
" Kalian menginap kan " Tanya mama Dita yg masih memperhatikan anak dan temennya ini. Walau sekilas pernah melihat foto dan video yg dikirimkan dari seseorang suruhan papanya , tapi sudah lama karena semua langsung ditangani oleh kakaknya Alden . Alden dibantu Ella untuk menjaga Sheila.
Sesaat kemudian Sheila mengajak Ella menuju kamarnya . Mereka berbaring sebentar di kamar Sheila.
" iss.... punya kamar seenak ini ,malah tidur di kontrakan yg sempit !" Ella menoleh pipi Sheilla seakan menjadi mainan baru.
" Tapi enakan di kontrakan La , sore sore gini pesan nasi goreng bang Kolik , kitanya rebahan di kontrakan " kenang Sheila yg sering kali pesan nasi goreng milik bang Kolik yg lewat depan kontrakan.
" bikin sendiri lah...Kalai dirumah gini " kata Ella yg memang sudah terbiasa dengan kemandiriannya.
" ya udah nyok bikin...moga ada nasi basi kaya dikontrakkan " cengir Sheila kalau nasi sudah dari pagi sore hari digoreng disebut nasi basi , begitu juga jika nasi bikin sore dan paginya masih ada juga disebut nasi basi.
" iss .." Ella yg ditarik Sheila keluar pintu kamar dan akhirnya menuju dapur.
Di dapur ada Art nya yg masih memasak sayuran.
" ada perlu apa non , biar bibi ambilkan .." art itu memperhatikan nona nya masuk ke dapur , tidak seperti dulu dulu yg malas ke dapur.
" BI....banyak nasi ngga , Sheila mau bikin nasi goreng " Sheila celingukan kemudian jalan ke arah rice cooker dan membukanya.
" biar bibi yg buatin non..." bibi Naya menawarkan diri.
" Sheila mau bikin sendiri bi sama Ella, noh jago masak..." Sheila menunjukkan dagunya ke arah Ella dan mengambil nasi di rice cooker.
Mau ga mau bibi Naya mengalah , dan dua gadis itu sibuk membuat nasi goreng di dapur , Sheila tampak cekatan sekarang , apalagi berdua dengan Ella.
Didepan rumah tampak papanya Sheila Fajar Gunawan baru pulang dari kantor disambut istrinya. Mama Dita memberitahu suaminya itu jika Sheila pulang kerumah dengan temannya . Sampai ruang tamu mereka masih bercengkerama mengenai anaknya Sheila .
" kemana Sheila mah ..?" kata papa Fajar ke istrinya.
" dikamarnya kali...." namun mereka melirik ke arah dapur karena mendengar suara tertawa cekikikan dari arah dapur.
Mama Dita beranjak dan melihat ke arah dapur , dan disana tampak Sheila sedang memasak sementara Ella mengiris iris sesuatu.
" mereka memasak mah ?" papa Fajar mendekati istrinya yg masih memperhatikan mereka berdua didapur sambil bercanda
" Assalamualaikum..." kata seseorang dari depan ruang tamu yg masih berdiri di sana.
" waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh " keduanya menjawab dan menengok yg mengucapkan salam didepan ruang tamu. Tampak seorang laki laki dan ibu ibu disana , penampilannya agak kusut dan terlihat tak bersemangat.
" Tuan Farid ..." papa Fajar dan mama Dita menyambut Om Farid dan istrinya itu . Kemudian mempersilahkan duduk di ruang tamu. Mama Dita berdiri dan memanggil bibi Maya untuk menyediakan minuman . Kemudian kembali ke sebelah papa Fajar...
" apa kabar tuan Farid , lama tak jumpa ?!" sapa papa Fajar sambil mengulurkan tangannya, begitu juga istrinya.
" Maaf tuan Fajar , saya benar benar minta maaf atas kelakuan putra saya !" kata pertama dari Tuan Farid sehingga membuat papa Fajar dan istrinya mengerutkan keningnya.
" Ada masalah apa tuan ? " kata papa Fajar karena permintaan maafnya itu.
__ADS_1
Kemudian tuan Farid menceritakan semua mengenai anaknya yg ditahan polisi dan kronologinya secara detail kepada Tuan Fajar.
" maaf tapi saya pribadi tidak tahu menahu akan hal itu , bahkan baru tahu dari cerita anda tuan Farid " kata Papa Fajar.
" maaf tadi saya sempat ke kantor polisi , dan polisi bilang tidak ada yg bisa menjamin anak saya keluar jika bukan dari pihak pelapor !" kata Tuan Farid yg masih memelas .
" tapi kami tidak melaporkan tuan !" papa Fajar menjawab kebenarannya.
" maaf apakah putra anda yg bekerja di Anderson tuan ? " kata Farid mencoba mencari celah yg lain.
Papa Fajar juga jadi bertanya tanya , karena selama ini Sheila dijaga kakaknya walaupun Sheila tidak tau jika kakaknya itu selalu menjaga melalui Ella.
" coba biar saya hubungi Alden " kata papa Fajar
Papa Fajar mengambil ponselnya dan segera menghubungi Alden.
" halo Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam kak , apa benar....bla bla bla ?..
" maaf pa ga kedengaran , lagi nyetir juga , saya mampir kerumah deh.... assalamualaikum " suara Alden terputus putus maka tidak begitu jelas tapi mereka mendengar kalau Alden akan mampir kerumah.
" tunggu sebentar tuan Farid anak saya LG menuju kemari " papa Fajar tampak lemas memikirkan kejadian ini lalu meminta istrinya untuk memanggil Sheila yg dibelakang.
Sheila sendiri yg mengikuti mamanya kedepan .menemui Tuan Farid dan keluarga.
Sheila terlihat pucat karena hal ini , namun ditenangkan papa dan mamanya " Tidak apa apa " bisik papanya menguatkan Putrinya yg baru kembali itu .
" maaf om ada apa ya...?" tanya Sheila mencoba memastikan keadaan sebenarnya.
" maafkan anak om , Fajri nak , dan minta tolong bebaskan Fajri dari polisi !" kata om Farid memohon kepada Sheila. Namun Sheila tidak merasa melaporkan polisi karena ketakutan tadi siang itu.
" dan yg bisa mencabut laporan itu adalah yg melaporkan " kata om Farid sesuai perkataan dari polisi.
" maaf om , bukan Sheila yg melaporkannya " kata Sheila menjelaskan kenyataannya.
" lalu ..."
" assalamualaikum" seseorang masuk dari pintu , Alden telah sampai, dan memeluk Sheila karena lama tak bertemu kemudian berjabat tangan dengan mereka yg ada di ruang tamu. Dan sedikit basa basi.
" maaf om , saya juga tidak melaporkan kejadian itu , malah baru tahu jika tadi siang ada kejadian seperti itu " jawab Alden karena tidak tahu menahu dengan kejadian yg dia alami oleh adiknya itu.
" lalu siapa...?" Om Farid tampak frustasi kemudian , memandang Alden.
" maaf nak Alden , bolehkah om minta tolong , jika di keluarga ini tidak ada yg melaporkan setidaknya , bisa meringankan dan bisa membebaskan putraku, dan nak Sheila kami minta maaf atas nama Fajri dan keluarga , benar benar minta tolong untuk membebaskan putra saya ?!" kata Om Farid panjang lebar
" lalu masalah perjodohan ?" Alden membicarakan kejelasan itu agar adiknya ini terbebas juga dari anak nya om Farid.
__ADS_1
" papa sudah menolaknya sebenarnya kak...tapi si Fajri yg mengejar kejar terus " jawab papa Fajar.
" bagaimana om ? Alden menanyakan.
" Baik kita batalkan dan saya akan memberikan pengertian ke anak saya mengenai hal ini , tapi tolong bantu bebaskan anak saya .." kata pamungkas dari Om Farid yg memohon kepada Alden.
" Saya coba telepon pengacara saya yg sedang dikantor polisi "
kemudian Alden menelepon anak buah Om Budiman yg bertugas di kantornya , saat ini sedang berada di kantor polisi karena ada keperluan mengurus beberapa dokumen dan belum selesai hingga malam. , karena besok harus segera dipergunakan.
" halo om selamat malam assalamualaikum " Alden.
" Waalaikumsalam, ya bagaimana pak ?" kata diseberang
" begini pak Ridwan , apa dikantor tersebut menahan seseorang bernama Fajri Suhendar yang kasus...bla bla bla " Alden
" bentar pak saya tanyakan dulu ke petugas " pak Ridwan
Sesaat hening menunggu jawaban dari seberang telepon Alden.
" benar pak ada...bagaimana ?"' Pak Ridwan
" Bisa minta tolong bebaskan orang tersebut dengan jaminan saya pak ?" Alden
" bentar " pak Ridwan
Hening
" maaf pak , polisi menyatakan tidak bisa membebaskan orang tersebut dengan jaminan siapapun saat ini , termasuk anda " pak Ridwan
" lalu siapa yg bisa membebaskan orang tersebut ?" Alden
" kata polisi , yg bisa mencabut laporannya adalah sang pelapor " kata pak Ridwan
" siapa yg melaporkannya " Alden
" Bos anda , Nona Anderson " pak Ridwan
Semua yg ada diruangan itu tercengang karena jawaban dari seberang telepon itu. Bahkan Sheila sendiri juga kaget. Namun tidak dengan Alden. Namun ia tampak lemas , hal itu pantas saja dilakukan oleh Ella karena yg diusik adalah sahabatnya sendiri
" maaf nak Alden bagaimana ? " kata Om Farid yg masih terlihat lemas mempertanyakan segala kemungkinan itu.
" maafkan Alden om , kalau berhubungan dengan Nona Anderson masalah ini saya tidak mampu....kecuali " Alden menahan lanjutan bicaranya itu.
" kecuali apa Nak " kata Papa Fajar dan Om Farid menanyakan bersamaan
" kecuali Sheila yg membujuk nona Anderson dan beliau mau membebaskannya " kata Alden sambil memandang Sheila,dan semua kompak memandang Sheila meminta kejelasan
__ADS_1
" iss... Sheila kan ngga kenal sama nona Anderson kak ..." kata Sheila yg memang belum mengetahui kalau Ella adalah Nona Anderson. Dan itu dimaklumi oleh Alden.
Alden lemas , ingin memberitahu maupun menjelaskan semuanya , namun ia ragu dan pikiran berkecamuk.