![Limemine [AnimeXReader]](https://asset.asean.biz.id/limemine--animexreader-.webp)
***Chuuyanya OOC parah (ノ`Д´)ノ彡┻━┻
I hope you like and enjoy:) jangan lupa vomment + masukin ke favorit***
****
Sudah dua hari semenjak Dazai meminta dirinya untuk jadi pacar, tapi ia tidak bisa menjawab karena terpotong oleh pelayan yang mengantarkan pesanannya, juga Dazai yang masih bersikap seperti biasa dan tidak membahas kejadian itu lagi. Hal itu membuat dirinya bingung dan senang. Ya, dirinya juga menyukai Dazai.
Namun, sudah dua hari juga kakaknya, Chuuya tidak pulang ke rumah. Y/N tidak mengetahui kemana kakaknya pergi, bahkan tidak menghubungi dirinya sama sekali, padahal biasanya pria itu selalu mengabarinya kapanpun dan menempel kepadanya.
Y/N menghela napas sambil memegang kenop pintu, dirinya pusing memikirkan kedua pria itu. Lalu ia membuka pintu dan melihat rumah dalam keadaan gelap.
Y/N mengernyit ketika ada setitik cahaya dari arah sofa, apa kakaknya sudah pulang? Kenapa ia tidak melihat mobil di luar?
"Nii-san, kau sudah pulang?"
Y/N mendekati sofa, dan melihat Chuuya yang berbaring telentang, mendongak menatap tajam ke arahnya sambil merokok. Ia membeku, entah kenapa bulu kuduknya merinding melihat tatapan kakaknya itu.
"Nii-san ... Ka-kau tidak apa-apa?"
Chuuya bangkit menjadi duduk bersandar kepada sofa, membuang rokoknya ke lantai dan menginjaknya. Sehingga tidak ada lagi cahaya di dalam ruangan, hanya cahaya rembulan yang menyorot melalui jendela.
"Y/N, kemari dan duduk."
Y/N terdiam, Chuuya yang berisik, suaranya berubah menjadi begitu dingin. Dengan pelan, ia mendekat ke sofa dan duduk di samping pria itu.
"Y/N?"
"Y-ya, Nii-san?" Y/N meremas ujung dress-nya, untuk pertama kalinya ia merasa sangat tidak nyaman di dekat kakaknya.
"Sudah kubilang, jangan dekat dengan laki-laki, kan?"
Napas Y/N tercekat mendengar ucapan itu, apa Chuuya membahas tentang kemarin lusa saat bersama Dazai? Tapi kakaknya hanya tahu ia pergi bersama Dazai, pria itu tidak tahu tentang dirinya yang berciuman dan Dazai yang bertanya untuk jadi pacar.
"Ti-Tidak, Nii-san ... Saat itu Dazai-senpai hanya mentraktirku makan."
"Pembohong!"
Jantung Y/N berdegup kencang, ia menautkan tangannya dan saling meremas sambil menggigit bibir. Apa yang harus ia lakukan sekarang?
"Ti-Tid- Akh!" Y/N terhenyak ketika Chuuya mendorongnya dengan keras hingga ia terbaring, dan pria itu melingkupinya sambil menatap tajam ke arahnya.
"Kau membantahku?"
Y/N menggeleng kuat dan dengan panik, ia mencoba mendorong dada Chuuya, tapi bahkan pria itu tidak bergerak sedikitpun.
"Kau berbohong, Y/N!" Wajah Chuuya semakin mendekat hingga Y/N bisa merasakan hembusan napasnya.
"Ti-tidak, Nii-san!" Tubuh Y/N gemetar, ia merasa begitu takut kepada kakaknya. Rasanya seperti orang lain.
"Aku melihatmu berciuman dengannya."
Tubuh Y/N semakin gemetar, ia merasakan lutut Chuuya menekan di antara kedua pahanya, dan pria itu menghisap lehernya membuat ia sedikit meringis.
"Apa kau masih mau membantah?"
Y/N mendongak memejamkan mata ketika kecupan pria itu naik hingga ke rahangnya dan ke pipinya, lalu jilatan di bibirnya.
"Ti-tidak, Nii-san! Kita berdua bersaudara!"
Y/N memalingkan wajahnya, dan mencoba semakin kuat mendorong Chuuya, tapi kakaknya sungguh tidak berpengaruh sama sekali,
"Kau menolakku?"
Y/N menahan napas dan tersentak ketika tekanan di antara kedua pahanya semakin ditekan. Lalu mata Y/N membulat ketika merasakan suntikan di lehernya.
"Baiklah, mari kita mulai hukumanmu!"
Itu bisikan terakhir yang Y/N dengar, sebelum kesadarannya menghilang secara perlahan.
***
Y/N membuka matanya secara perlahan, lalu mencoba memfokuskan pandangannya, ruangan itu gelap gulita. Y/N terhenyak ketika mendengar suara pisau yang sedang di asah, membuat ia menyadari bahwa masing-masing tangannya berada dalam keadaan diikat dengan borgol ke tiang.
Menyadari hal itu, Y/N menggerak-gerakkan tangannya dengan panik membuat suara dentingan besi yang beradu dan mulutnya yang di sumpal menggunakan ball gag sehingga ia tidak bisa berbicara.
"Kau sudah bangun, Y/N?"
Mata Y/N membulat ketika melihat Chuuya mendekat dengan sebuah pisau di tangan kanannya. Ia memberontak ketakutan. Sungguh, ia tidak pernah melihat Chuuya dalam keadaan seram seperti ini. Sial!
Pria itu semakin mendekatinya, membuat tubuh Y/N bergetar. Chuuya melirik tangan Y/N yang di borgol lalu melihat wajah adiknya yang tengah menatap dirinya dengan tatapan memohon .
"Jangan memberontak, jangan melukai dirimu sendiri, biar aku yang akan melukaimu." Pria itu tersenyum miring, lalu menjilat pipi Y/N dan adiknya itu begitu ketakutan, bagaikan seekor kelinci di hadapan seekor singa yang kelaparan.
"Y/N, aku sudah sering bilang untuk tidak dekat dengan laki-laki!"
__ADS_1
Y/N memejamkan mata ketika rasa dingin dari pisau menyentuh pipinya. Ia hanya bisa mengerang, jantungnya berdegup kencang. Lalu rasa dingin besi itu turun ke rahangnya membuat Y/N mendongak dan membuka mata melihat kilatan pisau.
"Sudah berapa banyak korban yang jatuh karena selalu menentang ku?"
Y/N teringat dengan para pria yang dekat dengannya, tapi selalu ada insiden yang menimpa para pria itu. Entah patah tulang, kecelakaan, mata yang menjadi cacat, ataupun menjadi koma. Ia baru menyadarinya sekarang! Apa Chuuya dibalik itu semua?
"Kau mencintai Dazai, bukan?"
Y/N menggeleng kuat sambil menatap memohon agar Chuuya melepaskannya. Tapi kemudian ia memejamkan mata, merasakan perih oleh sayatan tipis hingga berdarah di dadanya.
"Kau berbohong! Aku tahu kau selalu tersipu di hadapan sialan itu!"
Y/N mengerang ketika kembali merasakan sayatan di lengannya, darah mengalir turun dan merembes ke bajunya. Ia tidak bisa berteriak. Untuk pertama kalinya Chuuya menyakiti dirinya. Air mata jatuh dari pelupuk matanya, air mata ketakutan.
Lalu Chuuya melepaskan ball gag, Y/N terengah dan menatap sendu kakaknya.
"Nii-san, lepaskan aku! Hentikan!"
Suara Y/N gemetar, tapi tangan Chuuya meraba pahanya dan mengangkatnya memperlihatkan paha mulus Y/N. Y/N menggigit bibirnya ketika pisau dingin itu kembali menyayat kulitnya. Darah mengalir dari pahanya, ke betisnya, lalu ke lantai.
"Aku mencintaimu, Y/N! Aku hanya ingin kau menjadi milikku!"
"Ti-tidak, Nii-san! Kita saudara! Kau tidak boleh mencin- Akh!" Y/N mengerang ketika pisau tajam itu menyayat pinggangnya, bahkan bajunya hingga tersayat.
" Persetan dengan saudara! Kau hanya akan jadi milikku!"
Chuuya bersuara dengan nada tinggi, dan Y/N menggelengkan kepalanya pelan.
"Tidak, Nii-san! Lepaskan aku!" Air mata Y/N tidak berhenti sambil menatap memohon Chuuya.
Ting tong!
Y/N terhenyak ketika mendengar suara bel, siapa itu? Apa itu Dazai? Apa kakaknya ini akan menyakitinya?
Y/N melihat Chuuya menyeringai dan mengangkat pisaunya tinggi-tinggi seolah siap menusuk, "Ini baru permulaan, hukumanmu baru akan dimulai! Orang yang kau cintai, akan menanggung akibatnya!"
Y/N menahan napas dan memejamkan mata ketika pria itu menusuk dinding dengan kuat tepat di samping kepalanya.
"Jangan bersuara sedikitpun!"
Y/N hanya mengangguk mengerti. Lalu Y/N melihat Chuuya menjauh dan keluar ruangan.
***
"Chuuya, kukira kau mati tidak masuk kuliah!" Y/N mendengar suara, itu adalah suara Dazai. Lalu pria itu memasuki ruangan dengan Chuuya dibelakangnya.
"Apa maksudnya ini, Chuuya?" Suara datar Dazai yang mempertanyakan keadaan Y/N yang berantakan dengan darah di baju serta lantai oleh darah yang mengalir dari pahanya.
Tatapan Y/N dan Dazai bersibobrok, ia menggelengkan kepalanya mengisyaratkan Dazai untuk segera pergi. Matanya membulat melihat Chuuya yang sudah mengangkat kakinya, siap untuk menendang Dazai.
"Dazai-senpai, menghindar!"
Terlambat, Chuuya menendang dada Dazai hingga pria itu mundur menabrak lantai. Dazai terbatuk, dengan tangan di depan dadanya menahan tendangan Chuuya.
"Ne, Y/N-chan, kau tidak apa-apa?" Dazai melirik dari ekor matanya melihat ke arah Y/N dengan tatapan khawatir.
Y/N hanya menggeleng. "Aku tidak apa-apa Dazai-senpai!"
"Kau tahu, Y/N?" Chuuya menatap lurus Dazai, dan suara tenang. "Mungkin Dazai lebih unggul dalam teknik, tapi aku lebih unggul dalam bertarung!"
Y/N menatap ruangan, ruangan yang dipenuhi oleh warna merah dan hitam. Ruangan yang lebih kosong untuk leluasa bertarung. Y/N tahu tentang kelebihan dan kelemahan Dazai juga Chuuya, itulah kenapa mereka menjadi partner hingga dijuluki Dobel Hitam.
"Nii-san, jangan lakukan!" Y/N mencoba berbicara agar Chuuya tidak melanjutkan tujuannya.
"Akan aku perlihatkan keunggulanku!"
"Memangnya kau pernah menang dariku, Chuuya?"
Seolah tidak mendengar ucapan itu, Chuuya menendang lantai dan menuju Dazai dengan cepat sambil mengepalkan tangannya.
"Akan kubunuh kau!"
DAGH!
Dazai menghindar membuat pukulan itu meleset tepat ke samping wajahnya, hingga memperlihatkan sedikit retak di sana.
BAGH!
"Hentikan Nii-san!"
Tanpa berpindah posisi, Chuuya menggunakan lututnya menyerang ulu hati Dazai, hingga pria itu membungkuk memuntahkan cairan dari mulutnya.
"Ini untuk kau yang mencium Y/N!"
BAGH! KREK!
__ADS_1
Chuuya menonjok wajah Dazai, tapi di tahan oleh tangan hingga terdengar suara tulang yang retak. Suara dari besi yang beradu ketika memberontak mencoba melepaskan diri.
"Itu untuk kau yang menyentuhnya!"
"Hentikan! Nii-san kumohon!" Y/N memohon dengan nada yang gemetar.
Dazai melawan, ia menonjok pipi Chuuya dan membuat pria itu menyeringai.
"Oi! Itu bahkan tidak bisa disebut pukulan! Ini yang namanya pukulan!"
BAGH!
Chuuya memukul dagu Dazai hingga pria itu mendongak dan mengeluarkan darah dari mulutnya.
"Ini untuk kau yang menyatakan cinta kepadanya!"
"Ti-tidak, Nii-san! Dazai-senpai hanya bercanda waktu itu!" Y/N semakin memberontak meskipun rasa perih akibat sayatan kakaknya, matanya memanas melihat pria yang disukainya disiksa oleh sang kakak.
"Y/N!" Mata Dazai dan Y/N saling menatap, ia menggeleng agar pria itu tidak mengatakannya.
"Aku ingin kau menjadi kekasihku, itu tidak bercan-!"
BAGH!
"NII-SAN!" Y/N berteriak ketika Dazai kembali di tendang hingga tersungkur ke lantai. Air matanya meleleh, mengaliri pipinya. Bodoh! Kenapa Dazai mengatakannya di depan Chuuya yang sedang murka.
BAGH! BAGH! BAGH!
Chuuya duduk di perut Dazai, dan memukulnya berkali-kali membuat Y/N memejamkan mata ketakutan tidak kuat untuk melihat itu.
"Nii-san hentikan!" Suara Rin parau karena sedari tadi berteriak.
BAGH!
"Kumohon, Nii-san hentikan!"
BAGH!
"Kumohon! Jangan sakiti, Dazai-senpai!"
BAGH!
"Baiklah, Nii-san! Aku akan menuruti semua ucapanmu!"
"Apa maksudmu?"
BAGH! BAGH! BAGH! BAGH!
Y/N meringis, bukannya semakin memelan, tapi pukulan itu semakin brutal, membuat ia semakin tidak berani untuk membuka matanya.
"Aku tidak akan dekat dengan pria manapun!"
BAGH!
"Aku hanya akan menjadi milik Nii-san!"
Bagh!
Suara pukulan itu memelan, tapi Rin masih tidak bisa membuka matanya.
"Hanya milik Nii-san!"
Y/N tidak mendengar suara pukulan lagi, tapi ia masih menutup matanya rapat-rapat. Ia tersentak takut ketika tangan dingin dan lengket menyentuh pipinya, membuat ia refleks membuka mata dan bertatapan dengan mata lembut milik Chuuya.
"Maafkan aku ..." Y/N melihat tangan yang bersimbah darah, darah milik Dazai, dan ia melirik pria itu yang bahkan sudah tidak sadarkan diri, tapi ia masih bisa melihat dada pria itu yang naik turun.
Suara borgol yang di lepas juga tangannya yang bebas, membuat tubuh Y/N jatuh ke pelukan Chuuya hingga mereka terduduk di lantai. Y/N tak bisa berdiri, kakinya begitu lemas bagaikan jelly. Tatapan matanya kosong, ketika merasakan elusan lembut di rambutnya.
"Kau milikku!"
Dengan tangan yang gemetar, Y/N memeluk Chuuya dan mengangguk. "Ya, Nii-san."
"Kau hanya milikku, selamanya!" Chuuya berbisik tepat di telinganya.
"Selamanya..."
Chuuya meregangkan pelukannya dan menatap Y/N dengan perasaan bersalah.
"Maaf telah menyakitimu!"
Y/N hanya tersenyum tipis, dadanya terasa sesak dan ia merasa ingin menjerit. Kehidupannya yang berbeda akan dimulai dari sekarang. Ia tidak ingin menyakiti siapapun lagi!
Chuuya menarik tengkuknya, dan bibir mereka bertemu. Ciuman yang lembut dan menuntut, ciuman panas yang menjelajahi setiap inchi mulutnya.
Y/N memejamkan mata, dan meremas baju Chuuya di bagian punggungnya. Ah! Kenyataan pahit bahwa dia akan terus bersama kakaknya seumur hidup.
__ADS_1
****