Liontin

Liontin
Aku Tidak Mengenali Adik Iparku


__ADS_3

" paman menyelinap di perusahaan Alexander grup untuk menyelidiki ibu dari Alexander Dirgantara yang saat ini adalah wakil CEO disana dan juga menyelidiki Jonathan Dirgantara ayah dari Alex itu ..." kata Ella tampak tegas tanpa ada keraguan disana.


" bagaimana mungkin paman bisa masuk kesana , itu perusahaan besar , bahkan jika masuk kesana pun harus diseleksi dengan ketat dan itu tidak mungkin " jawaban paman Deni itu memang benar adanya , sebelum pindah kesini mencoba melamar disana , jangankan surat lamarannya bisa masuk , orangnya baru nongol saja sudah diusir.


" paman menjadi utusan dari Anderson Corp. Nantinya..." kata Ella membuat paman Deni membelalakkan matanya.


" itu lebih tidak mungkin nak....untuk menghubungi orang disana saja susah untuk paman ini , apalagi Tuan Brian itu orangnya sangat kejam dan orangnya kecil hati , dan paman tidak berani untuk seperti apa yg Ella lakukan...maaf , benar benar paman minta maaf jika berhubungan dengan apapun yg berkaitan dengan Tuan Brian itu..." jawab paman Deni yg mulai menundukkan kepala karena menolak untuk membantu Ella.


Ella hanya tersenyum melihat apa yg paman Deni katakan itu..


" Tuan Brian sudah meninggal satu tahun lalu..." kata kata Ella ini mengagetkan paman Deni , bibi Susi , aura dan Dika yg sejak tadi mendengarkannya. Karena sejak lama yg orang orang tahu adalah Tuan Brian menetap diluar negeri dan tidak pernah terlihat sama sekali.


" ba...bagaimana mungkin...?" tanya paman Deni yg tidak percaya dengan kematian Tuan Brian orang yg sangat disegani di negara ini terutama yg berkaitan dengan perusahaan perusahaannya itu.


" bahkan paman tadi sudah mendoakan tuan Brian yg meninggal satu tahun lalu.." paman Deni mengernyitkan keningnya , bertanya tanya.


" tidak , bahkan paman tidak tahu kalau dia meninggal apalagi mendoakannya..." jawab paman Deni yakin karena memang tidak mendoakan Tuan Brian.


" bukankah Tadi paman sudah mendoakan Tuan BAY Wardoyo , Brian Anderson Yairs Wardoyo adik ipar paman..." paman Deni tersentak karena itu , memang paman Deni hanya tahu nama adik iparnya itu Yairs Wardoyo, tapi di makam tulisannya BAY Wardoyo.


" maksudnya....?"


" Tuan Brian Anderson Yairs Wardoyo itu nama yg lengkap , dan telah meninggal satu tahun lalu , setelah bertemu anaknya yg bernama Daniella Liontin Anderson , dihadapan paman ini.." Ella


Paman Deni tersentak karena itu , begitu juga bibi Susi , Aura dan Dika . Paman Deni menangis terisak mendengarkan penjelasan Ella barusan. Dimana ia merasa bodoh karena tidak mengenali adik iparnya itu secara detail dan baik , dan merasa malu karena seakan menjadi orang yg tak berguna karenanya.


" maafkan paman yg tidak bisa mengenali adik iparnya dengan baik , karena paman hanya punya kasih sayang , terutama kepada adIk adik paman , sehingga paman tidak memandang siapa dia , yg penting adik adik paman bisa bahagia " kata paman Deni .asih terisak ,dan yg ada di ruangan itu pun ikut meneteskan air matanya.

__ADS_1


" tidak apa apa paman , semua sudah terjadi , kini kita fokuskan untuk pencarian bibi Leana yg entah berada dimana saat ini " kata kata Ella membuat paman Deni memantapkan hati untuk membantu Ella saat ini , karena itulah harapan bagi Ella saat ini untuk bisa bertemu dengan adik dari Ayahnya itu.


" baiklah , apa yg paman bisa tolong saat ini, seperti pada permintaanmu tadi " paman Ella menyandarkan bahunya si bangku ruang tamu nenek Aisyah itu.


" paman besok Senin ke perusahaan Anderson , nanti disana akan dibantu oleh kak Alden untuk rincian kerjasama dengan Alexander grup dan.....bla bla bla..." Ella menjelaskan maksud dari dari kata menyelinap tadi , sehingga terlihat benar benar rapi , apalagi paman Deni di sana , di kedua perusahaan tidak begitu dikenal.


" sementara kak Aura nanti gantiin saya untuk sementara di Anderson Corp. Menggantikan sementara saya , disana kak Aura sebagai sekertaris atau asisten dari kak Alden . Saya akan fokus untuk pencarian bibi Leana saat ini ...." Ella mengambil keputusan agar selain Aura mendapat pekerjaan juga bisa membantu dirinya yg akan tidak sering berada di kantor.


" Bagaimana kak...mau kan....harus mau..." kata kata Ella membuat Aura melongo, belum dijawab tapi sudah dipaksakan. Aura pun mengangguk.


" buat mas Dika...mas kan ya...? ...kan kakak sepupu aku.." Ella sambil tersenyum mencolek Dika yg diam saja sejak tadi.


" iya lah...mas Dika Kuliah , ga usah menolak karena saya ngga mau alasan..." kata kata Ella Dika juga melongo , punya sepupu kok pemaksa seperti ini.


" kalau....?"...Dika mencoba untuk berkata kata namun.


" baik mbak..." Ella tersenyum akan hal itu.


" kok mbak ...kan aku adik sepupu mas Dika " Ella


" kan lebih tua mbak.." jawab Dika , membuat semua di ruangan itu terkekeh karena perdebatan itu.


" untuk bibi Susi , nanti akan ada yg nemenin , temanku sendiri namanya Sheila...dia juga suka dengan bisnis butik dan pakaian , sukur sukur bibi ajarin tu si Sheila, agar bisa mengembangkan bakatnya...ya bi..?" Ella meminta untuk bibi Susi mengajari Sheila agar bisa berkembang nantinya.


" baiklah...bibi ikut apa maunya Ella..." kata bibi Susi yg akhirnya memahami keinginan keinginan Ella . Karena semua itu jika dikerjakan sendiri akan susah , tidak bisa berbuat apa apa , hanya bisa manut .


" nanti akan ada sopir pribadi buat paman dan mbak Aura , kendaraan dan lain lain sudah disiapkan..." Ella mengakhiri pembicaraannya malam ini esok hari akan memulai misi baru lagi , dan Ella berharap semua bisa berjalan lancar.

__ADS_1


Kemudian mereka beristirahat karena hari telah larut.


Ella masih berkutat dengan laptopnya diruang tamu sendirian , ia mencoba mencari secara detail keberadaan bibi Leana saat ini , bahkan sampai harus meretas situs milik pemerintah dan pihak pihak yg terkait namun semuanya kosong dan tidak menemukan petunjuk.


" wuiiihhh...mbak Ella bisa meretas...? Dika tiba tiba muncul membuat Ella kaget .


" lhah mas Dika ngapain malam malam...,? Tanya Ella balik.


" minum....bisa meretas ? , hebat ...padahal aku lagi belajar itu..." kata Dika saat ini sedang hobi hobinya meretas sesuatu.


" coba..ini..." Ella menunjukan situs perusahaanya yg di Wardoyo grup , tampak disana Dika dengan cekatan membukanya...tanpa kendala sedikitpun , karena memang Ella memancing sesuatu disana.


" dapat....!" kata Dika


" terus ini diapain...? " tanya Dika


" keluar lagi tanpa jejak..." Ella mengkomando itu , dan Dika menurutinya...dan akhirnya dia bisa keluar tanpa jejak di perusahaan itu , Ella segera mengeceknya di situs perusahaannya yg dia buat dan benar tanpa jejak...


Ella bertepuk tangan akan hal itu


" good job...sekarang yg ini..." Ella memberikan situs perusahaannya kepada Dika dan Dika memulai untuk masuk...hingga beberapa saat dia menyerah karena memang tidak bisa masuk dan Dika tampak lemas.


" susah..." Dika lemas karenanya , kemudian Dika memperhatikan Ella yg melancarkan aksinya itu , hingga bisa masuk kesana , ternyata Ella membuat dokumen untuk pamannya dan Aura , tak berselang lama Ella selesai dan menutup akunnya itu.


" hah...mudah sekali..." kata Dika penasaran kenapa begitu mudah kalau Ella yg melakukannya.


" kan aku yg bikin..." kata Ella santai , Dika malah mulutnya terbuka karenanya , yg dibuat Ella tidak bisa ia otak atik ternyata .

__ADS_1


" nanti ikut ke Anderson corp. Untuk belajar dan bekerja sambil kuliah ...mau...? Ella menawarkan pekerjaan itu ke Dika dan Dika mengangguk antusias.


__ADS_2