Liontin

Liontin
Nona Anderson 2


__ADS_3

Alden masih memandang Sheila untuk memastikan bahwa Ella tidak bersamanya saat ini . Namun ia berfikir dua kali ketika akan menelepon Nona Anderson.


" Sheila, ikut saya sebentar " Alden mengajak Sheila ke ruangan tengah rumahnya . Dan Alden tidak melihat ke arah dapur.


" Sheila, kamu pulang kesini sama siapa sendiri atau....? " bisik Alden ke telinga Sheila menggantung , karena Alden masih ragu.


" Sama Ella kak , tuh lagi di dapur masak nasi goreng " jawab Sheila sekenanya karena memang disana Ella sedang memasak bersama bibi Maya dan terlihat sambil bercanda. Alden pun melongok yg ada di dapur , benar disana ada Ella atau Nona Anderson sedang memasak bersama bibi Maya.


" Ajak ke taman belakang sebentar , kakak mau bicara dengannya " Alden kemudian kembali kedepan menemui para orang tua yg berada di ruang tamu.


" saya tinggal sebentar kebelakang , semoga nanti ada solusinya " kata Alden sambil mengambil ponsel di meja kemudian ke taman belakang.


Sheila yg tidak mengerti apa maksud kakaknya hanya mengikutinya.


" La ....ikut gue bentar yuk , ada yg mau di obrolin kakak gue " Sheila menarik tangan Ella , Ella mengernyitkan keningnya , ia yg sedang berbincang dengan bibi Maya itu keluar dari dapur menuju Taman belakang.


" Titip bi " Ella mengikuti Sheila yg menarik tangannya keluar.


" baik neng " kata bibi Maya yg sejak tadi bengong , Ella terlihat akrab dengan orang kecil seperti dirinya dan keadaan itu juga yg merubah nona mudanya itu disini , mau berbaur dan memasak.


" sudah pada keluar bi , mereka ? " Alden. Yg baru lewat dapur itu menanyakan kepada bibi Maya.


" sudah den , mereka keluar " jawab bibi Maya sambil mematikan kompornya itu.


Alden pun turut keluar dari pintu dapur menuju taman belakang. Terlihat disana Ella dan Sheila sedang duduk di gasebo sambil bercanda .


" selamat malam non...!" sebuah kata dari Alden membuat Sheila kaget ,karena kakaknya menyapa Ella dengan sebutan "non" itu.


" malam kak...." Sheila mengernyitkan dahinya karena jawaban dari Ella, seakan mereka berdua sudah kenal lama.


" kak..." Sheila bertanya tanya akan kebingungannya


" maaf mengganggu malam malam begini nona...." Alden berhadapan dengan Ella dan dijawab senyuman oleh Ella.


" tidak apa apa kak....apa ada masalah ?" perkataan Ella ini menambah penasaran Sheila.


Alden menarik nafas dalam dalam kemudian memandang Sheila.


" sebenarnya yg punya masalah adalah Sheila ....makanya saya berharap Sheila menceritakan apa yg terjadi di ruang tamu depan tadi kepada nona...." kemudian Alden memandang Sheila yg masih melongo , dan matanya melotot.

__ADS_1


" Sheila...ceritakan yg terjadi barusan didepan kepada nona Daniella Liontin Anderson...agar semuanya jelas dan keputusan ada pada dirimu...." jlep....kata itu sangat menusuk Sheila,Nona Daniella Liontin Anderson dan orang itu adalah Ella yg berada didepannya.


" emm...maksudnya ?" Sheila masih cengo, karena tiba tiba blank , mengetahui itu dan Yg berarti Ella adalah bos kakaknya di perusahaan sepert suara ditelepon tadi.


" ceritakan lah....yg terjadi tadi siang dan yg terjadi barusan di ruang tamu..." kata Alden membuat Sheila jadi sedikit mengerti , walaupun masih bingung dan tidak percaya


Sementara Ella hanya tersenyum , melihat Sheila yg masih kelihatan oon itu . Kemudian Ella memeluk Sheila agar tenang.


" Hem...kaget...? "


" kan gue sering cerita , tapi elo nya aja yg ga mau dengerin dan ga mau mencerna omongan gue Shel.." Ella pernah cerita tentang keluarganya yg hilang , neneknya yg meninggal , ayahnya yg baru ketemu dan meninggal , sesuai dari cerita tentang keluarga Anderson, namun saat itu Sheila menganggap nasibnya yg sama.


" iya tapi....? " Sheila masih menggantung omongannya.


" sekarang Lo tahu gue , dan gue harap Lo tetap seperti biasa terhadap gue , gue dah ga ada saudara lagi , makanya minta sama kak Alden agar Lo tetap sama gue , menemani gue saat gue terpuruk kemarin "


" maksudnya..?" pertanyaan Sheila atas pernyataan Ella membuatnya bertanya tanya.


" kakak Lo udah tahu kalo selama ini Lo sama gue , dan gue selalu cerita sama kakak Lo , tentang keseharian Lo , perubahan Lo.." Sheila menangis dan memeluk Ella terisak Isak karena perhatian dari semuanya , bahkan kakaknya mempercayakan adiknya ini ke seorang nona muda. Dan semua tidak lepas dari Ella sahabat ya ini. Dan ketika sampai rumah tadi seakan orang tua telah mengerti.


" papa mama sudah tahu...." Sheila penasaran apakah papa mamanya tahu akan hal ini.


" kakak cuma ngasih kabar keadaanmu dengan foto dan video yg kakak dapat dari nona Ella.."


" iss....!! Sheila mencubit Ella


"aduh..." Ella


" maaf nona muda..." Sheila


" is...jangan panggil begitu apa Shel, kak panggil biasa aja...saya jadi ngga enak " Ella


" iya iya..." jawab Sheila dan Alden cuma mengangguk.


" bagaimana Sheila...yg diruang tamu menunggu...?


Akhirnya Sheila menceritakan semua kepada Ella. Dari kejadian siang tadi hingga kejadian diruang tamu barusan , tanpa ditutup tutupi , sehingga Ella paham apa yg dimaksudkan.


" kalo menurut Lo bagaimana ?" Ella menyadarkan kakak beradik itu untuk memutuskan sendiri.

__ADS_1


" Gue sebenarnya salah , karena ngga memastikan ke papa dan malah kabur , belum ada pembicaraan yg serius tapi dianya maksa gitu , malah tadi seakan mau culik Sheila lagi...!" Sheila cemberut namun juga kecewa terhadap orang yg bernama Fajri itu.


" terus ?" Alden menimpali obralan mereka berdua.


" lebih baik gini kak....boleh bebasin tapi orang itu harus minta maaf ke Sheila dan harus pergi jauh dari kehidupan Sheila...bagaimana ...? Ella menengahi perdebatan kakak beradik itu.


" setuju " keduanya menjawab bersamaan


" is..." Ella


" makasih non " jawaban bersamaan lagi


" dih...!" Ella


" ntar saya hubungi om Budiman untuk hal ini " Alden mengangguk atas pernyataan dari Ella itu.


Kemudian mereka bertiga menuju kedalam rumah lagi.


Ella meneruskan memasak yg sedikit terkendala , disana masih ada bibi Maya yg sedang menggoreng kerupuk udang.


" belum selesai bi " Ella mendatangi bibi Maya dan membantu.


" udah neng tinggal ini doang kok , neng duduk aja , didepan lagi ada tamu " Ella mengangguk dan mengikuti perintah bibi Maya


Sementara Alden dan Sheila ke ruang tamu menemui papa mamanya serta menemui Om Farid beserta istrinya.


" bagaimana nak ..? Om Farid terlihat tidak sabar akan jawaban dari Alden maupun Sheila itu.


" Nona Anderson bersedia membebaskan , asal..." Alden menahan perkataannya sambil melihat sekelilingnya , semuanya tampak tidak sabar menunggu.


" Fajri meminta maaf kepada Sheila dan tidak mengganggunya lagi , serta dia harus pergi jauh jauh " Alden mengakhiri perkataannya. Dan segera duduk ke sofa disamping papanya , begitu juga dengan Sheila.


" baiklah nanti saya usahakan untuk melakukan 3 hal itu dan saya mengucapkan banyak terima kasih , kalau begitu saya permisi untuk menyampaikan hal ini " Om Farid dan istri bersalaman dan mereka keluar dari rumah tersebut


Sementara Papa Fajar dan mama Dita, serta Alden dan Sheila masih duduk di ruang tamu itu .


" Bagaimana ceritanya bisa begitu ceritanya nak ? " papa Fajar tampak bertanya tanya ke apa sampai Nona muda Anderson ikut campur akan hal ini. Sementara Sheila tampak cengar cengir sambil menggaruk garukkan kepalanya karena bingung harus menjawab.


" Nanti Alden ceritain pa , ma " kata Alden kemudian berdiri , disambut perutnya berbunyi ," lapar"

__ADS_1


" Ya udah yuk kita makan bersama , itu temennya Sheila didapur lho , sama bibi malah dicuekin , dah mask banyak sepertinya " mama Dita akhirnya mengajak keluarganya makan malam bersama. Mereka menuju ruang makan keluarga.


__ADS_2