Limemine [AnimeXReader]

Limemine [AnimeXReader]
The Lover [Natsume Minami] -Idolish7-


__ADS_3

https://youtu.be/zOwF8dGKi0U


sebaiknya kalian nonton ini agar paham tentang konten Rabbitube yang dibahas:'


Jangan lupa masukin ke Fav dan klik like, Vomment🍀✨


I hope you like:)


****


Siapa yang tidak tahu Zool? Akhem, mungkin ada yang tidak tahu karena animenya belum rilis.


Zool, sebuah idol grup yang memiliki empat anggota tampan dan liar. Idol grup yang terkenal dengan musiknya juga dancenya yang berani, anti-mainstream, dan menggoda. Terutama dalam MV 'Bang Bang Bang!' Mantap!


Dalam keempat pria itu, terdapat anggota yang begitu ia idolakan. Natsume Minami, pria yang cantik juga tampan, dia memiliki rambut berwarna putih dengan sejumput rambutnya yang selalu diselipkan di telinga kanannya. Dia juga memiliki sorot matanya yang teduh tapi tajam, suara yang lembut tapi menggoda, juga pria yang cerdas dan tidak suka kekalahan. Sifat yang membuat Y/N tergila-gila.


"Y/N-chan? Kenapa kau melamun?"


Ya, Y/N tergila-gila, dan sekarang pria itu tengah mendekatkan wajahnya sambil tersenyum lembut dengan es krim di tangannya , membuat mata mereka saling menatap. Y/N merasakan wajahnya memanas dan rasanya ia ingin berteriak karena senang. Jantungnya berdegup kencang, dan ia menahan kegembiraannya dengan menggigit bibir.


Tatapan pria itu berubah dan tersenyum penuh arti sambil semakin mendekatkan wajahnya, "Apa yang kau pikirkan hem?"


Sial! Jantungnya ingin meledak! Rasanya Y/N meleleh dengan tatapan pria itu.


"Ti-tidak ada!" Y/N menggeleng dengan yakin kalau wajahnya sudah merah sepenuhnya.


"Ara ara~ lihat es krim mu sudah meleleh."


Minami memegang lengan Y/N yang tertetesi dari es krim (RasaFav) yang dipegang, dan mengarahkannya ke depan wajah pria itu, lalu Minami menjilatnya, membuat Y/N membeku dan terasa seperti tersengat listrik. Sungguh, ia ingin menjerit sekarang!


"Selesai ... "


Y/N tidak bisa berkata-kata atas tindakan pria itu, jantungnya tidak kuat.


Tangan besar Minami yang lembut menggenggam dan menautkan tangannya sambil tersenyum.


"Ayo kita pulang ... Dan cepat makan es krim mu atau ...." Pria itu mendekatkan wajahnya dan berbisik tepat di telinga, ucapan yang membuat kupu-kupu di perutnya berterbangan.


"Aku yang akan memakanmu selanjutnya!"


****


Y/N tersenyum, hari ini ia sedang terbaring di kasurnya sambil menggunakan earphone dan mencari posisi yang nyaman untuk menonton 'Rabbitube' yang telah upload. Apalagi hari ini yang tayang adalah kekasihnya, tentu saja ia tidak akan melewatkannya.


'Next Re:Vale project, Rabbitube~'


'Selamat sore, semua. Aku Natsume Minami yang akan menjadi host hari ini'


Pembukaan dari Minami dengan gerakan sambil menyelipkan rambut, membuat Y/N tersipu. Tawanya membuat ia kembali mengingat kencan mereka kemarin.


Kencan yang hanya bisa dilakukan sesekali, dan perbuatan pria itu kemarin membuat wajah Y/N kembali memanas. Ia senang menatap Minami berlama-lama, dan bukan bosan, tapi membuat ia semakin lama semakin ingin berteriak senang dan semakin jatuh hati kepada pria itu.


Adegan, dimana Minami berhasil menebak isi box dan menjelaskannya.


'Berwaspadalah, dan mungkin mereka akan memakanmu!'


"Aaaa! Minami!" Y/N menjerit karena sudah tidak tahan dengan ketampanan Minami, dan dengan cepat ia berkali-kali screenshot wajah pria itu.


Kata 'memakan' entah kenapa membuat kupu-kupu di perutnya kembali berterbangan. Ah, pria yang sempurna menurutnya, dan ia tidak menyangka bahwa pria itu adalah kekasihnya.


Ah jangan tanya bagaimana mereka bisa menjadi kekasih, sungguh ia juga tidak tahu bagaimana! Hal-hal yang mengalir begitu saja hingga mereka bisa menjadi seperti ini.


Adegan untuk tantangan kedua, Minami harus menggambarkan kesan pertamanya terhadap Zool, grupnya sendiri. Dan pria itu menggambarkan dirinya sebagai seekor ular.


Ya, ular, Minami sangat cocok dengan hewan itu. Pasif dan dengan diam-diam mendekat, lalu menjerat mangsanya dengan melilit, dan membuat ia tidak bisa lepas dari pesonanya.


Lalu ia sudah berada di penghujung video, dimana akan ada Fanservice yang akan dilakukan oleh host untuk para penggemarnya. Dan Minami akan melakukan Fanservice 'bagaimana apabila ia menjadi medusa'


'Tataplah terus mataku, dan tenggelamkan dirimu dalam musikku ... Bye-bye~"


Y/N menggigit bantalnya ketika pria itu mengucap selamat tinggal sambil mengedipkan mata. Sial, jantungnya benar-benar tidak bisa berkompromi. Selama menonton terus berdetak dengan kencang dan perasaannya meluap-luap.


Y/N membuka Instagramnya, membuka akun resmi Rabbitube yang selalu posting foto dari host di sana. Ia klik love dan pandangannya tidak sengaja tertuju ke arah komentar.


Rysugg_


Pacar dia sungguh jelek sekali, tidak pantas dengan Natsume-sama!


Mata Y/N membulat, dan rasa sesak tiba-tiba menghantam dirinya. Lalu, ia mengklik komentar itu yang ternyata saling balas membalas.


Iskhth635

__ADS_1


Ya, kemarin aku melihat Natsume bergandengan tangan sambil memakan es krim di taman. Aku bahkan punya fotonya.


Iskhth635


Take a picture


Rysugg_


Benar, kan apa kataku? Gadis itu sungguh tidak pantas untuk Natsume-sama


Iskhth635


Aku juga setuju, bagaimana Natsume bisa suka sama gadis semacam dia. Cantik tidak, bahkan gadis itu pendek.


Rysugg_


Lihat, bahkan kulit gadis itu lebih gelap dari Natsume-sama.


Mata Y/N memanas melihat komentar-komentar itu yang bahkan disukai oleh banyak orang hingga menjadi komentar teratas. Bagaimana pula mereka bisa mengetahui bahwa Minami memiliki pacar, sedangkan mereka sudah menutup-nutupi hubungan kecuali teman-teman terdekatnya.


Kebiasaan buruknya adalah melihat profil orang-orang yang menghina dan menghujatnya meskipun hatinya terasa begitu sesak. Dan yang memiliki profil-profil itu adalah gadis-gadis cantik yang berprofesi sebagai pramugari, model, dan profesi yang tinggi, membuat hati Y/N semakin menciut.


Y/N menyimpan kasar ponselnya di kasur dan menelungkup kan tubuhnya, menenggelamkan wajahnya di bantal. Ia menghela napas beberapa kali, mencoba untuk menahan air matanya yang jatuh dengan perasaan yang sesak.


Apa dia sungguh tidak pantas untuk Minami? Apa dirinya sejelek itu untuk bersanding dengan pria yang di cintainya? Y/N mencoba menenangkan pikirannya.


Bagaimana dengan Minami? Apa pria itu baik-baik saja? Bukankah sebagai seorang idol, ia dilarang keras untuk pacaran? Bagaimana dengan karir Minami nanti jika terus bersama dirinya? Bukankah pria itu juga menjadi idol dan begitu menghargai gurunya? Bagaimana dengan teman-teman Minami apabila tidak ada pria itu? Dan kemungkinan terburuk, bagaimana jika Minami dikeluarkan karena memiliki skandal dengan dirinya?


Y/N memejamkan matanya, apa yang harus ia lakukan? Apa ia harus berpisah dengan dia? Apa itu adalah pilihan terbaiknya? Tapi membayangkannya saja begitu sesak, apalagi selama pacaran mereka tidak bisa bertemu dan menghabiskan waktu bersama-sama secara bebas.


Y/N harus memutuskannya! Ini yang terbaik untuk mereka, terutama Minami!


Y/N menghela napas dan mengambil ponselnya, lalu klik pesan yang berada paling atas karena sudah ia pin, bernama 'My Hebi🐍'


^^^Hai, Hebi!^^^


Ya, Tree-chan?


Ya, itu hanyalah sebutan mereka ketika mengirimkan pesan. Kalau ditanya, kenapa Minami menyebutnya Tree? Dia pasti menjawab, karena tanpa Pohon, ular akan kesulitan untuk berlindung. Dalam musim dingin, ular akan berlindung di rongga pohon, lalu ular bisa dengan mudah mencari mangsa dari hewan-hewan yang juga tinggal di pohon. Pohon juga tempat ternyaman ketika beristirahat tanpa terganggu oleh hewan lain.


Ah, mungkin itu adalah pernyataan yang dibuat-buat oleh Minami, tapi mengingat itu membuat ia semakin berat untuk memutuskan pria seperti Minami. Pria sempurna, dan Y/N merasa beruntung pernah memilikinya.


Dengan menahan napas Y/N mengetik dengan cepat lalu mengirimkannya.


Kenapa?


Y/N hanya melihatnya saja dan tidak membalasnya. Hingga sesaat kemudian ia melihat notifikasi Instagram dari Mido Torao.



'Tak biasa Natsume sedih.


Ada apa dengannya?'


Mata Y/N memanas melihat postingan itu, postingan berisi foto Minami yang sedang menatap sendu ke arah ponsel dengan roomchat bersamanya. Ia segera mematikan ponselnya, dan membantingnya ke kasur dengan kuat.


Y/N menenggelamkan wajahnya dibantal sambil menangis, dirinya sungguh lemah hanya dengan hujatan dan hinaan para fans Minami. Mungkin dirinya memang tidak pantas untuk Minami, dan ini adalah yang terbaik untuk mereka.


****


Drrtt! Drrtt! Drrrtt!


Y/N mengerjapkan matanya, lalu tangannya meraba-raba mencari ponselnya. Ia ketiduran setelah menangis, jam di ponsel sudah menunjukkan 01:00 AM. Siapa yang menelepon tengah malam seperti ini?


Tring!


Sebuah notifikasi pesan yang muncul dengan nama kontak 'My Hebi🐍' tertera di sana.


Mata Y/N membulat dan bangun sekaligus melihat isi pesan itu, membuat kepalanya sedikit pusing. Apalagi pakaiannya belum ganti semenjak sore tadi karena ketiduran.


Buka pintunya!


Aku berada di depan!


Y/N bangkit, dan dengan langkah terhuyung ia keluar kamar untuk membuka pintu apartemennya. Hingga di sana terlihat Minami dengan wajah datar dan melihatnya tajam. Sial! Pasti wajahnya begitu berantakan.


"Boleh aku masuk?"


Y/N menggigit bibir dan mengangguk, lalu ia berbalik, tapi tubuhnya kembali terhuyung ketika merasakan pusing di kepalanya, dan membuat Minami dengan sigap menahan bahu Y/N agar tidak terjatuh.


Klik!

__ADS_1


Y/N mendengar suara pintu dikunci, dan tiba-tiba tubuhnya di angkat bagaikan karung di bahu Minami.


"Tidak, Minami! Turunkan aku!"


Y/N berucap tapi tidak berani memberontak di gendongan pria itu.


"Tubuhku pasti berat, Minami! Turunkan aku, aku bisa jalan sendiri!"


Suara kesal terdengar dari sana, "Tidak! Bahkan kau ringan sekali!"


Y/N terdiam ketika pria itu melewati ruang tamu dan memasuki kamarnya, lalu Minami membaringkan tubuhnya di kasur dengan lembut. Minami menindihnya dan menatap matanya, mata sendu yang terlihat sedih, kesal dan bingung menjadi satu di sana.


"Kau habis menangis?"


Suara lembut itu membuat Y/N memalingkan wajah, tapi kemudian dagunya di tarik mereka saling bertatapan lagi.


"Kenapa kau mengajakku putus?"


Mendengar ucapan itu mata Y/N kembali memanas, sungguh ia tidak ingin berpisah dari pria di hadapannya.


Minami menghela napas dan bangkit, lalu duduk di tepi kasur, membuat Y/N ikut duduk bersila dan menundukkan wajahnya sambil menyembunyikan air matanya yang siap jatuh.


Y/N menoleh, mencari keberadaan ponselnya. Minami tidak boleh sampai menyentuh ponselnya, tapi terlambat. Baru saja ia akan meraihnya, Minami sudah mengambilnya dan membuka isi ponselnya dengan serius, sambil membuat gerakan menyelipkan rambut ke belakang telinganya. Kebiasaan Minami yang manis.


"Jadi kau ingin memutuskan ku, karena komentar ini?" Pria itu selesai melihat isi ponselnya, dan menatap ke arahnya membuat Y/N semakin menunduk dan mengepalkan tangannya.


"Tatap mataku, Y/N!"


Y/N menggigit bibirnya dan ia tidak berani untuk mendongak, "Minami, pulanglah! Ini sudah tengah malam, dan kau pasti sibuk."


"Jangan mengalihkan pembicaraan, Y/N! Tatap mataku!"


Minami menarik dagunya dengan lembut dan membuat tatapan mereka saling bersibobrok begitu dekat. Ah, tatapan yang ia sukai, mata yang membuat ia bisa berjam-jam melihatnya. Entah itu foto atau secara asli.


Minami tahu apa yang dipikirkan Y/N, gadis itu pasti memikirkan tentang keadaan dirinya karena berita ini.


Minami menjelaskan dengan lembut, "Kita tidak perlu putus, Y/N-chan. Kau tidak perlu memikirkan aku. Kita hanya perlu seperti biasanya. Biar agensi dan teman-temanku yang mengurus mereka."


Y/N menahan napas mendengar penjelasan itu, dirinya merasa sungguh merepotkan banyak orang. Ia merasa dirinya tidak berguna.


Y/N memandang ke arah lain, dan berbisik pelan, "Kenapa memilihku?"


Minami terdiam mendengar pertanyaan itu, "Apa maksudmu?"


"Minami, aku tidak pantas untukmu! Kau hanya akan terus mendapat masalah jika terus bersamaku!"


Y/N mengepalkan tangannya kuat dan air matanya jatuh memburamkan pandangannya. "Kau tahu aku tidak cantik, tidak seperti fansmu yang memiliki wajah begitu cantik dan latar belakang yang pantas untuk bersanding denganmu! Kenapa kau memilihku, Minami?"


Hati Minami terasa di remas mendengar ucapan Y/N. Y/N yang selalu memberinya semangat, dan wajah tersipu yang selalu terlihat cantik, tengah terisak di hadapannya. Tangannya terulur menggenggam erat kedua tangan Y/N yang bergetar.


"Minami, kau tahu, gadis-gadis itu memiliki tinggi dan tubuh yang proporsional, kulit mereka putih, sedangkan kulitku bahkan lebih gelap darimu. Kau juga bisa memilih gadis yang tergila-gila kepadamu sesukamu."


"Tidak, Y/N-chan. Aku tidak peduli dengan gadis lain, mau secantik apapun mereka. Menurutku kau adalah gadis yang paling cantik, kulitmu yang paling indah, dan aku tidak pernah bosan dengan dirimu. Ne, kau juga tergila-gila denganku, bukan?"


Y/N membeku mendengar akhir kalimatnya, lalu pria itu mengusap air mata dengan lembut dan tersenyum penuh arti.


"Kau ingin tahu kenapa aku memilihmu?"


Minami menarik Y/N untuk mendekat lalu memeluknya erat sambil menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Y/N, mengirup aroma yang menjadi candu untuknya.


Y/N tidak berani bergerak, wajah Minami yang berada di ceruk lehernya membuat ia bisa merasakan napas pria itu dan merinding ketika sesekali mengecupnya. Lalu bisikan Minami dan napas hangat di telinganya membuat perasaan menggelitik ke seluruh tubuhnya, sekaligus tenang.


...•...


...•...


...•...


...•...


...•...


...•...


...•...


...•...


...•...


...•...

__ADS_1


..."Aishiteru kara~"...


__ADS_2