikida kepada Atsushi.
"H-Ha'i!" Atsushi dengan segera membereskan buku-buku yang ia pegang tadi.
****
"Rampo-san, kita akan ke mana?" tanya Y/n sambil mengikuti pria sipit bertopi di hadapannya, Edogawa Rampo. Ia penasaran, karena pria itu tidak berbicara dan terus berjalan seolah mengabaikannya, padahal menurut anggota lain, Rampo adalah pria yang ramah dan banyak bicara.
Y/n menghembuskan napasnya. Mereka hanya berjalan kaki, lalu mereka menaiki sebuah taksi ketika Rampo menyuruhnya untuk masuk. Ia tidak tahu di mana lokasinya.
Hingga Y/n melihat sebuah gedung tua dengan police line yang terpampang di sana.
"Supir-san, apa kau bisa ikut denganku dan menunggu hingga selesai?" tanya Rampo dan supir taksi itu mengiyakan.
Y/n termenung ketika Rampo menyuruh supir taksi itu untuk mengikuti Rampo memasuki gedung itu. Y/n hanya diam, lalu menaiki tangga dan terlihat beberapa polisi yang menjaga di sana.
"Rampo-san, kau datang ... Apakah ini anggota detective yang baru?" tanya Pria berambut pendek, sepertinya dia adalah pemimpin tim investigasinya.
"Perkenalkan namaku, L/n Y/n, anggota baru dari detective bersenjata. Mohon bantuannya!" Y/n membungkuk sopan.
"Tenang saja ... Aku Minora, mohon bantuannya juga," ucap pria itu.
"Minora, dimana jasadnya?" tanya Rampo kepada Minora.
"Ayo!"
Y/n mengikuti Minora dan mata Y/n membulat ketika melihat seorang jasad wanita yang sudah di evakuasi, dan sebuah tali yang tergantung di sebuah lorong dekat jendela besar menghadap ke taman belakang di sana. Mengerikan.
Y/n dan Rampo menunduk untuk memberikan penghormatan ke wanita itu. Ia bisa mengetahui bahwa itu pembunuhan hanya dari ia lihat sekilas. Itu berbeda dari kasus bunuh diri biasanya.
"Menurutmu bagaimana, Supir-san?"
Pertanyaan dari Rampo kepada Supir taksi itu membuat semua orang di sana mengernyitkan dahinya bingung. Kenapa Rampo bertanya kepada supir taksi yang bahkan tidak ada hubungannya dengan ini semua?
"A-ano ... Maaf, aku bukanlah seorang detective, tapi sangat kasihan wanita itu bunuh diri karena frustasi."
__ADS_1
"Bukan, ini bukanlah bunuh diri, tapi pembunuhan. Apabila ini kasus bunuh diri, seharusnya terdapat pijakan yang tepat di bawah tali, tetapi pijakan itu tidak ada!" jelas Y/n kepada pria itu.
"Ah ... Haha, maafkan aku, aku tidak mengerti hal seperti itu!"
"Yosh! Karena aku sudah di sini, aku akan memecahkan kasusnya, karena aku punya kemampuan supranatural!" ujar Rampo dengan penuh semangat.
"Lagipula mottoku 'Kalau aku ada di sini, semuanya sip!'" lanjutnya.
Pria itu mulai mengeluarkan kacamatanya lalu memakainya, mata emeraldnya terbuka dan terlihat begitu fokus hingga Y/n terus memperhatikannya. Lalu angin yang sedikit kencang terhembus.
"Jadi begitu ..."
Y/n mengerjapkan matanya, apa Rampo sudah tahu siapa pelakunya? Apa secepat itu? Ia sendiri masih perlu waktu untuk mencari lebih banyak petunjuk dari yang ia lihat.
"Rampo-san, kau sudah tahu siapa pelakunya?" tanya Minora.
"Ya! Pelakunya ..." Rampo mengarahkan jari telunjuknya.
Pelakunya ada di sini?
"Kau pelakunya, Supir-san!" Rampo menunjuk supir sambil menyeringai.
****
Y/n menghela napas setelah keluar dari kantor polisi. Ia sungguh kagum dengan kemampuan Rampo setelah ia lihat tadi. Bagaimana pria itu menyelesaikan kasus dengan waktu yang begitu singkat.
Supir saat ia pergi itu ternyata benar-benar pelakunya, dan korban adalah ist-Tidak, mantan istrinya. Supir itu memiliki motif karena katanya di selingkuhi mantan istrinya itu saat masih menjadi pasangan, dan untuk menutupi pembunuhannya, ia membawa jasad wanita itu lalu membuatnya seperti bunuh diri di gedung tua itu.
"Konbanwa, Y/n-chan!"
"Uwaaa! Dazai-san!"
Y/n mundur kaget beberapa langkah ketika melihat seseorang muncul dalam keadaan terbalik dari dahan pohon.
"Kau sedang apa di sana, Dazai-san? Apa kau mencoba metode bunuh diri lagi?" tanya Y/n bingung.
Dazai turun dengan bersalto dan tepat mendarat menggunakan kedua kakinya menghadap ke arahnya.
"Apa kau baru saja menyelesaikan kasus?" tanya Dazai dan di balas dengan anggukan.
"Ah, Y/n-chan ... Otsukaresama~" Pria itu meraih tangan Y/n lalu mengecupnya sambil berlutut. "Maukah kau menjadi pengantinku?~"
Y/n bisa melihat Rampo yang sedikit jauh, menatap ke arahnya dengan tatapan tajam dan ekspresi serius, lalu kembali berjalan.
"Lalu kita bisa bunuh diri bersama, Y/n-chan~"
"Dazai-san, aku baru saja menyelesaikan kasus bersama Rampo-san. Dan berhentilah mengajakku bunuh diri bersama, aku lelah!" keluh Y/n.
Tatapan Dazai tiba-tiba menjadi serius. "Rampo-san? Lalu di mana dia?" tanya Dazai sambil berdiri dan menatap ke arah punggungnya.
"Tadi dia terus berjalan meninggalkanku. Ada apa, Dazai-san?" Y/n sedikit memiringkan wajahnya bingung.
"Apa kau tidak tahu, Y/n-chan ... Rampo-san tidak mengetahui arah jalan dan bagaimana cara naik kendaraan!" jelas Dazai.
"Eh?!" Mata Y/n membulat kaget mendengar penjelasan seperti itu.
"Tapi, saat menuju ke lokasi aku bahkan tidak di beritahu tempatnya dan hanya mengikuti Rampo-san saja," jelas Y/n kepada Dazai.
"Tidak mungkin, seluruh anggota sudah mengetahuinya, dan kau pasti di perintahkan Kunikida-kun mengikuti Rampo-san hanya untuk menjadi pemandu jalannya."
Jantung Y/n berdetak cepat, apa Rampo akan tersesat? Bahaya! Ia akan di salahkan apabila Rampo menghilang atau kemungkinan terburuknya dikepung oleh anggota Port mafia. Ia sudah tidak bisa melihat Rampo dari jarak pandangnya.
"Dazai-san, aku harus mencari Rampo-san!" Dengan cepat Y/n berlari sekuat tenaga berharap bisa menyusul pria itu.
"Y/n-chan!"
__ADS_1
Tidak memperdulikan teriakan Dazai, Y/n dalam sekejap meninggalkan pria itu.
****
Y/n mengedarkan pandangannya memperhatikan jalan yang dipenuhi oleh orang-orang yang tengah berjalan menuju pulang setelah bekerja. Lalu matanya menangkap target, Rampo tengah berbelok ke salah satu gang.
Y/n segera menghampirinya, tapi yang terdapat di sana adalah lorong gelap dengan lampu temaram. Bahkan tidak ada seorangpun di sana, hanya cahaya yang berasal dari jalan saat ia menuju ke mari.
"Rampo-san? Rampo-san?!" Y/n memanggil pria itu sambil berjalan pelan.
Bohong kalau Y/n tidak merasa takut, ia sebenarnya takut gelap. Apa tadi adalah jebakan? Y/n berjalan dengan cepat sambil memanggil nama pria itu.
"Ram- Aaa,phh!"
Y/n sedikit berteriak ketika seseorang menariknya dan mendorongnya ke dinding dengan kencang, tapi mulutnya di tahan oleh tangan besar pria itu.
Jantung Y/n berdegup dengan kencang karena terkejut dan lelah karena berlari. Mata sipit pria itu terbuka memperlihatkan iris emerald pria itu yang menatap tajam tepat ke iris (Y/eyes) dirinya.
"Jangan berteriak, Y/n-chan!" Bisik pria di hadapannya dan di balas dengan anggukan.
Tangan pria itu yang berada di mulutnya berpindah ke sisi wajahnya lalu ibu jarinya yang mengusap-usap pipinya lembut.
"Rampo-san, aku mencarimu ... Ayo kita pulang ke kantor, hari sudah larut," ajak Y/n, tapi pria dewasa itu semakin mendekatkan wajahnya.
"Y/n-chan, jangan berdekatan dengan Dazai-kun!" Rampo berbisik tepat di telinganya, membuat bulu halus di area lehernya meremang.
"A-apa maksudnya, Rampo-san?" Y/n membeku ketika tangan yang semula di pipinya bergerak meraba lehernya lalu berakhir ke tengkuknya.
"Kau membuatku cemburu, Y/n-chan~" Rampo menghembuskan napas di sisi lain leher Y/n dan semakin merapatkan tubuh mereka.
Y/n masih mencerna ucapan dari seniornya itu, lalu ia mengingat ucapan Dazai.
"Rampo-san, Dazai-san bilang kau tidak mengetahui arah, tapi kena-Mph!"
Mata Y/n membulat ketika merasakan benda kenyal menyentuh bibirnya. Pria di hadapannya menciumnya sambil memejamkan mata.
Y/n merasakan ******* dari Rampo, ia meringis ketika pria itu menggigit bibirnya lalu menelesupkan lidahnya sambil mendorong tengkuknya untuk memperdalam ciumannya.
Lidah pria itu menjelajah di dalam mulutnya, mengabsen giginya lalu lidah Rampo yang bermain dengan lidahnya saling bertaut dan saling bertukar saliva.
"Nnmp~"
Y/n meremas baju Rampo di bagian dada, tubuhnya terasa begitu lemas, jantungnya berdegup kencang dan di perutnya begitu menggelitik seperti ada kupu-kupu yang berterbangan. Y/n tidak bisa memberontak, tenaga Rampo jauh lebih kuat dengan pinggang dan tengkuknya yang di tahan.
Kemudian, Rampo melepaskan ciumannya membuat Y/n terengah-engah dengan benang saliva yang saling terhubung di antara bibir mereka. Lalu pria itu menjilat sudut bibirnya, dan iris emerald itu menatapnya serius dengan mata yang sedikit berkabut, sedangkan Y/n masih mengatur napasnya.
"Y/n-chan, aku mencintaimu, hanya denganmu aku bisa mengetahui arah!"
Ucapan itu membuat wajah Y/n memanas. Pria anggota detective bersenjata yang sering bersikap seperti anak kecil, sekarang di hadapannya menjadi pria dewasa pada umumnya.
Sudut bibir Rampo naik, ia menyeringai.
"Oya, ada hukuman untuk orang yang membuatku kesal, Y/n-chan!"
"Hu-hukuman?"
Tangan besar Rampo meraba lengan Y/n dan turun hingga jari mereka saling bertaut.
"Sepertinya ada penginapan di sekitar sini. Ayo, Y/n-chan!" Rampo menarik tangan Y/n dan mulai berjalan.
"Ti-tidak, tunggu, Rampo-san!"
Y/n melangkah dengan sedikit terseret karena tangannya yang di pegang dengan kuat, tapi pria itu terus berjalan tanpa memperdulikan ucapannya.
Y/n memejamkan matanya, ini akan menjadi malam panjang yang hanya akan dilalui oleh mereka berdua. Di sisi lain hatinya ia merasa menyesal menyusul Rampo, tapi secara bersamaan entah kenapa ia merasa senang.
__ADS_1
****
Okey:) Om Ramponya OOC:' Dah lah ... Jangan lupa Vomment, Vote, dan Favoritkan ya🍀✨